Janji Sahabat Karib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 November 2015

Waktu masih kecil, yah masih duduk di bangku SD aku dan Bunga adalah sahabat karib. Biasanya kami sering bermain petak umpet, berjalan-jalan sambil melihat pemandangan yang indah, kadang-kadang ia sering datang ke rumahku untuk mengerjakan PR, dan bercanda tawa bersama kemudian kami pun pernah mengikuti lomba nyanyi di Gereja. Ya, jam pun terus berputar, waktu pun berlalu sampai kami akhirnya lulus dan tamat dari SD, kemudian kami pun mendaftar untuk masuk SMP, tak disangka ia pun juga mendaftarkan diri di SMP yang sama dan masuk di kelas yang sama kelas 1-a.

Di situ kami pun mulai belajar sungguh-sungguh dan kadangkala kami pun sering duduk dan bercerita tentang waktu SD yang penuh dengan kenangan yang indah, tapi lama-kelaman akibat pengaruh dari teman-temannya ia pun sedikit menjauh dariku dan rasanya aneh, tak percaya bahwa sahabat karibku bisa melakukan hal seperti itu. Setelah naik ke kelas 2 kami pun tidak sekelas lagi, aku sering mendengar gosip tentang sahabat karibku yang sudah berpacaran, aku pun berhenti sebentar dari langkahku untuk menuju ke kantin dan mengingat janji sahabat untuk tidak berpacaran.

Dan lebih mengejutkan lagi jika gosip itu rupanya benar memang adanya, aku pun berlari mengejar dia yang ada di kantin dan sedikit berbincang dengannya aku bilang.
“benar kamu sudah pacaran ya?” dia pun menjawab dengan spontan dia bilang.
“iya, Nadya aku suda pacaran dengan someone?” Hatiku sakit mendengar semua itu tetapi ya, itu adalah keputusannya sendiri untuk berpacaran, bukan hanya berpacaran saja tetapi sudah menjauh dariku, mungkin dia sudah menganggap aku sebagai anak ketinggalan zaman dan mungkin hanya berteman sama anak-anak yang sudah berpacaran atau mementingkan pacarnya saja.

Setelah itu waktu terus berlalu sangat cepat tak disangka aku dan sahabatku Bunga sudah duduk di kelas 3 SMP dan mempersiapkan diri untuk ujian sekolah dan terutama ujian nasional biasanya, pada saat begini ia sering datang ke rumahku dan belajar bersama untuk menghadapi ujian ini, tetapi tak kunjung datang, beberapa kali aku meneleponnya ia tidak pernah mengangkatnya, sms juga tidak pernah dibalas lagi, dan sampai hati ia juga mengganti nomor baru tanpa meberitahukan kepadaku.

Rasanya benar-benar perih tapi biarlah itu urusan dia bukan urusanku. Ya, akhirnya penantian pun telah tiba saatnya siap mengikuti UN dan kami mengikutinya selama 4 hari berturut-turut. Kemudian waktu pun berlalu saatnya kita mendengar pengumuman kelulusan. Aku dan Bunga sahabat karib aku dinyatakan lulus UN dan kami pun lega sekali meski kami mempunyai kesibukan masing-masing ya akhirnya hanya saling menegur dan menyapa lalu memberikan ucapan selamat atas keberhasilan.

Sampai saat ini aku pun terus menjauh darinya karena kesibukan kami masing-masing yang tidak bisa bertemu lagi dan bercanda lagi seperti yang dulu, mungkin hanya saling menyapa dan menegur saja tetapi kenangan di SD itu tentang persahabatan tak akan aku lupakan. Sahabat aku akan selalu menerimamu kapanpun dan di mana pun kamu mau. Ingatlah sahabat aku selalu ada untukmu, sahabat yang tak pernah terlupakan sampai saat ini.

Cerpen Karangan: Nadya.S Molana
Facebook: Nadya Molana
Nama saya Nadya s. Molana biasa dipanggil Nadya. Terima kasih.

Cerpen Janji Sahabat Karib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arti Jiwa Sahabat

Oleh:
Reno seorang cowok tampan yang sangat diidamkan di kelasnya menjadi primadona di sekolah SMK TUNAS TUBAN dan pernah digadang-gadang menjadi calon ketua OSIS di sekolahnya karena keahliannya dalam berorganisasi.

Yang Bagiku Hanya Pertemuan Singkat

Oleh:
Aku berusaha membawa diri namun begitu sulitnya sehingga aku memutuskan hanya duduk diam di bangku itu. Sesaat kemudian dua orang datang menghampiriku dan mengajakku berbincang, membuatku sedikit lega akhirnya

Cerita Yang Manis Bukan?

Oleh:
“La!” teriak Mahda dari kejauhan, kulihat gadis cantik itu berlari menghampiriku “emh?” sahutku yang langsung saja dibalas dengan tepukkan keras di punggungku “ye… orang udah teriak keras-keras lo cuma

Lepaskan Dengan Senyuman

Oleh:
“Apa? Kamu akan pindah sekolah ke New Zealand? Keren!” teriakku pada Mia. “Haha.. iya sih.. dan ini juga pertamakalinya aku sekolah di luar negeri.” jawab Mia. “Gak papa kok,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *