Janji Sekar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 December 2017

Pagi yang cerah membuatku semangat dalam beraktivitas. Mengayuh sepeda dengan tenang, santai sambil memandang gunung tepat di arah depanku. Dengan udara yang sejuk, udara pegunungan yang dapat membuang jauh segala permasalahan dari hati.

Terdengar suara menyapaku. “Sekarrrr…”, terlihat sosok perempuan bertubuh besar yang mengayuh sepeda ke arahku dengan cepat. “sukrooo…” sapaku balik. Sampailah sukro di dekatku. “kau kencang sekali membawa sepedanya, aku capek ini! satu jam lagi pasti kurus lah aku!”. kulanjutkan mengayuh sepeda tanpa merespon celotehan sukro.

Sampailah di sekolah dengan tepat waktu, aku bergegas memarkir sepedaku di tempat biasanya. Setelah sepeda itu kuparkir, tanpa basa-basi di halaman, aku langsung masuk kelas. Teriaklah sukro “Sekarrrr!!! kau tak bisa pelan sedikit apa? aku capek sekali! kau tau? sepedaku sampai kutaruh sembarangan, gara-gara mengejar kau yang cepat ini!”. “mankanya jadi orang itu jangan lemot-lemot…” jawabku dengan tertawa.

Bel masuk sudah berbunyi, jam pelajaran pun tiba. Terlihat dari kejauhan sosok wanita bertubuh besar, tinggi, kekar, dan menyeramkan menuju kelasku. “ahhh, ganggu mood gue aje!” gumamku.
“selamat pagi anak-anak..”. sapa Bu Onah.
“pagi buuuu…” jawab murid-murid.

Bu Onah melihat-lihat situasi dalam kelasku. Perasaan tidak enak yang dirasakan murid di kelasku yang biasa dibawa Bu Onah pun muncul. Bu Onah membuka mulut dan mulai berbicara.
“Maaf anak-anak saya tidak bisa mengisi jadwal pelajaran MTK untuk satu minggu ini, karena ada pelatihan yang harus saya hadiri, kalian bisa kan mengkondisikan kelas dengan baik?”. Dengan bersemangat murid-murid di kelasku menjawab “Bisa buuu…”

Setelah Bu Onah meninggalkan kelasku, suasana kelas mulai ramai tak terkendali, seperti biasanya saat tidak ada guru. Aku mulai pusing dengan situasi ini. Melihat sukro keluar kelas, aku pun mengikutinya.
“Sukro tunggu!” cegahku.
“Apa kau panggil-panggil? kau ngefans ya denganku?” jawab sukro dengan nada kesal.
“Apa? gue ngefans elu? Ogahh!!! apa juga yang menarik dari elu? kagak ada!!! Tunggu-tunggu emangnya elu mau ke mane? kok kagak ngajak gue? ooohhhhh ini nih mulai kagak setia kawan!!” Sontakku menjawab.
“Kau saja itu yang tak setia kawan! Kau lupa? kau tinggalkan aku sejak tadi pagi! kau pikir aku tak capek mengejar kau yang cepat begitu?” ucap sukro dengan suara lantang.
“Sukroo.. elu marah sama gue, Cuma gara-gara gue ninggal elu doang?! Apaan sih lu kanak-kanak banget! lagian gue yakin elu pasti bisa ngejar gue kok. Ya udah gue minta maaf soal tadi.” Jawabku sambil memohon maafnya.
“Ya udah kali ini kau kumaafkan, tapi awas saja kau nanti mengulang hal itu lagi, tak akan kumaafkan kau seumur hidupku!!!!” ancam sukro.
“Iye-iye, gitu aje marah. mau ke mana lu sekarang? gue ikut… pusing gue di kelas rame kek gitu!” jawabku.
“aku mau ke kantin, mau sarapan, lapar…” jawab sukro dengan singkat.
“Udah lah marahnya, aku janji deh kagak bakal ngulangin ntu lagi…” Mohonku kembali.
“Sudahlah kau ini mau ikut aku apa tidak sih? banyak sekali kau bicara!!” jawab sukro.

Sesampai di kantin, aku melihat di meja pojok ada geng ZUBAM yang membundar di meja itu. Sepertinya mereka sedang membicarakan hal negatif tentang aku dan sukro, karena terlihat sekali dari pandangan mereka yang mengarah ke arah aku dan sukro.
“Sukro,” bisikku.
“Apa lah kau ini? bisik-bisik segala!” jawab sukro.
“Lu nggak ngerasa ape?” tanyaku.
“Ngerasa apa sih?” Tanya sukro balik.
“Lu kagak ngerasa kalo kite diliatin ame ZUBAM?” Tanyaku.
“Ah perasaan kau saja lah itu..” sukro mengabaikanku.
“Ya udah sih…” abaiku.

Setelah aku dan Sukro menikmati sarapan aku dan sukro langsung ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Dan salah satu anggota di geng ZUBAM yang satu kelas denganku mengamatiku sepanjang jam pelajaran.

Jam sekolah sudah berakhir, seperti biasa murid-murid pasti bersemangat untuk pulang. Dan tiba-tiba aku mendapat kabar kalau Irid (pria tampan yang famous dan menyukai sekar) kecelakaan. Aku pun bergegas menuju ke tempat yang sempat dikasih tau sama temanku.
Sesampai aku di tempat tujuan itu tak ada kejadian apapun, sama sekali tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan temanku tadi. Tak lama kemudian ada geng ZUBAM yang menaiki mobil dan membuka jendela mobilnya.

“Eh… lu ngapain di situ? nafas udah kayak orang sekarat gitu?” salah satu anggota geng ZUBAM ngeledek dan diikuti semua anggota tertawa.
“Ape sih lu, ikut-ikutan aje!” jawabku.
Spontan pikiranku tertuju pada sukro. “aduuhh… Sukro… Gimana ini? pasti dia marah banget ama gue…”

Aku bersepeda dengan sekencang mungkin agar aku bisa mengejar sukro. Tapi di sepanjang jalanan pulang tidak ada sukro, di mana sukro? kenapa dia cepat sekali hilang di sepanjang jalan, setahuku sukro lambat dalam bersepeda.

Keesokan harinya, aku bangun kesiangan jadi aku harus cepet-cepet berangkat sekolah. Kukayuh sepeda sekencang-kencangnya agar cepat sampai. Dan akhirnya aku sampai di sekolah tepat waktu. Aku langsung masuk ke dalam kelas, ternyata di dalam kelas sudah ada wali kelas yang mulai membicarakan kepengurusan kelas. Untung saja aku bukan pengurus kelas inti. Tapi selama wali kelas menjelaskan kenapa tidak terlihat batang hidung si sukro? di mana sukro?

Tak lama ada yang mengetuk pintu dan membukanya.
“Maaf ya bu, saya telat. Wajar lah bu kan rumah aku jauh di sana.” Sukro tiba di sekolah dengan kondisi terengah-engah.
“Ya sudah sukro kamu duduk..” respon wali kelas.
Aku merasa tidak enak dengan sukro karena kutinggalkan dia lagi. Aku mencoba untuk menenangkan diri agar tidak terlihat resah.

“Sukro, lu dari mane aje? hah?” Tanyaku dengan perasaan tidak enak.
Sukro tidak merespon ucapanku, malah sukro mengalihkan pembicaraannya dan berbicara dengan teman yang lainnya. Sudah terlihat bahwa sukro sangat kesal terhadapku.

Jam istirahat tiba, aku melihat sukro keluar kelas sendirian, aku segera menghampirinya. Tapi tiba-tiba ada yang memanggilku dari belakang.
“Sekar..” Irid memanggilku.
“Oh irid, ada ape lu manggil gue? oh iye bener kagak sih elu kemaren kecelakaan?” Tanyaku.
“Kecelakaan? nggak tuh.. emangnya siapa yang bilang kalo gue kecelakaan? mungkin loe salah denger kali…” jawab irid.
“Oh mungkin kali yee… elu mau ke mane?” Tanyaku.
“Gue mau ke studio band, loe mau ikut? ikut aja yuk biar gue ada yang nyemangatin.” Respon irid.

Aku ikut dengan Irid ke studio band dan tidak jadi mengejar sukro. Dan sukro melihat perbincanganku dan irid. Dan sukro mengira bahwa aku lebih memilih Irid dari pada sahabatnya sendiri.

Saat jam pulang tiba aku pulang sendirian karena aku sudah ditinggal sama sukro, sepertinya dia sangat kesal denganku. Tiba-tiba saat ku santai mengayuh sepeda tiba-tiba aku ditabrak mobilnya geng ZUBAM, aku pun terjatuh dan tanganku sangat sakit.

“Sekarrrr… Kau tak apa? apa yang sakit? sini kubantu kau berdiri. Tinggalkan saja sepeda kau di sini biar kubonceng saja kau.. oke?” Sukro dating dan menolongku.
“Sukro? Lu di sini? lu nolongin gue? Lu kagak marah ama gue?” Responku yang tidak menyangka bahwa sukro menolongku.
“Sudahlah kau jangan banyak bicara lebih baik kau ikut aku saja…” Jawab Sukro.
“Tunggu Sukro, elu masih mau bantuin gue padahal gue udah ngingkarin janji gue?” Tanyaku hingga meneteskan air mata.
“Sudahlah Sekar, kau ini harus dibawa ke rumah sakit.” Respon Sukro.
“Sukrooo… gue minta maaf sama elu karena gue udah ingkarin janji gue… gue janji gue kagak bakal ingkarin janji-janji gue lagi. Elu masih mau kan temenan ame gue?” Ucapku.
“Sekar, aku ini sayang sama kau, aku tau kau ingkar janji karena ada hal yang jauh lebih penting dari aku. Sudahlah aku sudah memaafkan kau sekar, kau jangan seperti ini lagi ya… sekarang kita ke rumah sakit… oke?” Ucap sukro yang membuat sekar sangat terharu dan tenang.

Akhirnya tidak ada perpecahan di antara aku dan sukro, aku sangat bersyukur karena sukro masih mau memaafkanku, karena aku tidak mau kehilangan sosok sahabat yang sangat menyayangiku.

Cerpen Karangan: Visa
Facebook: ViSa
IG @parkkisuka
Id Line @parkkisuka

Cerpen Janji Sekar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wanita di Balik Jendela

Oleh:
Daun-daun maple berguguran, menyelimuti hamparan tanah Hembusan angin menampar wajah, membawa kesejukan dalam jiwa. Indahnya musim gugur akan segera berakhir, di bawah pohon maple Anna duduk termanggu mengingat betapa

Yang Terbaik

Oleh:
Tak menyurutkan harapanku meski kini ku tau kau mencintainya Seperti itulah status facebook cici. Delia sahabat cici mengernyitkan dahinya, ia bingung dengan tingkah sahabatnya kali ini. Mungkin ia galau,

Kisah Dibalik Jendela Kelasku

Oleh:
Kawan namaku Vania Amaira Putri. Aku sih biasa dipanggil sama teman-teman Vani. Temen-temenku bilang aku tuh orangnya bawel, ribet, suka heboh sendiri, tapi baik kok, katanya sih aku tuh

Tantangan Gila

Oleh:
“Andi, Dian, Rio…” panggil Leo. “Ada apa Leo. Kok kayaknya lo serius banget. Ada hal penting yang mau lo omongin sama kita?” Tanya Dian. “Yupz, bener. Gue punya sesuatu

Ulang Tahun Menyebalkan

Oleh:
“Aku tidak tahu jawabannya, Bu.” kataku dengan gugup. Aku melihat guruku yang terpampang geram di depanku. Sebenarnya apa salahku! Aku hanya menulis apa yang aku mau. Ya nggak seharusnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *