I’m In Love With My Best Friend (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 October 2014

Pernahkah kau mengalami keinginan. ketika melihat benda di sebuah toko di mall atau dimanapun berada, benda yang sangat ingin kau miliki dan idam-idamkan. Tapi sayangnya kau tak bisa mendapatkanya karena fakta menunjukkan benda itu tak ternilai harganya dan tentunya kau hanya bisa mengaguminya dari balik dinding kaca.

“woii ya!”
“hah?”
“ngapain lu senyum-senyum sendiri, pake nempelin pipi di kaca jendela kotor segala.. eewwwww..”
“apa sih yang lu liatin?” lanjut irma sambil mendorongku mencoba mencari-cari apa yang kulihat tadi.
“bukan apa apa kok. yuk masuk kelas nanti kita telat lagi… nanti gue traktir bakso deh di kantin” jawabku gugup.

Kutarik-tarik tangan irma yang matanya masih menelusuri seisi ruang kelas. sambil terus kutawari hal-hal yang irma suka berharap dia mau menuruti bujukan-bujukanku, gawat kalau sampe irma tau dengan apa yang kulihat, uppss lebih tepatnya yang ku…
‘ugghh semoga tadi ekspresiku gak terlalu tampak’

“soalnya tadi muka lu kelihatan aneh, gue kira lu lagi mabok, secara mata lu merem melek kayak orang high ditambah senyum-senyum sendiri lagi. N sumpah persis kayak orang gila atau bahkan semacam gejala kecanduan… gitu” jelas irma mengernyitkan dahi seraya menunggu penjelasanku

“oh… emmm… eh.. itu.. emmm… cuma… cuma..”
“yeah cuma.. apa?”
“cuma… cuma… ngantuk!!”
“yah ngantuk gue cuma ngantuk cos tadi malem gue belajar matematika, bahasa inggris, fisika, kimia trus bio…”
“mia.. mia stop!”
“lu meracau kayak beo. dan jika lu kaya gitu gak lain gak bukan ya lu lagi nervous atau lagi boongin gue sekarang ya kan?”
“gue gak…!?” belum sempat ku menyangkal, irma sudah menempelkan telunjuknya di bibirku
“N jangan kira lu bisa nyangkal kebenaran apa yang baru aja gue liat, selama ini… selama ini lu suka Andre iya kan?”
“Haahh!!” begitu kagetnya aku, aku gak nyangka ternyata Irma bisa tau dengan cepat, sekarang mau gak mau aku harus jujur padanya. Ku mengangguk dan menundukan kepala tak sanggup mencoba menyangkal lagi. ‘aku yakin kini irma benar-benar tau dan akan mengolok-olok bahkan mengatakan betapa gilanya aku yang mencintai Andre sahabatku sendiri. bahkan mungkin dia gak mau berteman denganku lagi’ pikirku

“i knew it!… i knew it. i knew it!!!” teriak irma meloncat-loncat kegirangan.
“sssttt.. ir.. irma lu gak papa?” tanyaku heran, kadang sahabatku ini lebih aneh ketimbang gue.

“hahhhhh… mia… mia lu harus ungkapin perasaan lu ke Andre!”
“apa!!”
“enggak enggak enggak N seribu tahun pun gak akan pernah!” timbalku cepat. Gila ternyata bukan cuma aku yang mabok kayaknya.
“kenapa gak?”
“hellooo… Ir liat gue. gue bukan siapa-siapa sedangkan Andre.. Andre ganteng, pinter, baik, kapten basket, tajir dan dan masih banyak lagi list dimana dia sama sekali bukan tempatku untuk bisa… bisa…”
“uffhht… Andre adalah pangeran impian setiap cewek, aku gak bakal bisa cocok dengannya dan aku gak mau merusak persahabatan kita” jawabku sedih mengingat betapa menyedihkannya diriku dibandingkan keperfect-kan Andre dilihat dari segi manapun.

“mia.. mia dengerin gue, percayalah lu adalah cewek tersempurna satu-satunya buat Andre” sambil jemarinya mengelus-elus rambutku
“seandainya aja lu tau” gumam irma hampir tak terdengar kata-katanya.
“tau apa?”
“oh bukan… bukan apa apa”
“ayo masuk, ntar kita telat lagi” lanjutnya sambil menyeret lenganku menuju ruang kelas kami.

Rasa penasaran memakan seluruh rongga dalam dadaku. Ingin rasanya aku menanyakan apa maksud kata-kata Irma tadi. Tapi untuk saat ini kurasa sudah cukup banyak hal-hal yang tak kuduga terjadi. sudah sejak pagi tadi hampir Andre sendiri tau semua isi hatiku, gara-gara aku lupa menyembunyikan diary merahku. Diary dimana semua perasaanku terhadap Andre semenjak pertama kali ku melihatnya sewaktu kelas 4 SD.

Kuingat waktu itu aku kehilangan uang jajanku sedangkan aku sudah ingin membeli roti. Dan tentunya Andre yang baik hati yang sedari tadi mengantri di belakangku pun dengan senyum manisnya mengambil dan membayari rotiku pada penjual warung yang kemudian disodorkannya roti itu padaku. Aku sudah berusaha menolak pemberiannya tapi Andre bersikeras tetap memberikannya juga.
Sejak saat itu detik itu juga Andre sudah mencuri pandangan serta hatiku cuma untuknya. kita pun bersahabat hingga sekarang.

“mia.. tuh Andre” kata irma menunjuk ke arah pintu kantin.
‘oh ya Andreku’ bisik hati kecilku.
‘ngarep aja lu’ timpal logikaku. kadang aku mengalami perdebatan antara hati vs logika. yeah gue memang aneh kayak gitu.
“hai irma… hai meong” sapa Andre sembari menyendok butiran bakso dari mangkokku.
“woi itu bakso gue!” kupelototin andre yang asyik mengunyah baksoku. beruntung dia cowok yang sangat kucintai kalo orang lain sudah kubungkus trus gue lemparin ke tong sampah dah. tak ada yang mengganggu makananku meski presiden sekalipun… welcome to my weirdest life

“amal itu disayang tuhan, meoong” jawab Andre
“sabar yang disayang tuhan tuh, dodol” tukasku tak mau kalah
“ah sama aja lah, eh by the way kalian ikut tur kan minggu depan?” tanya Andre
“yap gue ikut, lu juga kan mi?” tanya irma menatap ke arahku.

Aku gak tau harus jawab apa bukannya aku gak mau ikut. tapi lebih baik aku gak lihat andre dalam kegiatan sosial apapun karena dimana ada Andre disitu ada cewek-cewek yang berlomba-lomba mencari perhatiannya. Walaupun Andre sama sekali tak pernah memperdulikan mereka. sampe pernah aku nyiram rambut salah satu cewek yang berani- beraninya peluk Andre setelah pertandingan basket. aku tak bisa mengontrol kecumburuanku terhadap Andre yang seharusnya tak boleh ada.

“emmmm… gue belum tau”
“ayolah mi sekali ini aja, lu kan gak pernah bersosialisasi kecuali cuma sama kita-kita”
“bukannya gitu ir… tapi kayaknya gue ada tugas bahasa…”
“hai ka Andre, kakak ikut tur kan minggu depan?”. suara cewek yang entah dari mana munculnya memotong alasan apapun yang tadinya sudah aku rancang dalam otakku, tapi kini hilang puufff berganti dengan bara api yang menyebar dalam dada. Bagaimana tidak melihat cewek itu melingkarkan tangannya ke lengan Andre. jikalau aku HULK mungkin saat ini Aku sudah menjadi monster ijo. Untungnya
Andre langsung melepaskan pegangan cewek itu

“emmm… iya” jawab Andre tak nyaman dengan jarak cewek itu yang semakin mendekat saja.
“mi… kalo lu gak ikut gue gak jamin bisa jagain pangeran lu dari cewek-cewek model kaya gitu…” bisik irma di telingaku pelan.
“heh lu!” tudingku ke arah cewek kecentilan itu.
“lu manggil gue?”
“ya iya lah lu masa nenek lu sih”
“lu gak denger ya kalo tur dipercepat 2 hari lagi kita berangkat. dan lu sudah daftar belum karena menurut jadwal pendaftaran bakal ditutup kira-kira… 10 menit lagi”
“apa.. yang bener?”
“OMG gue belum nyiapin baju-baju. aahhhh no gue juga belum daftar!!” kata cewek itu panik berlari meninggalkan kita semua yang secepatnya setelah dia menghilang dari pandangan kita, Andre dan Irma pun tak kuat menahan tawa. Mereka terbahak-bahak melihat tingkah cewek tadi yang seakan-akan dunia bakal kiamat besok.
“hahahaa… lu liat ekspresinya tadi.. hahaa” kata Andre disela-sela tawanya.

Indahnya ketika melihat orang yang kita sayang bahagia. Apalagi alasan yang membuatnya tersenyum adalah kita. Oh tuhan, Aku suka rela bersedia menjadi badut seumur hidup pria ini asalkan ku bisa melihatnya selalu bahagia. Dan andre pun mengatakan hal yang tak bisa kuhindari lagi. yang membuat dekat jantungku berhenti saat itu juga

“meong gue gak mau jauh-jauh dari lu forever N ever. selama lu di dekat gue. gue adalah pria teraman terbahagia di dunia” kata Andre dengan nada serius menatapku tajam selama… tik tok tik tok tik tok… sebelum membalikkan badannya lalu meninggalkanku yang masih melongo mencoba memproses kata-katanya yang mungkin hanya lelucon baginya. tapi bagiku

‘Andre adalah Duniaku’

“seandainya kau tau” gumamku lirih
“maka lu harus cari tau” bisik Irma menepuk pundakku.

Kulebarkan senyum di bibir dan menghiraukan perbedaan logika kufokuskan dengan apa yang hatiku inginkan maka kuputuskan

‘Aku akan selalu mencintaimu, sahabatku’
Aku akan berjuang menjadi pilihan hatimu yang terbaik.

to be continued…

Cerpen Karangan: Mella Amelia
Facebook: Mella Memey Seyy

Cerpen I’m In Love With My Best Friend (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jomblo Dikejar Si Mamma

Oleh:
Putri Handayani. Itu nama lengkap aku. Uti. Itu nama panggilanku. Pelajar. Itu statusku. Polos. Kata orang-orang itu jiwaku. Naruto. Itu anime kesukaanku. Tapi, “Jomblo” mungkin itu nasibku. Jomblo. Jomblo

Pacaran Membuatku Lupa Segalanya

Oleh:
Halo nama saya Diki Wahyudi, saya akan bercerita tentang kehidupan saya dimasa smk dulu, dimana dulu cinta pertama saya pun hadir dan meracuni jiwa dan raga saya. Kehidupan saya

Kenangan Yang Terakhir

Oleh:
Sinar matahari telah menyinari kamarku dan aku terbangun dari tidur lelapku, ternyata hari sudah pagi waktu menunjukkan pukul 05.25 aku langsung bergegas untuk mandi karena aku akan berangkat ke

Kawan Baru

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama sekolah, Adit bergegas pergi ke sekolah karena dia tidak mau terlambat. Adit adalah siswa baru SMP PERTIWI, pada hari itu tidak ada jam pelajaran

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *