FREE!!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Olahraga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 August 2019

Aku hanya ingin berenang gaya bebas.

Yah perkenalkan namaku Ardi Shaputra panggil saja Ardi. Aku bisa dibilang penggila berenang gaya bebas. Aku mempunya tim yang sangat hebat. Aku tidak sendiri, aku mempunyai kapten tim yang sangat hebat namanya adalah Muhammad Fauzan panggil saja Fauzan. Dua lagi ada Agus Setiawan dan Cahya Purnama mereka berdua kelas masih kelas 2 SMA sedangkan aku dan Fauzan sudah kelas 3 SMA.

Di sekolahku ekstrakurikuler renangnya sudah tidak aktif dan anggotanya pun sedikit hanya kami berempat tapi kami berempat akan membuat ekstrakurikuler renang menjadi terkenal dan kita akan memiliki banyak anggota.

Kami akan mengikuti lomba renang estafet nasional dan kita akan menang dalam pertandingan itu. Tapi aku dan Fauzan waktu kami sudah tidak terlalu banyak karena sebentar lagi kita akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Bisa dibilang lomba ini adalah lomba terakhirku karena aku tidak tau akan melanjutkan pendidikan dimana.

Tapi Fauzan bilang padaku bahwa pasti ada banyak pemandu bakat yang menginginkanku karena aku jago dalam berenang gaya bebas. Aku hanya ingin berenang bersama temanku, aku tidak ingin berenang karena ingin masuk pendidikan yang bagus. Aku tidak tahu akan melanjutkan pendidikan kemana? Tapi aku sekarang akan mengikuti lomba putra gaya bebas 100 m. Fauzan lomba putra gaya punggung 100 m. Agus lomba putra gaya dada 100 m. Cahya lomba putra gaya kupu-kupu 100 m.

Aku hanya ingin berenang bersama temanku. Aku selalu memikirkan aku akan melanjutkan pendidikan kemana nanti.

“Ardi kau baik-baik saja?” tanya Fauzan yang khawatir padaku.
Bisa-bisanya aku melamun di saat aku akan bertanding lomba.
“Ah aku tidak apa-apa” ucapku berbohong.
“Sekarang giliranmu ardi, kau harus menang, aku yakin kau pasti menang” ucap Agus menyemangatiku.
Tapi aku tidak yakin aku akan memenangkannya. Aku pun langsung turun ke bawah tempat para pelomba berkumpul.

Di sini banyak sekali pemandu bakat, aku takut tidak bisa berenang bersama temanku dan aku tidak bisa berenang sesuai kemauanku.

Akhirnya perlombaannya pun akan segera dimulai.
“Satu”
“Dua”
“Tiga”
Aku pun langsung melompat kedalam air dan aku pun langsung berenang tapi aku merasa aneh.

Aku seperti tidak bisa melanjutkan berenang. Aku benar-benar tidak bisa, aku berenang bukan ingin menang aku hanya ingin berenang bersama temanku.

Aku berdiam di tengah kolam renang. Aku berhenti tidak melanjutkannya aku tidak ingin menang aku hanya ingin berenang bersama temanku.
Aku kalah dalam perlombaan itu. Teman-temanku sangat kaget dengan sifatku tadi yang berhenti di tengah-tengah lomba. Karena biasanya aku lah yang sangat cepat. Aku tidak mempedulikan itu.

“Ardi ada apa denganmu?”
“Tidak, aku tidak apa-apa”
“Kalau kau mempunyai masalah, berbagilah dengan kami, kita adalah tim dan sekaligus temanmu” ucap Fauzan.
Aku hanya menatap mereka bertiga aku masih ingin berenang bersama mereka.

“Aku ingin berenang bersama kalian, aku tidak mau berpisah” ucapku menangis.
Fauzan, Agus dan Cahya pun kaget.
“Aku tidak ingin berpisah dari kalian, aku masih ingin bersama”
“Aku pun sama” ucap Fauzan.
“Kita pasti masih bisa berenang bersama walaupun kita berpisah jauh” ucap Agus.
“Kita harus memenangkan perlombaan ini dan kita pasti akan berenang bersama” ucap Fauzan.
“Benar, ardi jangan menangis sebentar lagi lomba estafet akan dimulai ayo kita bersiap-siap” ucap Fauzan.
Aku pun langsung mengusap air mataku. Yah walaupun kita berpisah jauh pasti aku tetap akan berenang bersama mereka.

Lomba renang estafet adalah lomba renang pergantian gaya. Dan itu minimal butuh 4 orang saja.
Pertama Fauzan memulai dengan renang gaya punggungnya.

Hitungan pun dimulai
“Satu”
“Dua”
“Tiga”
Fauzan pun langsung berenang dengan cepatnya SMA lain bersaing Fauzan mulai mengejar pelomba yang lain.

Dan Fauzan yang pertama sampai dan sekarang Agus mulai dengan renang gaya dadanya, dia sangat cepat. Walaupun Agus sangat cepat tapi Agus sampai yang kedua tapi kekalahan itu tidak akan membuat kami roboh.

Sekarang Cahya mulai dengan renang gaya kupu-kupu nya dengan lincahnya dia menggerakkan tangannya dan kakinya sangat cepat. Cahya sampai pertama dan akhirnya giliran aku mulai sekarang aku akan berenang dengan gaya bebasku. Aku berenang tetapi ada pelomba lain yang menyusulku aku pun mulai mengejar tapi jarak aku dan dia sangatlah jauh. Tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja teman-temanku sedang menungguku di sana aku harus memenangkannya.

Aku mempercepat gerakan tanganku dan kakiku aku sedikit lagi mendekati pelomba itu dan akhirnya aku bisa menyusul dia dan aku akhirnya sampai pertama.

Aku sangat senang, aku bisa memenangkan lomba ini. Tidak, bukan aku tapi kita. Kita menang.

Cerpen Karangan: Sri Hikmawati
Blog / Facebook: Sri Hikmawati
Nama saya Sri Hikmawati panggil aja sri jangan enci. Masih SMP kelas 3. Baru bikin cerpen,kalau jelek mohon dimaklumkan nanti saya akan memperbaikinya.

Cerpen FREE!! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kegiatan Mos Yang Menyenangkan

Oleh:
“Kringg… Kring… Kring…” alarm jam berdering. Aku bergegas bangun dan langsung ke kamar mandi tanpa merapikan tempat tidur. Sesudah mengenakan seragam sekolah dan sarapan pagi, selanjutnya aku diantar ke

A “I Love You”

Oleh:
– Kenapa disaat kita ingin menghindari seseorang, justru dia lebih sering muncul di hadapan kita? – Brakkk Sekali lagi Alsha mendobrak pintu gudang belakang sekolah yang terkunci. Yap! Ia

Bernafas Tanpamu

Oleh:
Andai aku bisa kembali, pasti bahagia yang akan ku dapati. Andai aku tak terkalahkan akan keegoisanku dulu, pasti semua akan baik-baik saja. Mengapa penyesalan selalu datang di akhir? Disaat

Salah Paham Berakhir Pahit

Oleh:
Lenna, Gio, Kevin, dan Farel adalah sahabat dari kecil. Sekolah bersama, bermain bersama, dan tumbuh bersama hingga sekarang. Mereka terlihat tak terpisahkan. Wajar, rumah mereka saja bersebelahan. Sedih dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *