Hukum Alam Mempertemukan Kami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lingkungan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 10 July 2017

Pagi yang cerah, seperti biasanya mataku akan selalu termanjakan oleh keindahan alam yang begitu mempesona. Kutarik nafas panjang-panjang. Udara segar pagi ini melewati bulu hidungku, segarnya!. anginnya pun sedang bersemangat hari ini, entah apa yang akan terjadi. Dengan semangatnya dia mengajak pepohonan itu bergoyang kesana kemari untuk menghiburku. Angin itu pun sukses membuatku sedikit menggigil. Mentari pagi ini pun ikut menyinari hidupku yang suram selama kurun waktu 10 tahun. Ya! waktu yang lama bukan. dari gundulnya bukit di hutan Kalimantan sampai sekarang. Mentari itu dengan gagah berani melawan angin, membantuku menghangatkan badan. Kupandangi pepohonan yang kutanam, kini sudah rindang. Aku pun mengikuti goyangan para pepohonan yang tersepoi sepoi angin. Angin itu seolah mengembalikan ingatanku 10 tahun yang lalu.

“Ndra lo jahat banget sich sama gue. Kenapa lo alihin semua perhatian teman-teman, lo apain mereka? mereka kok sinis banget sama gue tapi ramah banget ama lo.” hardikku pada diandra yang baru masuk kelas setelah seminggu dirawat di rumah sakit.
“kamu ngomong apaan si Sha? temanku yang temanmu! Kita kan sahabat.” Sontak dia kaget mendapat sambutan buruk dari sahabat yang telah dirindukkannya selama seminggu ini.
“Munafik banget sich lo! Ngaku aja! lo juga udah rebut perhatian keluarga gue dan steven. pergi dari sini! Aku gak mau liat muka lo lagi, pergi yang jauh. seharusnya kamu gak usah sembuh dari penyakitmu dan meninggalkan dunia ini” kemarahku tak bisa kubendung lagi.
“aku gak ngerti apa-apa sha! beneran aku tahu, sumpah! Aku minta maaf kalau aku pernah bikin salah sama kamu, tapi aku gak ngelakuin apa yang kamu kira!” balas dia dengan perasaan kecewa berampur sedih, sehabis itu dia tak bisa mengucap sepatah katapun hanya butiran air mata yag keluar dari kelopak matanya yang indah itu. Kemudian dia meninggalkanku begitu saja. Kuperhatikan setiap langkahnya yang menjauhiku sampai ia tak terlihat lagi.

Beberapa menit kemudian…
“Surprise!!!. selamat ulang tahun Natasha, semoga panjang umur dan sehat selalu” ucapan orang-orang yang kusayangi membuatku sangat bahagia.
“Sha, maafin kita ya udah nyuekin kamu, bikin kamu marah sama diandra, soalnya aku pengen bikin kamu dan diandra sedih. Oh ya! Diandra mana kok gak sama kamu, dia hari ini kan juga ulang tahun bareng kamu. Recananya kita mau kasih surprise untuk dia juga tapi kok gak ada?” Tanya steven dan Michel
“haah!!! jadi kalian bukan dihasut diandra untuk ngejauhin aku? Diandra! ku salah besar sama kamu!” ku lari dari kelas secepat kilat guna mengejar Diandra yang entah di mana sekarang keberadaanya.

Kutoleh ke luar pintu gerbang aku melihat Diandra hendak menyeberangi jalan. Rupanya dia habis ke minimarket membeli camilan. Dia memang kalau galau suka makan camilan. Aku melambaikan tanganku padanya, sembari berteriak,
“DIANDRA!!! MAAFKAN AKU, AKU SUDAH BERBURUK SANGKA PADAMU” teriakku padanya
“NATASHA, TUNGGU AKU.” diandra begitu gembira dia tidak melihat kanan kirinya. kemudian truk besar menghantamnya sekuat tenaga. Aku pun langsung lari padanya. Kulihat Diandra sahabatku tergolek tak berdaya yang sedang bersimbah darah. Aku sungguh sedih

Tak terasa, air mataku meleleh di pipiku. Ketika mengingat kejadian itu. Aku kaget melihat sesosok yang telah bembuyarkan lamunanku tentag masa laluku
“hei! ini di tengah hutan, jangan melamun. Kesambet nanti.” Sapa dia, mengejutkanku saja. cepat–cepat aku menghapus air mataku
“kamu ada-ada aja deh, ini kan daerahku, mana mungkin aku dirasuki setan. Adanya setan yang tergoda sama aku, aku kan cantik. Walaupun sedikit dekil. hahaha” tawaku yang riang begitu saja melayangkan kesedihan yang masih berada di hatiku yang terdalam
“kok kamu nangis sih?” Tanya Adelia yang melihat air mataku tumpah di pipiku. Oh ya dia adalah mahasiswi yang sedang berkunjung ke tempatku. Dia sedang mewawancaraiku, tentang kesuksesanku menghijaukan kembali hutan yang sudah gundul dia sebaya dennganku dan sama juga dari Jakarta. Hanya saja dia kuliah dan aku tidak. Dia penduduk Jawa aku di Kalimantan.
“Gak apa-apa kok. aku Cuma ingat masa laluku di sini, aku sangat terharu atas pencapaian yang aku raih” bela aku menyembunyikan masalah itu.
“oh gitu yah. Eh… Fo, aku ada teman baru buat kita, dia sahabat aku dari Jakarta” Adelia memberitahuku. Oh ya, semenjak aku libuaran ke Kalimantan dan jatuh dari pesawat di tengah hutan untu menenangkan diri aku punya nama samaran yaitu Forest. Orang-orang sekitar hutan memberikan gelar Putri Rimba, karena aku gak mau tinggal di kampung tapi di tengah hutan.
“Oh ya!” Aku begitu gembira dan semangat menyambut calon temanku di sini, sebab selama ini aku kesepian. Kedatangan Adelia ke Kalimantan juga sangat membuatku senang apalagi tambah. Duuh gak pernah terbayang sama sekali.
“Diandra Salsabila Putriani kamu bisa panggil aku Diandra.” Dia mengajakku bersalaman. Aku kaget setengah mati mendengar namanya. keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. itu kan nama sahabatku yang dulu sudah meninggal. Ah mungkin, namanya sama.
“hai! Aku Forest, senang berkenalan denganmu” ku menerima uluran tangannya, sambil menjawab dengan terbata-bata.
“Kamu kenapa?. Aku perhatikan kamu itu mirip banget sama sahabatku yang dulu meninggal. Akibat ledakkan pesawat yang ditumpanginya waktu dia liburan di Kalimantan, aku begitu sedih akan hal itu. Mungkin sekarang dia sudah bahagia di surga” dia mengatakan itu dengan nada yang amat lirih membuat keringatku memandikanku
“a… apa namanya Na.. Natasha Floridaini” tanyaku padanya sambil terbata-bata
“Ba.. bagaimana ka… kamu tahu?” dia tak kalah terkejutnya denganku dia juga terbata bata. Aku langsung memeluknya erat-erat.
“Ndra… Ndra! Aku kira kamu yang udah di surga. Aku Natasha orang bodoh yang telah membuatmu kecelakaan 10 tahun yang lalu” isak tangisku tak bisa terbendung lagi. Dia membalas dekapan itu. Tak terasa punggung kami basah kuyup terkena air mata kami, ar mata yang sudang terbendung 10 tahun lamanya. Dan sekarang… sekarang tanggulnya tak bisa menghalau air mata kami.

“Kata Papi aku, nyawaku memang sudah di ujung tanduk. aku memang sempat pergi dari dunia ini namun aku masih bisa kembali lagi, dan katanya saat itu mamamu berusaha menenangkanmu dengan cara mengajakmu berlibur. eh tapi malah pesawatnya meledak” jelasnya ia juga tak habis pikir atas apa yang telah terjadi

Kini aku dan diandra kembali bersama kami bersam-sama merawat hutan kalimantan yang sudah mulai membik kembali. alam akan selalu mempertemukan sepasang sahabat yang mau merawat alam itu sendiri.
Pesanku jaga alam ya! Cara kita sebagai seorang pelajar adalah menghemat tiap lembar kertas karena “HEMAT KERTAS LINDUNGI HUTAN”

Cerpen Karangan: Zyach Oryzae
Facebook: Fauziah Zheea
semoga cerpenku ini dimuat ya dan diminati oleh para readers

Cerpen Hukum Alam Mempertemukan Kami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Andi

Oleh:
Aku berjalan menyusuri lorong sekolah berniat untuk mengambil buku yang tertinggal di meja kelasku. Suasana sekolah nampak sepi karena semua murid memang sudah di pulangkan sejak 1 jam yang

Siput dan Singa

Oleh:
Baru saja aku menapakkan kaki di tanah kelahiranku, lebih tepatnya desa kelahiranku. Panggil saja aku Nadira, gadis berusia 20 tahun yang datang kemari hanya ingin berlibur sekaligus mencari sahabat

Thanks For All

Oleh:
Izna hanya bisa tersenyum pedih. Di tempat rahasia mereka, sebuah laut biru dengan hamparan pasir yang indah, dia duduk dengan air mata yang terus menetes. Izna menyesali perlakuannya kepada

Aku, Egi dan Pasar Kaget

Oleh:
“Dodol! Bukan gitu caranya!” Egi memukul kepalaku dengan penggaris yang sontak membuatku meringis kesakitan. “Sakiiiittt…” kataku sambil memanyunkan bibir. Egi berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Sekali lagi ia memukul kepalaku

Teman Lama Misterius

Oleh:
Budi merupakan seorang karyawan swasta. Suatu saat dia mendapatkan pesan misterius dari seseorang yang mengaku teman SD-nya. Orang itu mengaku bernama Fahra, seorang gadis yang tiba-tiba menghubungi Budi. Fahra

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *