Gara Gara Dompet Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 October 2018

Namanya adalah Hamid, orangnya begitu perhatian, baik, sopan, tidak sombong dan dia juga jago silat. Dia mempunyai seorang kekasih yang sangat ia cintai, kekasihnya itu bernama Juned. Sifatnya pendiam, baik hati, tapi lucu juga. Setiap hari mereka selalu bertemu karena satu sekolah dan juga satu kelas. Anehnya tiap hari mereka selalu saja bertengkar, masalah kecil aja di besar-besarin.

Suatu ketika,
“ke sini sebentar!” kata Hamid kepada Juned yang sedang asik ngobrol dengan temannya.
“mau apa sih, ke sini saja.” Jawab Juned.
“ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.” Jawabnya Hamid kembali.
“gak mau ahh.. kamu aja yang ke sini, males kesitunya juga.” Kata Juned.
“ihh cepat ke sini. sebentar aja kok, duduk di samping aku.” Kata Hamid.
“dibilangin aku tuh gak mau, malu sama teman-teman masa cewek yang nyamperin cowok sih.” Kata Juned sambil cemberut.
“ya udah kalau gak mau mah.” Jawab Hamid sambil pergi ke luar kelas.

Suasana di kelas yang tadinya ramai dan gaduh, sekarang berubah menjadi hening. Anak-anak yang lain sudah pada ke kantin untuk makan siang. Lalu ada salah satu teman yang mengajak si Juned untuk pergi ke kantin.
“hei, ayo kita ke kantin, jangan bengong terus.” Kata temannya Juned
“aku lagi males makan, nanti aja di rumah makan mah.” Jawabnya
“kamu kenapa tumben kayak gini, lagi ada masalah ya?” jawab temannya lagi
“aku gak kenapa-kenapa ko cuma lagi mikirin pelajaran yang tadi aja soalnya gak bisa-bisa.” Katanya.
“ohh… ya udah aku pergi ke kantin dulu, mudah-mudahan cepet bisa ya pelajaran yang tadi.” Kata temannya.
“iya amin.. (dalam hatinya berkata bahwa yang di pikirinnya itu bukan soal pelajaran yang gak bisa, tapi soal pacarnya itu yang tadi langsung pergi keluar).” Jawabnya.

Juned diam sendirian di kelas karena teman-temannya pada pergi makan ke kantin. Karena dia kesal sendirian terus akhirnya malah ketiduran di atas bangkunya itu. Bel waktu istirahat habis pun berbunyi, teman-temannya sudah pada di kelas. Ketika si Juned lagi tertidur pulas Hamid menghapiri dan membangunkannya.

“uned.. bangun, jangan tidur terus atuh.” Kata Hamid berbisik kepada si Juned.
“ahhh, iya aku udah bangun.” Jawabnya dengan nada lemes.
“uned kenapa kok badannya panas banget, uned sakit ya?” kata Hamid.
“uned gak papa sayang.” Jawabnya lagi.
“gak papa gimana, gak punya perasaan uned mah. Badan panas gini dibilang gak papa.” Jawabnya.
“beneran amid.. uned gak papa, udah sana amid duduk aja lagi nanti juga sembuh.” Jawab uned dengan kesal.
“ya udah atuh tunggu sebentar, amid belikan obat dulu. Jangan tidur lagi ya!” kata Hamid
“iya.” Jawab Juned.

Hamid kembali ke kelas dan memberikan obatnya ke Juned, lalu Juned meminumnya. Pelajaran berlangsung seperti biasanya. Tak terasa bel pulang berbunyi dan teman-temannya pun bersiap-siap untuk pulang.

Hari esoknya, kelas mereka di suruh untuk mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional yang diadakan di alun-alun. Kelas pun kosong tanpa penghuninya, dan kembali lagi ke sekolah ketika jam istirahat pertama. Selama kelas ditinggalkan pintunya tidak dikunci, karena sudah rusak dan hanya ditutup saja. Jadi barang-barang yang ditinggal di kelas itu mungkin ada yang hilang.

Seperti biasa Hamid dan Juned selalu bertengkar, entah apa yang membuat mereka selalu begitu. Teman-temannya pun bingung dan merasa aneh dengan mereka, tapi yah memang harusnya begitu kali. Sampai bel pulang berbunyi pun mereka masih saja bertengkar, dan si Juned kelihatan sangat marah banget sama si Hamid, mukanya cemberut. Waktu itu si Juned pulang sendirian tapi di tengah perjalanan ketika sedang berjalan Hamid pun datang dengan mengendarai sepeda motornya, dan mengajaknya untuk pulang bareng. Tapi si Juned tidak mau.

“heh.. ayo kita pulang bareng.” Kata si Hamid.
“gak mau ahh, aku maunya jalan kaki aja, udah kamu mah pulang aja sama sahabat kamu tuh. Kasian nungguin kamu dari tadi.” Jawabnya karena kesal.
“gak mau, aku mau nganterin kamu pulang dulu. Aku takut kamu kenapa-kenapa jalan kaki sendirian.” Jawabnya lagi
“udah gak usah repot-repot, aku sudah biasa sendirian kok, jadi kamu jangan khawatir. Aku pasti baik-baik aja.” Kata si Juned.
“ayo cepet naik!!!” kata Hamid
“dibilangin aku mah gak mau..” jawabnya.
Hamid memegang tangan si Juned na menariknya untuk naik ke motornya
“aku maunya jalan kaki, titik” jawabnya lagi dengan keras.
“gak boleh.” Jawab Hamid.

Kerena terpaksa akhirnya si Juned pun naik ke motor, dan langsung segera pulang. Malamnya ketika si Juned mau membawa uang dari dompetnya, ternyata tidak ada. Padahal tadi pagi-paginya masih ada, tapi sekarang tidak ada. Juned sangat bingung sekali, dompetnya hilang. Sudah dicari kemana-mana tidak ada. Dia ingat tadi ketika waktu upacara ke alun-alun kelasnya kosong dan tidak dikunci, mungkin saja ada yang mencuri. Tapi bisa saja ketika tadi naik mobil umum soalnya terburu-buru, dan dompetnya juga disimpan di dalam tas. Sedang bingung memikirkan dompetnya yang hilang itu, tiba-tiba mamah datang dan menanyakan dompet itu. Ketika mamah tau dompet si Junednya hilang langsung saja marah-marah, si Juned makin bingung dan tak mengerti mengapa bisa hilang. Lalu si Juned menghubungi pacarnya dan memceritakan semua itu kepadanya.

“amid.. dompet uned hilang, sudah dicari ke mana-mana tidak ada juga.” Kata si Juned
“hilang gimana? emang kapan hilangnya?.” Jawab Hamid
“ya hilang dompet nya, tapi gak tau kapan. Uned baru tau sekarang.” Jawab nya
“gak mungkin hilang begitu aja, pasti ada yang ngambil atau lupa nyimpan uned nya.” Jawabnya lagi.
“ihh kan disimpan di dalam tas dompetnya juga, jadi gak mungkin lupa.” Kata Juned
“ya kalau begitu mah ada yang ngambil, mungkin tadi pas upacara ngambilnya, kan kesempatan yang baik tidak ada orangnya. Bener gak??” jawab si Hamid
“bener juga sih, tapi gimana atuh isinya kan gak cuma uang, kalau uang mah ya ikhlaskan saja.”
“sudah sekarang mah berdo’a saja moga bisa ketemu lagi dompet nya, atau kalau memang tidak ya ikhlaskan saja. Biarkan itu sebagai pelajaran agar lebih tertib lagi.” Jawab Hamid mencoba menenangkan.
“iya atuh, makasih ya atas sarannya. Ini bisa membuat aku semakin tenang.” Jawab Juned lagi.

Dari kejadian itu membuat Hamid dan Juned baikan lagi, yang awalnya marahan tapi sekarang sudah kembali seperti biasa ceria dan tersenyum gembira.

Cerpen Karangan: Heryani Diana
Blog: cerpendianaheryani26.blogspot.com

Cerpen Gara Gara Dompet Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Lama Misterius

Oleh:
Budi merupakan seorang karyawan swasta. Suatu saat dia mendapatkan pesan misterius dari seseorang yang mengaku teman SD-nya. Orang itu mengaku bernama Fahra, seorang gadis yang tiba-tiba menghubungi Budi. Fahra

Menggenggam Cinta

Oleh:
Kata sederhana, tetapi mampu menghadirkan berjuta luka. Cinta. Tik tok tik tok tik tok Alya masih setia dengan posisinya, tidur terlentang sambil menatap detik jarum jam yang selalu berputar.

Pelangi Sahabat

Oleh:
Sahabat adalah kawan yang selalu ada di saat kita senang maupun ketika kita susah, Sahabat juga menjadi semangat dalam hidup kita. Semua orang pasti punya seorang sahabat. Begitu pula

Perjuangan yang Terbuang Sia Sia

Oleh:
Aku, Adinda, dan Laura adalah 3 sekawan yang sangat akur, kalaupun berantem palingan juga sehari gak lebih. Karena kami telah bersahabat sejak lama kami merasa bosen kenapa persahabatan kita

Pendirian Sebatang Kara

Oleh:
Suara langkah kaki yang melangkah dengan pelan namun tidak pasti, berjalan dengan seorang diri seakan bingung akan arah dan tujuan, diikuti dengan cuaca yang tidak mendukung dan lain hal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *