Kata Kata Terakhir Untuk Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 February 2019

Matahari pagi yang tergelincir di ufuk timur menyemangati ketiga sahabat yang berjalan menuju ke sekolah. Fira, Fanya dan Ria. demikian nama ketiga sahabat itu. Setapak demi setapak mereka bertiga lalui sehingga mereka sampai ke sekolah.

Setelah sampai di sekolah, mereka menuju kelas dan menaruh tas mereka di laci meja, tapi ada yang aneh dengan fira, ia tiba tiba meninggalkan kelas dengan begitu saja tanpa memperhatikan sahabatnya. Ria dan fanya segera mengikuti langkah fira, ternyata fira menemui geng yang terkenal nakal dan urakan yaitu “FeverNine” yang beranggota lima perempuan termasuk fira dan empat laki laki. Setelah diperhatikan benar oleh ria dan fanya ternyata fira termasuk anggota geng “Fefer Nine” itu.

Ria segera menghampiri fira dan berkata “fira, ngapain kamu kumpul sama geng nakal gak jelas ini, ayo kita pergi” ajak ria, tapi fira melepaskan tangannya dari genggaman ria dan mendorong ria sampai ria terjatuh.
“Auuu…” pekik ria kesakitan, fanya pun menghampiri ria dan segera membantunya untuk bangun.
“Hhhh… gue udah gak mau temenan sama orang kuper kaya kalian” kata fira membentak dan segera mengajak teman teman barunya pergi, benar benar sakit hati ria mendengar kalimat yang terucap dari bibir sahabatnya itu.

Tak lama kemudian tiba tiba ria pingsan dan terjatuh karena fanya tidak kuat menyangga tubuh ria yang tiba tiba lemas, fanya pun meminta bantuan teman teman yang lain untuk membawanya ke ruang UKS.

Lima hari sudah ria tidak masuk sekolah, fanya pun tidak masuk sekolah selama dua hari ini karena menemani ria yang terbaring lemas di rumah sakit dan keadaannya semakin kritis.
Fira yang mengetahui bahwa ria masuk rumah sakit tidak mempedulikan sama sekali keadaan sahabatnya itu, tiba tiba dering ponsel ria berbunyi, di layar ponselnya terpampang nama “Fanya”, ia pun menerima panggilan fanya.
“Ada apa sih fan ganggu orang nyantai aja” kata fira.
“Ria udah pergi untu selama lamanya” jawab fanya tersendat sendat.
“Apa..!! kamu nggak bercanda kan, aku akan segera ke sana”. kata fira dan segera pergi ke rumah sakit.

Sampainya fira di rumah sakit, fira benar benar tidak menyangka bahwa kini ia hanya bisa melihat raga sahabatnya yang pernah ia sakiti, ia hanya terpaku tidak bisa mengucapkan apapun di depan jasad ria sahabatnya.
Fanya pun menyerahkan surat titipan dari ria aebelum meninggal, fira pun membuka suratnya dan membacanya.
Isinya:

Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat menyayangimu sebagai sahabatku, aku sudah lama menderita penyakit leukimia dan aku tidak ingin melihatmu bersedih.
sahabatmu,
Ria Fitriani

Fira menagis sejadi jadinya di depan jasad sahabatnya itu dan begitu menyesali perbuatannya, untuk apa dia hidup tanpa sahabat yang sangat menyayanginya, menyesal pun tiada gunanya karena nasi sudah menjadi bubur.

Cerpen Karangan: Miftakhul Arsiyanti
Blog / Facebook: Yanti

Cerpen Kata Kata Terakhir Untuk Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjalanan Hidup Dalam Cinta

Oleh:
Perkenalkan nama saya Angga. Mahasiswa aktif UAD semester 2, prodi PBSI. Aku akan bercerita singkat tentang perjalanan cinta dalam kehidupanku. Pada awalnya aku mengenal jatuh cinta pada masuk Sekolah

My Diamond

Oleh:
Waktu itu gue duduk di kelas 2 SMP, kenalin nama gue nirmala temen-temen biasa manggil gue mala. gue ikut berbagai kegiatan di sekolah contohnya aja kayak osis. Ekskul osis

Terdampar

Oleh:
Kupandangi lautan di depanku. Berkilauan di bawah sinar rembulan. Mengingat kembali kenangan yang telah lama tertanam di otakku. Berharap bisa kulupakan. Beberapa tahun yang lalu… “Icha! Icha! Icha!” Panggil

Petikan Terakhir Senar Cinta Rafa

Oleh:
Cerita yang telah lama terpendam , Kisah persahabatan dan cinta antara Tia dengan Rafa. Ditengah kota Fentaly yang panas disertai hiruk pikuk kendaraan bermotor yang tidak kenal lelah ternyata

My Birthday Surprise In Monas

Oleh:
“Apa? Jadi, Keren, Delwis dan Enji ikut kita, ma? Ye… aku bisa ketemu sama adiknya Keren dong, si Kevin. Asyik..” Kataku saat mengetahui bahwa 3 saudara dari ibuku itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *