Kau Tetaplah Sahabat Yang Kusayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 February 2014

“Selamat tinggal, masa lalu.. aku kan melangkah, maafkanlah segala yang.. telah ku lakukan padamu” terdengar suara lagu five minutes dari handphone seorang cewek. Dialah Sabrina. Cewek yang baru saja naik kelas 3 SMP dengan hasil yang cukup memuaskan. Sabrina mempunyai sahabat cowok yang dekat dengannya. Namanya Daniel. Daniel sudah hampir 8 tahun mengenal Sabrina, dan sudah 2 tahun menjadi sahabatnya. Mereka sudah seperti saudara. Sabrina memanggil Daniel dengan sebutan ‘kakak’ dan Daniel memanggil Sabrina dengan sebutan ‘adek’.

Cewek yang selalu terlihat ceria tanpa masalah itu, rupanya sedang ada masalah alias galau. Tidak biasanya Sabrina seperti ini. Dia merasa ada yang beda dengan kehidupannya sekarang. Dia jadi sering kepikiran sesuatu, meskipun dia menyembunyikannya dari teman-temannya. Dia terpikirkan lagi kejadian itu.
Kejadiannya belum terlalu lama. Mungkin sekitar 1,5 bulan yang lalu.

Malam itu tanggal 23 Agustus 2013. Sabrina mengirim pesan kepada Daniel, yah.. mungkin semacam kata-kata untuk mengetest seseorang lah. Tetapi malam itu Daniel tak merespon pesan dari Sabrina. Akhirnya Sabrina memutuskan untuk tidur.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali tepatnya jam 05.00 pagi Daniel baru merespon pesan yang semalam dikirim Sabrina. Daniel malah marah dan ngambek. Sabrina baru membalas pesan dari Daniel satu jam kemudian. Tapi Daniel tidak membalas lagi pesan dari Sabrina.

Hari ini Sabrina mengikuti kegiatan jalan sehat di sekolahnya. Tapi rasanya hari ini Sabrina sedang tidak bersemangat gara-gara kejadian pertengkarannya tadi pagi dengan Daniel. Tapi dia berusaha menyembunyikan semua itu dari teman-temannya. Pagi itu yah.. seperti biasa dibuka dengan ceramah dari bu kepala sekekolah. Dan saat berkumpul di lapangan, Sabrina bertemu dengan Daniel. Tapi.. yah.. seperti biasa. *cuek*.

Rasanya Sabrina gak bisa fokus belajar karena memikirkan kejadian itu. Akhirnya pulang sekolah, Sabrina putuskan untuk minta maaf pada Daniel dengan mengirim pesan. Berkali-kali Sabrina mengirim pesan itu kepada Daniel. Tapi Daniel tak membalasnya. Pikiran Sabrina semakin kacau. Hingga kurang lebih 1 minggu dia menunggu balasan pesan dari Daniel. Tapi Daniel tidak membalas satu pun pesan dari Sabrina. Bahkan nomer ponsel Daniel tidak aktif.

Sampai akhirnya Sabrina berpikiran bahwa Daniel tak mau lagi jadi sahabatnya dan Sabrina memutuskan untuk melupakan semuanya. Karena dia harus bisa fokus pada pelajaran di sekolahnya. Karena Sabrina sudah kelas 3 SMP.

Sebenarnya Sabrina tidak akan pernah bisa melupakan semua kenangan persahabatannya dengan Daniel. Akhirnya beberapa minggu kemudian, Sabrina kembali seperti biasanya setelah dia belajar untuk tidak memikirkan semua kejadian yang terjadi pada persahabatannya. Dia kembali menjadi Sabrina yang rajin, cerdas dan ceria tanpa memikirkan apa yang sudah terjadi. Tapi bukan berarti Sabrina melupakan Daniel.

Sabrina tidak pernah berniat melupakan Daniel. Bahkan terkadang Sabrina mencari-cari informasi tentang Daniel lewat sahabatnya, Excel. Excel bilang kalau handphone Daniel hilang waktu dibawa ke sekolah. Yah.. dengan itu Sabrina tau kenapa Daniel tak membalas pesannya. Sabrina merasa malu karena telah menuduh Daniel tanpa mengetahui alasannya. Akhirnya Sabrina berusaha berkomunikasi lagi dengan Daniel lewat facebook. Tapi Daniel juga tak membalas chat Sabrina.

Sabrina agak kesal dengan itu tapi Sabrina tetap menganggap Daniel adalah sahabatnya. Sabrina tak akan mungkin pernah melupakan sahabat yang paling dia sayang. Bagi Sabrina, Daniel adalah sahabat sekaligus kakak untuknya. Sampai akhirnya sudah 1 bulan lebih kehidupannya berjalan tanpa Daniel. Sabrina sudah terbiasa menjalani hari-harinya yang sekarang.

Udah gak terasa waktu itu tanggal 13 Oktober 2013. 2 minggu lagi adalah ulang tahun Daniel. Dan hari itu, Sabrina memutuskan untuk mencari nomer ponsel Daniel yang baru hanya sekedar untuk mengucapkan ulang tahun kepada Daniel. Setelah itu Sabrina berjanji untuk tidak menyimpan nomer ponsel Daniel. Akhirnya setelah berdebat dengan Excel, Excel mau memberi nomor ponsel Daniel pada Sabrina. Tentu saja Excel tak akan tega melihat sahabatnya itu galau dan selalu merengek-rengek meminta nomor ponsel Daniel.

Hari itu tanggal 15 Oktober 2013. Sekolah libur karena hari itu adalah hari raya idul adha. Pagi ini Sabrina memutuskan untuk main ke sekolah dan menemani temannya. Waktu di sekolah Sabrina memutuskan untuk mengirim pesan kepada Daniel. Hanya satu kali dan tak akan membalasnya lagi. Karena sebenarnya tujuannya mencari nomor ponsel Daniel hanya untuk mengucapkan ultah.

From : 085706xxxxxx
To : Daniel
Tuhan.. cabut nyawaku sehari saja. Agar aku bisa tau siapa saja yang menangis saat aku udah gak ada

Ya. Seperti yang telah Sabrina duga. Daniel tak membalas pesan dari Sabrina. Sabrina tak mempermasalahkan hal itu. Sabrina tetap ceria menghabiskan waktu liburannya meskipun hanya di sekolahnya. Tapi tak disangka, siang hari sekitar jam 10.00 pagi saat Sabrina asyik dengan laptopnya… Daniel membalas pesan Sabrina dan bertanya siapa yang mengirimnya pesan itu. Karena yah.. Daniel gak punya nomor ponsel Sabrina. Tapi Sabrina tak membalas lagi pesan dari Daniel itu.

Sore harinya Daniel mengirim Sabrina pesan yang sama dengan yang tadi pagi dia kirimkan. Daniel memaksa ingin tau siapa yang mengiriminya pesan. Akhirnya Sabrina memutuskan untuk mengaku pada Daniel. Dan tidak disadari Sabrina mengingkari janjinya. Dia berkomunikasi lama dengan Daniel. Tapi apa yang dilakukan Sabrina tak salah. Daniel yang meminta persahabatan mereka untuk kembali seperti dulu. Mana mungkin Sabrina menolak sedangkan Daniel adalah sahabat sekaligus kakak yang berharga baginya. Daniel dan Sabrina berusaha mengembalikan hubungan persahabatan mereka seperti dulu. Mereka masih saling terbuka. Kecuali… Daniel tak memanggil Sabrina dengan sebutan adek lagi.

Mungkin persahabatan mereka sudah kembali. Tapi keadaanya sudah tak seperti dulu lagi. Semuanya terasa kaku, mereka seperti harus mengulangnya dari awal. Dan yah.. Sabrina merasakan sifat cuek Daniel padanya. Sabrina paling tidak suka dicuekin. Tapi Sabrina tak pernah berani bicara pada Daniel. Dia tidak mau kehilangan sahabatnya itu, dia terlalu sayang pada Daniel. Dan yang bisa Sabrina lakukan sekarang adalah menjalani semua seperti biasanya. Paling tidak persahabatannya sudah kembali.

Sabrina hanya berharap sikap Daniel padanya bisa seperti dulu. Daniel yang selalu perhatian dan memanggilnya dengan kata ‘adek’ !! Sabrina akan selalu ada untuk Daniel. Karena Daniel tetaplah sahabat yang paling dia sayang.

~ THE END ~

Aku harap, sifat sahabat yang ku sayang kembali seperti dulu. Penuh perhatian dan selalu bisa menghibur.
For you my best friend.

Cerpen Karangan: Ismi Roichatul Jannah
Blog: ichaismi.blogspot.com
Add Facebook ku: Iesmi ittueh Iecha
Follow twitter ku: @Mei_ichaismi

Cerpen Kau Tetaplah Sahabat Yang Kusayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Good Bye Ivy

Oleh:
Hai.. aku Alice Sabilla, tapi kalian bisa panggil aku Alice atau billa. Tapi, sahabatku memanggilku Alice. Aku punya sahabat bernama Ivy Nafizha cukup panggil dia Ivy, aku sangat senang

Janji Sahabat Karib

Oleh:
Waktu masih kecil, yah masih duduk di bangku SD aku dan Bunga adalah sahabat karib. Biasanya kami sering bermain petak umpet, berjalan-jalan sambil melihat pemandangan yang indah, kadang-kadang ia

My Persami Story (Part 1) Persiapan

Oleh:
Pagi-pagi banyak orang berkumpul di mading. Aku penasaran banget. Oh ya, aku Silvia Anggelina. Kelas 7E. Aku berusaha menerobos segerombolan yang panjang karena badanku yang cukup kecil untuk menerobos.

Karena Luka Itu

Oleh:
“Huftt!” aku menghela napas panjang, menyandarkan punggungku ke kursi. Ku tatap lagi monitor komputer di hadapanku dan ku baca sekali lagi cerita yang baru ku ketik. Akhir-akhir ini aku

The Competition

Oleh:
Sella menutup pintu kamarnya secara perlahan. ia pun menaruh tas dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. ia mencoba memejamkan mata untuk membayangkan kembali kejadian hari ini. dimana dirinya teringat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kau Tetaplah Sahabat Yang Kusayang”

  1. imas zakiyah says:

    Bgus percis banget kyk sahabat aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *