Feeling (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 March 2018

Jakarta, 2012
Ini adalah tahun menakutkan bagi para siswa-siswi kelas tiga, pasalnya beberapa bulan lagi adalah pelaksanaan ujian akhir bagi mereka, begitupun dengan gadis berambut ikal panjang yang kini terlihat kacau di kantin “kau kenapa lagi?”, gadis itu menoleh dan mendapati ardianta yang duduk di sebelahnya dengan tenang “bantu aku belajar ya” pintanya memelas, ata balik menatap malas key “tidak” balasnya dan kembali sibuk dengan makanannya, gadis bernama key itu terus merengek seperti anak kecil.

“baik-baik tapi kau harus benar-benar serius atau aku tidak akan…” “siap” key memotong perkataan ata sebelum pria itu menyelesaikannya, ia bahkan menggeser mangkok makanan ata ke hadapannya dan memakannya tanpa malu, ata hanya tersenyum kecil, ia bahkan menyodorkan gelas minumannya juga ke hadapan key yang langsung diterima dengan senang hati oleh gadis itu.

Semua orang di kantin memandang iri kepada key dan ata, bagaimana tidak key adalah gadis cantik dengan wajah dan matanya yang bulat, meski ia terkenal dengan kecerobohannya sedangkan ardianta atau yang lebih dikenal dengan ata merupakan siswa pintar dan tampan di headline high school tapi ia terkenal cuek dan pendiam, keduanya dekat sejak pertama kali memasuki headline, ata tak pernah berbicara pada siapapun dan bergaul dengan mereka, saat itulah key mendekatinya dan ata luluh ia mulai berteman tapi hanya dengan key, entah karena apa? Mungkin ia merasa lebih nyaman bersama gadis itu, atau karena key gadis pertama yang mencoba berteman dengannya.

Key kembali menyodorkan mangkok makanan kembali ke hadapan ata “makan, kau belum makan juga kan” ata merebut sendok di tangan key dan mulai makan makanan yang tinggal setengah itu dalam diam, key juga menyodorkan minuman ata yang tinggal setengah ke hadapan ata, key menopang kepalanya dengan tangan kirinya menatap ata tersenyum “berhenti menatapku, aku tak ingin kau terbiasa” key tertawa mendengar lelucon ata apa lagi pria itu mengatakannya dengan wajah datar seperti itu “justru aku takut kau yang terbiasa dengan tatapanku, cepat habiskan makanmu” key mengalihkan perhatiannya pada ponselnya, ia tak memperhatikan raut wajah ata yang terlihat berubah, ata melirik key yang sibuk dengan permainan di ponselnya “aku sudah terbiasa, karena itu aku memintamu berhenti melakukannya sebelum terlambat” batinnya dan merampas ponsel dari tangan key “heii, kembalikan” pekik key mungkin terdengar di seluruh kantin “akan kukembalikan sepulang sekolah, sekarang kau harus fokus pada pelajarannya, ayo masuk” ata mengantongi ponsel key dan berjalan lebih dulu menuju kelas disusul key yang memasang wajah masam, gadis itu tak pernah membantah perkataan ata, seolah tersihir key akan selalu menurut meski dalam hati ia merutuk kesal, itu karena keduanya tidak menyadari arti kehadiran dari masing-masing mereka, mereka selalu berfikir bahwa mereka hanya teman dan selalu seperti itu, Dan mereka tidak akan pernah tau arti dari masing-masing mereka hingga kehilangan salah satunya.

Ata menepati janjinya, ia selalu menyempatkan diri mengajari key, entah itu di perpustakaan, di rumah key atau di taman tempat mereka biasa bermain, lagi pula mereka tinggal di perumahan yang sama.

Ini hari minggu dan ata sudah berada di rumah key, biasanya mereka akan berjalan-jalan atau bermain tapi kali ini belajar, ata bahkan sudah membawa bahan pelajaran untuk key yang bahkan baru bangun dari tidurnya, gadis itu berjalan malas ke ruang tamu dan langsung merebahkan diri di sofa panjang “ataaa, ini baru jam 8 tak bisakah belajarnya nanti saja aku masih mengantuk” pelasnya yang tak digubris ata, pria itu menarik key agar duduk dengan benar “jam berapa semalam kau tidur?” tanya ata sambil melempar buku-buku ke hadapan key “jam 1, aku menyelesaikan 3 episode yansg belum ku tonton kemarin” jawabnya, key duduk bersila di lantai dan mulai membuka buku yang diberikan ata, key terlihat serius namun tak lama kemudian ia justru tertidur, ata terlihat pasrah ia bahkan hanya memperhatikan wajah damai key dalam diam “jika aku pergi, apa kau akan tetap berada di tempat yang sama” gumam ata dan ikut merebahkan kepalanya di atas meja “aku akan selalu berada di tempat yang sama” ata terkejut, key mengatakan seolah-oleh ia menjawab gumamaman ata namun ia terlihat tertidur dengan nyenyak “berjanjilah” ucap ata.

Saat yang ditakutkan tiba dua hari lagi adalah ujian nasional, meski key belajar dengan keras namun gadis itu masih belum yakin dengan kemampuannya

“ata, besok kau di ruang berapa?” ata memperlihatkan kartu ujiannya, melihat angka yang tertera di sana membuat gadis itu melemas “kenapa ruanganmu jauh sekali” protesnya “kau sudah belajar keras belakangan ini, jadi tunjukan itu, jangan membuatku terlihat gagal mengajarimu” key menatap ata datar, terkadang ucapan pria itu benar-benar kasar dan menyakitkan, lihatlah bagaimana ia menusuk key hanya dengan kata itu “kau membuatku terlihat benar-benar bodoh” kesalnya “jika kau tak ingin menjadi bahan olokan, maka buktikan, ayo ke kantin” key hanya diam dan berjalan beriringan dengan ata ke kantin.

“pesankan aku seperti biasa” setelah mengatakan itu key berjalan lebih dulu mencari tempat duduk yang ia sukai, ata tiba dengan nampan berisi pesanan mereka.
“kemana kau akan melanjutkan sekolahmu” tanya ata setelah makanannya habis, key tampak berfikir dan menggeleng setelahnya “ibu menyuruhku kuliah di jogja, tapi aku tak terlalu berniat, kau sendiri?” ata tampak berfikir “kurasa aku akan memberitahumu nanti” key memicingkan matanya curiga “aku merasakan firasat tak enak, kau berniat kuliah yang jauh agar terhindar dariku kan, aishh kau ini benar-benar” key menatap ata serius kali ini “kau tau kan, jika kau pergi terlalu jauh, maka aku tak akan bisa menggapaimu” setelahnya key berdiri dan berjalan lebih dulu untuk membayar makanan mereka, ata hanya terdiam menatap punggung key dari tempatnya
“aku tau, karena itu aku meminta agar kau tetap berdiri di tempat yang sama saat aku pergi, agar aku dapat menggapaimu”

To be contiuned

Cerpen Karangan: Kkiki
Facebook: Kkiki

Cerpen Feeling (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Persahabatan yang Runtuh

Oleh:
Suatu ketika, dulu, waktu aku masih kesal 6 SD, aku merasa sangat senang sekali karena ada sahabat-sahabat ku, yang sangat menyenangkan. Kami setiap hari selalu bermain dan kerja kelompok

Penyelamat

Oleh:
Di dunia nyata ini, hidupku terasa hampa. Tidak ada seorang pun teman yang dapat menghiburku ketika aku sedih. Seperti kebanyakan orang yang berada di posisi ‘merasa paling tak berguna’,

Dan Aku

Oleh:
Boneka beruang berwarna merah muda yang masih terus kupegangi. Kenang-kenangan terakhir yang kau berikan. Aku masih mengingatnya, kau memberiku boneka ini sebelum kau pergi. Satu jam berlalu, boneka itu

Jarum Cinta

Oleh:
Melati hari ini datang paling awal di kelas, karena hari ini dia ada tugas untuk piket. Saat dari rumah suasana hati melati sudah sangat gembira bagaikan kupu kupu yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *