Kebaikan Seekor Monyet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 December 2017

Seekor monyet duduk termenung di atas pohon, matanya menatap kosong ke depan. Ia sedih dengan kehidupannya yang selalu sendiri, ia ingin punya teman, ingin punya keluarga yang bisa tertawa dan bercanda bersamanya. “kenapa tidak ada yang mau berteman denganku, apa salahku?” lucky bertanya pada dirinya sendiri, seolah berharap ia bisa menemukan jawaban atas pertanyaannya.

Rita si kelinci berjalan-jalan di hutan dengan membawa wortel kesukaannya, namun di tengah perjalanan ia bertemu dengan lucky, “hah ada lucky, lariii, jangan sampai lucky mengambil makananku” Rita lari dengan kencang. Melihat Rita yang lari ketakutan, Lucky terheran dan terus memandang Rita yang semakin lama semakin jauh.

Lucky bangkit dari duduknya dan berjalan-jalan untuk mencari makanan. Di tengah perjalanan ia melihat sebatang pohon mangga yang buahnya lebat, baunya harum dan buahnya sangat bagus. Lucky menghampiri mangga tersebut dan memakan beberapa buah di atas pohon.

Saat itu Lucky mendengar ada yang berbicara di bawah pohon, ia menengok ke bawah, dilihatnya Rita dan Kiky si kura-kura sedang mengamati pohon mangga itu. Lucky bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka. “Kiky bagaimana kita bisa mengambil buah mangga tersebut, kita tidak bisa memanjat,” Rita berbicara kepada Kiky. “Iya bagaimana ya, simpanan makanan kita sudah habis, kebun kita sudah dirusak Rocky si monyet nakal itu, kalau kita tidak makan kita bisa mati” Rita dan Kiky duduk di bawah pohon dengan raut wajah sedih.

Mendengar percakapan mereka Lucky merasa kasihan. Lucky ingin membantu mereka, tapi ia takut mereka tidak akan menerima bantuannya. Lucky berfikir sejenak, tiba-tiba ia mendapatkan ide. Lucky melempar dua buah mangga dari atas pohon, kemudian ia kembali bersembunyi di balik daun yang rindang. Rita dan Kiky terkejut, mereka melihat ada buah mangga jatuh di dekat mereka. “waahh lihat Kiky, ada buah mangga jatuh, kita memang sangat beruntung,” Rita dan Kiky mengambil buah mangga tersebut dan membawanya pulang.

Lucky mengikuti mereka pulang. Sesampainya di sana Lucky melihat banyak sekali hewan yang berkumpul, mereka semua kelaparan karena kebunnya dirusak oleh Rocky. Lucky ingin membantu mereka, ia pulang ke rumahnya dan memikirkan ide untuk membantu mereka. Ia berfikir, “biarlah mereka membenciku, biarlah mereka tidak menyukaiku, tapi aku akan tetap membantu mereka, karena mereka tetap kuanggap sebagai temanku”.

Keesokan harinya Lucky pergi ke hutan lain untuk mencari buah dan makanan, ia membawa wadah yang sangat besar. Sebelum berangkat ia menyiapkan bekal dahulu, “aku tidak mau memakan buah yang aku dapatkan nanti, karena buah itu milik teman-temanku,” Setelah selesai menyiapkan bekal, ia berangkat dengan niat yang tulus dan ikhlas.

Setelah berkeliling seharian mencari buah, akhirnya Lucky pulang dengan wajah yang gembira. Ia membawa sekantung besar penuh buah-buahan segar. Ia meninggalkan buah tersebut di bawah pohon mangga, kemudian ia membuat peta dari daun, ia susun daun-daun tersebut membentuk sebuah petunjuk arah, daun itu bertuliskan kata-kata yang menunjukkan arah tujuan ke tempat buah tersebut. Lucky mengendap-endap berjalan ke rumah para hewan, ia meletakkan daun-daun itu di depan rumah-rumah hewan tersebut, kemudian ia mengawasinya dari atas pohon.

Para hewan yang keluar dari rumah dan menemukan daun tersebut merasa senang namun juga penasaran. Mereka beramai-ramai menuju tempat yang tertulis di daun tersebut. Sesampainya di bawah pohon mangga, mereka melihat berbagai macam buah segar berserakan di sana, buahnya sangat lezat dan manis. Mereka makan dengan lahap dan bahagia. Lucky yang mngawasinya dari kejauhan pun merasa sangat senang, ia semakin bersemangat membantu teman-temannya.

Hari demi hari Lucky terus berkelana mencari buah untuk teman-temannya. Suatu hari setelah hewan-hewan selesai makan dan kembali ke rumahnya masing-masing, Rita mengajak para hewan berkumpul. “ada apa Rita? Kenapa kamu mengajak kami berkumpul? Apakah ada masalah?” tanya Kiky. “begini teman-teman, sudah seminggu ini kita selalu mendapatkan makanan dengan cuma-cuma, apa kalian tidak penasaran makanan itu dari siapa? Kalian lihat kan hutan kita makanannya sudah langka, selain dimbil oleh manusia, kebun kita juga dirusak oleh Rocky. Kalau ada makanan sebanyak itu, tentunya makanan itu dari tempat yang jauh, kalau kita tahu siapa yang membantu kita, kita bisa berterimakasih padanya,” Rita menjelaskan tujuannya. Teman-teman Rita pun menyetujui usul Rita untuk mencari tahu siapa yang membantu mereka.

Malam harinya, mereka tidak tidur, mereka mengawasi pohon mangga tempat biasa mereka mendapat makanan. Tidak lama kemudian mereka mendengar suara langkah kaki, mereka melihat seekor monyet menyeret kantung besar berisi buah-buahan segar. Kemudian monyet tersebut membuka kantung itu dan meletakkan buah-buahan di bawah pohon mangga. Monyet tersebut yang tak lain adalah Lucky tersenyum menatap hasil kerja kerasnya hari ini, “ah setidaknya walaupun aku tidak punya siapa-siapa, aku tetap bisa berguna untuk hewan lain, ternyata membantu hewan lain itu menyenangkan,” Lucky tersenyum dan kembali beranjak pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain.

Rita, Kiky dan temannya mengikuti ke manapun Lucky pergi, mereka melihat lucky berjalan menuju sebuah kebun yang ada di dekat tempat tinggalnya, di sana terdapat bermacam-macam buah, mulai dari pisang, wortel, jagung dan lain-lain. Lucky merawat kebunnya setiap hari agar nanti ketika panen ia bisa memberikan hasilnya kepada teman-temannya.

Tiba-tiba Lucky di kejutkan oleh suara di belakangnya, “oh jadi kamu yang selama ini membantu hewan-hewan bodoh itu,” Rocky datang menghampiri Lucky dan mengejeknya. “kamu memang monyet yang bodoh, walaupun kamu membantu mereka setiap hari, kamu tidak akan pernah punya teman, lihat keadaanmu sekarang, begitu menyedihkan, kamu rela memberi semua yang kamu punya sementara kamu hanya memakan buah sisa yang setengah busuk,” Rocky terus menghina Lucky. Lucky tidak terima teman-temannya disebut sebagai hewan bodoh, “Rocky! teman-temanku bukan hewan yang bodoh, mereka adalah hewan yang baik hati, mereka saling membantu satu sama lain, tidak seperti kamu yang selalu membuat onar dan menyusahkan hewan lain,”

Rocky marah mendengar ucapan Lucky, Rocky menarik Lucky dan hendak memukulnya, namun Rita cepat-cepat lari dan mendorong Rocky. “Rocky kamu tidak boleh menyakiti Lucky”. Hewan lain pun ikut membantu Lucky. “Benar, Rocky kamu jangan berani-berani menyakiti Lucky, kamu salah jika mengatakan Lucky itu sendiri dan kesepian, Lucky tidak sendiri, dia bersama kami, Lucky adalah teman kami, kamulah yang kesepian dan tidak mempunyai teman,” Kiky berkata dengan lantang di hadapan Rocky. Rocky melihat semua hewan bersatu membantu Lucky, ia kemudian lari ketakutan dan tidak pernah kembali lagi.

Lucky masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Rita dan teman-temannya. Lucky menangis bahagia, “Lucky jangan menangis, kamu sekarang tidak sendiri lagi, kami adalah temanmu, kami akan selalu bersamamu,” Kiky berkata dengan tulus kepada Lucky. Lucky yang mendengar perkataan Kiky semakin terharu. Mereka semua memeluk Lucky, kini harapan Lucky terkabulkan, ia mempunyai teman-teman yang baik hati. Lucky merasa senang dengan apa yang telah ia lakukan, ia semakin yakin bahwa kebaikan dapat membawanya kepada kebahagiaan, dan keburukan akan menuntunnya pada kesunyian.

Cerpen Karangan: Feni Aprilia
Facebook: Feni Aprilia

Cerpen Kebaikan Seekor Monyet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Atau Sahabat

Oleh:
Ketika hari mulai mendung, aku dan teman teman akan menuju sebuah perjalanan yang pernah kami lewati bersama. mungkin, perjalanan yang indah dulu akan terungkit kembali. Satu persatu teman temanku

Two Friends

Oleh:
Halo aku Liza! Di sore hari Horay! aku jadi sahabatnya! tau gak aku jadi sahabat anak terpopuler di sekolah! Tapi… apa yang aku lakukan di sekolah ya? aku jadi

Story About Me and Friends

Oleh:
Aku dan Shara sedang bergurau. Teman-teman yang lain juga, Icha, Dhiya, Salsa, Kiara, Siska, Dea, dan semuanya sedang bercanda tawa, karena dua pelajaran terakhir ini kosong. Kuputar mataku ke

Gagal

Oleh:
Gio adalah namanya. Gio merupakan Kakak dari 3 bersaudara Ani dan Doni. Gio duduk di kelas 3 SD sedangkan adiknya Ani kelas 1 dan Doni masih TK. Gio juga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *