Jangan Berhenti Mencintaiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 August 2015

Sebegitu besarnya cintamu buatnya, sampai-sampai kamu tidak bisa melihat besarnya cintaku padamu. Kamu tidak bisa melihat kalau ada aku disini, aku yang akan selalu mencintaimu saat tiada lagi orang yang mencintaimu…

Setahun sudah, dua insan ini menyatu. Selama itu juga Agiez selalu sakit hati setiap kali Decky salah menyebut namanya, ia malah sering menyebut mantan pacarnya. Karena sebenarnya, sampai saat ini, dia belum bisa melupakan sang mantan. Walaupun ia tau, Agiez sangat mencintainya. Dan dia juga yang berusaha keras untuk membuatnya move on, saat sang mantan meninggalkan Decky tanpa alasan yang jelas.

“Apa emang seharusnya gue putusin Decky aja ya?” lirih Agiez putus asa.
“Apa? Lo mo mutusin Decky? Lo kan cinta banget sama dia?” spontan gadis tomboi itu menanggapi perkataan sahabatnya yang putus asa.
“Gue udah ga kuat lagi liat kenyataan kalau Decky masih belum bisa ngelupain mantannya. Dan tadi, gue liat di dompetnya Cuma ada foto cewek dan dia Rista, mantan Decky.” Jelasnya dengan sedih.
“Lo tenang dulu ya. Gue yakin kok, lambat laun dia pasti akan sadar kalau ada seorang gadis yang sangat mencintainya. Gadis yang selama ini selalu ada buat dia. Bahkan, saat dia menghadapi kegalauannya.” Kata Gina menyemangati.
Agiez terdiam. Ia memikirkan kata-kata sahabatnya itu. Memang benar, dia yang selama ini selalu ada buat Decky, tapi kenapa sekarang dia mau putus dengan Decky, cowok yang sangat dicintainya.

Bunyi handphone itu membuyarkan mimpi indahnya. Agiez tampak sangat malas untuk membuka matanya kala itu. Tapi suara bising handphonenya yang memaksa dirinya untuk membuka matanya.
“Hallo…” Katanya dengan suara malas.
“Hei sayang, kamu pasti baru bangun ya?” tanya seorang di seberang.
“Kan masih jam 06.00”
“Ia aku tau. Tapi, jarak antara sekolahku sama sekolah kamu kan lumayan jauh, belum lagi kamu mandinya berapa jam tuh.”
“Kalo aku mandi 15 menit udah kelar kok.”
“Ya udah, nanti sisa waktunya, kita makan bubur dulu ya sebelum ke sekolah?”
“Ok. Emangnya kamu sekarang dimana sih?”
“Emzt, di depan rumah kamu”
“Hah? Ya udah, aku siap-siap dulu ya.”
Agiez lalu mematikan Hp nya, dan langsung bergegas menuju kamar Gina, sahabatnya.

“Gin, bangun!” Agiez mengedor pintu kamar Gina.
“Ada apa sih?” ujarnya dengan langkah sempoyongan.
“Lo tau ga, barusan Decky telphone gue. Dan dia sekarang udah di depan rumah. Lo tau kan, ini yang pertama kalinya Decky jemput gue selama kita pacaran.” Jelas Agiez dengan antusias. Karena melihat sahabatnya itu masih belum sadar seratus persen dari mimpinya, lalu Agiez meninggalkannya sembari berteriak. “Gin, lo yang bawa mobilnya ya. Gue mau berangkat bareng Decky.”

Sejurus kemudian, Agiez dan Decky pun sampai di depan sebuah sekolah yang bertuliskan SMAN 1 Bandung. Kemudian, Decky berpamitan untuk pergi ke sekolahnya yaitu di SMAN 2 Bandung.
Begitupun dengan sepulang sekolah, Decky sudah On time di depan sekolah Agiez dengan motor merahnya. Agiez sangat senang melihat perubahan Decky akhir-akhir ini. Apa mungkin dia sudah mau berubah? Apa ia, sekarang dia sudah mau move on dari Rista dan sudah membuka hatinya buat gue?

“Makasih ya atas tumpangannya.” Ucap Agiez setelah akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah itu.
“Eh, kok tumpangan sih? Aku kan cowok kamu.” Balasnya dengan tersenyum. Perlahan, Decky menarik tangan Agiez dan kemudian, ia mencium keningnya.
Agiez tampak salting setelah itu. Dia tidak tau harus bilang apa? Yang pasti keadaan hatinya sekarang sangat senang, melebihi saat papanya memberikan mobil pada saat ulang tahunnya.
“Ya udah, aku pulang dulu ya. Ntar, jam 07.00 malem, aku jemput kamu.”
“Iya. Hati-hati,”
Agiez masuk dengan wajah yang berbeda dari biasanya. wajahnya sekarang tampak sangat ceria. Gina yang melihat hal itu hanya tampak heran.
“Lo kenapa? Kok senyum-senyum sendiri gitu?” tanya Gina yang penasaran dengan sahabatnya itu.
“Gue ga papa kok.” jawabnya berbohong.
“Eh, ga ngaku lagi. Hayo ngaku, lo abis diapain sama Decky. Hayo ngaku.” Gina terus memaksa Agiez dengan menggelitikinya.
“Ia, ia gue ngaku. Gue dicium sama Decky.” Ujarnya berterus terang.
“Hah? Lo dicium?”
“Biasa aja kali’. Udah ah, aku mau istirahat dulu.”

“Decky…” Panggil seorang cewek ketika Decky menunggu Agiez yang membersihkan bajunya karena tumpahan minuman seorang pelayan.
“Rista.” Balasnya dengan terkejut.
“Gimana kabarnya lo?” tanya cewek yang dulu sempat mengisi hari-harinya itu.
“Gue baik kok. lo sendiri gimana?”
“Gue juga baik. Eh, lo sama siapa?”
“Gue sama…” Decky masih menggantungkan kata-katanya.
“Ya udah, gue duluan ya.” Ujar cewek itu pergi.
Tak lama kemudian, Agiez datang dari toilet.
“Sory ya, gue lama.” Katanya meminta ma’af.
“Ga papa kok. mending kita pindah aja yuk!”
Agiez hanya bisa menurut. Akhirnya mereka tidak jadi makan malam, karena Decky yang terlihat murung. Entah apa yang terjadi ketika dirinya meninggalkannya ke toilet tadi.

“Hallo. Ini siapa ya?” suara Decky menyapa seseorang yang menghubunginya pagi itu.
“Masa kamu udah lupa sih sama suaraku?” jawab dari seberang.
“Sorry ini siapa ya. Kalo ga penting, mending tutup aja deh.” Ujar Decky tampak agak marah.
“Wait, wait, yakin nih mau tutup telphonenya?”
“Rista…” Decky mengenali suara itu. Setelah sekian lama suara itu tak lagi didengarnya, ia tidak yakin akan bisa mendengarnya lagi.
“Iya. Ini aku Deck. Kirain kamu udah lupa sama aku?”
“Kamu dapet nomorku dari mana?
“Itu ga penting. Oh iya, ketemuan yuk!”
“Emzt… gimana ya?”
“Ayo donk. Bisa donk PLEASE.”
“Iya deh. Ntar aku kesana.” Katanya menyanggupi.

“Sorry, udah lama ya?” ujar Decky sesampainya di restaurant yang sudah disepakati mereka berdua.
“Ga papa kok.” jawabnya dengan sabar.
“Oh ya, sekarang kamu udah punya cewek ya?” tanya Rista.
“Punya sih.”
“Loh, kok pake sih?”
“Gue sayang sama dia, tapi gue gak bisa ngelupain kamu.” Jawab Decky tersu terang. “Kalo lo gimana?”
“Gue udah punya.”
Mendadak raut wajah Decky berubah.
“Tapi udah putus sebulan yang lalu.” Lanjutnya.
Decky memegang tangan Rista. Ia mulai mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia rasakan. Begitupun dengan Rista. Mereka sepakat untuk memulainya lagi setelah sekian lama mereka berpisah.

Decky sangat senang ketika ia tau kalau cewek yang selama ini masih singgah dalam hatinya juga masih mencintainya. Sebenarnya, ia sudah mulai move on dari Rista dan mulai mencintai Agiez. Tapi saat Rista mengatakan bahwa dirinya juga msih sangat mencintainya, maka keputusan awalnya ia batalkan. Dan ia memutuskan untuk Backstreet.

“Hei…” Sapa Agiez pagi itu.
“Loh, kok disini?” tanya Decky.
“Kan aku mo nyamperin kamu. Aku bawa bekal buat kamu. Dimakan ya.” Ia menyodorkan bekal untuk Decky, lalu ia pun pergi.
“Hei sayang…”
“Rista…”
“Kamu bawa bekal? Aku mau donk. Ya udah, kamu suapin aku ya?” pinta gadis itu dengan manja.
Tanpa rasa bersalah, Decky menuruti untuk menyuapi gadis itu.
Siang itu seperti biasa Decky sudah on time di depan sekolah Agiez dengan motor merahnya. Tak lama kemudian, Agiez menghampirinya dan mereka pun meluncur ke rumah Agiez.
“Giez, mulai sekarang kita ga bisa jalan-jalan malem lagi.” Ujarnya saat mereka sudah sampai di depan rumah Agiez.
“Kenapa?”
“Soalnya gue ada les. Dan gue harus latihan Band buat perform minggu depan.” Jelasnya.
“Ia ga papa.” Jawabnya disertai senyuman.
Decky pun melajukan motornya meninggalkan rumah Agiez.

Udah beberapa hari ini, Decky dihubungi ga pernah diangkat ataupun telphone balik. Namun, dengan sabarnya, Agiez menunggu kabar dari Decky.
“Aku kangen banget deh saat-saat kita kayak gini.” Ujar Rista manja.
“Aku juga. Aku kira kamu udah lupain aku.” Kata Decky yang merangkul cewek itu ke pelukannya.
“Awalnya sih, aku kira kayak gitu. Tapi ternyata aku ga bisa lupain kamu.”
“Tapi, aku bersalah sama Agiez.”
“Pliss dech, jangan sebut nama dia di depanku. Kamu itu matahin saat-saat romantis kita tau ga.” Suara Rista meninggi.
“Tapi yang kita lakuin sekarang udah buat dia sakit.”
“Udahlah, ga usah mikirin dia. Mungkin emang udah ceritanya kayak gini kali.” Kata Rista tanpa dosa.
Ada perasaan bersalah dalam hati Decky, karena ia sudah menyakiti perasaan Agiez. Gadis yang sangat mencintainya, gadis yang selalu ada buatnya.
“Kok gue udah jarang liat lo jalan malem sama Decky?” tanya Gina.
“Dia sekarang sibuk sama lesnya. Dan nyiapin buat perform minggu depan.”
“Aneh ya. Masa latihan malem-malem?”
“Ga usah negatif thinking gitu dech. Mungkin aja kan, dia emang latihan. Dan lagian dia juga kan, maen futsal sama temannya.” Agiez tetap berprasangka baik padanya.
“Gimana kalo sekarang kita nyamperin Decky main futsal. Sekalian kita kasi semangat buat dia. Sapa tau aja, dengan ini, dia bakalan inget ultah lo” Ajak Gina. Dan Agiez menyetujuinya.

“Hei Al.” sapa Agiez.
“Hei Giez, Gina.” Balas Aldi, sahabat Decky. “Lo ga sama Decky?” lanjutnya.
“Loh, justru gue kesini mau ketemu sama Decky, tadi gue ke lapangan tapi udah kosong. Makannya gue kesini mo tanyain sama lo.”
“Decky itu udah lama ga maen futsal. Aku kira karena sibuk pacaran sama lo.”
Agiez hanya terdiam. Ia melihat Gina dengan raut wajah kesedihan.
“Kira-kira Decky kemana ya?” tanya Gina setelah akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
“Pasti dia lagi latian Band dech.” Harap Agiez.
“Wait, wait, wait.” Teriak Gina.
“Kenapa sih Gin?”
“Itu kan, itu kan Decky.” Ujar Gina sambil menunjuk ke seseorang yang berada di depannya.
“Dia sama siapa?” Agiez mulai curiga.
Akhirnya mereka berdua mengikuti yang mereka kira Decky itu. Sejurus kemudian, motor merah itu berhenti di sebuah rumah ber cat Biru tua. Dibukanya helm yang sedari tadi menutupi kepalanya. Dan benar… ia adalah Decky. Tampak dari kejauhan, Decky dan cewek itu sangat mesra. Dan itu semakin membuat Agiez mencurigai Decky.
“Decky…” panggil Agiez.
“Agiez…” Decky terkejut melihat Agiez berdiri di hadapannya. Begitupun dengan Rista yang masih menyandarkan kepalanya di bahu Decky.
“Jadi, selama ini kamu ga latihan? Tapi kamu malah jalan sama cewek lain.” Tangisan Agiez pecah seketika itu.
“Gue ga nyangka ternyata kelakuan lo bejat banget kayak gini. Lo udah nyakitin Agiez.” Bentak Gina.
“Kamu, dengerin penjelasan aku dulu.” Kata Decky meminta kesempatan.
“Udah cukup lo nyakitin sahabat gue.” Bentaknya lagi.
Agiez tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. Dengan sekuat tenaga ia menahan air mata itu, agar ia tidak terlihat sangat lemah di mata Decky dan perempuan itu. Lalu, mereka berdua pun meningalkan rumah perempuan itu dengan deraian air mata dan kekecewaan. Ingin sekali Decky mengejarnya, namun Rista selalu menahannya.
“Kenapa dia harus bohongin gue? Kenapa gue tau semua ini tepat di hari ultah gue. Kenapa Gin?” ujar Agiez terisak.
“Lo yang sabar ya Giez. Lo ga usah lagi ngarepin cowok kayak gitu.” Gina menyemangati sahabatnya itu.
“Ini emang salah gue. Dari awal, gue kan udah tau kalo Decky emang ga bisa ngelupain cewek itu. Mungkin ini emang udah konsekuensi buat gue.”

Pagi itu, Agiez masih tetap dengan selimut yang melindungi dirinya dari dinginnya malam. Ia terbangun oleh suara Gina.
“Happy Birthday To You…” gina sudah berdiri di hadapannya dengan kue serta lilin yang bertuliskan angka 17 itu.
“Gina…” Agiez terkejut.
“Happy Birthday my best friend.”
“Makasih ya Gin.” Jawab gadis itu dengan meneteskan air mata.
“Loh, kok nangis sih? Lo ga boleh nangis, hari ini kan ulang tahun lo.”
“Gue bersyukur banget, punya sahabat yang baik banget kayak lo. Cuma lo yang gue punya sekarang.”
“Giez, gue juga bersyukur banget bisa jadi sahabat lo. kalo ga ada lo, gue ga tau tinggal dimana saat ortu gue meninggal.”
Agiez memeluk Gina. Mereka sama-sama menguatkan satu sama lain. Karena mereka hanya memang tinggal berdua, semenjak ortu Gina meninggal.
“O ya, gue punya sesuatu yang special nih buat lo.” ujar Gina mengeluarkan sebuah kotak berwarna coklat.
“Apa’an nih?”
“Buka aja.”
Dibukanya kotak itu yang di dalamnya terdapat foto-foto mereka berdua. Dan sebuah surat yang berisi.

Tuhan,
Aku punya sahabat yang sangat aku sayangi
Bantu dia Tuhan
Tolong kirimkan dia seseorang
yang bisa membuatnya tersenyum
Karena aku tidak mau dia menangis.

“Gina…” dipeluknya kembali cewek tomboi itu. Ia menumpahkan semua kesedihannya.
Agiez memutuskan untuk melupakan semua yang terjadi pada dirinya kemarin. Ia bertekad untuk melupakan cowok yang selama ini sangat dicintainya itu dan akan mengubur semua kenagan indahnya.
“Gimana kalo sekarang, kita jalan-jalan?” ajak Gina.
Agiez hanya terdiam. Namun, ia menyetujui usul Gina. Mobil merah itu melaju dengan sangat cepat. Dalam mobil itu tidak ada suara apapun, Gina sangat mengerti keadaan sahabatnya itu. Ia tau betul kalau dia sangat mencintai Decky.

“Sayang, jemput aku ya. Soalnya aku mau makan siang sama kamu ok.” Suara di seberang.
“Duh, Ris gue ga bisa. Gue lagi sekolah nih.”
“Kok kamu gitu sih, ga papa kan sekali-kali bolos. Katanya kamu cinta sama aku.” Rista mendesak dijemput. Akhirnya, Decky pun terpaksa menjemputnya.

“Gue cari-cari’in dari tadi ternyata lo disini.” Kata Aldi menghampiri Decky yang sedang duduk di bawah pohon dekat ruang UKS, dengan wajah sangat menyedihkan.
“Eh lo Al.”
“Lo kenapa sih Deck? Cerita dong!”
“Sebenarnya gue malu mo cerita ini sama lo. gue ngerasa semenjak gue balikan sama Rista, gue jadi tertekan.”
“Rista beda banget ya sama Agiez ya?”
“Ya ialah. Kalo Agiez ga pernah marah saat ga gue jemput, dia selalu ngertiin gue dan dia selalu…”
“Itulah yang namanya CINTA. Cinta itu akan menerima apa adanya.”
Decky terdiam.
“Aku kangen banget sama kamu Giez, tanpa aku sadari ternyata aku emang cinta beneran sama kamu. Aku nyesel udah nyakitin kamu.” Gumamnya.
Ia bergegas menuju rumah Agiez siang itu. Sampai-sampai ia rela menunggunya walaupun hujan menguyur tubuhnya.
“Decky…” Panggil Agiez yang baru datang.
“Giez, aku mo minta maaf. Aku nyesel udah nyakitin kamu. Dan ternyata selama ini aku Cinta sama kamu.” Ucapnya dengan memegang tangan Agiez.
Agiez hanya terdiam mendengar pernyataan itu.
“Maaf Deck, aku udah mutusin untuk ngelupain kamu dan mengubur semuan kenangan kita. Mungkin emang sebaiknya kita ga usah lanjutin hubungan ini. Sorry, aku udah terlanjur sakit hati sama kamu. Mulai sekarang, aku akan berhenti mencintaimu.”
“Tapi Giez…”
“Aku yakin, suatu saat kamu pasti bisa dapetin seseorang yang baik.”
“Agiez, aku cinta sama kamu… tolong jangan berhenti mencintaiku.”
Namun, Agiez tidak menghiraukannya. Ia sudah terlanjur sakit hati terhadapnya. Dan menutup hatinya untuk seorang cowok yang menyakitinya.

The End

Cerpen Karangan: Alief Dealova
Facebook: Alief Dealova

Gadis pecinta warna coklat ini suka menulis sejak ia duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Awalnya, ia hanya menuliskan semua inspirasinya lewat sebuah kertas yang hanya dibaca oleh teman-temannya. Saat ini ia mengenyam dunia pendidikannya di sebuah sekolah islam di Bondowoso. MAN Bondowoso
Alief Dealova

Cerpen Jangan Berhenti Mencintaiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hana

Oleh:
Hana, dalam bahasa Korea artinya ‘satu’ dan dalam bahasa Jepang artinya ‘bunga’. Bunga melambangkan keindahan dan kecantikan, sama seperti dia yang selalu cantik setiap hari. Perkenalkan namaku Altair Bhagaskara,

Move On With You (Part 2)

Oleh:
“appaaaaa!!!” jawabku sontak membuat Aya ngerem mendadak “parah kamu Lin, untung nie jalan sepi” gerutu Aya “sorry Ay, emang bener ya?” tanyaku pelan “iya” jawab Aya sambil menjalankan lagi

Cinta Jessica

Oleh:
Aku cuman bisa membalas senyum tanggung ketika gadis itu menyunggingkan senyum untukku. Meskipun sebenarnya teramat sayang kalau senyum itu harus dibalas hanya dengan senyuman. Senyuman tanggung pula. Seharusnya dibalas

Resmi Pacaran

Oleh:
Hai namaku erica anggraini aku mempunyai teman namanya tyo anggara Pagi sudah datang adzan pun berkumanda semua umat islam menunaikan sholat subuh, ibu memanggilku untuk sholat subuh “Rica sholat

Ku Relakan Dia Demi Kau

Oleh:
Drrt!!! Drrt!!! HP ku bergetar menandakan 1 pesan masuk, ternyata itu dari sahabatku yaitu Rini “Sis aku mau curhat ni kamu bisa temuin aku sekarang gak di taman kota”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jangan Berhenti Mencintaiku”

  1. nanna.excybiana says:

    kekasih terhebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *