Jarak Tak Memisahkan Kita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 November 2018

Kabar itu, membuatku termenung sendiri. Bagaimana nanti? Aku harus berpisah dengan ketiga sahabatku. Aku tidak bisa bertemu mereka lagi. Dan, aku juga tidak bisa lagi mendengar suara dan canda tawa mereka yang membuatku selalu bersemangat. Kenapa aku harus pindah?

Yupz! Namaku Maliska Orana. Panggil aku Liska ya. Aku sekarang kelas 5 SD. Aku harus pindah dari kotaku karena ayahku sekarang bekerja di sana, dan ibuku juga kebetulan membuka perusahaan baru di sana.

“Liska, kami sedih jika kamu harus pindah!” kata Tina, salah satu sahabatku.
“Aku juga, aku bakal merindukan kalian!” ucapku dengan sedih.

Di kotaku yang baru ini, aku merasa lebih kesepian. Tapi, aku tak mau terlarut dalam kesedihan terlalu lama. Aku akan mencari sahabat baru. Ya, sekarang aku mempunyai seorang sahabat yang rendah hati, ramah, dan lucu. Namanya Helena. Ia sahabat di sekolahku.

“Oh iya! 1 bulan lagi aku berulang tahun!” aku melihat lihat kalender. “Pasti ulang tahunku tahun ini tidak ada Tina, Marsha dan juga Lala” gumamku.

Saat hari ulang tahunku, “HBD LISKAAAA!!!” aku terkejut, ternyata, Tina, Marsha dan Lala ada di sini. Ini sungguh kejutan yang sangat membuatku senang. Kami pun berpelukan melepas rindu.

Sekarang, aku tahu. Persahabatan itu tidak akan memisahkan kita walau dengan jarak yang jauh.

End

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Jarak Tak Memisahkan Kita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kirana, Aku dan Sahabatnya

Oleh:
“Nayla… Tungguuuuu…” seru seseorang dari belakang. Aku menoleh. Hmh, ternyata si Kirana. “Ada apa, Kir?” tanyaku pada Kirana. Gadis ini selalu mengikutiku. Kenapa dia nggak sama sahabatnya aja? Dia

Berkat Lori Aku Bisa Sekolah Lagi

Oleh:
Anto berlari menyelusuri jalan-jalan pintas di sebuah permukiman kumuh yang terletak di utara kota Jakarta. Walaupun napasnya terengah-engah dan keringat bercucuran di hampir seluruh tubuhnya karena sinar matahari yang

Menyerang Si Pehutang

Oleh:
Hari pertama ku terasa sepi saat ku masuk sekolah smp dwendels. Aku masih kelas 7, pagi-pagi kuhampiri sahabatku yang ikut pindahan namanya nova, putri, tamara dan hani. Saat pagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *