Kebahagiaan Kakak Mendatangkan Seorang Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 April 2014

Liburan sekolah telah tiba. Laura gadis SMP kelas 2, telah menerima hasil raportnya. Nilai-nilai raportnya tidak ada yang mengecewakan. Laura berencana untuk berlibur ke rumah neneknya yang tinggal di perumahan yang jauh dari rumahnya. Tentu saja orangtua Laura sangat bangga dengan hasil jerih payah putri semata wayangnya itu. “Alhamdulillah ya Allah, nilai-nilaiku naik. Engkau telah mengabulkan doa ku” “Terima kasih bunda, ayah.. sudah menjadi motivasi Laura, tanpa doa ayah dan bunda, Laura tidak akan bisa seperti ini”. Kata Laura. “Sudahlah nak, berdoa untuk anak itu udah kewajiban orangtua”. Jawab bunda sambil mengbelai rambut Laura.

Setelah melihat raportnya, Laura berlari menuju kamarnya, dia segera merapikan barang-barang yang akan dibawanya untuk berlibur. Laura telah berjanji kepada sahabat kecilnya yang tinggal tepat di sebelah rumah neneknya, bahwa liburan sekolah dia akan berlibur ke sana. Itulah yang menyebabkan Laura sangat bersemangat.

“AYAAAHH.. BUNDAA.. AYO KITA BERANGKAT.. AKU SUDAH TAK SABAR BERTEMU DENGAN NENEK DAN TEMAN-TEMAN YANG ADA DI SANAA.. AYO CEPAT AYAH.. BUNDA..” teriak Laura memanggil ayah dan bundanya yang sedang ada di teras rumah, sedangkan Laura sendiri sudah stand by di dalam mobil ayahnya yang ada di depan rumah. “Iya sayang.. sabar..” jawab ayah sambil berjalan menghampiri Laura.

Setelah mengunci pintu gerbang rumah, ayah dan bunda Laura masuk ke dalam mobil. Dan sebelum berangkat, tak lupa mereka membaca doa “Ayo, kita berdoa terlebih dahulu sebelum berangkat, supaya selamat sampai tujuan. Bismillah hirrahmanirrahim…” pimpin sang ayah.

Di perjalanan, Laura semakin tidak sabar. Sudah satu tahun dia tidak menjenguk neneknya dan tidak bertemu dengan teman-temannya. Kini detik telah menjadi menit dan menit telah berganti menjadi jam, jam pun berganti dengan begitu cepat. Akhirnya sampailah di rumah sang nenek, Laura mendapat sambutan hangat dari saudara-saudaranya. “Nenek.. aku kangen banget sama nenek, nenek apa kabar?” tanya Laura seraya memeluk sang nenek. “Nenek baik-baik saja kok cu.. gimana nilai-nilai kamu kemarin? Apa ada yang merah?” jawab nenek sambil membalas pelukan cucu tersayangnya. “Nilainya bagus-bagus nek.. apalagi matematikanya, yang tadinya aku dapan nilai 75 sekarang 90, hebat kan nek?” jawab Laura membanggakan diri “Cucu nenek memang pintar yaa..” nenek pun juga membanggakan Laura.

Setelah Laura menaruh tasnya di kamar, dan berbincang-bincang dengan nenek, bibi dan pamannya, dia pergi ke rumah Alisa. sahabat kecilnya yang membuat dia sangat bersemangat untuk berlibur di sini. Namun, walau Laura sangat bersahabat dengan Alisa, tetap saja itu tidak membuat Angelia sebagai adik kandung dari Alisa menyukai dan menghormati Laura, justru ia selalu saja menindas Laura bersama sahabatnya yang bernama Rezky Areivan. “Wah! ternyata ada cewek culun? Mau ngapain? Minta sumbangan?” ejek Angel kepada Laura dengan tangannya yang bersedekap. “Hai Angel, kamu apa kabar? Alisanya ada gak?” Ucap Laura mengalihkan pembicaraan Angel “Untuk apa kamu cari Alisa? Kamu gak usah dekatin kakak aku lagi! Mending kamu urus tuh nenek kamu yang udah tua itu!” bentak Angel seraya mendorong Laura hingga jatuh “Angelia! Jaga mulut kamu dengan baik! Gak pantas anak perempuan bicara seperti itu! Dan kamu juga gak boleh begitu sama Laura, dia lebih tua dari kamu!” ucap seseorang membela Laura. Angel hanya terdiam, dia tak bisa berbuat apa-apa, ternyata orang itu adalah Alisa. “Laura, mending kita ngobrol di dalam saja yuk! Di sini ada pengganggu!” ajak Alisa seraya menarik tangan Laura untuk masuk ke dalam rumahnya.

Mereka mengobrol bersama, mulai dari bertanya kabar hingga bercerita kejadian-kejadian yang di alami. Laura menceritakan hal-hal menarik yang dia lakukan bersama teman sekolahnya, begitu pula dengan Alisa. Setelah puas mengobrol, Laura berpamitan untuk kembali ke rumah neneknya untuk beristirahat.

Keesokan harinya, saat Laura sedang berjalan-jalan, dari arah belakang ada motor yang menyerempetnya. Laura pun terjatuh, badannya penuh dengan lumpur. Motor yang membuat Laura terjatuh itu berhenti, dan turunlah seorang lelaki dari motor tersebut, lelaki itu menghampiri Laura dan tertawa. “Hahaha.. emangnya enak? Mandi lumpur gitu?” ejek lelaki itu “Rezky? Kenapa kamu ngelakuin ini? Apa salahku?” tanya Laura, dan ternyata lelaki itu Rezky sahabat Angel “Salahmu? Karena kamu menghalangi jalanku!” jawab Rezky dengan nada sedikit keras “Menghalangi? Tapi aku kan jalannya di piggir?” Laura kebingungan “Dan menurutku, itu menghalangi jalanku!!” nada bicara Rezky semakin keras.

Alisa yang kebetulan lewat, langsung menghampiri Rezky karena melihat Rezky membentak sahabatnya. “Untuk apa kamu jadi cowok kalau bisanya hanya membentak cewek?!” tanya Alisa menyindir “Hey, pahlawan kesiangan! Justru aku yang harus bertanya, untuk apa kamu jadi anak orang terkaya di sini kalau teman kamu itu cuman cewek culun seperti Laura ini terus?!” mereka berdua menjadi bertengkar. Walau Alisa pernah juara pertama lomba bela diri, tetap saja Laura khawatir, karena Alisa sedang melawan lelaki yang lebih kuat darinya. Laura terus mencoba untuk memisahkan. Tetapi tetap saja mereka tidak bisa dipisahkan. Untung saja ada ayah Laura yang tak sengaja berjalan ke arah mereka. Laura segera meminta tolong kepada ayahnya untuk memisahkan perkelahian Rezky dan Alisa, dan akhirnya mereka pun bisa dipisahkan.

Siangnya, ketika Laura sedang bermain di rumah Alisa, tiba-tiba Angel berteriak “Ibuuu.. Ayaaahh.. gelang kesayanganku hilaaanggg…” “Kok bisa hilang? memangnya kamu taruh mana?” tanya ayah Angel kebingungan. “Tadi Angel taruh disini..” Angel menunjukkan meja yang ada di depan Laura “Angel ragu sama Laura, pasti dia yang mengambil gelang Angel” ucap Angel seraya mengambil tas Laura “Kamu gak boleh menuduh gitu saja Angelia.. belum tentu Laura yang mengambil gelang kamu.. mungkin kamu lupa naruhnya di mana?” ucap Ibunya Angel “Tuh kan buu ini buktinyaa, gelang Angel ada di dalam tasnya Laura” kata Angel dengan mengeluarkan gelangnya dari dalam tas Laura sebagai bukti “A-aku gak tau mengapa gelang itu ada di dalam tasku, b-bukan aku yang memasukannya” ucap Laura gugup. “Tapi ini buktinya!!” bentak Angel “Laura Safitri.. apa benar kamu yang mengambil gelang milik Angel?” tanya Ayahnya Angel yang mulai ragu “T-tidak om.. b-bukan saya yang mengambilnyaa” jawab Laura makin gugup “Kalau bukan kamu kenapa kamu gugup gitu? Pasti kamu kan yang mengambil gelangku? Jujur!!” bentak Angel lagi. Laura seketika itu menangis.
“Bukan Laura pelakunya. Tadi aku lihat Angel yang memasukan gelang itu ke dalam tas Laura, lagi pula dari tadi aku tidak melihat ada gelang itu di meja ini” jelas Alisa membela Laura lagi, “Benar itu angel?” tanya ayah Angel memastikan, Angel hanya terdiam dan menundukan kepalanya. “Angelia! Jawab pertanyaan ayah!!” bentak ayah Angel “I-iya yah, Angel yang mengambilnya, habisnya Angel gak suka ada Laura di sini” ucap Angel mengaku, sekarang, terbuktilah bahwa Angel yang bersalah. “Ayah gak pernah ajarin kalian untuk berbohong! Ayah sekolahin kalian itu agar kalian menjadi anak yang baik, tidak memilih-milih teman, kita semua itu saudara, sesama orang muslim tidak boleh saling membenci, faham Angel?” ayah Angel mecoba menasehati si anak bungsunya itu. “Iya yah..” jawab Angel lemas.

Keesokan harinya, saat Angel yang ingin mengambil bukunya di kamar Alisa, tak sengaja ia melihat foto Laura bersama Alisa di meja belajar Alisa, terlihat dari foto itu Alisa yang sedang tertawa di padang rumput nan indah, dan di sampingnya ada Laura yang sedang tersenyum manis, terlihat dari wajah mereka bahwa mereka sedang bahagia. Angel memang lebih sering melihat kebahagiaan kakaknya jika sedang bersama Laura, dan dia juga tak pernah mendengar maupun melihat Alisa bertengkar dengan Laura. Sedangkan dirinya, dia tak pernah merasa sebahagia Alisa, yang selalu dia bicarakan bersama Rezky sahabatnya itu hanya rencana busuk untuk melukai Laura, dan setiap hari pun mereka selalu bertengkar.

Seketika dia langsung berlari menuju rumah neneknya Laura, sesampai di rumah neneknya Laura, ternyata di sana juga ada Alisa yang sedang bercanda dengan Laura, namun berhenti karena kedatangan Angel “ada apa kamu kesini dek?” tanya Alisa bingung, pipi Angel sudah basah karena air mata yang jatuh di pipinya, sepanjang jalan tadi dia menangis. “Laura, aku mau minta maaf.. selama ini aku salah menilai kamu. Kamu tak pernah marah, dendam maupun membenciku, padahal aku sangat sering menindasmu, melukaimu. Aku bodoh, aku sudah membenci orang sebaik kamu.. maafin aku Lauraa.. aku janji, aku tidak akan membenci orang lain, aku tidak akan melukai orang lain. aku ingin menjadi sahabatmuu seperti Alisa.. Aku tak pernah merasakan sebahagia kalian.. aku sangat iri pada kalian..” ujar Angel dengan terisak “aku sudah memaafkanmu kok Angel.. aku tidak pernah merasakan kamu punya masalah denganku” jawab Laura diakhiri dengan senyum termanisnya. “jadi, kamu mau mempunyai sahabat seperti aku?” tanya Angel meyakinkan “kenapa tidak?” Laura membalik bertanya. Angel memahami pertanyaan Laura, dia mengusap air mata yang ada di pipinya dan memeluk Laura. “terima kasih Laura” ucap Angel. Dan sekarang Angel, Laura dan Alisa bersahabat.

~SELESAI~

Cerpen Karangan: Sofiah Khasinah
Facebook: Https://www.facebook.com/fia.segaf
hai… namaku Sofiah Khasinah, kalian bisa memanggilku Sofia atau Fia. aku masih sekolah di SMP Ma’had Islam Pekalongan, kelas 8.
ini cerpen pertama yang aku kirim ke media, karena setelah guru b. indonesiaku membaca cerpen ini, dia berkata “cerpen kamu ini sudah layak kamu kirim ke media”. jadi aku coba masukin aja ke cerpenmu.com
semoga kalian suka dengan cerpenku ini ya..

kalau kalian ingin tau profilku lebih lanjut, kalian bisa liat twitterku @sofia_segaf atau facebookku juga bisa https://www.facebook.com/fia.segaf
follback? mention aja.. makasih.. 😀

Cerpen Kebahagiaan Kakak Mendatangkan Seorang Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kelilipan

Oleh:
Musim kemarau telah tiba, banyak debu yang berterbangan. Ini adalah bulan ketiga aku bersekolah di salah satu SMA di Pekanbaru ini. Aku pun berjalan menuju kantin bersama sahabat-sahabatku, Fatehha,

Perpisahan

Oleh:
Dulu aku masih duduk di bangku kelas 3 sd. Namaku sanur disana aku tinggal di desa bersama ua ku. Aku di sana mempunyai seorang sahabat namanya sulis dan tia.

Kinci Oh Kinci

Oleh:
Kinci adalah kelinci kecil sangat jahil! waktu itu saja kinci pernah mengikat kedua telinga cici yang panjang menjadi satu. Huh, Kinci memang kelinci yang jahil! Pada suatu hari.. Tralalala….

Keluarga Penyihir

Oleh:
Pagi yang cerah, aku bangun karena teriakan mamaku yang menggema di seluruh ruangan, namaku nia putri stefanny aku biasa dipanggil fanny, aku berumur 12 tahun aku mempunyai adik namanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kebahagiaan Kakak Mendatangkan Seorang Sahabat”

  1. Annisa Fitriani Zalianty says:

    Trims y buat cerpen persahabatannya Thanks Bangets

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *