Karena Kita Adalah Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Namaku Ragatha abraham. Remaja perempuan kelas 3 SMP di salah satu sekolah negeri yang ada di Jakarta. Kata teman-temanku aku mempunyai sifat seperti laki-laki, pemberani, jahil, namun emosian. Aku punya sahabat, dan kami tergabung dalam sebuah geng yang bernama The Best Four. Terdiri dari 4 anggota yaitu aku, Andy, Pravast, dan Andrian. Inilah cerita kami.

Pada hari Senin, seluruh siswa dan siswi di sekolahku telah memasuki semester 2. Bagiku, tak terasa sebentar lagi kami para anak kelas 3 akan akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu SMA. Ada suatu hal yang ku takutkan. Jika aku SMA bagaimana nasib persahabatan kami yang telah kami jalin selama 2 tahun? Apakah tebengkalai atau tetap terjalin, aku tak tahu.

“Hey!! lo ngapain bengong?! gak upacara?! udah mau jam 7 nih.” kata Andrian.
“Ihh.. lo ngagetin gue aja, ya iyalah gue upacara” balasku.
“Dari tadi bengong aja, kenapa lo? kesambet? masih pagi juga” tanya Andy.
“Enak aja! udah deh ke lapangan yuk! udah mau dimulai nih upacaranya” jawabku. Akhirnya kami berempat pun ke lapangan mengikuti upacara sampai selesai.

Setelah selesai, kami pun kembali ke kelas. Mengikuti pelajaran hingga waktunya istirahat. “Anak-anak sekian dulu pelajaran hari ini, kalian boleh istirahat” kata Pak Dhani.
“Baik Pak!!” jawab siswa satu kelas hampir bersamaan. Aku dan ketiga sahabatku pun pergi ke kantin membeli makanan sambil nongkrong.

“Gat, lo kenapa sih tadi kok bengong? gak biasanya lo kayak gitu” kata Pravast penasaran.
“Enggak kok, gak ada apa-apa” jawabku.
“Apa lo sakit? Atau ada masalah? cerita aja ke kita” tanya Andy.
“Iya Gat, kalau bisa kita bantu deh permasalahan lo” Saran Andrian.
“Hm.. iya deh tapi pulang sekolah aja ya, di cafe tempat kita nongkrong, gak enak cerita di sini” kataku.
“oke deh!!” jawab mereka serempak.

Setelah pulang sekolah, kami pun pergi ke tempat yang dituju. Kami pun memesan makanan dan minuman pilihan kami. Setelah itu, “Gat, lo jadi cerita gak?” tanya Pravast.
“Oke, gue jadi cerita kok” jawabku. “Gini nih, bentar lagi kita kan udah mau SMA, ada hal yang mengganjal di hati gue” sambungku.
“Apaan tuh Gat? mungkin kami bisa bantu cari solusi” tanya Andrian.
“Gimana ya nasib geng kita ini, bakalan terbengkalai atau tetap terjalin? walaupun kita gak satu sekolah, misalnya nih ya” jawabku.

“Oh jadi itu yang kamu pikirin. Ya ampun Ragatha gue kirain masalah apaan” Kata Andy.
“Ya kita terjalinlah, mau beda sekolah ataupun tempat, kita pasti terjalin!! karena kita adalah sahabat!! ya nggak sob!?” ucap Pravast.
“Yo’i man!!” jawab Andy dan Andrian serempak.
“Lo tenang aja Gat, kita bakalan bersama walaupun kita beda tempat sekali pun, pokoknya jangan khawatir deh!!” sahut Andrian.
“Kalian beneran nih? gak bercanda kan?” tanyaku sedikit ragu.
“Ya iyalah beneran, masa lo gak percaya sama sahabat lo sendiri sih?!” kata Pravast.
“Hahaha… oke oke, gue percaya sama kalian” jawabku.
“Gitu dong Gat, lo jangan khawatir deh, oke?!” tanya Andy.
“Oke!!” jawabku.

Setelah itu kami pun pulang. Perasaanku pun sudah lega atas pernyataan sahabat-sahabatku itu. Sekarang tak ada yang ku takutkan lagi. Saatnya berjuang meraih masa depan dengan belajar sungguh-sungguh. Walaupun begitu aku tak akan pernah melupakan sahabat-sahabatku tersebut. Mereka sahabat terbaik yang pernah ku miliki.

Cerpen Karangan: Sellanisa Salsabilla
Facebook: Margareth Sella Amstraight
Namaku Sella, kelas 3 di SMP negeri 1 pontianak. Cerita ini cerita nyata aku dan sahabatku ya walaupun tempatnya fiksi. Sifatku sama kaya tokoh utama di cerita ini. Bagi yang baru mengetahuiku salam kenal ya.

Cerpen Karena Kita Adalah Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)

Oleh:
Di suatu kota, tepatnya di Bandung, hidup dua orang yang bersahabat karib sekali sejak kecil, mereka adalah Joe Sandy dan Abu. Joe merupakan seseorang yang cerdas dan hidup sendiri

Goodbye My Friend

Oleh:
“Duh besok adalah ulang tahunnya Reina lagi aku sampe lupa, hem.. mau ngado apa yah?, aha ngado buku diary aja dia kan suka nulis” ucapku panjang lebar, oh iya

Satu Cita

Oleh:
Tap… tap… tap… Azura tak berhenti memainkan kakinya. Berjalan mondar-mandir dari sudut ruangan ke sudut ruangan lainnya. Wajahnya cemas bercampur harap. Sesekali ia menggigit ujung ibu jarinya. Tak jarang

Find My Best Friend

Oleh:
“Halo, cumay apa kabar?” tanya gue tentang kabar dirinya melalui pesan singkat sms, lalu dia membalas “gue baik lu apa kabar Lis, sudah lama ia kita gak bertemu” balas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *