Jilbabku Kehormatanku (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 29 July 2015

“Oh jilbabku kau yang membuatku merasa percaya diri yang tinggi, nyaman dan menyejukan hati, aku berjalan dengan penuh percaya diri ketika aku memakai pakaian yang menutup aurat dengan jilbab pashmina warna merah warna kesukaanku, aku merasa seperti ada yang melindungi sejak berada di balik ke jilbab ini jauh dari berbagai ancaman luar yang bisa menjerumuskan pada maksiat”.

Aku adalah seorang siswa SMA NEGERI di purbalingga, namaku titi supriati, wajah oval dengan mata yang yang sama persis dengan bapakku.. ya iyalah aku kan anak perempuan bapak satu-satunya, hidung lumayan mancung dengan rambut tebal sebahu dan kulit sawo matang seperti mbahku satu lagi yang gak boleh ketinggalan hitam manis semanis gula ahihi, kebanyakan teman-temanku memangggilku dengan sebutan Titi Si Miss Reang atau jika dalam bahasa indonesianya titi si miss ribet, yah teman-temanku memanggilku dengan sebutan si miss ribet, karena terlihat ketika menghadapi apapun aku selalu terlihat ribet, dan gak karuan katanya, tapi itu kan menurut mereka kalau menurut aku sih nggak gitu juga sih terserah ajah orang mau ngomong apa, aku tuh orangnya aktif mungkin karena aku aktif jadi mungkin teman-temanku salah persepsi, selalu ceria dan sedikit fanatik dengan penampilan.

Suhu hari ini sangat panas sudah beberapa bulan tidak ada hujan, sangat gersang persis di padang pasir, suara angin gemuruh angin panas berhembus semakin menambah gerahnya pagi ini, “huh panas banget ni hari, dunia memang sudah parah, global warming” ucapku dengan mengibas-ngibas kertas sebagai pendingin, pelajaran matematika yang sedang berlangsung membuat suasana lebih hot karena pelajaran ini pelajaran yang menguras tenaga dan pikiran. “hai kamu titi nita lagi pada ngapain, ngobrol aja kalau mau ngobrol keluar gak usah ikut pelajaran ibu,” ucap ibu ari sambil mendekati bangku ku dan nita, suasana menjadi semakin panas ditambah ibu ari yang marah denganku dan nita karena ulah kami, akhirnya pun bu ari mengeluarkan aku dan nita ke depan kelas sebagai hukuman bagi kami, “ayo kaki angkat satu, ti kamu pegang kuping nita, nita juga pegang punya titi,” tegas bu ari. “huh nasib, mimpi apa aku semalam,” ucap nita sambil menggerutu.

Tiba-tiba ada anak kelas sebelah yaitu kelas 3 ipa 1 yang kebetulan berdampingan dengan kelasku 2 ipa 2, dia jalan melewati kami yang sedang dihukum, dia adalah siswa yang banyak disukai oleh banyak siswi, namanya bowo anak band yang kesehariannya sangat dikagumi oleh guru dan siswa-siswa, mas bowo merupakan teladan anak di SMA kami dan pernah dinobatkan sebagai murid teladan dalam prestasi akademik maupun non akademik dia selalu peringkat 1 di kelasnya dan menjuarai olimpiade fisika, dia pun mengikuti kegiatan ekstrakulikuler basket, ekstrakulikuler yang bergengsi di SMA, bagiku mas bowo itu perfect semenjak kelas 1 SMA aku sudah suka dengan mas bowo, walaupun sepertinya aku tidak kelihatan di matanya dan sepertinya tidak ada harapan bagiku.. nasib derita cinta yang tak terbalas, oh my prince I can’t live without you.

Tubuhku semakin panas ketika dia melihatku dihukum aku salah tingkah dan aku meneteskan keringat, tetesan dari setiap keringat itu membuat ku semakin gugup, dia melirik dan sambil senyum kepadaku. “ti, bowo eh ada mas bowo,” ucap nita. “iya aku tau, udah diem deh malu nih aku”, kataku sambil menyenggol kaki nita yang sedang diangkat satu dan karena itu nita kehilangan keseimbangan, akhirnya kami pun jatuh. “gubrakkk, ouwww, hussst sakit” jeritku dan nita, seketika itu mas bowo melihat ke arah belakang.

DAG DIG DUG DUER.. mas bowo membalikan badan dan berjalan ke arahku, “ayo, bangun” sambil mengulurkan tanganya, aku hampir tidak percaya mas bowo mau membantuku untuk bangun, “kamu gak apa-apa” tanya mas bowo. Dalam hatiku, aduh semalem aku mimpi apa yah? benar-benar kejadian yang langka, ah gak mungkin. “ehm, kok Cuma titi yang dibantuin, aku juga sakit tau,” ucap nita, belum sempat aku menjawab pertanyaan mas bowo. “Eh iya maaf kamu gak apa-apa, “tanya mas bowo lirih, aku sambil melirik sedikit ke nita memberikan kode tapi nita gak tau juga, kenapa juga nita ikut-ikutan sakit dan minta bantuan, dah tau aku suka sama mas bowo, kan dia bisa bangun sendiri, ah gak asik nita, aku bergegas mengusik nita dan mas bowo. “mas makasih ya, udah bantu” ucapku datar dengan sedikit agak jengkel dengan nita yang gak tau suasana lagi pas pasnya PDKT sama mas bowo. “Oh iya, lain kali hati-hati yah” kata mas bowo dan berjalan meninggalkan kami dengan gaya jalanya yang khas mirip model catwalk, sopannya dan berwibawanya mas bowo semakin membuatku tergila-gila. Hari yang tidak akan pernah kulupakan dimana pertama kalinya aku bertatap muka dengan mas bowodan dia membantuku.

Jam istirahat tiba, berakhirlah pelajaran ibu ari, berakhir pula hukumanku dan nita. Kami pun bergegas duduk ke tempat bangku kami, “eh nit kamu keseharianya terus pake jilbab, emang gak ngerasa gerah ditambah ni cuaca panas buangget heran deh sama kamu?” tanyaku nyentil, suasana yang gersang membuatku merinding melihat temanku yang konsisten memakai jilbab, hari ini memang panas apalagi ditambah kejadian yang menurutku langka dengan kehadiran mas bowo seperti skenario yang disusun sempurna oleh sang sutradara, its so sweet ditambah dengan adegan slow motion, penambahan orang ketiga, nita temanku sendiri mirip seperti tokoh sinerton yang di tv dan aku memerankan tokoh utama dalam film itu dimana sang tokoh utama harus mengalami pasang surutnya cinta yang kemudian cinta sang tokoh utama yang berakhir tidak baik karena kehadiran pihak ketiga, tapi itu kan film tidak mungkin akan terjadi padaku, nita itu sahabat terbaiku mana mungkin nita mengkhianati teman sendiri. “Ti ini adalah kehormatanku, kehormatan seorang wanita terletak ketika ia bisa menutup auratnya dengan pakaian yang sopan dan rambut ditutupi dengan jilbab, wanita itu perhiasan dunia maka kita wajib menjaganya dan sesuai perintah Allah seorang wanita wajib menutup auratnya dan aku merasa nyaman memakai jilbab ini mau panas, dingin jilbab ini tetap saja terasa sejuk,” jawab nita dengan senyuman dan pandangan mata yang begitu dalam yang mengarah kepadaku seolah-olah nita meyakinkanku akan komitmenya, aku hanya terdiam tidak bisa berbicara apapun tiba–tiba saja suasana dingin sepeti di kutub utara indahnya kata-kata sahabatku ini sekejap mengingatkanku pada kehidupan setelah di dunia, tapi aku hanya bisa bilang, “iya deh percaya”, untuk menghargai sahabatku yang memang benar-benar sangat konsisten dengan prinsipnya. Tapi kebanyakan dari sekolah kami yang memakai jilbab bisa dihitung dengan jari.

Jilbab menurut aku itu kuno, gak model dan gak modis, lagian mana ada cowok yang ngelirik cewek berjilbab, ujarku dalam hati seringkali aku melihat aneh orang yang memakai jilbab itu, apa gak panas tuh? apalagi yang seperti ninja, bagiku seperti teroris dan kesannya tertutup, tidak mau bergaul dengan masyarakat. “Yuk kita ke ruang osis tadi ada sms dari arif kita disuruh rapat setelah pulang sekolah,” ucap nita setelah bel pelajaran berakhir, kami pun bergegas ke ruang osis. “Ti, kesini ada yang mau kita omongin” sahut arif sang ketua osis yang selalu memotivasi kepada anggotanya, “gini ti sebulan lagi kan bulan ramadan, osis akan mengadakan pesantern kilat, setiap mau memulai pelajaran kira-kira 15 menit akan ada tadarus atau ceramah dari masing-masing kelas akan ada perwakilannya untuk bertugas, kamu saya tugaskan untuk mengumpulkan siswa yang sekiranya dianggap agamis, seperti as’ad yang anak pesantren itu dan saya kira masih ada banyak lagi, kamu susun jadwal pesantren kilat ini dan kegiatan ini diwajibkan bagi siswa yang muslim kecuali yang non muslim untuk memisahkan diri ke guru agama mereka dan pesantren kilat ini mewajibkan selama bulan puasa mengenakan pakaian muslim muslimah, tolong catat dan ajukan kepada pak kepala sekolah” perintah arif padaku, ya ini kewajibanku sebagai sekretaris osis. “ah, pusing.. tapi inikan tugas aku”, rif tolong dibantu segala sesuatunya kalau aku mengalami kesulitan menyusun jadwal pesantren kilat ini, arif hanya mengangguk dan meneruskan rapat untuk pembagian tugas anggota osis.

Hari H pun tiba bulan ramadhan yang penuh berkah, aku senang meyambut hari yang penuh dengan kebahagiaan ini, banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapat keberkahan di bulan ramdhan, kebanyakan dari mereka mendatangi panti, kaum dhuafa untuk berbagi rezeki dan meluangkan waktu bersilaturahmi. “Bem bem bem… tin tin tin”, suara motor nita terdengar sampai ruangan kamarku, suara yang sudah tidak asing lagi yang setiap hari kudengar, motor vespa klasik tahun 80an yang begitu khas dengan klakson yang unik memberi tanda untuku agar bergegas berangkat ke sekolah, aku memakai gaun muslim yang kupinjam dari saudaraku dengan secara paksa, gaun muslim merah hati dengan kerudung pashmina membuatku merasa seperti orang arab jadi-jadian, suatu hal aneh bagiku memakai gaun dan berjilbab. “Wihhh, ti kamu cantik dengan baju muslimah itu, “ucap nita sambil melongo lihat penampilanku yang langka ini, nita terus memujiku dengan pakaian yang ku pakai, aku sempat berpikir apa benar yang diucap sahabatku?.
“Wah, ngeledek kamu nit, kaya badut aku yah” ujarku dengan memanyunkan bibir 5cm, segera aku bergegas naik motor yang sudah setia menemaniku dan sahabatku, motor klasik yang berharga bagi kami, motor ini melebihi dari seorang kekasih karena motor ini merupakan hadiah dari kakeknya yang dihadiahkan pada waktu ulang tahun yang ke-17, sekarang kakek nita yang telah tiada sejak 3 bulan yang lalu karena sakit jantung membuat nita semakin hati-hati menjaga motor klasik pemberian kakeknya, menurut nita motor ini mengingatkan kakeknya, dia teringat ketika kakeknya mengajak jalan-jalan dengan motor vespa klasik tahun 80an, keliling-keliling kota purbalingga, sering kakeknya mengajak nita jalan-jalan dengan motornya itu, hari ketika nita berulang tahun yang ke-17 sebagai hari terakhir nita melihat kakeknya karena saat itu juga kakek nita sedang dirawat di rumah sakit, kakek mewariskan motor vespanya cucu kesayangannya yaitu nita, cucu perempuan satu-satunya.

Kami pun tiba di sekolah tercinta, kami sampai di parkiran motor khusus untuk siswa-siswa. Aku merasa aneh ketika aku turun dari motor seperti semua orang memandangku mungkin karena aku paranoid. “Eh, ti kamu kenapa, bengong gitu kaya ketakutan, “tanya nita dengan menatapku aneh, nita terus memandangku dan dia memegang tanganku dengan erat dan mengajaku untuk bergegas lari menuju ruang osis, aku masih terdiam dalam hening dan sedikit paranoid mungkin karena penampilanku hari ini. “kamu cantik ti dengan jilbabmu itu” kata mas rizal wakil ketua osis, aku pun terkaget dan sedikit malu-malu tapi dalam hatiku aku merasa senang dipuji oleh mas rizal. Semua anggota osis manjalankan tugas masing-masing untuk pesantren kilat yang dilaksanakan 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

Jam istirahat berbunyi banyak siswa yang keluar lalu lalang dan menghabiskan waktunya keluar kelas, ada yang ke perpustakaan sedangkan aku, nita dan teman sekelas duduk di depan kelas nongkrong (seru-seruan) dan akhirnya kami menuju lapangan basket, dari luar lapangan basket aku melihat mas bowo yang sedang main basket, aku memandanginya “wah tampannya mas bowo” tegasku kepada teman-teman yang sama-sama sedang nonton basket, kebanyakan penonton merupakan siswi, mereka meneriaki pemain basket agar tetap semangat walaupun puasa tapi mereka bermain tetap dalam batasan, “hussst sadar ti, kamu lagi puasa jangan tergoda dalam maksiat jangan membayangkan yang aneh-aneh” sahut nita yang bersebelahan duduk denganku melihat anak kelas tiga yang sedang iseng main basket, nita menutupi wajahku dengan secarik kertas yang dipegangnya, “ih apa-apaan sih emang gak boleh Cuma lihat mas bowo kok gak macam-macam yah aku tahu ini bulan puasa tenang aku bisa ngontrol diri kok” jawabku kepada nita meyakinkan kepada sahabatku yang sholehah itu, aku tahu tujuan dia baik agar aku tidak batal puasa bukan pahala yang diperoleh tapi malah lapar dan haus. Ketika aku sedang asik-asik nonton basket tiba–tiba prakkk “aduh sakit, gimana sih gak bener maennya” ucapku dengan nada tinggi, sebuah bola basket yang menimpa kepalaku membuat kepalaku sakit, terlihat dari kejauhan datang seorang laki-laki tidak lain dia adalah mas bowo sang pujaan hati, “aduh maaf yah aku gak sengaja,” ucap mas bowo dengan lembut meminta maaf, aku pun tak berdaya untuk tidak memaafkanya hatiku luluh, lagian ini gak disengaja, hatiku luluh lantak seketika rasa sakit kepala hilang seketika seperti tidak terjadi apa-apa, mas bowo lelaki yang baik dan bertanggung jawab atas perbuatanya. “Ya mas gak apa-apa” jawabku dengan gemetaran, jantungku berdebar-debar tak karuan ketika didatangi mas bowo yang secara gentlemen mau meminta maaf dan mengakui kesalahanya.

Hari pertama untuk pesantren kilat lancar sampai akhir bulan ramadhan. Acara osis yang sukses dan untuk mengakhiri puasa hari terakhir dari osis mengadakan acara buka bersama, semua anggota osis wajib mengikuti dan mengundang 2 orang siswa dari setiap perwakilan kelas 1, 2 dan 3 untuk acara akhir bulan ramadhan. Di sebuah rumah makan aku dan arif memesan tempat untuk menampung kira-kira 80 orang beserta guru-guru dan staff sekolah. Waktu menunjukan pukul 15.00 wib, anggota osis telah berada di rumah makan tersebut untuk menyusun acara pembukaan, isi dan penutup dan mengatur dekorasi yang akan dibuatkan oleh pemilik rumah makan, pukul 16. 30 wib sudah ada yang mulai berdatangan siswa, guru dan staff, acara pun dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh sahabatku nita. Aku duduk di sebelah panggung, beserta teman-teman osis lainya. Aku melihat dari kejauhan ada mas bowo di belakang tempat duduk guru-guru dan staff, aku sangat gembira mas bowo mengikuti acara ini ketika acara selesai, aku melihat mas bowo mendatangi panggung dia mendekati sahabatku nita, dia memberikan sesuatu padanya, seketika aku merasa pedih melihatnya dan merasa sakit di dada, mas bowo yang selama ini aku sayangi ternyata lebih memilih sahabatku, aku pun mencoba tegar dan seolah-olah tidak melihat apa-apa, “Ti, pulang yuk dah malam” ucap nita kepadaku seolah–olah nita tidak memberikan informasi apapun tentang kejadian tadi, aku sangat terpukul dengan kejadian ini dan sebenarnya aku sangat penasaran, apa yang dibicarakan mereka tadi.

Sampai di rumah aku menangis, malam takbir menyedihkan bagiku, “ti, kamu kenapa baru pulang kok nangis cerita dong” tanya mama sambil mencoba menenangkan suasana, mama selalu mengerti apa yang kurasa selalu ada disaat suka duka. “Nggak ma, aku belum mau cerita, aku pengen langsung tidur” jawabku sambil meluk mama, “ini kan malam takbir, malam kemenangan kita sebagai umat islam, ayo ikut mama ke masjid takbiran di jamin deh titi gak nangis lagi” ucap mama senyum dan membangunkan ku dari tempat tidur.

Cerpen Karangan: Titi Supriati
Facebook: titisupriati

Cerpen Jilbabku Kehormatanku (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja di Ujung Jakarta

Oleh:
Aku menatap tak percaya. Mengapa dia datang kembali dalam kehidupanku? Wanita berjilbab krem itu berlari ke arahku. Dengan senyumnya yang khas dia menyebut namaku. Bagaimana dia bisa tahu aku

Dua Sahabat

Oleh:
Jam 12 siang,Andi dan Tri ingin pergi ke rumah temannya yaitu si Putra,diBogor mereka berdua adalah sahabat sejati ,mereka kemana-mana berdua ,ketika mereka ingin ke rumah temannya Tri berangkat

Kisah Si Tukang Iri

Oleh:
Udara sejuk di pegunungan memang tak ada bandingannya. Sangat sangat segar. Jauh dari hiruk pikuk kota. Sebuah asrama alam yang berada di pegunungan itu tampak sangat megah di antara

Pelabuhan Cinta

Oleh:
Sore itu hari kamis gerimis. Ada yang berbeda pada suasana kali ini. Meski mendung entah mengapa terasa hangat? Aku turun dari bus, tanganku yang memegang buku ku jadikan pelindung

Ajari Aku Tertawa

Oleh:
‘Hai, aku rey. Aku hidup di kehidupan yang tak hidup’ Setidaknya itu yang rey tau dari dirinya, 16 tahun ia jejakkan kakinya di dunia. Tapi tak pernah ia tau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *