Kawan Atau Lawan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 14 June 2016

“Aldo, hari ini jadi kan?” tanya salah satu sahabat dekatku.
“iyaa di tempat biasa Chris jam 7 malem nanti” jawab ku kepada Chris.

Aldo, Muhammad Aldo ya itulah nama lengkapku yang sekarang aku sedang menjalani kuliah di salah satu universitas swasta di kota ku yaitu Semarang. Pejuang skripsi itu adalah julukan kepadaku saat ini, entah kapan aku bisa mengejar waktu wisuda di umur ku yang sudah masuk kepala dua. Sejujurnya aku tidak terlalu bahagia dengan apa yang aku jalani saat ini, kuliah pada bagian desain grafis itu bukanlah salah satu keahlian ku. Tapi, aku bersyukur bisa dipertemukan dengan sahabat-sahabat aku yang selalu mengisi waktu kosong melalui hobi saat ini. Aku memiliki hobi yang ditentang keras oleh orangtua ku, meskipun begitu Samurai Naga itu adalah geng motor yang telah menjadi rumah keduaku saat ini dan orangtuaku tidak pernah memarahiku walaupun mereka menentang hobiku.

“Waah kamu do ditungguin dari tadi lama banget sampenya” jelas Rizki.
“Iya maaf tadi ketiduran soalnya semalem begadang” tambah ku kepada teman-teman yang sudah di lokasi tempat biasa kita ngumpul.
“Haha kamu do kebiasaan banget ya telat terus dateng gak pernah tepat waktu” ujar Zaky sambil main gadget kesukaa dia.
“Ngomong-ngomong tadi Satrio kok belum balik lagi ya?” tanya Edward yang mencoba mengalihkan pembicaraan saat ini.
“Emang Satrio kemana?” tanya ku yang kebingungan.
“Tadi dia disuruh beli makan do kayak biasa tapi udah 1 jam ini gak balik lagi?” jelas Chris.
“Paling bentar lagi balik tunggu aja” tambah Zaky yang kelihatan mulai bosan.

Kami memang biasa melakukan kegiatan rutin untuk kumpul di salah satu taman kota yang kini menjadi area kami dengan memajangkan motor kami di pinggir jalan. Inilah yang membuat gairah hidupku bertambah dan mengusir rasa bosan ku di rumah. Chris, Rizki, Edward, Satrio, dan Zaky adalah bagian dari kelompok Samurai Naga. Kami berenam adalah mahasiswa dari berbagai macam program studi di kampus yang sama. Tapi, kami selalu kompak dan sudah melakukan kegiatan ini selama 3 tahun terakhir.
Tapi kali ini terasa berbeda, Satrio tidak kunjung sampai untuk membawa makanan yang kami suka. Sudah 2 jam kami melewatkan obrolan tanpa Satrio. Tapi, terasa asing sekali apabila anggota dari kami tidak ada di lokasi. Ini kali pertamanya Satrio melakukan perkerjaan yang membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Waah tu anak beli makan di Jakarta kali ya kok lama banget” ujar Zaky yang mulai kesal.
“Tapi kok gak biasanya Satrio belum balik jam segini, tersesat kali ya dia” tambah Edward yang sudah memikirkan penyebab Satrio yang tidak sampai.
“Coba di telpon dulu Satrio, Chris” ujarku yang juga penasaran.
“Udah do tapi gak diangkat sama Satrio ini” jawab Chris yang sudah pasrah memegang handphone.
“Gini deh aku sama Chris yang bakal nyusulin Satrio ke toko itu, yook Chris” pinta Rizki juga yang kelihatan tidak sabaran.

Kami memang selalu memikirkan satu sama lain, kami harus bisa melindungi satu sama lain itu adalah prinsip kelompok kami, karena kawan adalah jiwa kami. Banyak sekali kelompok-kelompok motor lainnya yang memiliki nama berbeda dan juga motor yang lebih keren daripada kami. Salah satunya Kapak Hitam, itu adalah kelompok motor yang selalu kami jauhi. Karena anggota dari mereka hampir melukai Edward saat hendak pulang ke rumah. Kami tidak tahu pasti alasannya kenapa, karena saat ini kami sedang memikirkan satrio yang menghilang sejak 2 jam lalu. Sudah 30 menit Edward dan Chris mencari Satrio. Kami bertiga yang menjaga lokasi hanya dapat bertukar pikiran mengenai penyebab Satrio menghilang. Tapi kami selalu punya tekad, apabila salah satu anggota kami terluka kami takkan diam dan akan memberikan pelajaran kepada siapapun yang memberikan luka tersebut.

“Teman temaaaann!!!!!” teriak Chris yang sedang menuju ke tempat kami bertiga saat dibonceng oleh Edward dari motor.
“Kenapaaa Chris?” tanyaku yang terkejut melihat raut muka mereka berdua, yang ketakutan.
“Satrioo diaa tadi pingsan di jalan, kita berdua lihat Satrio udah berdarah semua” jelas Edward yang juga khawatir.
“Jadi sekarang Satrio dimana?” tanya Zaky dengan cepat.
“Tadi kita berdua udah telpon kedua orangtua Satrio dan sekarang dibawa ke rumah sakit” tambah Edward
“Gak mungkin Satrio bisa jatuh atau kecelakaan tanpa disengaja karena kita tahu kalau dia hebat pakai motor” tambahku dengan curiga.
“Benar aku setuju, sepertinya ini mengulang kejadian sebelumnya dan kita tahu pasti ini ulah kelompok Kapak Hitam” jelas Chris yang juga curiga.
“Pasti aku yakin itu” tambah Zaky meyakinkan.

Tak perlu waktu lama kami berlima berpikir, Kami langsung menuju ke lokasi tempat berkumpulnya kelompok Kapak Hitam.
“Billyy!!! kamu kan yang melukai sahabat ku tadi” tegasku kepada salah satu pemimpin kelompok Kapak Hitam Yang kukenal.
“Hahaha berarti Rizki berhasil melakukan misinya, lebih baik kamu tanya sama salah satu anggota kalian sendiri hahah” jawab Billy dengan sumringah.
“Maksudnya Rizki?” tanya Zaky yang keheranan.
“Aaahh udah gak usah basa-basi kamu Bill siall!!, gara-gara kamu Satrio masuk rumah sakit!!” tambah Chris yang sudah mulai emosi.

Emosi Chris sudah tak terhankan, saat itu juga dia maju untuk memukul wajah Billy dihadapan kami semua. Hal itu membuat anggota dari Kapak Hitam langsung marah melihat kejadian itu, kami berlima dan mereka bersepuluh langsung terlibat dalam perkelahian. Aku bisa melihat lawan yang tidak sebanding disini, dan aku juga bisa merasakan kesakitan teman-temanku yang banyak terjatuh dan dipukul habis-habisan oleh anggota Kapak Hitam. Aku juga tak Bisa mengahadapi lawan berjumlah 3 orang, alhasil aku juga terjatuh di aspal dengan hantaman keras dari kaki mereka bertiga. Darah dari kepalaku mulai menetes, badan ku juga mulai kesakitan, aku bisa melihat Chris sudah meringkuk kesakitan, Edward yang sudah babak belur, dan Zaky sudah jatuh pingsan di atas aspal. Tapi anehnya Rizky tidak melakukan apa-apa dan ridak tergores sedikitpun.
“Apa maksud dari semua ini Ki? Kenapa kamu gak ikut menolong kita?” Tanyaku dengan sisa tenaga saat ini.
“Maaf Do, aku sudah memutuskan untuk pindah ke kelompok Kapak Hitam, tapi aku harus bisa melukai salah satu dari kalian agar bisa diterima oleh mereka, sebelum kamu dateng ke lokasi kita, aku juga telat 15 menit karena disaat itu aku tahu pasti Satrio membeli makanan, dan disaat itulah aku melukai dia. Dan aku juga yang kemarin hampir melukai Edward beberapa waktu lalu. Sekarang aku berhasil” jelas Riski tanpa merasa bersalah.
“Kamu jangan ngawur kii, kita udah temenan 3 tahun ki kamu gak akan tega menghianatin temen kamu sendiri” jawab Chris yang juga kesakitan.

Dengan sisa tenaga yang kumiliki, Chris, dan Zaky berusaha bangkit untuk mundur sambil memegang Edward yang pingsan.
“Kamu kawan atau lawan Ki?” tanyaku sebelum pergi.
“Maaf” jawab Rizki dengan singkat.

Entah apa yang dipikirkan Rizki untuk lebih memilih kelompok yang belum lama ini dikenalnya dan menghianati serta merusak prinsip kelompok kami. Tapi, satu hal yang ku dapat dari semua ini, bahwa kawan bisa menjadi lawan. Bahwa kawan belum tentu sahabat, dan menghianati adalah lawan bukan kawan.

Cerpen Karangan: Febrio Damar
Facebook: damar jati
Saya sudah menulis cerpen sejak tahun 2012

Cerpen Kawan Atau Lawan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat

Oleh:
Ketika tanpa kusadari semua hal telah berubah, sebenarnya tak cukup kuat dan sanggup bagiku menghadapi kenyataan yang ada. Semua kadangkala kurasa hanya seperti mimpi buruk. Dan kuharap semua berakhir

Menikam Hati (Part 2)

Oleh:
Obat Hati Memasuki SMA. Aku memang berencana memasuki SMAI AL Maarif. Alhamdulillah aku lulus dari SMP. SMAI memang kecil. Tapi entah kenapa tempat inilah yang kupilih tulus dari lubuk

Warna Baru Di Putih Abu Abu

Oleh:
Ujian Nasional telah berlalu, liburan telah tiba. Malam semakin larut, suara semakin hening, aku mencoba memejamkan mataku yang sedari tadi tidak mau terpejam. “Huh udah jam segini kenapa aku

Nadtan Forever

Oleh:
Pada hari minggu pagi, Nadrah sedang berjalan-jalan keliling kompleks rumahnya menggunakan sepedanya. Nadrah berhenti di depan rumah yang dulu kosong itu. Sekarang rumah itu berpenghuni. “Siapa ya, yang menempati

Ketika Sahabat Menjadi Penghianat

Oleh:
Tinggal menghitung hari, UN pertama akan aku hadapi. Tepatnya UN waktu SD. Namaku Putri Adelia, aku mempunyai sahabat baik yaitu Nita, Lisa dan Nasya. Lisa dan Nasya adalah saudara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *