Hanya Memberi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 June 2016

Perkenalkan, namaku Renata Syavira atau Rina. Aku bersekolah di salah satu sekolah favorit di daerah Boyolali. Sekarang aku duduk di kelas 3 SMP. Sebentar lagi lulus. Aku belum terlalu mengenal akan cinta sebelum masuk SMP, tapi setelah mengenal lingkungan SMP, aku lebih mengenal akan cinta. Walaupun tak seindah impianku. Hari ini ditemani dinginnya angin malam, aku akan menceritakan sepenggal cerita cintaku.

Aku masih ingat saat aku pertama masuk ke sekolahku sebagai murid baru. Dulu aku ditempatkan di kelas 7C untuk sementara waktu. Saat memasuki kelas, aku melihat tempat duduk yang kosong.
“Aku duduk disana sajalah dekat meja guru.” Kata hatiku sembari berjalan menuju meja paling utara nomor dua dari depan. Aku hanya bisa duduk terdiam disana, karena aku belum punya teman satu pun. Saat itu juga bulan puasa, tidak ada hal yang bisa aku lakukan untuk mengisi waktuku. Terasa sangat membosankan.
Tapi tiba-tiba terdengar suara “Maaf, boleh nggak saya duduk disini?.” Tanya seorang perempuan berbadan agak kecil dan berambut panjang itu sembari menunjuk kursi di sampingku.
“Iya, tentu saja boleh.” Jawabku sambil tersenyum.
“Kenalin, namaku Rina. Nama kamu siapa?.” Lanjutku setelah dia duduk di sebelahku.
Dia menjawab dengan ramah “Sinta.” Sembari menjawab uluran tanganku. Dialah teman pertamaku disana. Hari pertama nyaman dan menyenangkan. Aku juga sudah punya banyak teman.

Di hari kedua, seorang laki-laki yang duduk di depanku tiba-tiba marah-marah nggak jelas sama aku perihal banyak sampah kertas di bawah kursinya. Karena aku merasa nggak bersalah dan nggak terima atas perilakunya, aku pun kembali memarah-marahi dia dengan sesuka hatiku. And that is bad day for me.

Setelah tiga hari di kelas 7C, kelas sebenarnya dibagikan. Aku mendapat kelas 7G, namun setelah aku menaruh tasku, seorang guru datang dan mengatakan bahwa aku dipindah ke kelas 7F. Ya sudah, aku ambil tasku dan pindah ke kelas sebelah. Mungkin aku memang ditakdirkan di kelas 7F. Di kelas aku duduk dengan Zahra. Zahra orangnya baik jadi aku cepat akrab dengannya. Sewaktu perkenalan, aku melihat laki-laki yang dulu duduk di depanku dan marah-marah sama aku saat di kelas 7C dulu. Ternyata namanya Ricky Damar Adjie atau Ricky.

Setengah tahun sekelas dengannya aku tidak punya masalah dengannya walaupun aku tidak akrab sama dia. Sampai suatu hari, sewaktu aku dan dia berdiri sejajar. Saat itu tanganku ada di pinggangku dan dia juga sama sepertiku. aku nggak sadar akan hal itu.
Tiba-tiba Zahra bilang “Cie.. Cie..” Sambil melihat ke arahku dan Ricky. aku langsung memalingkan wajahku dan melihat ke arah Ricky. Ricky juga melakukan hal yang sama.
“Ngapain kamu ikut-ikut aku?.” Katanya marah dan mendorongku menjauh darinya. Namun naas, dorongannya terlalu kuat dan aku pun terjatuh.
“Auw.. sakit tau!!.” Teriakku yang menahan rasa sakit dan malu, tapi dia tak mau mendengar dan berlalu. Semuanya terkejut melihatku terjatuh. “Dasar manusia berhati batu!!.” Teriakku dalam hati. Dan mulai saat itu aku sakit hati dan membenci dirinya.
Tapi sayang, Tuhan tak mengizinkan aku untuk membencinya, karena sewaktu pembagian kelas 8 aku harus sekelas lagi dengannya di kelas 8A. Awalnya baik-baik saja, malah aku sudah mulai akrab dan bersikap baik dengannya. Mungkin kebencianku padanya sudah mulai pudar.
Sampai saat hari jum’at pagi waktu itu Riri bilang “Ricky, mana PJnya? kan kamu baru jadian sama Nisa”. Ketika itu juga tenggorokanku terasa tercekat dan sulit untuk bernafas. Rasanya ingin sekali aku menangis. Hatiku terasa sakit sekali saat mendengar hal itu. Entah kenapa kakiku membawaku berlari keluar kelas meninggalkan semuanya dalam keadaan terkejut karena mendengar hal itu.

Sewaktu pulang sekolah, aku curhat sama Mayra teman terdekatku di rumah. “Mungkin kamu jatuh cinta sama dia?.” Katanya.
“Mana mungkin, kamu kan tau aku punya kesan buruk terhadapnya. Toh aku juga benci sama dia.” Sahutku.
“Renata sayang, cinta itu bisa datang dari rasa sakit ataupun kekecewaan.” Jawabnya. Saat mendengar kata-katanya, detak jantungku seakan berhenti sesaat. Aku berfikir apakah benar apa yang dikatakan Mayra tadi? Kalau memang iya, apa benar aku jatuh cinta sama Ricky?
“Tapi aku takut May.. takut.” Kataku sembari menggaruk-garuk jariku.
“Takut apa?.” Tanyanya.
“Aku gak tahu. Tapi aku merasa hal buruk akan terjadi kalau aku sampai mencintainya.” Lanjutku.

Mulai hari itu, aku menjalani hari di sekolah dengan biasanya, namun ada rasa yang berbeda. Ya, aku jatuh cinta sama Ricky. Suatu hari aku mendengar Ricky dan Nisa putus karena Nisa selingkuh sama sahabatnya Ricky. Aku tidak merasa sedih ataupun senang mendengar hal itu. Hanya saja aku merasa kasihan. Kabar itu aku dengar dari Yurisa Ratwani atau Ani sahabat terbaikku sekaligus teman dekatnya Ricky. Dia selalu tahu semua hal tenang Ricky. Dari berita keadaan sampai kebiasaan Ricky. Aku selalu menganggap hal tersebut wajar.

Satu tahun sudah aku di kelas 8A. Sudah waktunya aku kelas 9. Dan saat pembagian kelas, aku mendapat kelas 9F bersama saudari jauhku Vidya Andjanie atau Vivian. Dia dulu sebangku denganku sewaktu kelas 8. Dia baik sekali walaupun agak usil. Sedangkan Ani di kelas 9A, dan Ricky di kelas 9G. Setelah pembagian kelas itu, hubungan Ani dan Ricky tidak seperti dulu lagi. Mereka tidak seakrab dan sedekat dulu lagi. Sampai saat itu aku juga masih merasa takut akan perasaanku terhadap Ricky. Aku sudah mulai bersikap dingin, acuh tak acuh, dan menjauhi Ricky.
Aku merasa kecewa. Kenapa setiap bertemu Ricky aku selalu mencari masalah dengannya, atau malah dia yang mencari masalah denganku. Kenapa setiap dekat dengan Ricky aku selalu merendahkan dia, atau sebaliknya. Kenapa setiap menatap mata Ricky aku selalu diam terpaku dan cenderung bersikap dingin padanya. Aku selalu membuat kesalahan dan membuatnya tersakiti ataupun kecewa. Aku merasa semua luka dan rasa sakitnya berasal dariku. Tapi aku belum pernah satu kalipun mengatakan maaf padanya. Ricky saja pernah meminta maaf padaku, kenapa aku nggak?. Aku merasa terbebani dengan hal ini. Tapi apa daya, aku tak bisa melakukan apa-apa. Membuat masalah memang semudah membalik telapak tangan, namun untuk mengucap kata maaf sangat sulit bagai menghitung segenggam pasir. Terasa sangat sulit.

Suatu hari, Ani memberi surat kepadaku. Saat aku membaca surat itu di rumah, tubuhku terasa lemas tak bertenaga. Ingin sekali aku menjerit sekuat tenaga, namun apalah daya, aku tidak mempunyai cukup tenaga untuk melakukannya. Tanpa aku sadari air mataku menetes membasahi pipi. Aku mulai menangis tersedu-sedu sambil menutup mulutku dengan tanganku. Hatiku terasa sakit sekali merasakan kenyataan itu. Terjawab sudah kenapa aku dulu merasa takut jatuh cinta kepada Ricky, dan tidak mau terlalu dekat dengannya. Isi suratnya ternyata Ani bilang ke aku bahwa dia sangat mencintai Ricky.
“Ada yang aneh akan perasaanku terhadapnya. Jantungku terasa berdegub lebih cepat saat di dekatnya. Mungkin memang benar. Aku mungkin jatuh cinta sama dia. Jika itu memang benar, sekarang rasaku terhadapnya yang dulu sebagai sahabat terdekatnya berubah menjadi rasa cinta. Renata sayang, kamu nggak akan keberatan kan kalo aku suka sama Ricky? Dan kamu nggak akan keberatan kan kalo aku sampai jadian sama Ricky? Tapi sepertinya aku nggak mungkin deh jadian sama Ricky. Kan kamu tau gimana sikapnya Ricky ke aku sekarang. Dia cuek banget sama aku. Padahal dulu dia akrab banget sama aku. Rina, kamu mau nggak ngebantuin aku buat deket lagi sama dia? Semoga kamu mau yaa.. Kan kamu sahabat terbaikku. Tapi kalo kamu nggak mau juga nggak apa-apa kok. Mungkin aku dan Ricky tidak ditakdirkan untuk bersama.” Itu adalah sepenggal surat dari Ani untukku yang tidak akan pernah bisa aku lupakan.
Namun sayang, sekarang sikap Ricky ke Ani dingin. Sama seperti sikapnya Ricky terhadap aku. Tapi mulai saat itu, aku berusaha untuk menutupi perasaanku dan selalu membantu Ani untuk dekat sama Ricky lagi. Mulai dari ngasih surat dari Ani ke Ricky sampai minta nomor hpnya Ricky walaupun semuanya gagal dan nggak ada satupun yang berhasil. Aku nggak mau ambil pusing sama perasaanku kepada Ricky. Ricky selalu mempermainkan perasaanku. Terkadang dia baik banget sama aku, perhatian juga. Terkadang dia ngejek aku, dingin sama aku. Kadang dia bilang kalau aku best friendnya, tapi esok harinya dia cuek sama aku seakan nggak ada apa-apa di antara kita.
Mungkin aku hanya bisa memberi. Memberi pertolongan untuk Ani, memberi secercah harapan untuk hatiku, dan memberi sebagian hati dan jiwaku untuk Ricky. Tanpa menerima balasan terima kasih dari Ani, dan tanpa mendapat balasan rasa dari Ricky.

Dan saat waktu mendekati kelulusan. Ani akan meminta buku diaryku yang sudah aku janjikan kepadanya waktu itu. Dia tidak ingin ada rahasia di antara kita berdua. Dia akan mengetahui bagaimana perasaanku kepada Ricky. Dia akan tahu bahwa sebenarnya aku mencintai Ricky. Dan hanya waktu yang bisa menunjukkan sikap Ani kepadaku setelah mengetahui rahasia terbesarku itu. Namun aku berharap semoga sikapnya kepadaku tidak berubah sedikitpun. Karena aku bukan orang yang mau meninggalkan sahabatku demi seorang laki-laki yang belum tentu bisa membahagiakanku seperti sahabatku yang selalu bias membuatku bahagia dengan kehadirannya di sisiku selalu. Menurutku sahabat lebih sangat berarti dibandingkan seorang laki-laki yang belum pasti. Hal itulah yang membuatku melakukan hal yang aku lakukan.

Cerpen Karangan: Novita Elliyana A
Facebook: Novita Elliyana Anisyarina

Cerpen Hanya Memberi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lexa Dan Axel (Part 1)

Oleh:
Alexandara yang sering disebut lexa adalah cewek feminim, cantik, tetapi jomblo karena sikap yang kenak-kanakannya membuat semua cowok menjauhinya. ia mempunyai saudara kembar yang bernama axel. axel adalah cowok

Waktu Di Balik Senja (Part 4)

Oleh:
– Nathan Aditya POV Hari ini aku sungguh tidak bersemangat untuk sekolah. Apalagi ditambah dengan janjiku sama Salman agar tak mendekati Secret Admirerku, Rayya Arthamevia. Entah apa yang membuat

Generasi Bedebah

Oleh:
Belasan sepeda motor terparkir rapi, bau rok*k dan suara gelak tawa belasan remaja yang masih mengenakan seragam putih abu-abu menyelimuti suasana malam itu. Mereka tertawa, berbincang tanpa haluan, mengkritik

Masalah Di Persahabatan

Oleh:
Waktu shubuh telah tiba. Jam wekerku berbunyi keras hingga membangunkanku. Saat itulah aku langsung menuju kamar mandi, setelah itu, barulah aku shalat shubuh. Setelah selesai sholat, aku pun kembali

Antara Cinta Sahabat

Oleh:
Mungkin bagi teman-temanku pacaran sama Adit lebih baik dari pada mengharapkan cinta dari Angga yang notabene adalah cowok keren yang aku kenal ramah, baik dan sopan itu, dan lagi-lagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *