Kamu Itu Teman Ora?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 November 2016

“Halo? Ono opo?” ucapku malas
“Hei, La. Lo dimana? ini anak anak udah pada nungguin elo. Lo masih baru bangun ya?” ucap seseorang dari seberang telepon.
“Haaa? Astaga maaf ya. Iya aku kesana sekarang yo” ucapku kaget sambil melihat jam alarm di meja samping tempat tidur.

Segera aku bergegas ke tempat aku dan teman teman janjian. Ya kenalin aku Keyla. Namaku sih oke banget, tapi entah kenapa terkadang medok jawaku keluar. Aku sering dipanggil si jawa cantik oleh teman teman. Aku punya sahabat plus seperti saudara. Padahal disini aku itu merantau untuk menuntut ilmu, dan aku mendapatkan teman teman seperti mereka semua, ya seperti mereka, dengan sifat yang berbeda, tetapi tetap satu (haha Bhinekka Tunggal Ika kalee)

Cuaca hari ini sangat mendung, awan awan ikut bersedih. Tampaknya mereka tau kondisi hatiku saat ini, sangat gelap, iya sangat gelap. Bagaimana tidak? aku baru saja putus dengan pacarku. Sangat menyedihkan.

“Hey jawa. Darimana aja lo?” ucap seseorang kepadaku saat aku baru saja sampai ke tempat tongkrongan.
“Maaf ya, aku telat bangun” ucapku.
“Eh kamu nangis semalaman ya? Mata bengkak begitu. Udah sih move on aja” ucap Andre kepadaku.

Kenalin di sini ada Rekha dan Arta si gadis centil dan Andre, Rizki, Paul, Wira, Gary si cowok yang katanya paling ganteng di Universitas ini. Kita berdelapan mulai dari Mahasiswa Baru sampai saat ini selalu bersama, mereka semua selalu ada di saat suka dan duka.

“Endak kok. Aku gak nangis. Tak apik apik ae, ndre. Tak mau cari yang baru aja. Soalnya ada yang bilang move on kuwi dudu berusaha nglalekke, tapi ngikhlaske lan berusaha ngetukke seng luweh apik luwih seko seng mbien-mbien”
“Eh tolong ya jawa. Bisa gak sih gak usah keluarin bahasa jawanya. Kagak ngerti gua” ucap Gary.
“Haha sabar, Gar. Maksudnya Keyla itu yah move on itu bukan hanya melupakan, tapi mencari yang lebih baik dari sebelumnya.” Jawab Andre

Dari semuanya aku memang sangat dekat dengan Andre. Kemarin baru putus dengan Jogi, dia yang selalu menghiburku. Selalu memberikan nasihat. Smenjak putus itu, dia jadi sering memperhatikan aku, dia takut aku kenapa kenapa.

“Ya udah main gitar dong. Nyanyi apa gitu” Ucap Arta
Andre dengan cepat mengambil gitar, dan
Jreng.. jreng..
Parasnya sungguh indah sekali, menggugah rasa tuk ingin selalu bersamanya
Senyumnya menggetarkan jiwaku, meresap indah dalam alunan syair laguku
Entah kenapa aku gugup ketika Andre menyanyikannya, tanpa kusadari aku senyum senyum sendiri mendengarkannya bernyanyi.
Sampai malam ini aku selalu membayangkan Andre saat bernyanyi tadi. Entah kenapa aku merasa lagu itu ditujukannya kepadaku. Hingga akhirnya aku berencana menceritakannya kepada Rekha dan Artha.

Keesokan harinya
“Aku mau cerita sama kalian berdua” ucapku
“Gak usah cerita. Gua bisa membaca raut wajah lo itu. Lo suka kan sama Andre? Ngaku aja La” jawab Artha.
Arta memang yang paling peka, dan Rekha yang paling tidak peka dengan apapun (haha)
“Iya? Lo suka Andre la?” tanya Rekha lagi memperjelas
“Ih tak keplak juga anak ini. Disini banyak orang Rek. Dan untuk Andre, aku ndak tau. Aku ndak ngerti dengan perasaan ini. Tapi aku merasa dia itu spesial bagiku”
“Kok gak ngerti La? Menurut gua ya lo itu suka deh sama dia, dan sepertinya dia juga suka sama lo. Bayangin aja lo putus sama Jogi, dia selalu ada buat lo, dan dia berusaha biar lo gak sedih” kata Arta.
“Yah ndak tau lah. Dijalanin aja dulu” ucapku.

Beberapa hari setelah percakapan kami bertiga, aku semakin sering memperhatikan Andre. Setiap kami nongkrong, entah kenapa mata kami terkadang beradu pandang. Yah aku merasa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Bayangkan saja, lagu yang paling sering dinyanyiin akhir akhir ini adalah Zigas Sahabat Jadi Cinta. Rasanya aku ingin melayang. Yah baru sebentar melayang, akhirnya aku terjatuh kembali. Aku melihat Rekha akhir akhir ini sangat dekat dengan Andre. Setiap nongkrong dia selalu di dekat Andre, saat kami bertiga dia selalu bercerita tentang Andre, saat di media sosial dia selalu bercerita tentang Andre. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Apa ada pengkhianatan di antara kami berdua? aku udah pernah cerita kalau aku memiliki perasaan spesial ke Andre, tetapi kenapa Rekha begini?

Sampai akhirnya
“Hahaa apaan sih Wira. Itu mah pelajaran SD tau” ucap Arta
“Iya itu adek gua nanya. Gua lupa”
“Tadi apa pertanyaannya?” tanya Paul
“Aih itu aja lo lo pada kagak tau. Kalo Herbivora itu pemakan Tumbuhan, Karnivora pemakan daging, dan kalau omnivora..”
Belum selesai Rizki menyelesaikan pembicaraannya,
“mana Rekha?” ucapku sambil melihat seisi ruangan
“Ada apa La?” jawab Rekha
“Ooh kamu disini. Kamu tega ya sama aku. Aku salah apa sama kamu. Kamu jadian toh sama dia. Iya kan? Kamu tau dari awal aku udah suka sama dia, tapi kamu begini sama aku. Kamu itu teman aku. Tapi kenapa begini. Kamu TEMAN ORA?” Ucapku sambil menangis ke luar ruangan
Mereka semua bingung dan terdiam melihat kejadian ini.
“Omnivora pemakan segalanya” ucap Rizki melanjutkan pembicaraannya tadi
“Dan TEMEN ORA pemakan teman” lanjut Paul
“Paulll…” ucap mereka semua sambil menutup mulut paul.

PESAN:
Pesan yang dapat diambil dari cerita diatas, agar kita menghargai arti dari sebuah persahabatan. Jangan sampai sesama sahabat saling menyakiti. Berusahalah menjadi sahabat yang selalu menaruh Kasih di setiap waktu. Cause only a Friend can betray a friend.

Cerpen Karangan: Siska Oktorina Simbolon
Facebook: Siska Oktorina Simbolon
Haloo, sedikit cerita tentang aku. Kenalin nama gua Siska Oktorina Simbolon. Aku sekarang kuliah semester 5, jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung. aku berasal dari Sidikalang, SUMUT.
Motto hidup “Ora et Labora”
Tetap semangat dalam segala hal.

Cerpen Kamu Itu Teman Ora? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kotak Musik Persahabatan

Oleh:
Pada suatu hari di Islamic School.. Ketiga sahabat itu sedang berbincang tentang kepindahan salah satu sahabatnya itu. Mereka berriga bernama Tania, Sayda, dan Nisa. Besok adalah hari kepindahan Nisa

Ku Tak Menyangka

Oleh:
Kenalkan nama ku Mei, Aku memiliki sahabat yang bernama Syifa dan Aryanda. Aku adalah anak orang miskin, Ibu ku adalah pembantu di rumah Sahabat ku Syifa, walaupun begitu Syifa

Lupa

Oleh:
Setengah sebelas malam. Yang biasanya aku sudah sibuk dengan dunia mimpiku, sekarang aku hanya bisa duduk terdiam. Mendengarkan suara kendaraan yang masih sesekali lewat di dekat kamar kost yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *