Garden Party

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 22 April 2013

Matahari telah terbit sedari tadi. Cuaca hari ini sangatlah cerah. Tak seperti cuaca di hari sebelumnya. Seharusnya, sekarang hujan. Karena hari ini adalah musim hujan. Seperti biasa, Nisa melihat pemandangan ditaman. Sebenarnya, dia pindahan dari Bandung. Meskipun Nisa berada di taman yang cukup sejuk, tatapi tetap saja Nisa sesekali mengipas-ngipas. Keringat dari dahi terus membasahi tubuhnya. Sampai sekarang, Nisa belum terbiasa dengan cuaca di ibu kota Indonesia, yaitu Jakarta.
“Iih.. panas banget deh! kalau aja, aku punya sahabat seperti dibandung” kata Nisa. Mata Nisa seolah menerawang mengingat masa lalu bersama sahabatnya di Bandung. Air mata Nisa bercucuran.
Karena hari semakin siang, Nisa memutuskan untuk kembali kerumah. Dengan cepat, Nisa segera menghapus air matanya dan memasang wajah ceria seperti tadi.

BRUK.. Nisa bertubrukan dengan seseorang sebaya dengan dia. “Heh! kamu siapa? kalau jalan, hati-hati dong! pake mata..” ucap Nisa ketus. Perempuan yang sebaya dengan dia pun berdiri. “maaf.. maaaf… maaf yaa.. Aku enggak sengaja” sahut anak itu dengan nada pelan. “Maaf.. maaf. Iya deh aku maafkan kamu” akhirnya Nisa bisa berkata lembut. “Bisa kita kenalan?” tanya anak itu. “Oh, boleh! Namaku Alia Zahraa nisa. Kamu boleh memanggilku Nisa atau Icha” Nisa memulainya. “A…apa?” kata anak itu tak percaya. “Namaku Alya Zahirah Nisa. Kamu juga boleh memanggilku Nisa atau Icha” Kata Icha. “wah… nama kita sama!” kata mereka berdua serentak. “Eh, tahu enggak, di kebunku banyak lho! buah yang lagi berbuah” Icha membuka topik pembicaraan. “Wah! di kebunku juga ada banyak. Seperti anggur, stawberry, pisang, lechi, jeruk, dan masih banyak lagi” ujar Nisa tak mau kalah. “gimana kalau kita membuat Garden Party? Pesta Kebun deeeh… kayak semacamnya” usul Icha. “Boleh, boleh.. ide yang bagus tuh cha!” seru Nisa. “Rumah kamu dimana?” tanya Icha. “Di kompleks sana..” jawab Nisa seraya menunjukkan kompleks yang dari sini masih terihat. “Ooh, di situ. ya udah, nanti kamu ambil buah dari kebun kamu. Dan nati ketemu di rumah aku di jalan anggrek o.13 blok.6.Kan masih sama kompleksnya?” tanya icha. “Iya” jawab Nisa singkat.

Dengan semangat, Nisa segera berlari. Sesampainya di rumah, Nisa langsung menuju kebun. “Eh, Nisa! kok enggak bilang salam sih nak?” tegur Bunda. “I.. iya Bunda. Maaf.. aku ulangi ya.. Assalamualaikum..”sahut Nisa dari kebun. Nisa masih asyik memetik buah-buahan yang ada di kebun.

“Yeay… selesai” gumam Nisa. Nisa melonjak senang. “Ups… tapi keberatan” kata Nisa dalam hati. “Bunda… bun.. ada roda enggak?” tanya nisa sambil berjalan menuju bundanya. Bundaa tak menjawab. bunda masih sibuk membaca tabloid mingguannya itu. Ting..! tiba-tiba ada akal yang melintas diotak Nisa. Perlahan, Nisa mendekati telinga bunda dan berteriak. “BUNDA…! EH..BUNDA…” teriak Nisa. “Astaghfirullah.. apa sih nak?” tanya Bunda. “Ada roda?” Nisa balik bertanya. “ada. tuh ambil didepan. Tadi baru aja, dipakai sama Kak Sinta untuk beli gas” jawab Bunda. Nisa manggut-manggut. “Bun, Nisa Pergi dulu ya.. Assalamualaikum” ucap Nisa. Disepanjang perjalanan, Nisa bbersenandung ceria. Di depan rumah Icha, Nisa berteriak. “Icha… icha…” panggil Nisa. “Ya..” sahut Icha. Ichapun membuka pagarnya. “Cha, kita mau dimana? katanya garden party?” tanya Nisa. “Yuk, di sesuatu.. pokoknya surprise deh” jawab Icha. Nisa segera menutup matanya. Icha pun menuntunnya dari pinggir.

Beberapa menit kemuidan, mereka berdua sampai ditempat tujuan. nisa membuka matanya. Ternyata, pemandangan disini indaaah sekali. “Waaw… Baguus. Subhanallah! bunga-bunga bertebaran disini” Nisa berdecak kagum akan pemandangan yang dilihat dari kasatmata. “Kupu-kupunya juga indah dan banyak!” seru Nisa. “Ahh.. airnya juga jernih” tambah Nisa. Beribu-ribu komentar terlontar dari mulut Nisa yang mungil. “Udah… udah.. Wuih.. kan katanya mau garden party?” ucap Icha. “Iya.. iya.. heheheh” Nisa tertawa geli. Akhirnya, Mereka memulai garden party-nya. Pet.. perepet.. terompet ditiupkan. Lalu, acara makan-makan dimulai. Kemudian, ada cara memasak. Daan… yang terakhir ada acara curhat-curhat.

Jadi… ini adalah hari yang tak pernah terlupakan

Cerpen Karangan: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Blog: http://halamanrafid18.blogspot.com/
Facebook: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Hai.. Namaku Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah. Kalian boleh memanggilku Rafid. Oke sekian ya..

Cerpen Garden Party merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goodbye My Friend

Oleh:
“Duh besok adalah ulang tahunnya Reina lagi aku sampe lupa, hem.. mau ngado apa yah?, aha ngado buku diary aja dia kan suka nulis” ucapku panjang lebar, oh iya

Selamat Jalan Sahabat

Oleh:
Hari ini aku dan Claudia sahabatku pulang sekolah dengan menaiki angkot, tidak seperti biasanya. Biasanya kami pulang sekolah selalu dijemput oleh kakakku. Tetapi karena kakak sedang sibuk kuliah jadi

Pelangi Senja Di Kelasku

Oleh:
Tidak ada nada pada tiap syair dalam tiap baitnya, aku memang tidak bernada. Apalagi tiap kata yang aku rangkai sangatlah sederhana. Sesederhana aku mencintaimu, tanpa kamu tahu, tanpa harus

Sepatu Baru Lisa

Oleh:
“Hm… sepatuku ternyata sudah rusak, oke! akan kubetulkan sepulang sekolah nanti!” gumam Lisa sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke kelas. “Eh, Eh!, lihat deh, tuh si Lisa!, sepatunya

Bernafas Tanpamu

Oleh:
5 Agustus 2011, Medan, Indonesia -Mentari pagi lembut menyapa, Mengintip dari celah bilikku dengan kehangatannya kian merayap mengusir dingin yang sedari tadi menusuk tulang. Disaatku membuka mata, aku menatap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Garden Party”

  1. Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah says:

    Yeyay…cerpenku sudah ada.Terima kasih ya kak..muat juga dong,karyaku lainnya.Please…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *