Kebisuan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 October 2016

Mencintai seseorang yang belum tentu mencintai kita memang sakit rasanya. Sakit sekali!!. Apalagi jika orang yang kita cintai hanya memberi harapan palsu kepada kita, itu lebih sakit daripada tidak dicintai!!. Kenapa itu harus terjadi kepadaku? Andai saja aku tak mengenalnya, mungkin aku gak akan sesakit ini.

“Ta..?” Panggilku pada Tata, sahabatku.
“Iya ra, kenapa?”
“Gue mau nanya sama lo.”
“Nanya tinggal nanya, kayak gak biasanya aja langsung nyrocos.”
“Kalo lo mencintai seseorang, tapi lo belum tau seseorang itu mencintai lo apa gak, lo mau lakuin apa?” tanyaku to the point.
“Lo kenapa ra? Kok nanya kek gituan sih.” balas tata bingung.
“Eng… eng… enggak kok ta, gue cuma pengen tau aja.” jawabku bohong.
“Gak usah bohong ra, jujur aja kali. Lo lagi suka sama seseorang ya?.”
“Enggak lah, ya udah gue pulang dulu ya?.” jawabku mengelak.

Aku pun langsung pergi dari rumah tata, karena aku gak mau tata tau kalau aku lagi suka sama seseorang yang mungkin seseorang itu gak mencintaiku. Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku ke kasur empukku.

“Tuhan, kenapa gue harus mencintai dia? Apa gak ada cowok lain yang bisa gue cintai selain dia?.” tanyaku dalam hati.
“Hayo!! Anak mama lagi ngelamun nih, ngelamunin siapa hayo?.” tanya mama mengagetkanku.
“Gak siapa siapa ma, dera cuma kecapean. Dera mau istirahat ma, udah dulu ya?.” jawabku bohong.
“Ya udah, selamat istirahat yah sayang.” kata mama sambil mencium keningku.
“Iya ma, makasih ya ma?.”
Mama hanya membalas dengan senyuman.

Pagi yang cerah dengan segala aktivitas yang baru membuatku semangat akan melakukanya. Aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan langsung capcus ke sekolah. Selesai mandi aku langsung ganti baju sekolah dan berangkat ke sekolah diantar oleh sopir pribadiku. Eits!! Sebelum berangkat, pastinya aku udah pamitan dulu dong sama mama papa.

Sampai di sekolah, aku langsung pergi menuju ruang kelasku. Ketika aku sedang berjalan tiba tiba… BRUKK!!

“Ehh sorry gue gak sengaja, sorry banget yah?” aku langsung minta maaf tanpa melihat siapa yang aku tabrak.
“Iya gak papa, makanya kalo jalan tuh lihat depan jangan lihat atas.” jawabnya

Tungu! Sepertinya aku kenal suara itu. Yah! Itu suara nathan. Ya tuhan, kenapa aku harus nabrak nathan. “Hm iya, sorry banget. Gue ke kelas dulu.” Jawabku langsung pergi.

Sampainya di kelas…
“Woy ra, kemaren lo belum jawab pertanyaan gue.” tuduh tata
“Pertanyaan apa? Emang lo nanya ke gue?” Jawabku pura pura gak tau.
“Udahlah gak usah ngelak, lo lagi suka sama seseorang kan?” tanya tata dengan wajah keponya.
“Haha… gak usah ngaco lo ta, mana mungkin gue su…”
“Udah ra, jujur aja ngapa, gue kan sahabat lo, masa lo gak mau berbagi cerita ke gue sih.” potong tata.
“Hm iya iya gue ngaku, sebenarnya gue suka sama nathan.” jawabku
“Hah nathan? Serius lo? Nathan kakak kelas kita kan?”
“Iya lah, siapa lagi? Tapi lo jangan bilang siapa siapa kalo gue suka dia. Gue gak mau ada orang yang tau selain lo. Gue takut nathan gak punya perasaan yang sama ke gue, gue gak mau sakit hati, melihat senyumnya tanpa dia tau gue suka dia aja udah cukup buat gue ta, jadi plis lo jangan bilang siapa siapa soal ini terutama nyokap gue. Okeh?” jawabku panjang.
“Siap boss!!” balas tata tegas.

Aku sama nathan sudah saling kenal, karena dari SD sampe SMP satu sekolah terus. Setelah kejadian itu, aku sama nathan jadi akrab. Aku sering bercanda bareng, main bareng, belajar bareng, sampai jalan pun bareng. Nathan begitu perhatian padaku. Sempat aku berpikir apa nathan juga punya rasa yang sama seperti apa yang aku rasakan ke dia? Ataukah ini hanya khayalanku saja? Entahlah.

“Ra, temenin gue yuk?” Ajak nathan padaku.
“Kemana?”
“Udah ikut aja, ayo!” nathan menarik tanganku.
“Taman? Ngapain kita ke taman?” Tanyaku heran.
“Aku mau kenalin kamu sama seseorang, tunggu ya bentar lagi pasti datang.” jawab nathan.
“Hai than?” sapa seorang cewek yang aku gak kenal. Apa mungkin dia ceweknya? Tapi kenapa nathan gak pernah cerita ke gue? Dan apa hubunganya nathan kenalin dia ke gue?
“Hai juga, oh ya ra, ini ressy cewek gue, dan ini dera sahabat gue.” Kata nathan.
Kami pun berkenalan.

Sahabat? Selama ini dia cuma anggap gue sahabat? Lalu apa arti perhatian dia ke gue? Gue pikir dia anggap gue lebih dari sahabat. Gue kecewa sama lo than! Kecewa!

“Hm gue pulang dulu ya than?” Aku pun langsung pergi dengan air mata yang gak bisa berhenti, aku sedih! Aku langsung ke rumah tata.

Di rumah tata…
“Dera! Lo kenapa?” tanya tata cemas.
“Gue sedih ta, ternyata orang yang selama ini perhatian ke gue, orang yang selam ini gue bangga-banggain, orang yang selama ini gue puji puji dan orang yang selama ini gue anggap istimewa ternyata cuma anggap gue sahabat. Gue pikir perhatian dia selama ini ke gue itu tanda kalo dia sayang sama gue, tapi apa? Ternyata dia udah punya cewek ta, sakit hati gue ta! Lebih sakit lagi kenapa dia gak pernah bilang kalo dia udah punya cewek!.” Jelasku sambil nangis.
“Iya gue tau perasaan lo, gue tau apa yang sedang lo rasain sekarang. Tapi mau gimana lagi? Nathan udah punya cewek, gak mungkin kan lo rebut nathan dari dia?. Udah ya, lo jangan nangis terus, sedih gue liatnya. Sekarang hapus air mata lo, lo tenang aja, kan masih ada gue, sahabat lo ra.” Kata tata sambil memelukku.
“Hm iya ta, maksih udah mau jadi sahabat gue ta?” kataku.
“Iya ra, udah yah jangan nangis. Lupain aja nathan, lagian juga bentar lagu dia lulus kan? Gue yakin kok lo bakal dapet pengganti nathan kok.”
“Iya ta, gue bakal coba lupain nathan.” balasku

Cerpen Karangan: Ayu Rindi Lina Utami
Facebook: Liina

Cerpen Kebisuan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji Hujan

Oleh:
Sore menjelang, hampir memuncak menjadi senja. Hujan menetes dari langit-langit cakrawala tanpa henti-hentinya. Sepatu beserta seragamku sudah basah dibuatnya, tak dapat menghindar dari serangan ganas percikan air hujan. Sudah

Malaikat Hitam Berhati Putih

Oleh:
Namaku Nanda. Aku baru saja tinggal di Belanda. Sebelumnya, aku bertempat tinggal di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Umurku masih 10 tahun. Aku pindah ke Belanda karena Ayah berpindah tempat

Sahabat Kembali Bersama

Oleh:
Sore itu Ida hanya duduk termenung di taman samping rumahnya. Dia hanya mengingat kejadian satu tahun yang lalu saat dia masih duduk di bangku SMP. Memang sudah lama apalagi

Cintaku Kini Telah Pergi

Oleh:
Perkenalan kami bukanlan sebuah kejadian yang disengaja, awal perkenalan ku dari seorang teman ku hendrik saat chat lewat media sosial facebook, mereka saling berkomentar pada komentar tersebut, hendrik menanyakan

Demi Persahabatan

Oleh:
Aku termenung memikirkan seseorang, aku sangat senang apabila bertemu dengannya. Dia, menghiburku dikala sedih dan menolongku dikala kesusahan. Dia juga cerdas loh, biasanya dia rangking satu ketika menerima rapor,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *