Friendship Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 January 2016

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah baru, aku baru saja pindah dari Jambi ke Jogja, karena ayahku dipindahtugaskan. Aku masih mengulat di atas kasurku, rasanya masih malas untuk bangun, dengan mata yang masih terasa lengket aku pun melihat jam, “mati aku, aku terlambat!” mataku langsung membesar. Aku bergegas ke kamar mandi dan siap-siap.
“Ayah, Ibu aku pergi dulu!” sambil terburu-buru. “iya hati-hati” terdengar sayup balasan ibu.

Aku pun tancap gas dengan motor matic-ku, lalu memarkirnya. “hufft sampai juga, untung gerbang belum tutup” kataku lirih. Aku berjalan dengan langkah gontai, tiba-tiba langkahku terhenti. “oh iya, kelasku di mana ya?” tiba-tiba ada yang mengagetkanku.
“hei…” aku pun menoleh.
“anak baru ya?” tanyanya.
“iii…yaa, kok tahu?” balasku canggung.
“haha apa sih yang gue gak tahu,”

“oh iya gue Leonardo Andrean, lo boleh panggil gue Andre dan kelas lo di XI-1 sekelas sama gue,” balasnya.
Seperti telah membaca pikiranku dan rasanya aku seperti familiar dengan namanya. “oh… Oh iya aku Alya Alvionella panggil aja Vio.” jawabku.
“ya udah ayo ke kelas” aku hanya mengangguk mengiyakan. Selama perjalanan ke kelas aku melihat anak perempuan yang sepertinya ku kenal dengan dahi yang berkerut dan langkahku pun terhenti, sementara Andre telah di depan mendahuluiku, “Vioo ayo!” Andre memanggil. “i..iya…”

Saat tiba di pintu kelas terdengar sorakan dari kelas, “ciee Andre… sama cewek” Andre pun tersenyum kecil sementara aku hanya bisa menunduk merasa malu, apalagi aku anak baru. Andre pun menawari aku duduk di sampingnya. Tak lama guru pun datang.

“Oh iya anak-anak kita kedatangan teman baru, yang sepertinya sudah lebih dulu berbaur dan mungkin sudah ada yang kenalan, tapi untuk lebih jelas silahkan maju dan memperkenalkan diri,” aku pun maju. “halo semua perkenalkan nama saya Alya Alvionella panggil aja Vio, saya pindahan dari Jambi, terima kasih.
“baiklah silahkan duduk.”

Pelajaran pun berlangsung. Aku beradaptasi dengan cepat, bahkan aku sudah mempunyai banyak teman baru. Bel istirahat pun berbunyi ibu guru mengakhiri pelajaran dan semua berhamburan ke luar kelas, sementara aku melamun teringat dengan anak perempuan tadi. Tiba-tiba Andre membuyarkan lamunanku. “Vio ke kantin yok” ajaknya. “emm ayo!”

Di perjalanan ke kantin aku bertemu dengan dia lagi, aku pun cepat-cepat bertanya pada Andre. “ndre kamu tahu nggak siapa dia?” sambil menunjuk ke arahnya, Andre pun menyesuaikan pandangannya ke arah yang aku tunjuk, Andre terlihat sedikit kaget.

“eem.. ee.. ee itu, itu Ainun Monalia, dia anak kelas sebelah” jawabnya. Aku merasa familiar dengan nama itu, dan akhirnya aku ingat sesuatu.
“oh iya…” suaraku agak keras sehingga mengagetkan Andre, “kenapa Vio?” tanya Andre.
“aku baru inget dia temen SD aku dulu, pantesan aja wajahnya familiar” jawabku, Andre pun semakin terkejut.
“hah? temen SD lo, dia kan temen SD gue juga, apa jangan-jangan lo temen SD gue juga?” tanyanya bingung.

Aku juga ikut bingung akhirnya kami sama-sama mengingat-ingat dan.. “oh, iya” jawab kami serempak.
“ya ampun Vio, lo beda banget sekarang, sampe gue pangling” dengan terheran-heran.
“ya ampun ndre, kamu juga beda banget, ya ampun nggak nyangka deh” kami pun saling melepas rindu satu sama lain.
“oh iya ndre, temenin aku ke Ainun yuk, aku kangen banget sama dia” ajakku.
“ya udah ayo” Andre pun menemaniku.

“Ainun…” panggil Andre.
“eh lo ndre, ada apa?” tanyanya.
“ehm lo inget sama dia nggak?” sambil menunjuk ke arahku.
“ehm siapa ya? Kayaknya sih familiar, tapi gue nggak tahu” timpalnya bingung.
“tuh kan lo lupa, dia Vio temen kita waktu SD” jawab Andre menggebu-gebu.
“hah? Vio? Ini beneran lo? Lo beda banget sekarang” jawabnya bingung sambil memutari tubuhku.

“ya ampun Vio, udah lama banget nggak ketemu, kok kita baru ketemu sekarang ya?” tanyanya.
“ya jelaslah kita baru ketemu, jadi aku baru pindah kemarin, hari ini aku baru masuk sekolah dan sekelas sama Andre” jawabku.
“nggak nyangka ya kita bisa ketemu lagi setelah nggak ketemu hampir 5 tahun,” ternyata Jogja telah mempertemukanku dengan mereka, akhirnya kami pun bersahabat lagi.

Cerpen Karangan: Rasyidatul Aliyah
Facebook: Lia

Cerpen Friendship Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


7.12

Oleh:
Senin pagi, di sebuah stasiun kereta sebut saja stasiun Cilebut. Sekolah gua libur karena ada rapat guru. gua hendak berangkat ke Kota Jakarta. Untuk apa?, nggak usah kepo deh

Nikmat Membawa Sengsara

Oleh:
Aku masih tersandar di kursi persegi panjang yang berada di samping kamar kos yang kutempati ini. Kursi ini kelihatan lembab terkena air, ya.. tak salah lagi air mata yang

Persahabatan Chintya dan Sisca

Oleh:
Siang yang panas, sepanjang perjalanan pulang ramai kendaraan berlalu lalang. Chintya segera merapat ke punggung mamanya yang sedang menyetir sepeda motor. Namun hawa panas masih terasa menyengat tubuh Chintya.

Friendship Cupcake

Oleh:
Feby, Mia dan Natasha adalah 3 sahabat yang sangat akrab dan dekat. Sekarang, mereka masih kelas 5 SD. Mereka bertiga telah bersahabat sejak kelas 3 SD. Hari ini di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *