Keceriaan Dan Kesedihan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 September 2016

Dian Permadi, Nama lengkapnya. Atau Achong, begitulah teman teman biasa memanggilnya. Seorang pemuda yang baru bekerja di bidang industri. Di jam jam istirahat kerjanya…, “hoam” saya menguap. Enak sekali menguap di jam jam istirahat kerja begini. Setelah menguap saya mencoba memesan segelas kopi di warung si ibi kantin, yang sering saya kunjungi. Ketika pesanan kopi saya rampung, tiba tiba sebersit kenangan timbul dalam benak pikiran saya, apalagi ketika menyeruput segelas kopi susu yang dulu pernah saya minum bersama teman sewaktu SMP dulu.

Sepucuk rindu pun menyerang, menusuk nusuk rongga dada saya. Ah, sepertinya saya sedang ingin merasakan candaannya, kekonyolannya, atau juga kejorokan masing-masing dari kami, dan memang itu yang membuat saya rindu bertalu talu dengan seorang teman tempo dulu itu.

Tiba tiba, sebuah ide menyala dalam tempurung kepala saya, bagaimana kalau setelah pulang kerja, saya berkunjung ke rumahnya, dengan alasan hanya untuk bersilaturahmi dan mengenang kisah klasik yang konyol abis.

Sepulang saya bekerja, saya langsung menuju rumah teman saya. Di perjalanan terbayangkan bagaimana jadinya nanti, ketika dipertemukan lagi, setelah bertahun tahun tidak bertemu. Sampai sampai rindu bersarang indah dalam hati dan jiwa ini.

Sesampainya di depan rumahnya, seperti biasa saya memanggil manggil namanya, “Aldiiiii” berkali kali sampai akhirnya ada yang menjawab, “Tunggu” beberapa menit kemudian munculah seorang pria dari balik pintu, lantas bertanya “Mau ke siapa mas?” Sontak saya kaget dan langsung bertanya. “Ini rumahnya Aldi?” “Oh, maaf mas, rumah Aldi mah yang itu,” jawabnya dengan menunjuk sebuah rumah sambil tersenyum simpul. Tanpa basa basi lagi saya langsung permisi, maklum saya malu, salah alamat hehe.

Setelah itu saya melakukan hal yang sama pada rumah yang ditunjukan pria itu. Alangkah terkejutnya saya ketika itu, bak petir yang menyambar sebuah pohon besar sampai tumbang. Setelah saya memanggil “Aldi” berkali kali dan tak ada jawaban sama sekali, ternyata rumah yang ditunjukan oleh pria itu adalah rumah kosong yang hendak dikontrakan, ujar seorang Ibu yang sedang hendak masuk ke rumah pria tadi.

Betapa getir saya sewaktu tahu ternyata itu adalah ibunya Aldi dan pria tadi itu adalah dia, Aldi, teman saya yang ketika SMP wajahnya sedikit coklat gelap, rambutnya sedikit atau bias bilang saja botaklah. Berbeda dengan Aldi yang saya jumpai sekarang, yang wajahnya seputih bengkoang tanpa ada noda sedikit pun, yang rambutnya gondrong dan sedikit berjambak, sepintas saya lihat layaknya vokalis Nirvana, Kurt Cobain.

Kembali pada kesalah-pahaman dan kepanglingan saya padanya ketika hendak ingin menyapa “Woi, Aldi. Lama tak jumpa?” dia pun menjawabhanya dengan senyuman sambil menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Tidak! Ternyata dia tidak hendak demikian, tetapi dia malah memukul perut saya. Lantas berkata “Kemana saja atuh, Juragan?!” kami pun tertawa bersama, memecah riak rindu, lama tak jumpa, dan hampir tandas menjadi debu.

30 menit yang lalu, percakapan kami sedikit canggung, tanpa ada tingkah dan polah serta tutur kata yang asyik, menarik, dan konyol seperti tempo jaman SMP dulu. Mungkin karena kami baru bertemu kembali, setelah sekian lamanya hanya memeluk tabu rindu, atau mungkin karena belum tercipta sebuah topik yang hangat, menarik, renyah, menyegarkan nan seruntuk memulai kekonyolannya, yang biasa dilakukannya. Dan ternyata, Aldi yang saya kagumi dan saya harapkan, kini semua tingkah kekonyolannya telah musnah dimakan jaman dan usia.

Saya sempat menceritakan tentang masa ketika di smp dulu. Tapi dia hanya tersenyum kecil, hal itu membuat saya bertanya, “Kenapa Aldi yang sekarang, tidak seperti Aldi yang konyol, yang kukenal seperti di bangku smp dulu?” Dia pun menjawab dengan nada yang datar nan serius “Karena, sekarang bukan umurnya atau jamannya lagi Chong. Semua ada zamannya buat hura-hura atau huru hara yang membuat kita ketawa ketiwi. Dan sekarang bukan zamannya lagi buat kita yang sudah berumur kepala dua.” Mendengar jawabannya itu, saya sedikit terenyuh dan heran, Aldi yang dulunya asik, konyol, dan kocak abis, sekarang menjadi Aldi yang bijak dan dewas abis.

Ketika saya pamit pulang, dia menitip sebuah pesan pada saya “jangan sampai tingkah polah dan tutur kata yang konyol sewaktu kita di SMP dulu sampai membuat kita berbalik ke belakang dan terus memilih dalam lingkaran kekanak-kanakan!”

Cerpen Karangan: Dian Permadi
Facebook: Dpermadi45[-at-]yahoo.com

Cerpen Keceriaan Dan Kesedihan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ice Cream Story

Oleh:
Papa baru saja dipecat dari perusahannya, setiap hari dia berusaha untuk mendapatkan pekerjaan tapi tak kunjung dapat juga. “Adnan, gimana nih, SPPku harus dilunasi minggu depan, tapi papaku tak

The Flower of War (Part 1)

Oleh:
Senin, 10 Oktober 2017 Hari pertama di minggu ini diawali Rena dengan berantakan. Betapa tidak, bangun kesiangan, belum mengerjakan PR, setrika baju, menjadwal mapel hari ini, dan segudang kegiatan

Sahabat Sejati

Oleh:
Reyna, Olivia, Rey, dan Alen adalah sahabat sejati. Tapi belakangan ini Reyna dan Oliv lagi marahan, ada yang ingin persahabatan mereka hancur. Yaitu si Kiran. Kiran anak orang kaya,

Bintang Persahabatan

Oleh:
“Mai… Ada satu hal yang belum kamu tau…” Ujar Fifhin “Oh ya? Apa itu, Fhin?” Tanya Mai “Hmm.. Kalo aku gak ada.. Kamu tetap mandang bintang kan?” Ujarnya “Ish..

Understand

Oleh:
“Fel! Lo sekarang ada di mana?,” tanya Billy saat Felly hendak keluar dari mobilnya. “Kenapa emang?,” tanya Felly sebelum ia menjawab pertanyaan dari Billy. “Lo semalem nggak nginep di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *