Keakuran Dari Sebuah Pertemanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 September 2016

Pagi ini tidak seterik pagi kemarin, matahari malu-malu menunjukkan dirinya ke permukaan tanda badai besar akan datang, dia Latifah Mudrikah berjalan dengan seksama menuju sekolahnya yang terpaut 500m dari rumahnya, dengan modal sepatu Vans yang dibeli di ol shop kawannya, sekarang Latifah menjadi penggemar Vans amatiran.

Dia berlari kecil menuju gerbang sekolah yang akan ditutup oleh kang Ujang satpam sekolah, beginilah kehidupan Latifah, segalanya harus dilakukan sendiri dan selalu tidak berkecukupan dan dia pun harus mensyukuri semua itu, saking susah keluarganya ibunya harus menjadi tukang cuci baju keliling komplek dan ayahnya seorang pemulung ulung yang pantang menyerah, bahkan rumah yang mereka tempati sekarang bukan kepemiliakn orangtuanya melainkan kepemilikan ibu kosnya

Kalau dia tidak pintar membagi uangnya mungkin di tanggal yang tua seperti ini dia sudah kelaparan di sekolah, tidak diragukan lagi bagaimana hematnya ketika ia membeli makanan di kantin, sampai sahabatnya Mela membuat traktiran rutin setiap hari senin sehingga Latifah bisa membeli makanan apapun yang ada di kantin.

“heh, lo yang namanya Latifah?” tegur seseorang yang tidak diketahui namanya
“i-iya, kenapa ya?” jawab Latifah gugup
“astaga, jadi elo yang kemarin ngambil beasiswa teman gue?” ucapnya sambil melirik salah satu temannya di sudut pojok gedung sekolah yang sedang bersembunyi
“ini kenapa ngumpul ngumpul?” Tanya Mela yang baru datang
“eh lo gak usah ikut campur ya!” ucap seseorang yang baru diketahui namanya Sisi itu
“eh masalahnya apa dulu nih! Seenaknya lo nyerang Latifah yang sendiri sedangkan lo rame kaya pasar malam dengan geng Jahe jahean lo” ucap Mela ketus
“KURANG AJA YA LO!” ucap sisi yang langsung menjambak rambut Mela
“sudah sudah” ucap Latifah menengahi di antara mereka dan tetap tidak mempan karena mereka semakin bengis menarik narik rambut
“HEI ADA APA INI, MASIH PAGI SUDAH RIBUT RIBUT”
Terdengar toa besar dari koridor sekolah, ternyata bu Nova yang terkenal killer yang selalu membawa penggaris kayunya untuk memukul para gengtor sekolah
“kalian bertiga ayo ikut saya ke BP” ucap bu Nova menyuruh Latifah, sisi, dan juga Mela
Ya allah ujian apalagi ini, gue masuk BP. Bisa bisa beasiswa gue dicabut, batin Latifah

“fah maaf tadi itu gue gak bermaksud nyuruh Sisi ngelabrak lo, tadi gue Cuma cerita aja ke dia tau taunya dia langsung naik darah dan langsung ngelabrak lo” ucap Yuna yang merupakan teman sisi yang bersembunyi di ujung gedung sekolah tadi
“yau dah sih gak papa, lagian tadi di BP gue gak diapa-apain kok, Cuma diceramahin aja” ucap Latifah polos
“makanya Yun, kalo punya mulut tuh dijaga jangan sampe ngomong yang enggak enggak di depan Sisi, kaya gak tau dia aja” ucap Mela sambil memiringkan mulutnya.
“iya sorry ya we, gue sadar kok ternyata lo Latifah lebih membutuhkan beasiswa itu daripada gue”
“iya udah, lo cabut sana gih” ucap Mela mengusir dan membuat Yuna terpaksa harus membalikkan punggung dan pergi menjauh.

SMA Tiara Bangsa tidak seperti sekolah lainnnya, tidak seperti sekolah umum lainnya yang berada di kota Metropolitan seperti Batam, tapi Tiara bangsa adalah sekolah bergengsi yang bertaraf Internasional bahkan untuk masuk ke sekolah itu pun tidak mudah untuk dilakukan.
Dan lo tau kalo Sisi yang ngelabrak Latifah tadi merupakan pewaris tunggal Tiara Bangsa, bahkan Latifah saja baru tahu saat tadi dirinya diberi tahu di ruang BP tadi dan diperingatkan untuk berhati hati untuk menjaga sikap di depan Sisi, karena apapun pasti dia bisa melakukannya, karena ini merupakan sekolah yang dibangun kakeknya sendiri

Hari demi hari berlalu, semester baru di kelas 3 pun akan segera dimulai, tidak seperti biasanya Latifah datang pagi seperti ini, dia datang sangat pagi ke sekolah hanya untuk melihat Sisi baiknya pewaris sekolah SMA Tiara Bangsa yang rutin sekali menyiram bunga di sekolah itu.

“eh yang di sana gak usah ngintip ngintip, gue udah Nampak lo tadi, buruan keluar” ucap Sisi santai sambil tetap menyiram bunganya
“e-e-i-tu… gue gak sengaja, sumpah” ucap Latifah gugup
“santai aja kali, gue kalo pagi jinak kok” ucap Sisi
“sini deh, gak usah jauh jauh gitu, seakan gue mau makan lo” ucap Sisi menyuruh Latifah mendekat
“btw sebelumnya gue belum pernah kenalan sama lo, kenalin nama gue Sisi Chandrawinata” ucapnya sambil menjulurkan tangan seolah perdamaian akan dimulai
“mm.. nama gue Latifah Mudrikah” ucap Latifah sedikit ragu karena melihat sifat sisi yang berupa 180 derajat
“maafin gue tempo hari ya, yang dulu dulu suka ngina lo, maafin karena gue gak tau dan gak kenal baik sama lo, kemarin gue baru aja dari tata usaha dan liat biodata lengkap lo di sana”
“gak papa, aku juga maklum kok” jawab Latifah sambil menundukkan kepala
“ya udah sekarang kita berteman ya, deal?” ucap Sisi sambil memberi jari kelingkingnya kepada Latifah tanda dimulainya persahabatan.
“i-i-iya” ucap Latifah
“kenapa masih gugup gitu, gue serius tulus kok berteman sama lo” ucap Sisi lagi
“makasih udah mau jadi teman gue” ucap Latifah yang terdengar berani daripada sebelumnya
“siap bos, btw gue dengar dengar lo juara 1 olimpiade Sains kemarin? Bisa ajarin gue dong ya” ucap Sisi
“pasti dong” ucap Latifah
“btw ini tahun terakhir kita di SMA dan lo masuk kelas duabelas apa?” Tanya Sisi
“12 Ipa 1”
“anjayyy kita sekelas Latifahhh” ucap Sisi senang
“serius kamu?” Tanya Latifah dengan muka tidak percaya
“iya, emangnya tampang gue gak cocok ya masuk IPA 1?” Tanya Sisi yang mukanya langsung berubah
“hehe enggak gitu, enggak percaya aja” ucap Latifah datar.
“hahahaha” dibalas oleh Sisi

Perubahan sifat Sisi di awal tahun ajaran baru kelas 3 tahun ini membuat semua orang terkaget kaget melihatnya yang akrab dengan Latifah di hari pertama sekolah, dan berita ini pun berhasil menduduki puncak Trending Topic pertama di SMA Tiara Bangsa, bahkan Mela yang tidak percaya langsung menarik Latifah yang sedari tadi di samping Sisi
“Latifah lo serius dia beneran baik sama lo, bukan dibuat-buat?” Tanya mela berhati hati agar tidak terdengar oleh Sisi
“iya serius, tadi dia udah cerita banyak sampai ke pengalaman pribadinya” ucap Latifah
“terserah, yang penting lo harus tetap hati hati” ucap Mela sembari pergi meninggalkan Latifah
Selagi ada kesempatan baik dengan Sisi, kenapa gak dicoba Mel, batin Latifah

Dan di semester baru ini pun syukur Alhamdulillah Latifah masih bisa mempertahankan beasiswanya, dan sangat membuat orangtuanya bangga, walaupun sebentar lagi mendekati UNBK Latifah masih bisa bertanding menjuarai Lomba Sains tingkat Nasional dan mendapatkan beasiswa Cuma Cuma ke Oxford University dan mendapat total uang yang cukup banyak, yang mampu membuat orangtuanya bisa membeli rumah walaupun tidak besar dan bisa membuka usaha kedai makan.

Dan akhirnya berteman dengan Sisi pun tidak memberi pengaruh buruk apapun dan malah membuat Latifah bersungguh-sungguh belajar, karena nanti setelah lulus dari SMA Tiara Bangsa dia tidak Cuma sendiri yang bersekolah di Oxford melainkan dengan Sisi dan juga Mela yang sekarang merupakan Sahabat sejati seorang Latifah Mudrikah, perasaan buruk yang dulu Mela selalu tebarkan ke Sisi pun perlahan sudah menghilang seiring berjalannya waktu, begitu juga dengan Sisi, pandangannya terhadap Latifah pun benar-benar berubah 180 derajat, dan Latifah sendiri dia tidak merasakan perubahan yang signifikan karena dia sudah tau sisi baik dari dua temannya ini sedari dulu

Jadi dari cerita di atas kita bisa mengambil kesimpulan
“seberapa buruknya kamu menilai orang tidak sama seperti dia menilai dirimu baginya, begitu juga seberapa buruknya sifat seseorang dulu tidak patut diingat sampai sekarang karena kapanpun yang orang itu lakukaan bisa berubah seiring berjalannya waktu dengan cara tuhan menerangi ia berpikir menuju titik terang hati orang itu sendiri”
Sekian dan teriamaksih? semoga bermanfaat

Big regards
Sophiedewi

Cerpen Karangan: Juna Sofia Dewi
Facebook: Janskinme
hai perkenalkan nama saya Juna Sofia Dewi, kalian bisa memanggil saya Juna/Sofia, saya seoarang remaja kelahiran Batam 8 juli 1999 dan saya baru saja naik ke kelas 3, hehe
silahkan yang mau berteman dengan saya bisa follow Instagram saya @junasofiadewi
terimakasih

Cerpen Keakuran Dari Sebuah Pertemanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pesta Kejutan

Oleh:
Pagi itu saya berangkat ke sekolah dengan semangatnya, tak sabar aku ingin bertemu dengan sahabatku. Aku berjalan dari rumah menuju sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Sesampai

Eternal Sakura (Part 1)

Oleh:
Akihabara, 18 Januari 2016 Hari ini sungguh melelahkan bagi Acchan. Tampaknya wanita itu sungguh kelelahan, karena ia baru saja menyelesaikan proyek kantornya. Ia mengayuh sepeda birunya lalu menuju ke

Akhir Persahabatan

Oleh:
Namaku Lia, aku merupakan sosok yang gak bisa diam dan juga bawel. Aku bersekolah di SMP Negri 1 Banjarmasin. Aku memiliki satu sosok sahabat yang sangat-sangat aku cintai, namanya

My First Love Is Release

Oleh:
Sungguh penat rasanya jika harus menunggu hujan tak henti-hentinya turun. Aku memang menyukai hujan, tapi aku benci hujan jika hujan itu menghalangiku untuk pergi ke sekolah. Aku tak punya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *