Haflah Akhirussanah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 June 2019

Perpisahan…
Bukan berarti kita tidak akan bertemu kembali…
Perpisahan…
Hanyalah agar kita tetap akrab saat bertemu kembali…

H-12 sebelum Haflah
Kriinggg…
Bel telah berbunyi menandakan UN hari terakhir telah selesai, semua temanku mengumpulkan LJUN ke meja pengawas lalu keluar dengan bersorak tanda senang begitu pula denganku

“Huuuffftttt… akhirnya selesai juga UN nya” kataku dalam hati
“Hei Sinta, gimana soalnya susah nggak?” tanyaku ke Sinta
“Hmmm.. biasa aja sih soalnya, nggak susah amat” jawab Sinta
“Oooh” kataku

Teng.. tong.. teng..
“Bagi para akhwat silahkan turun ke lantai 2” kata ustazah Kinaya
Lalu mereka langsung turun ke lantai 2 dan duduk di sana, beberapa di antara mereka ada yang mencek soal & jawaban, ada juga membahas soal yang dikerjakan, ada juga yang histeris ketakutan kalau jawabannya salah sedangkan aku hanya mendengar sambil melihat kegiatan teman-temanku sambil berkata dalam hati “Hmmh.. sebentar lagi kita semua berpisah, bakal kangen” Tanpa kusadari air mata mulai menetes lalu aku cepat-cepat menghapus air mataku karena takut ketahuan.

Tak lama kemudian ustazah Vida datang memberi lelucon
“Assalamualaikum..” salam ustazah Vida dengan riang
“waalaikumsalam” kami balas menyapa
“ya, UN telah berlalu dan akhirnya… bla… bla… bla… eitts, tapi masih ada waktu kalian untuk persiapan.. bla.. bla..” kata Ustazah Vida dengan panjang kali lebar kali tinggi (lho? kok nyambungnya kesitu ya??) tapi kami tak pernah lelah mendengarnya karena pasti aja ada beberapa kata yang membuat kami tertawa.

Setelah itu pembagian baju pesta
“Sinta”
“Febry”
“Uci”
Kami menunggu nama kami dipanggil untuk pengambilan baju, tak lama kemudian namaku dipanggil
“Naci”
Lalu aku maju dan menerima baju dari ustazah Kinaya dan kembali ke tempat duduk semula, saat duduk aku melihat warna baju itu warnanya merah maroon dengan kombinasi batik
“Cantik” kataku dalam hati

Lalu aku melihat beberapa anak mencoba baju itu ada yang kepanjangan, kependekan, ada yang sempit, ada juga yang lebar aku hanya terkikik melihat ekspresi mereka setelah itu kami pulang menuju asrama

Kamar 2
“eh, bajunya gimana?” tanya Uci ke Azaya
“pas aja kok” jawab Azaya
Sambil mendengar percakapan mereka, aku masih bingunng di depan lemari menatap bajuku yang banyak, buku, dan lain lain yang mau dibawa pulang ke rumah dan bingung kapan aku ‘packing’
“eh, kapan kamu packing ya?” tanya Sayaka
“nanti malam aja” jawab Soraya
“nanti malam aja deh, biar packing bareng” kataku dalam hati

Kami packing untuk pulang ke asal masing-masing, kami dikasih libur 4 hari agar saat balik ke sini dipersiapkan hafalan untuk acara nanti

Malam…
Kami mulai ‘packing’ untuk dibawa ke rumah tidak hanya pakaian saja yang kami packing, buku-buku pun masuk ke dalam tas. setelah kami packing kami pun tidur

H-11
“ayo.. bangun.. bangun.. 30 menit lagi azan” kata Ustazah Ria membangunkan kami, setelah bangun aku menuju kamar mandi untuk wudhu lalu ganti baju dan mengambil mukena parasutku setelah siap aku turun ke lantai 1 untuk menuju ke masjid dengan terburu-buru karena jika lambat datang ke masjid wah! bisa-bisa dihukum

“10…9… 8…7..” teriak Ustad Farel melalui mic yang disambungkan dengan speaker, dan untunglah aku turun di hitungan ke 6, lalu aku berjalan santai menaiki tangga untuk ke masjid, setelah hitungan selesai aku melihat ada beberapa anak dihukum karena telat turun ke masjid, setelah azan dan iqomah kami salat subuh berjamaah
“assalamualaikum warahmatullah… assalamualaikum warahmatullah…” ucap Ustad Farel mengakhiri salat subuh berjamaah, selesai salat bersalawat sebentar dan sarapan

Siang…
Akhirnya pulang… yeeaayy… hari yang ditunggu anak asrama telah tiba hari dimana bisa menghirup kebebasan, sebelum pulang kami diberi ceramah pendek dan salam dari Ustad Farel setelah itu kami pulang ke asal masing-masing

4 hari setelah liburan
H-7
Aku kembali ke asrama di sore hari, setelah berpamitan dengan orangtua aku melangkah ke asrama yang terletak di lantai 4 sambil membawa tas travel dan plastik yang isinnya pakaian dan cemilan, setelah sampai di kamar dan menyusun pakaianku di lemari juga cemilanku aku turun

Masjid..
Setelah salat maghrib,
Selesai salat maghrib kami menuju Hall di lantai 1, setelah kami berkumpul di Hall, Ustazah Cika langsung mengatur barisan untuk acara nanti setelah itu kami disuruh membaca taawuz, basmalah, surah-surah pendek lainnya saat semua selesai Ustazah Cika langsung menunjuk kami satu persatu dan disuruh bacakan surah yang diminta. setelah semua selesai kami langsung ke masjid untuk salat isya dan selesai salat kami seperti biasa ke Hall 1 selesai semuanya kami tidur

Persiapan hafalan sampai H-2
H-1
Kami pergi menuju Sikata, tempat asrama ikhwan sekaligus acara diadakan, kami menuju ke sana dengan angkot, kami melihat pemandangan di sana ada pohon yang tinggal sedikit, di angkot kami bercanda ria

Sesampainya di Sikata…
Saat angkot berhenti di sana kami langsung turun dan melihat pemandangannya ‘tidak ada pohon sama sekali’ juga tempat acaranya. aku melihat sebuah panggung seperti panggung konser tapi kalau dilihat dari ukurannya pasti tidak cukup untuk kami duduk di sana soalnya jumlah angkatan 6 ini 146 orang itu belum ditambah beberapa anak dari kelas 7 dan kelas 8 makin tidak cukup! ditambah lagi panasnya matahari yang membuat orang yang duduk di sana bakal kepanasan.

“ayo anak-anak, waktunya kita latihan buat besok” kata ustazah Cika
“Baik bu” sahut kami
Lalu kami mulai duduk di tempat yang sudah ditentukan nomor urutnya, juga ingat siapa kanan-kirinya. untungnya aku masih ingat siapa kanan-kiri, depan-belakang, setelah duduk kami mendengarkan MC yang membacakan daftar acara, lumayan lama siih dan setelah lama menunggu akhirnya ini dia

“Prosesi Imtihan siswa siswi SMPIT AL-Amin angkatan 6 bla.. bla..” kata MC, ustazah Hara
Lalu kami melakukan seperti hari pertama latihan seperti baca ta’awuz, basmalah, surah-surah pendek, dan ditunjuk sesuai ujian hafalannya, hanya saja yang menunjuk kami bukan ustazah lagi giliran kakak SMA lah yang memilih untuk dites. setelah semua selesai kami istirahat di kelas ikhwan sambil nunggu salat asar berkumandang

“Allahu akbar… Allahu akbar…”
“eh solat yuk” ajak Yuka
“ayo” kataku sambil mengambil mukena yang sudah kupersiapkan dari asrama menuju kamar mandi untuk wudhu lalu kita berdua bersama anak-anak lain pergi ke tempat sholat, kami sholat berjamaah di kelas IX A selesai sholat kami mengambil makan dan pergi ke luar untuk diberi pengarahan oleh ustad Ridho

Dan akhirnya…
“Haflah Akhirussanah”
Kami bangun shubuh, sholat dan mandi pagi. aku merasakan suasana yang berbeda, selesai mandi aku memakai baju pesta saat aku memakai baju beberapa diantara mereka ada yang sedih, ada juga yang nggak nyangka bahwa hari terasa cepat
“Aiiih, nggak kerasa yaa” kata Uci
“iyaaa… kayak seminggu rasanya di sini” timpa Nisa
Saat mereka berbicara aku mengingat memori saat kelas 7 sampai kelas 9 ini, rasanya aku ingin menangis mengingatnya karena kejadian masa lalu yang menyenangkan itu tak terulang lagi tawa, marah, canda, ribut rasanya aku ingin lagi dengar itu lagi dan satu kenangan yang tak kuluupa
‘Ultahku dan Riana diadakan secara mendadak tapi special direncanakan oleh kak Seya dkk’

Setelah pakai baju, jilbab, dan bros aku memakai kaos kaki dan sepatu yang kusiapkan untuk kupakai di acara ‘istimewa tapi menyakitkan’ini tak lupa barang-barang yang mau kubawa pulang sudah kusimpunin dan kutaruh di dalam lemari. sebelum pergi aku melihat isi kamar
“ini hari terakhirku di sini, selamat tinggal” kataku dalam hati dan langsung turun ke lantai 1.

Sesampainya di sana aku melihat banyak angkot yang menunggu kami. setelah mencari angkot sesuai kamarku aku naik dan go away!
Sesampainya di sana, acaranya belum dimulai tapi sudah banyak orang di sana aku berjalan menuju tempat menunggu acara ‘kami’sambil menunggu aku melihat drama, puisi, dan nyanyi tampil di sana dan akhirnya inilah yang ditunggu” khotaman & imtihan” setelah itu pemberian “MEDALI” angkatan yang berbentuk segi lima kulihat di antara mereka ada yang menangis, terharu, dll

“Kita lulus…”
“kita lulus.. hiks.. hiks..”
Aku tersenyum dan mengajak beberapa temanku untuk berfoto sebagai kenangan terakhir termasuk sahabatku Lily
“Ly” panggilku
“ya?” katanya
“foto bareng yuk” ajakku
‘ayo” katanya lalu aku menghidupkan kamera HP ku
“eh kamu aja ya, yang megang” kataku
“oh, ok deh” katanya sambil mengambil HP ku dan menaikkan tangannya ke atas dan 1… 2… 3.. cheese! kami berdua berfoto banyak banyak sampai akhirnya penerbangan balon dengan kertas yang berisi harapan dan cita-cita
“siap-siap ya!1.. 2… 3…” kata MC lalu kami melepas balon yang kami pegang tapi balonku dan lily tersangkut sudah melayang di atas seketika aku tersenyum.. disertai gerimis

Setelah acara selesai ortu murid makan siang yang sudah disediakan di sana sedangkan aku dan lily ‘tukar kado’ pertama aku memberikan kado buatanku juga surat begitupula dengannya selesai acara tukar kado aku ke asrama untuk mengambil barangku di lemari

Di dalam mobil menuju Sidaya
Aku membuka isi kado dari lilly dan saat kulihat hadiahnya lucu yaitu sebuah benda yang kuinginkan dari kecil: Rautan putar dengan gambar hewan warna pink, stabilo, juga surat lalu aku membuka surat itu dan isinya

Hay Wiya..
Selamat kita sudah berpisah.. “SAYONARA” selamat menjalani aktifitasmu yang jauh di sana, jangan lupa ingatlah aku untuk selamanya
Sorry…
Kalau aku selalu egois sama kamu, suka marah-marah
Jujur…
Aku nggak akan pernah punya teman sabar, nggak pernah marah-marah dan setia

Aku hanya tersenyum melihat isi suratnya, sambil melihat ke langit aku berkata
“aku juga nggak pernah dapat teman yang baik dan perhatian sepertimu”

THE END

Cerpen Karangan: NabilaNara
Facebook: facebook.com/nabila.auliacleviandra

Cerpen Haflah Akhirussanah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terima Kasih Sahabatku

Oleh:
MP3 playerku masih setia menemaniku hingga senja tiba. Lagu-lagu favoritku dan dia terus terputar di playlist yang telah ku buat. Membuat ku semakin tenggelam dalam kenangan saat masih bersamanya.

If This Isn’t Love

Oleh:
Agus, itulah namaku. Nama yang tidak biasa bagi seorang perempuan. Masa kecilku begitu indah, bahkan bisa dibilang sangat-sangat indah. Aku punya banyak teman dan mereka semua menyayangiku. meskipun aku

MoU Cinta (Part 1)

Oleh:
“Kenapa hari ini panas banget, ya?” tanyaku pada diri sendiri. Aku menaruh map plastik yang kupegang di atas kepala untuk menghindari terik matahari. Aku berjalan menuju ruang kelas untuk

Lukisan Kenangan

Oleh:
Pagi baru menyapa Amy. Gadis itu terbangun dari mimpinya. “Horee! Hari pertama liburan!!!” pekik Amy kegirangan. Biasanya, sih, kebanyakan orang bergembira pada hari pertama sekolah. Kenapa kalau dengan Amy

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *