Kau dan Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 July 2015

Namaku Cindy. Usiaku 19 tahun. Dan aku kuliah di salah satu Universitas yang ternama di Medan. Hari-hariku selalu ditemani rasa kerinduan kepada Rey, orang yang dulu pernah hampir saja menabrakku. Mungkin aku telah jatuh cinta kepadanya. Rey sangat tampan dan baik, walaupun aku sekilas mengenalnya. Sudah berminggu-minggu aku menunggu kehadiran Rey, aku sangat ingin bertemu dengannya. Dan pada saat Nayla sahabatku, ingin memperkenalkan aku dengan pacarnya. Aku terkejut melihat Nayla datang bersama Rey.

“Cin ini Rey, pacar aku” jelas Nayla.
“Loh kamu Rey?” Ucapku refleks.
“Lah jadi kalian udah saling kenal?” Tanya Nayla.
“Udah Nay, waktu itu aku pernah hampir saja nabrak Cindy Nay” jawab Rey.
“Cin maafin Rey ya” pinta Nayla.
“Udah ku maafkan kok Nay, lagian aku juga salah, nyebrang gak liat-liat.” Jawabku.
“Kenapa? Kenapa Nayla? kenapa bukan yang lain saja?” batinku.

Nayla adalah sahabat karibku. Ia cantik, berhati mulia, pintar dan Nayla adalah mahasiswa bidik misi, jadi ya wajar saja kalau dia idolanya di kampus. Nayla tinggal di Panti Asuhan, sejak usia 3 tahun Nayla sudah ditinggal kedua orangtuanya yang sudah meninggal.

Sesampainya di rumah aku menangis dan menyesali pertemuanku dengan Rey yang menyebabkan aku jatuh cinta padanya. Aku tak menyangka hubungan mereka sudah berjalan 6 bulan lamanya. Aku ingin menghapus perasaan ini, dia pacar sahabatku dan tak seharusnya aku mencintainya.

Semenjak pertemuan di Cafe aku sering melihat kebersamaan mereka. Hatiku hancur, air mata ini rasanya mau menetes ketika melihat mereka bersama di depanku.

1 bulan kemudian
Saat aku terbangun dari tidurku kulihat sms dihpku.

Hi Cindy!!!
Sore ini kamu ada acara gak? kalau gak ada kita jalan yuk! aku tunggu di Cafe biasa ya Cin!!!
By: Rey

Aku terkejut membaca sms itu. Dan aku berfikir mungkin aja Rey ngajak aku jalan karena dia kesepian ditinggal Nayla yang sedang PPL di luar kota selama 3 bulan. Kalau aku sih masih di sekitar wilayah Medan.

Sore
kulihat Rey dan kuhampiri dia
“Hi Rey” sapaku, “Eh Cindy, aku pikir gak datang” katanya, “Hehehe.. maaf ya lama” balasku.
Sore ini aku bahagia sekali ingin rasanya ku berhentikan waktu ini.

3 minggu berlalu
3 minggu terakhir ini aku sering jalan sama Rey. Dan hari ini tak ku sangka Rey mengungkapakn cinta padaku.
“Cin, I Love you, maukah kamu jadi pacarku?” ungkap Rey. Aku terdiam seribu bahasa.
“Cin jawab!” pintanya. “Ta.. tapi Rey kamu pacarnya sahabatku. Aku gak ingin menyakitinya” jawabku gemetar.
“Cin aku tau kamu pasti akan bilang itu, aku pun juga gak ingin sakiti Nayla. Tapi aku emang gak bisa nahan perasaanku ini Cin, aku ingin kita bersama dan hanya kita berdua serta Tuhan yang tahu” terang Rey.
“Aku sebenarnya juga udah cinta sama kamu sejak awal kita bertemu” terangku juga.
“Jadi kamu terima Cin?” Tanya Rey. Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

2 bulan sudah aku menjalani hubungan ini. Aku bahagia walaupun aku hanya menjadi kekasih gelapnya. Hingga Nayla pun kembali. Dan lagi aku melihat kebersamaan mereka yang membuat hati ini sangat sakit. Tapi sakit hati ini terbalaskan karena hubungan aku dan Rey didukung oleh orangtuaku dan sepertinya Rey serius padaku.
Hingga akhirnya aku merayakan anniversary kami yang ke-3 bulan di rumahku bersama orangtuaku. Tiba-tiba kulihat hpku bergetar yang ternyata dari Panti Asuhan tempat Nayla tinggal, dan aku merijeknya. Dan ini terjadi sampai berulang-ulang dan akhirnya ku nonaktifkan hpku.

Esoknya kulihat tidak ada Nayla di kampus, sudah kucari tapi dia tetap gak ada. Ku sms gak dibalas dan ditelpon gak diangkat. Seusai pulang kuliah aku menuju Panti Asuhan Nayla. Betapa herannya aku melihat tenda dan bendera kuning di depan Panti Asuhan Nayla.
“Siapa yang meninggal?” batinku bertanya-tanya.

Aku berlari memasuki Panti, dan kulihat semuanya bersedih, tapi tak kulihat Nayla disitu.
“Oh Tuhan apa yang telah terjadi? Dimana Nayla?” batinku bertanya lagi.
Kuhampiri Ibu Pengurus Panti “Apa yang terjadi Bu? kenapa kalian bersedih? dan dimana Nayla Bu?” tanyaku. Ibu Panti hanya diam dan mengeluarkan air mata. “Bu.. jawab Bu” pintaku. “Nayla sudah meninggal Cindy, Ia kecelakaan saat menuju ke rumahmu nak” jawab ibu tesedu-sedu. “Apa Bu? Ibu bohong kan? Gak mungkin kan Bu? Ibu bercanda kan?” kataku yang tak percaya. “Tidak nak Ibu gak bohong” jawab Ibu.
Aku menangis histeris dan tanpa kusadari aku pingsan.

Aku sadar, di hadapanku sudah ada Ibu Panti yang membawa sebuah kado yang sudah kotor dan robek.
“Cindy, ini kado untukmu dari Nayla nak” kata Ibu lalu pergi meninggalkanku di kamar.
Kubuka kado itu isinya kaos couple yang berajutkan Rey Love Cindy, kupeluk kaos itu dan air mataku kembali jatuh. Aku menemukan surat di kaos itu.

Dear Cindy,
Cindy, Happy anniversary yang ke-3 bulan ya sama Rey. Semoga hubungan kalian bahagia selalu.
Cin sebenarnya aku udah tau kok tentang hubungan kalian. Ya jujur awalnya hatiku sakit saat mengetahui hal itu, tapi aku tepis semua dan sekarang aku bahagia melihat kalian bersama dan kamupun sangat bahagia Cin.
Love
Nayla

Air mata ini tak henti-hentinya menetes. Aku sangat menyesal kenapa aku lebih memilih Rey daripada Nayla. Hatiku sangat hancur daripada melihat Nayla dan Rey bersama. Dan kini aku harus melewati hari-hariku tanpanya, tanpa kasih sayang, dukungan, perhatiannya, candanya, serta senyumnya.

THE END

Cerpen Karangan: Nurul Aldani
Facebook: Nurul Aldani
Assalamualaikum 🙂
namaku Nurul Aldani. Sekolah di SMKN 1 KISARAN kelas X Akuntansi 2. Ini cerpen perdanaku. Kritik dan Sarannya kutunggu ya !

Cerpen Kau dan Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Is Never Felt

Oleh:
“Dit, kamu inget kan di tempat ini kita jadian? Sekarang di tempat ini juga aku minta putus dari kamu Dit, Dit aku cewek biasa aku punya perasaan sekuatnya seorang

Salah Paham Berakhir Pahit

Oleh:
Lenna, Gio, Kevin, dan Farel adalah sahabat dari kecil. Sekolah bersama, bermain bersama, dan tumbuh bersama hingga sekarang. Mereka terlihat tak terpisahkan. Wajar, rumah mereka saja bersebelahan. Sedih dan

Terjebak Dunia

Oleh:
Gedoran bertubi-tubi dari pintu kontrakan berhasil membangunkan didi dari mimpinya. Masih dalam kesadaran yang belum pulih, hanya mata yang terbuka, dan sebentar… apa yang baru saja ia dengar? Tak

Why

Oleh:
Aku menghempaskan tubuhku perlahan pada ranjang empukku ini. Aku tersenyum saat mengingat mengapa aku dan temanku ini bisa menjadi seperti ini? Tak pernah terbayangkan olehku bisa menjadi sedekat ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *