Kehidupan Jalanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 April 2013

Hari ini hari minggu aku bangun agak kesiangan mumpung hari libur, dengan keadaan yang masih belum stabil aku pun beranjak dari tempat tidur untuk menumui ayah dan ibu. “selamat pagi ayah, ibu” sambil mengecup kening mereka.
“selamat pagi shella, sarapan dulu nak.” kata ibu.
“baik bu” jawabku. Dengan mengambil roti dan ku olesi selai, dengan lahapnya aku memakan nya.
“Dini, ayah punya rencana bagaimana klau siang nanti ayah mengajak mu jalan-jalan ke mall? mau tidak? mumpung hari ini hari libur” tanya ayah.
“mall ayah? mau dong!” jawabku.
“yasudah. Nnti kita ke mall yah” kata ayah.
“oke deh yahh” sahutku.

Siang ini aku diajak ayah ke mall untuk refreshing kata ayah. aku pun bersiap-siap untuk pergi bersama ayah. Ayah memakai kaos pink dengan rok ku yang berwarna pink juga, dengan pita di kepala ku.. ulala. Sunggu cantiknya..
pppiiiipppp!! bunyi klakson mobil ayah sudah terdengar. Ayah ternyata sudah menunggu dari tadi. Aku pun bergegas untuk menemui ayah di halaman rumah. aku naik kemobil dan menuju ke mall.

Di dalam perjalanan aku mendengarkan musik dengan menggunakan headphone dari hp ku. yah, pastinya lagu kesukaan ku. GRENADE – BRUNO MARS! itu lagu keren daahh! ayah pun sibuk mengemudikan mobilnya. mobil pun terhenti di sebuah lampu merah. tak sengaja aku menengok ke luar jendela mobil, aku melihat seorang anak perempuan dengan kaos lusuhnya dia berjalan dari satu mobil ke mobil lainnya untuk mengamen. Dia tak sendiri, ia ditemani oleh seorang anak laki-laki yang sedikit lebih tua darinya. Aku pun tak berhenti untuk memandanginya! aku sedikit merasa simpatik melihatnya. Sampai mobil pun sudah berjalan menjauh dari lampu merah itu aku pun tak berhenti melihat anak itu

Sepulang aku dari mall aku pun masuk ke kamar dan sempat temenung memikirkan apa yang ku lihat di lampu merah tadi. Aku miris melihat nasib mereka di umur yang seharusnya bisa merasakan asyiknya duduk di bangku sekolah. Tetapi, tak bisa merasakan semua itu. Sungguh beruntungnya diriku bisa merasakan semua itu.

Hari ini hari senin, aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah aku siap aku pun menuju meja makan. “good morning ibu, ayah” sapa ku kepada kedua orang tuaku
“morning too shella, sudah jago bhs.inggrisnya yahh” ledek ibu.
“iyah dong bu. Dini gitu! buat apa les bhs.inggris klau gak bisa-bisa?” jawab ku.
“iyah. iyah.. sarapan dulu sayang,” kata ibu sambil menyodorkan piring.
Sarapan kali ini nasi goreng lezat buatan ibuku. Aku pun makan dengan lahap. setelah sarapan aku pun bergegas berangkat ke sekolah bersama ayah. Jarak sekolah ku lumayan tak jauh dari rumah, searah dengan jalan untuk ke mall kemarin nama sekolah ku SMP NEGERI 2 BEKASI. di perjalan ke sekolah aku melewati lampu merah lagi. Seperti kemarin aku terhenti lagi. Tetapi kali ini aku tak melihat sosok anak itu lagi. Suasana hening di lampu merah itu.

Sesampai di sekolah aku sempat duduk termenung lagi di bangku ku. Lagi-lagi aku memikirkan anak itu lagi, aku di kagetkan oleh kedatangan 2 orang sahabatku secara tiba-tiba dan mengagetkan ku. Namany Isti dan Ayni. “hey Din! kok ngelamun ajah? ngelamun kenapa din?” tanya Ayni.
“gak kok Ni.” jawabku
“oh! iya deh! daripada ngelamun di kelas ajah keluar yuk!” ajak Isti.
“oke deh!” sahut ku bersama Ayni.
Jam bel pun berbunyi para siswa berlarian memasuki kelas untuk mengikuti pelajaran. Pelajan jam pertama pun dimulai pelajaranku kali ini adalah IPS yang gurunya super killer bikin kita gak bisa goyang kalau jam pelajarannya. Aku sempat termenung lagi memikirkan bagaimana nasib anak yang di lampu merah kemarin? aku semakin penasaran saja. “Dini!! sedang apa kamu? kamu sedang melamun yah?” tegur ibu Rahmini
“maav bu,” jawabku.
“kamu ini yah! lain kali jangan melamun! perhatikan pelajaran ibu!” kata bu Rahmini.
“baik bu” jawabku

Bel istirahat pun berbunyi para siswa berlarian keluar kelas dan menuju kantin ada juga yang tetap di kelas bercanda gurau bersama temannya, aku pun tetap memilih untuk di kelas, aku malas berdesak-desakan di kantin. Aku pun ditemani oleh dua orang sahabat setiaku. “Din, kenapa sih kamu sering ngelamun? kamu emangnya mikirin apa?” tanya Isti.
“sebenarnya aku sedang memimirkan seorang anak perempuan yang ku lihat kemarin di lampu merah” jawabku
“anak itu kenapa Din?” tanya Isti.
“aku simpatik melihat anak itu, anak itu memakai kaos lusuh dan sedang mengamen dijalanan” ujarku.
“aku juga penasaran dengan anak itu, bagaimana kalau kita menemui dia sepulang sekolah nanti?” tanya Ayni.
“baik lah” ujarku.
Bel masuk pun berbunyi, kami pun masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran.

Tengggg!!! Tongggg!! bel pulang pun berbunyi para anak-anak pun berlarian menuju gerbang sekolah untuk pulang. Seperti janji kami waktu istiraht tadi, kami bertiga menuju ke lampu merah tempat ku lihat anak itu kemarin, tempat itu pun tak jauh dari sekolahku, cukup berjalan kaki saja.
Aku, Isti, dan Ayni pun melihat anak itu sedang mengamen, tetapi kali ini ia tak bersama seseorang. Ia pun mengamen dari satu mobil ke mobil lainnya. Kami pun berjalan mendekati gadis itu, gadis itu pun menghindar dari kami. kami pun tetap mengikuti gadis itu, sampai akhirnya gadis itu pun sudah tak menghindar dari kami lagi. Aku pun memberikan salam perkenalan kepada gadis itu “halo” sapa ku.
“hhhaaallloooo” sapanya balik dengan nada terbata-bata.
“kita boleh kenalan? nama kamu siapa?” tanyaku..
“nama ku Lastri..” jawabnya
“salam kenal yah nama ku Dini dan ini temanku Isti dan Ayni” kata ku
“yah..”
“apa kamu mau berteman dengan kami?” tanya Ayni.
“yah, kenapa tidak” jawab Lastri dengan halus.
“bagaimana kalau besok kita janjian di tempat ini? kan besok hari raya nyepi, kita kan libur” tanya ku.
“Insya Allah” jawab mereka bertiga.
“baiklah aku Ayni, Isti pulang dulu yah, Besok kita ketemuan di sini”
“iyah” jawab Lastri.
Sesampainya di rumah, aku berpikiran bahwa Lastri ternyata tidak terlalu sombong untuk di ajak berteman.

***

Hari yang kutunggu-tunggu pun tiba, aku ingin mengetahui Lastri lebih jauh lagi, aku ingin tau bagaimana kehidupan dia sebenarnya, apa ia juga sekolah? aku sangat mempertanyakan itu semua. Aku pun ketempat dimana kemarin aku, Lastri, Isti, dan Ayni berkenalan kemarin.

Ternyata Lastri sudah menunggu disana, aku dan Lastri sempat berbincang, aku menanyakan “Lastri, kamu sekolah gak?”
Dengan nada sedih lastri menjawab “aku gak sekolah Din”
“kenapa memangnya las?”
“aku gak punya biaya Din, sebenarnya aku pengen banget sekolah”
“memangnya ayah dan ibu kemana las?”
“aku udah gak punya ayah dan ibu Din, ayah dan ibuku sudah meninggal sejak aku kecil, aku disimpan di panti asuhan” jawab Lastri dengan menunduk.
“trus, sekarang kamu tinggal dimana?” tanyaku
“aku tinggal di sebuah rumah bersama dengan anak pengamen lainnya”
“baiklah las, sabar yah Lastri semua pasti ada hikmahnya”
“iya Din”.
tak lama kemudian Ayni dan Isti datang. Tanpa basa-basi aku pun mengajak mereka untuk makan es cendol bersama agar rasa sedih yang dirasakan Lastri cukup hilang.

Cerpen Karangan: Delly Mayari Devara
Facebook: Delly Mayari Devara

Nama Lengkap: Delly Mayari Devara
Nama panggilan: Delly
TTL: Soppeng, 18 Februari 2001
Sekolah: SMPN 1 WATANSOPPENG
Kelas: VII.9
Cita-cita: Menjadi orang sukses, penulis, pengusaha, dan Agen Neptunus!
Hahahaha =D

Cerpen Kehidupan Jalanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Impian Kecilku

Oleh:
‘Dimana ada Dina, disitu ada Amel’, itulah yang selalu dikatakan teman-teman kami. Ya, aku dan Amel memang sudah berteman sejak TK sampai sekarang, kelas 8 SMP. Kami sudah seperti

Enemy Become Friend

Oleh:
Namaku Roro Widodo, aku biasa dipanggil Roro. Aku berumur 14 tahun. Aku kelas dua di SMP Negeri 1 Binjai yang merupakan sekolah favorit dikotaku. Aku bersuku Jawa keturunan dari

Animal Inside Cardboard Part 1

Oleh:
Rintik hujan telah turun, disebuah kota yang ramai akan manusianya yang selalu berlalu lalang. Di sore hari dengan keadaan masih hujan, ada seorang manusia dengan baju basah dan membawa

Dia Sahabat Dunia Lain

Oleh:
Hai namaku Cynthia Chika, biasanya saya dipanggil Tia, saya bersekolah di SMP Dharma Bakti, saya sangat senang menulis Diary dan Mengkhayal tentunya, dan TOMBOY This is Story pagi yang

Yang Telah Sirna

Oleh:
Di hari yang mulai senja, disertai dengan gumpalan awan yang mulai menghitam, menandakan bahwa bumi akan memuntahkan butiran-butiran air. Dan itu sama seperti diriku, yang sedari tadi duduk diam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *