Hujan Musim Gugur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 April 2015

Rena mengambil tongkatnya ia tau sekarang jam berapa makannya ia bergegas untuk pergi. Ia berjalan sekuat tenaga untuk sampai di sekolahnya yang baru. Ia baru kelas 10 jadi ia harus cepat cepat.

“ha ha hai boy!” kata rena sambil melambaikan tangannya
“rena!” boy pun mendekati rena “kamu capek ya?”
“ng….. ngak aku ngak capek kok aku masih bisa ja… jalan”
“bener? Kalau begitu aku akan menemani kamu pergi ke kelas”
“ngak usah boy aku udah sanggup kok!”
Rena pun berjalan menuju ke kelasnya. Gery dan gengnya melihat rena dengan tatapan sinis. Rena pun segera duduk di bangkunya, setelah itu beberapa saat kemudian datanglah nana teman rena.
“hai ren!” sapa nana
“ha hai nana” sapa rena
“wah kamu hebat kamu telah mampu berjalan ke kelas tanpa bantuan selain tongkat!”
“te terimakasih” kata rena
“oh ya ren bagaimana kamu udah selesai tugas matematiknya?”
“u u… udah kok ini” kata rena sambil menunjukan pr nya
“wah hebat kamu ngerti soal no 52 kamu memang pinter deh ren”
“ngak ngak gitu juga kamu juga kan pinter”
“ah aku hanya pinter di bagaian bahasa saja kamu kan banyak”

Bel pun berbunyi semua anak langsung masuk ke dalam kelas pelajaran pun dimulai.
“baiklah anak anak siapa yang bisa menjawab soal nomer 52?” kata buk guru. Semua anak tampak saling memandang. Rena pun mengangkat tangannya
“sa sa saya buk!”
“apa kamu mau ngerjain soal no 52? Paling paling kamu ngak bisa nulis satuannya kaki kamu kan ngak berjalan pake kaki apalagi menjelaskannya kamu kan gagu bener ngak teman teman?” kata gery dengan sombongnya sambil tertawa. Gengnya pun tertawa semua.
“bener tuh dia kan hewan masa berjalan pake empat kaki sih?”
Semua anak tertawa. Rena pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke depan kelas.
“aku yakin si cewek kaki empat itu tak dapat melakukannya”

Rena mulai menulis di papan ia tau dirinya akan dihina di sini habis habisan kaki 4 anak pincang dan lain sebagainya namun ia melihat temannya nana gadis yang paling baik menurutnya di sekolah ia tak akan mungkin mengecewakan teman sekaligus guru baginya karena hanya dia yang dengan sabar mengajarinya berbicara layaknya orang normal lainnya.

Rena pun menaruh spidol itu di atas meja miss swins hanya bisa tersenyum sedangkan gery masih sibuk ngegosip ngak jelas dengan dengan teman temannya. Nana tersenyum ke arah rena. “kau berhasil kau berhasil” itulah yang ada di pikiran nana tidak lebih dari itu kebahagiannya adalah melihat rena bahagia karena Cuma rena satu satunya yang mau berteman dengan dirinya yang sangat sederhana ini apalagi dengan kulit yang ya bisa dibilang terlalu coklat namun itu semua bukan pembatas antara rena dan nana.

“jadi itu benar?” Tanya boy rena mengangguk “wah bahagianya kamu bisa ngewakilin sekolah” kata nana sambil bertepuk tangan “kalau kamu ngak ngajarin aku pasti aku ngak akan bisa timakasih ya na” “ya sama sama” “kalau begitu untuk melepas dahaga mari kita pergi ke kantin dan membeli beberapa porsi makanan” kata boy “kamu ini kerjaanmu hanya makan saja” kata nana sambil mengacak acak rambut boy “nanti kamu cepet gendut lho!” kata rena “aku kesel banget kenapa sih harus dia yang menjadi wakil sekolah untuk osn sebel tau!” kata gery “kalau saja kita bikin ya sesuatu atau ngak pelajaran kepada anak itu untuk ngak macam macam dengan kita” kata shine mereka pun membuat rencana. “nah silahkan duduk putri putri yang cantik” kata boy “ya terimakasih” kata nana “truss pangeranya mana?” Tanya rena “akulah si pangeran” kata boy “pangeran dari kerajaan makanan” sahut nana mereka tertawa bersama. “sekarang!” “byurr!!!”. “apaan sih ini?” Tanya nana “ini ini air” kata rena ia pun membau air tersebut “ini seperti air selokan” katanya “aku yakin perbuatan ini disebabkan oleh mereka” kata nana “sudahlah lebih baik kita itu ganti baju” kata boy
“ide yang bagus” kata rena mereka pun mengambil baju pengganti dan langsung berganti baju di toilet. “rasain tuh dasar anak kaki empat!” kata gery. Mereka pun belajar seperti biasanya di kelas.

“anak anak perkenalkan ini murid baru di kelas kita namanya romeo” kata buk sarah romeo pun duduk di bangku yang kosong. “tampannya” kata gery bel pun berbunyi. Nana pergi ke toilet jadi rena harus pergi ke kantin sendiri. Tongkatnya pun terjatuh rena mulai terjatuh namun tanganya sudah dipegang oleh seseorang. “terimakasih” kata rena “kau murid baru disini ya?” Tanya rena

“kau romeo kan?” cowok itu tersenyum “ya aku romeo namamu?” “namaku rena” “senang berkenalan denganmu”. mereka berdua berjabat tangan.

Gery mulai cemburu “dasar cewek ingusan berani beraninya dia deketin calon pacar gue” kata gery sambil mengigit jari. “mau kemana?” Tanya romeo “aku mau mau ke kantin” jawab rena “aku anterin ya?” Tanya romeo “ya baiklah”. Mereka berdua pun menuju ke kantin. Nana melihat mereka berdua berjalan dari belakang “so sweet” kata nana sambil berlari pergi. “eh ada berita terbaru nih!” kata nana “apaan?” tanya boy “lihat saja nanti” jawab nana “eh itu kan rena?” Tanya boy sambil menunjukkan jari “benar dan kau tau siapa yang bersamanya?” “bukanya dia murid baru di sekolah?” nana mengangguk. Mereka pun mendekat.

“cieee sekarang rena udah punya pacar” goda boy “dia dia bukan pacarku dia cuman tememnku” kata rena romeo tersenyum. “oh ya rom perkenalkan ini teman temanku ini nana dan ini boy”. Mereka pun duduk di meja kantin dan berbincang bincang. Gery dan rombonganya pun mendekati mereka. “romeo sebaiknya kamu pergi dari sini deh” kata gery “nenek sihir” sindir boy “kenapa? Mereka kan temanku” kata romeo “romeo sebaiknya kamu itu berteman dengan kita kita jangan berteman dengan anak anak jelek ini” kata shine “tolong jangan lagi” kata nana “meskipun mereka jelek tapi hati mereka itu lebih bersih dari pada hatimu” kata romeo. “tolong ya gery jangan usik kebersamaan kami yang lagi istirahat” kata boy “mau kalian ditimpa sama tubuhku apa?” “tubuh gajah kaleee” kata gery semua temannya tertawa.

“emangnya kenapa kalau tubuhku ini besar?” Tanya boy “mungkin dia mau tuh bersihin bekas sampah kita” sahut nana “eh ya kamu anak tak berguna!” kata gery “sudah cukup” kata romeo sambil menghalangi gery memukul nana “kalau kamu benar benar orang yang baik pastinya kelakuanmu itu tidak membuat orang lain terganggu”. “bener tuh!” sahut boy “kamu ya!!” gery hendak melayangkan pukulan ke arah boy namun sudah ditangkis oleh rena dengan tongkatnya walaupun ia cacat namun dia masih bisa melakukan gerakan bela diri yang pernah ia pelajari.

“dasar aku kasihan dengan mu romeo berteman dengan anak anak kampungan” kata gery sambil pergi bersama dengan teman temannya. “tanganmu keluar darah lagi!” seru boy nana menatap tangan kirinya “sudahlah itu kan yang biasa paling paling pembalutnya lepas lagi” sahut rena

“hai semua!” sapa kak yuri “hai kak tumben ke kantin tugasnya udah selesai ya?” Tanya boy “kalau udah selesai emangnya kenapa? Mau ngerjain? Udah terlambat” jawab kak yuri sambil tertawa. Mereka tertawa dia melirik ke gery dan teman temannya “kalian habis di…” “ya gitulah kakak apa boleh buat” sahut boy “kamu itu anak baru ya?” Tanya kak yuri sambil menatap romeo “ya saya baru disini saya romeo” kata romeo “lalu mana julietnya?” Tanya kak yuri “ya jelas rena kak!” seru nana “kami hanya berteman” kata rena dengan ekspresi agak terkejut “um, ini akan jadi sesuatu yang amat penting di sekolah” kata kak yuri “oh ya kak, boleh ngak aku minjem buku materi matematika kakak?” Tanya rena “tentu saja boleh berhubung minggu depan ngak ada pelajaran matik” “um, truss bagaimana dengan praktek kakak minggu depan?” Tanya boy “aku udah buat dua bulan yang lalu” “curang” sahut nana.

“bukan sesuatu yang pantas dicontoh” kata romeo “makanya contoh aku” sahut boy “maksudnya kita harus bertubuh gemuk gitu?” Tanya nana “ya mungkin itu akan tercapai kalau kita makan nasi sebanyak dua puluh piring sehari itu juga kalau muat di perut kita” kata rena.
“yuri!!!” teriak seseorang “udah dulu ya? Daa” kata kak yuri “daa kak!” “kak yuri mau kemana?” Tanya boy “tentu saja dia pergi ke ruangan osis” jawab rena “kak yuri itu osis di sekolah ya?” Tanya romeo “tentu saja dan yang manggil dia tadi itu kak leo pacarnya kak yuri ganteng kan?” Tanya nana “masih gantengan aku daripada dia” kata boy “cuman bedanya kau itu ya kamu dan kak leo itu ya sesuatu” sahut rena
“kya kalah deh ngelawan dua cewek” kata boy “kan masih ada aku” sahut romeo

“tapi kan itu agak…”
“ngak akan membuat kita semua akan mati nis” katanya sambil menampar temennya
“besok dia akan berangkat dan usahaiin besok dia tak akan pergi kemana mana” sahutnya sambil pergi meniggalkan temannya itu.

Rena menatap dirinya di cermin apakah aku mampu apakah aku bisa? Itulah yang ditanyanya di dalam hati.
“kak rena ayo makan!” seru roni adik cowoknya
“ya aku akan segera kesana!” sahut rena sambil mengambil tongkatnya
“hati hati ron nanti kamu terjatuh” kata ibu rena
“ya bu aku tak akan berlari lagi” sahut roni dengan kedipan ala anak kecilnya itu.
Ketika rena datang roni langsung membantu kakaknya itu.
“kenapa ron? Kok rasanya bersemangat sekali?” Tanya rena
“udah diam saja kakak jangan sensi gitu ah”
“kamu kan hari ini aka nada lomba” sahut ayahnya sambil merapikan piring
“kamu semangat ya ren kamu harus menunjukan pada dunia bahwa kamu bisa berprestasi seperti anak normal lainnya” kata ibunya
“ya aku akan berusaha” jawab rena
“aku akan mendoakan kakak” sahut roni “tapi nanti kasih oleh oleh ya jajan”
“roni jangan gitu kakakmu itu mau pergi berlomba bukan ke tempat rekreasi” sahut ibu rena
“sudahlah ayo berangkat nanti telat lho” seru ayahnya
Rena tidak langsung pergi ke tempat perlombaan tapi ke sekolah dulu bareng sama dengan peserta yang lain (yang satu sekolah tentunya).
Sebelum berangkat (tepatnya 1 jam) rena permisi ke toilet dulu.

“sekarang saatnya”
“benar kita harus menyingkirkannya”
“demi status kita”
“dan sang pangeran”
Rena dengan bersusah payah (berjalan tentunya tapi semangatnya pull lho!) akhirnya dia sampai di ruang toilet, biasanya kalau kemana mana nana temannya selalu menemani tapi karena Nana sedang izin keluar kota hari ini jadinya rena perginya sendiri.
GUBRAKK!!!

Cerpen Karangan: Shanti Savitri Ni Wayan
Facebook: Yan Shanti

Cerpen Hujan Musim Gugur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


When You’re Lost

Oleh:
Alvino Offyan Nugraha, sosok setengah ganteng, tinggi, sawo mentah menuju mateng, kalo dilihat di fotonya (gue belum pernah ketemu orangnya langsung sih) sosok yang gue kenal lewat aplikasi bernama

Dia Sahabat Atau Dia Cinta

Oleh:
Pagi yang indah dihiasi suara burung yang sibuk bernyanyi dengan suara merdunya. Suasananya menggembirakan persis seperti suasana hatiku. Yah aku begitu gembira karena kejadian kemarin, kejadian yang begitu berkesan

Akhir Cerita Sabtu Senja (Part 3)

Oleh:
Penampilan tak kalah mengesankan dari peserta lomba tari lain, namun penentuan kemenangan ada di tangan para juri yang duduk di urutan kursi paling depan. Semua rombongan menangis saat tidak

Semanggi Berhelai 4

Oleh:
Persahabatan adalah segalanya dalam hidup. Dia akan berubah menjadi dewasa layaknya kedua orang tua yang senantiasa menasehati. Sebagai kakak dan juga adik yang selalu setia. Aku sangat beruntung mempunyai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *