Kata Lain Dari Cinta Adalah Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 October 2017

Wajahnya yang imut begitupun sifatnya yang polos dan senyumnya yang manis membuat hatiku berdegup kencang saat pertama kali melihatnya, ya dia adalah Eveline teman SMK dan teman aku kuliah saat ini meskipun kami berbeda fakultas. Bisa dibilang Eveline adalah cinta pertamaku.

Cerita ini bermula saat aku dan Eveline masih kelas 2 SMK dulu, ya tiga tahun lalu aku mulai mengenal Eveline dan akhirnya kami mulai berteman dan bersahabat, Eveline adalah orang yang ceria dan pintar, disamping wajahnya yang cantik dan kepribadiannya yang baik, membuat Eveline populer di sekolah. Aku pun heran karena bisa berteman dengannya dan bisa sangat akrab dengan eveline, bahkan aku menjadi teman sebangkunya. Mulai saat itu aku selalu bersama-sama denganya di sekolah entah kemanapun itu, kecuali toilet. Hehe!! Hingga muncul gosip bahwa aku dan eveline berpacaran dan mulai menyebar keseluruh lingkungan sekolah.

Aku tidak tahu siapa yang menyebarkan gossip itu, yang jelas gossip itu menyebar dengan sangat cepat. Ya awalnya aku mulai risih akan gossip itu, tetapi di sisi lain aku malah senang karena aku digosipkan pacaran dengan Eveline yang sangat populer di sekolah.

Suatu waktu aku dan Eveline pulang bersama, di tengah perjalanan aku bertanya “Eveline apa kamu gak risih kalo kamu disebut pacaran sama aku? Secara kamu itu orangnya pouler dan terkenal banget di sekolah” tanyaku agak sedikit malu-malu. Eveline yang berjalan sedikit di depanku lalu menghampiriku dan berkata “kamu ngomong apaan sih zy, aku gak ngerti.. haha, gak papa lah orang lain mau ngomong apa juga terserahlah.. toh yang tau Cuma kita berdua, yang jelas aku nyaman kok temenan bahkan bisa dibilang sahabatan sama kamu, udah ah jangan bahas yang gak penting, ayo pulang nanti keburu sore loh” jawab Eveline sambil menggandeng tangaku, dan mengajakku buru-buru pulang. Aku bertanya sekali lagi sambil malu karena tanganku di gandeng oleh Eveline “Bener kamu gak risih sama sekali line?” tanyaku meyakinkannya “iya fauzy, kamu hal sepele kayak gitu aja di permasalahin ah. Udah ayo pulang!” jawabnya sekali lagi sambil tersenyum dan membuatku tersipu malu melihat senyumnya begitu manis. Akhirnya aku bisa lega mendengar jawaban Eveline tersebut dan mulai biasa dengan semua gossip tentang aku dan Eveline yang berpacaran.

Seiring berjalannya waktu yang sering kami lalui bersama aku merasa ada hal yang sedikit aneh dan mengganjal perasaanku. Tidak biasanya saat aku menatap wajah Eveline aku sedikit malu dan jantungku berdegup sangat kencang, dalam hati aku berkata apa mungkin ini yang dinamakan cinta? Ah gak mungkin aku suka sama dia, dia kan sahabatku apa mungkin aku suka sama dia. Tetapi setelah aku merenung dan sedikit berpikir, akhirnya aku menyadari bahwa aku benar benar suka sama dia. Tanpa aku sadari aku sudah suka dia sejak aku pertama kali kenal dengannya. Aku sempat berpikir ingin menembaknya dan menjadikan Eveline sebagai pacarku. Tapi aku urungkan niatku ini karena aku sadar Eveline adalah sahabatku dan orang yang pouler di sekolah, mana mau dia sama orang biasa sama aku ini, pikirku saat itu. Tapi pemikran itu muncul kembali setelah aku sedang makan siang di kantin sekolah bersama denngannya, Eveline mengajakku ke tempat wisata di hari minggu

“Zy minggu nanti Kamu ada waktu gak? Kita main yuk tempat wisata yang baru dibuka, katanya tempatnya bagus buat selfie Zy, mau yah mau, mau.. mau.. mau?” ajaknya sambil agak memasaksa dan memerkan wajah polos dan imutnya. Mendengar ajakannya itu aku rasa ini adalah waktu yang pas untuk menembaknya di sana nanti “sebenernya sih aku minggu agak sibuk line, gak tau deh kupikir-pikir dulu ya buat ngatur waktunya” jawabku agak sedikit jual mahal dan biar dia mohon sekali lagi “ya udah deh kalo kamu gak mau aku gak maksa kok, ntar aku mau ajak adekku aja ke sananya ah!” jawabnya agak sedikit kesal dengan wajah cemberut yang membuat wajahnya semakin imut. “eh iya-iya aku mau kok, ayo kita ke sana minggu ya, tapi Cuma berdua kan? Kamu gak ajak adekkmu kan?” jawabku “ah aku juga tau kok kamu sebenernya mau kan dari tadi juga, Cuma kamu mah jual mahal aja ya? Hahahaha, yaiyalah Cuma kita berdua yang pergi, masa pergi se-RT Jhahaah, gak lah aku gak akan ajak adekku lagian juga dia suka rewel minta pulang.” Jawabnya sambil tertawa. Mendengar jawabannya itu pun aku senang dan tak sabar menunggu hari minggu tiba meski itu masih lima hari lagi.

Akhirnya waktu yang ditunggu pun sudah tiba, aku dan Eveline pergi ke sana hanya berdua menggunakan motor, di tengah perjalanan Eveline memelukku dan menyenderkan kepalanya ke pundakku, sontak saja aku kaget dan malu, karena ini adalah pertama kalinya aku dipeluk oleh seorang perempuan yang aku suka, singkat waktu kami pun sudah sampai di tempat wisata tersebut aku menunggu momen yang pas untuk menembaknya saat kurasa waktu dan momen sudah pas aku mulai mengutarakan perasaanku pada Eveline. saat itu aku dan Eveline di atas perahu kayuh berdua dan aku mulai mengutarakan persaanku padanya

“line sejak pertama kali aku kenal sama kamu, aku udah yakin kalo aku suka sama kamu, tapi aku baru berani nyatain kalo aku suka sama kali ini, aku suka kamu line, aku cinta sama kamu line, aku ingin hubungan kita lebih dari sekedar sebuah persahabatan, aku tau kamu kaget kan karena aku tiba-tiba nembak kamu?” mendengar aku menyatakan perasaan cintaku pada padanya dia langsung kaget dan langsung menatapku dan menghela nafas sejenak “aku udah tau kok dari dulu kalo kamu itu suka sama aku, begitupun sebaliknya zy, aku juga sama kamu” jawabnya sambil tersenyum “jadi kamu mau nerima aku line?” tanyaku sambil agak sedikit kegirangan, Eveline pun langsung menjawab “coba kamu pkir zy, kalo kita pacaran nanti aka ada saatnya kita putus, meskipun aku gak mengharapkan itu terjadi dan hubungan kita pun mungkin nantinya gak akn seakrab sekarang zy, aku lebih seneng kalo kita sahabatan aja zy, kan kata lain dari cinta adalah persahabatan” jawabnya sambil meyakinku, mendengar jawabannya itu aku agak sedikit kecewa, tetapi setelah dipikir kembali jawaban dari Eveline ada benarnya. Aku gak mau kalo hubungan persahabatanku dengannya rusak hanya karena aku ingin jadi pacarnya, lebih baik aku menjadi sahabat sejatinya pikirku saat itu.

“udah yuk ah kita pulang udah sore nih, udah gak usah galau zy, hanya karena aku gak bisa nerima kamu jadi pacarku, aku lebih seneng kalo kamu jadi sahabatku yang bisa nemenin aku disaat suka maupun duka, begitupun sebaliknya zy” dia berkata sambil memegang tanganku “iya line, sekarang aku udah ngerti kok, iya lebih baik kita sahabatan aja, lagian kita juga belum cukup mur buat pacar-pacaran line, apalagi sekarang kita udah kelas tiga udah mau UN lagi, hehe” jawabku sambil memegang tangannya “tuh tau zy, mending kita fokus UN bukannya cinta-cintaan, hahahahaha apalagi kamu itu gak lebih pintar dariku” jawabnya sambil tertawa dan menatapku dengan wajah imutnya.

Setelah itu semua kami fokus untuk UN dan melupakan masalah-masalah yang tidak penting. Akhirnya hari pelepasan pun tiba saat itu terakhir aku bersama dengan Eveline. aku yang memutuskan kuliah di dalam daerah dan Eveline yang bilang kalo dia akan kuliah di luar daerah, tetapi ternyata dia berbohong padaku dia ternyata memilih universitas yang sama denganku meskipun berbeda fakultas. Aku sangat senang mendengarnya karena aku bisa bersamanya meskipun tidak sedekat waktu SMK dulu, aku selalu berdoa kalau dia memang jodohku jadikanlah dia jodoh yang terbaik untukku, kalau dia memang bukan jodohku jadikanlah dia sahabat sejatiku yang ada saat suka maupun duka. Itu adalah doa yang selalu aku panjatkan di saat setelah sholat.

Sekian cerpen dari saya, semoga bermanfaat, maaf jika ada kesalahan penulisan dalam cerpennya.

Cerpen Karangan: Rizky Fauzy
Facebook: facebook.com/RzkFzy

Cerpen Kata Lain Dari Cinta Adalah Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Sahabatku dan Pacarku

Oleh:
“Tutt… tuttt” nada sms dari ponsel Raya membuyarkan konsentrasinya. Dia pun segera mengalihkan perhatian dari buku yang sedang dibacanya. “kamu dimana, Ray?” pesan singkat dari Doni, teman satu kampus

Ada Tetangga Baru

Oleh:
Wah, Asyik, nih.., di komplek jalan Flounder akan ada tetangga baru!. Geng Braver Yaitu Roni, Zaid, Syakif, Edo, Naya, Mutia, Fatimah, Aisyah, dan juga Flora, yang menjadi ketua Geng

Inspirasiku Lewat Musik

Oleh:
Musik adalah kata yang paling aku sukai, karena dari dalam kata itulah, aku menemukan makna tentang arti dari kehidupan. Terlebih lagi ketika aku berjumpa dengan salah satu cowok bernama

Penyanyi Cilik

Oleh:
Nina adalah gadis kecil berumur 9 tahun yang kini duduk di kelas 5 SD. Ia suka sekali bernyanyi. Lagu apa saja telah ia nyanyikan. Mulai dari lagu anak anak,

Tunggu Aku Kembali

Oleh:
Khoirotunnisa adalah temanku teman yang baik dan cantik tentunya. Dia adalah salah satu orang yang sangat pengertian padaku tapi di sisi lain dia tidak begitu care terhadapku karena yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *