Janji Lama Bisa Jadi Kado Istimewa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 August 2017

KRING… KRING… KRING…!!!!
Bunyi jam weker di kamar Haisyah. Spontan, Haisyah pun terbangun. “Jam setengah 5!” gumam Haisyah. Haisyah segera membereskan ranjangnya, lalu segera mandi dan wudhu. Usai mandi, ia mengenakan pakaian hari Sabtu, baju olahraga berwarna hijau-putih. Usai berpakaian, ia menggelar sajadah, mengenakan mukena dan melaksanakan Shalat Subuh. Usai shalat, ia merapikan alat Shalatnya. Ia menggendong tasnya di pundaknya dan menuju meja makan untuk sarapan pagi.

Haisyah Merliana Riva. Ia akrab disapa Icha atau Haisyah. Semua memanggilnya Haisyah, keluarganya pun juga. Ia kelas 5 Khadijah binti Khuwailid, SDIT Perempuan Muslimah.

Usai sarapan, ia meneguk air putih. Ia beristirahat sejenak. Ia melirik ke jam dinding. ‘Dah jam setengah 7!’ gumam Haisyah dalam hati. “Dik! ayo berangkat,” ucap Haisyah pada adiknya, Henitha. “Sebentar kak! Heni minum dulu,” ucap Henitha seraya mengambil gelas berisi air putih. “Yuk!” seru Henitha. “Mi.. Bi… Haisyah sama Heni berangkat dulu ya… Assalamualaikum,” pamit Haisyah seraya mencium punggung telapak tangan kanan kedua orangtuanya. Henitha pun melakukan apa yang dilakukan Haisyah. Mereka berjalan menuju sekolah. Karena jarak rumah ke sekolah hanya 50 Meter. Oya Henitha kelas 3 Thuwaibah RA.

Sesampai di sekolah, Haisyah segera kekelasnya. Sesampainya, ia meletakkan tasnya di bangkunya. “Haisyah!!” seru seseorang. Itu sahabat Haisyah. “Hai!” sapa Haisya. Ia segera meletakkan tasnya di bangku sebelah Haisyah. “Haisy..,” belum saja ia melanjutkan bicaranya, sudah dipotong Haisyah. “Kamu dah ngerjain pr IPS, Rey?” tanya Haisyah. Gadis yang menjadi sahabat Haisyah bernama Reyla. “Udah!” ucap Reyla kesal dan sebal. “Oh maaf.. Lanjutkan ceritamu,” pinta Haisyah. “Haisyah.. Kamu ada no telepon Ava?” tanya Reyla. “Ada, kenapa?” ucap Haisyah. Ava adalah sahabat Reyla dan Haisyah, ia tetapi sudah pindah ke luar kota. “Minta dong… Aku kangen sama Ava,” melas Reyla. “Insya Allah! Oya minggu depan ultah kamu kan Rey??!!” seru Haisyah. “Iya, memang kenapa?” jawab Reyla dengan heran dan bingung. “Gak cuma nanya saja… Ya sudah aku ke toilet dulu.. Bay,” ujar Haisyah seraya ke luar kelas.

Teet… Teet… Teet…
Bel Istirahat berbunyi. Seluruh Siswi keluar kelas. “Gak ke kantin Syah?” tanya Reyla. “Nggak Rey… Aku bawa bekal dari rumah,” jawab Haisyah. “Ya udah aku ke kantin dulu ya…,” jelas Reyla seraya menuju kantin. Haisyah membuka tutup kotak bekalnya. Sudah tersedia nasi putih, ayam goreng krispi, saus sambal, dan di kotak bawah tersedia buah mangga yang sudah diiris. Memang kotak bekalnya bertingkat. Ia pertama minum air putih yang ia bawa dari rumah. Lalu ia makan buah mangga. Ia makan makanan utama. Tiba-tiba Reyla duduk di depan Haisyah. Di tangannya sudah ada sebungkus bakso berkuah dan gelas plastik es teh. Ia mulai memakan. Mereka makan bersama. “Haisyah.. Barter yok. Kamu cicipin satu baksoku, dan aku minta daging ayammu,” pinta Reyla. “Boleh dong…,” ucsp Haisyah. Mereka pun BerBarter makanan.

“Mana No hp Ava?” tanya Reyla hari Senin di sekolah. “Adu maaf ya Rey!! Aku lupa,” ucap Haisyah menyesal. Ia memang lupa ada 2 faktor. Yang pertama ia disibukkan dengan kegiatan les mengaji dan les bahasa dunia. Yang kedua ia memikirkan kado apa untuk Reyla. Tiga hari sebelum ultahnya, Reyla melupakan Nomor Telepon Ava. Sehari sebelum ultah Reyla, ia membeli kado berupa boneka beruang imut. Ia memegang boneka berbentuk hati bertuliskan ‘You Are My Best Friend Ever’. Kalung lionton berbandul nama Reyla yang ia pesan bertaburan permata imitasi. Tak lupa memesan kotak kado beserta kertas kado dan pita. Di rumah, ia membuat kartu ucapan.

Tililit! bunyi smartphone Haisyah. Haisyah melihat ke layar Smartphonenya. “Ava, tumben nelpon,” gumam Haisyah. Haisyah mengangkatnya. “Assalamualaikum… Ava,” Haisyah membuka pembicaraan “Waalaikumsalam Haisyah. Apa kabar?” ucap Ava di seberang telepon. “Alhamdulillah baik Va.. Kamu juga kan??”, “Ya Syah… Aku baik kok… Oya tolong ucapin selamat ulang tahun ke Reyla dari Ava bilang ya..,” ucap Ava. “Ok Va…,” “Minta no Hp Reyla dong Syah,” pinta Ava. Haisyah spontan mengingat janji lamanya dengan Reyla. “Eummhh… Besok ya Va…,” ucap Haisyah. “Ya.. Aku tutup ya.. disuruh orangtuaku. Assalamualaikum,” pamit Ava. “Iya Waalaikumsalam,” kata Haisyah lembut. Ia spontan menyobek sedikit kertas, menuliskan no telepon Ava. Lalu ia selipkan di kartu ucapan. Ia membungkus semua di kotak kado. Besok hari minggu, dan ia pergi ke rumah Reyla.

Besok, pukul 08.00 Haisyah membawa kado ke rumah Reyla. “Haisyah kamu datang! masuk!” Perintah Reyla. “Happy Brithday Reyla,” ucap Haisyah segera kasih kadonya keReyla. “Makasih!!” seru Reyla seraya membuka kado. “Wah cantiknya… Makasih,” ucap Reyla. Ia memeluk bonekanya, dan mengenakan liontinnya. Ia membaca kartu ucapan. “Eh apa ini?” tanya Reyla melihat sesobek kertas yang jatuh saat membuka kartu ucapan. “Bacalah,” perintah Haisyah. Haisyah membaca sesobek kertas. Seketika wajahnya tampak senang. “Wuah!! Makasih Syah!!!” teriak Reyla seraya memeluk tubuh Haisyah. “Iya..,” seraya membalas pelukan Reyla. Reyla menelepon Ava. Mereka merayakan ultah Reyla bersama Ava. Haisyah sadar, dengan janji lama pun bisa menjadi kado amat teristimewa.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
Maaf kalau jelek ya.. Add Facebook saya ya. Namanya Alya Aniza(pakai kerudung ungu segiempat dan mengenakan bros merah). kalau belum dikonfirm bisa protes dikomentar ya…kritik dan saran letak dikomentar ya..
Sekian

Cerpen Janji Lama Bisa Jadi Kado Istimewa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Tercinta

Oleh:
Aku mempunyai 5 sahabat. Namanya Natasya Theresia Switsz dipanggil Theresia, Namira Tania Keisha dipanggil Mira, Putri Chaterine Tenila dipanggil Tenila, Katty Melissa dipanggila Meli, Tania Auriel Missy dipanggil Tania.

Kamu, Aku, Dia Adalah Kita

Oleh:
Bila waktu mempertemukan kita lebih awal mungkin aku yang akan menjadi sahabatmu yang pertama. Tapi, tak apa lah aku tetap menyayangimu dan begitu pula mereka. Alsya adalah anak yang

Matter of Love

Oleh:
Aku begitu bahagia saat bersama dengan dia yang selalu mengisi hari-hariku yang kosong. Entah mengapa di mataku dia begitu sempurna. Dia adalah Maxi sosoknya yang begitu populer di sekolahku

Kamu Itu Teman Ora?

Oleh:
“Halo? Ono opo?” ucapku malas “Hei, La. Lo dimana? ini anak anak udah pada nungguin elo. Lo masih baru bangun ya?” ucap seseorang dari seberang telepon. “Haaa? Astaga maaf

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *