Kehilangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 18 August 2015

Tet, tet, tet. Bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai. Tak lama kemudian Ibu guru masuk ke kelas.

“selamat pagi anak-anak!” sapa Ibu guru berparas cantik itu.
“selamat pagi bu,” ucap anak murid serempak.
“anak-anak hari ini kita ada kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan dirimu nak.” ucap ibu guru mempersilahkan anak baru itu untuk memperkenalkan dirinya.
“halo teman-teman nama saya Sandy Maulida saya harap kalian mau menerima kedatangan saya di sini!”

2 jam telah berlalu. Bel berbunyi pertanda jam pelajaran pertama telah selesai, siswa dan siswi berhambur keluar kelas menuju kantin. Saat Bunga membawa pesanan makanan kantin menuju meja, kaki Bunga tersandung kaki Sandy dan tiba-tiba BYUR! Tanpa sengaja jus jeruk yang baru saja Bunga pesan tumpah mengenai Dewi -sahabat Bunga dari kecil- yang ada di sebelah Dewi. Ternyata Sandy punya rencana jahat sama Bunga. Dan sengaja meletakan kakinya agar jus Bunga tumpah ke baju Dewi dan Dewi akan marah dengan Bunga.

“Bunga kamu ini gimana sih? kamu sengaja ya?” ucap Dewi kesal.
“maafkan aku Dewi aku tidak bermaksud buat menumpahkan jus ke baju kamu” ucap Bunga.
“alah, bilang aja kamu mau mencelakakan Dewi kan?” ucap Sandy yang ikut memanas-manasi suasana.
“tidak sama sekali aku benar-benar tidak sengaja”
“aku kecewa sama kamu” Dewi belalu pergi bersama Sandy meninggalkan Bunga.

Di kamar Bunga. Bunga menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk dan memejamkan matanya kejadian di sekolah tadi mengingatkannya sama peristiwa pahit itu, sakit rasanya jika ingat hal itu peristiwa terakhir kalinya Bunga melihat wajah orangtuanya, Bunga takut kedua kalinya atau seterusnya akan kehilangan orang yang disayanginya.

“huft! Andaikan saja sekarang ini ada Kakak Bagas hari-hariku akan lebih menyenangkan”

CKLEK!

Tiba-tiba pintu kamar Bunga, tampak seorang laki-laki berdiri di ambang pintu sambil tersenyum manis ke arah Bunga, Bunga yang mengetahui kalau orang itu adalah Kakak kesayangannya, senyuman Bunga merekah dan meloncat sambil memeluk Kakaknya itu kegirangan.

“aaaaa!! Kakak Bagas akhirnya Kakak pulang juga, Kakak kemana ajak kok lama sekali Bunga sepi tahu?”
“iya ade, maaf ya de soalnya Kakak lagi ada kegiatan lain jadi lama, kok Bunga kesepian sih? bukannya di rumah ada bi inah? kok sepi?”
“tapi kan itu beda, lebih seru kalau ada Kakak Bagas”
“sekarang adenya kak Bagas jadi lebay yah!” gurau Bagas
“ih, Kakak nyebelin tapi ini beneran” Bunga memanyunkan bibirnya membuatnya semakin lucu.
“iya, ade kalau cemberut tambah cantik deh”
“ih, Kakak bisa aja deh” tampak pipi Bunga memerah merona karena malu.
“ciee, pipi ade Bunga merah hahaha ya udah kita makan bareng yuk!”
Suasana sepi tadi menjadi penuh canda dan tawa sejak ada Bagas yang menghibur Bunga.

Malam hari. Sekarang Bunga dan Bagas sedang berada teras belakang rumah sambil memandang bintang di langit yang gelap. Hening, itulah yang terjadi setelah sekian canda tawa yang mereka lewati tadi tiba-tiba menjadi sepi tiada satu kata pun yang keluar dari bibir mereka, mata mereka masih berkutat dengan bintang-bintang di langit dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“kak Bagas” ucap Bunga memecahkan keheningan.
“iya, ade ada apa?”
“kak, Bunga rindu ayah sama ibu” Bagas terdiam sejenak dan tersenyum.
“Kakak juga rindu ayah dan ibu. Tapi Kakak yakin sekarang ayah sama ibu sedang tersenyum melihat Kakak dan ade Bunga di sini”

Hening kembali terjadi. Semilir angin menabrak kulit mereka berdua menjadikan bulu kuduk mereka meremang namun keheningan tidak terjadi lama.

“Kakak, Bunga boleh tidak meminta sesuatu sama Kakak?”
“tentu saja, apa sih yang tidak buat ade Bunga?”
“Kakak jangan tinggalin Bunga sendirian ya! Kakak tahu sekarang Dewi sudah gak mau berteman sama Bunga dan Bunga gak mau ketiga kalinya Bunga akan kehilangan orang yang Bunga sayangi”
Bagas tersenyum mendengar perkataan adiknya itu. “ade Bunga cantik, Kakak tidak kemana-mana kok, Kakak akan ada selalu di samping Bunga jadi ade jangan khawatir Kakak akan menjaga dan menyayangi ade”
“janji?”
“janji” mereka saling mengaitkan jari manis mereka sebagai perjanjian mereka

Siang harinya, semua murid telah pulang ke rumahnya masing masing beberapa jam yang lalu namun gadis cantik ini masih bertengger dekat pohon rindang dan berulang kali menempelkan handphone ke telinganya tampaknya dia sedang menelpon seseorang namun tidak dapat dihubungi, ya dia adalah Bunga.
“aduh kak Bagas kemana ya?” gerutu Bunga.

Namun tak jauh dari sekitar situ ada seorang laki-laki mengampiri Bunga, bagi Bunga wajah itu sudah tidak asing lagi, dia adalah Kevin.

“hai?” sapa Kevin.
“hai juga Kevin, loh kok kamu belum pulang?”
“aku lagi nunggu Kakak aku menjemput sepertinya dia tidak bisa datang deh, kamu sendiri mengapa belum pulang?”
“sama aku juga nunggu Kakak aku”
“gimana kalau kita pulang bareng aja kebetulan rumah kita tidak terlalu jauh” tawar Kevin.
“emm gimana ya? ya udah deh!” mereka pun pulang bersama-sama.

Drt drt, drt, tiba-tiba hp Bunga berbunyi pertanda ada panggilan.

“hallo”
“halo, kami dari pihak rumah sakit bahwa yang bernama Bagas telah kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit Sukainsan”
“apa? baik saya akan segera ke sana”

BRUK!

Seketika air mata Bunga tumpah dan Bunga terjatuh kakinya tak dapat menahan bebannya.
“hei, Bunga mengapa kamu menangis?”
“kak Bagas kecelakaan vin, hiks, hiks”
“ya ampun ya udah kalau gitu kita ke rumah sakit sekarang”

Di rumah sakit. Bunga tampak tidak percaya melihat orang yang dia sayang terbaring dan ditutup oleh kain putih itu adalah Kakaknya Bagas. Perlahan Bunga membuka kain putih dan itu adalah Kakaknya Bagas. Air mata Bunga tumpah tak dapat dibendung lagi, Bunga mengguncangkan tubuh Kakaknya yang sudah tidak berdaya lagi, sembari berteriak histeris tak percaya terhadap kehendak yang maha kuasa.

“gak mungkin, ini gak mungkin, Kakak Bagas bangun kak, Kakak jangan bercanda deh, Bunga gak suka, hiks, kak Bagas ayo bangun!!” berulang kalau Bunga mengguncangkan tubuh Bagas tapi apa daya.

Kevin yang melihatnya juga meneteskan air mata sedih dan hanya bisa mengusapkan bahu Bunga dengan lembut tapi hati gadis ini rapuh seperti ribuan anak panah menusuk hatinya, napasnya sesak. Kesenduan itu tidak dapat diukirkan lagi.

Semua orang telah bubar meninggalkan pemakaman ini dan cuma 2 orang yang tersisa yaitu Bunga dan Kevin, tak seperti biasanya Kevin dekat dengan Bunga.

“hiks, hiks kak Bagas kenapa Kakak ninggalin Bunga? bukankah Kakak sudah janji sama Bunga tidak akan meninggalkan Bunga?”
“sudahlah Bunga, kamu yang sabar Kakak Bagas tidak bermaksud ninggalin Bunga tapi ini sudah kehendak tuhan” ucap Kevin
“tapi vin aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, aku masih belum percaya semua orang yang aku sayangi pergi secepat ini”
“sstt! kamu jangan bilang seperti itu kamu masih punya aku, kamu boleh berteman sama aku nah mulai sekarang kita sahabat selamanya.”
“sahabat selamanya, terima kasih Kevin kamu sudah mau menjadi sahabat di hidupku,”
“iya sama-sama, mulai sekarang aku akan menjaga kamu layaknya Kakak Bagas menjaga kamu dari kamu kecil.”
“janji?”
“janji”

Mereka pun pergi di pemakaman bersama-sama bergandengan tangan dan di sisi lain ada seseorang lelaki yang berbaju putih sedang tersenyum dan mulai hari itu Bunga menjalani kehidupannya bersama Kevin sahabatnya dan tak jarang mereka selalu mengunjungi makam Kakak Bagas dan membersihkannya bersama-sama. Bunga sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Kevin yang mengerti dirinya, menurut Bunga sifat Kevin persis seperti Kakak Bagas.

Cerpen Karangan: Ika Linda Putriyani
Nama: Ika Linda PutriYani
TTL: balikpapan,17-03-2001
Tinggal di: banjarmasin (kalsel)
Hobby: dengar musik, nulis cerita, baca cerita
Sekolah: smpn 4 alalak
Facebook: ikalindaputriyani[-at-]facebook.com

Adalah seorang yang amatir terhadap tulis menulis cerita dan sekarang sedang mencoba menulis karya tulis ilmiah, suka cerita sejak kelas 4 sd namun tetap mencoba belajar agar bisa menjadi orang yang profesional dalam tulis menulis dan cerpen saja bejudul kehilangan ini adalah karya pertama saya. saya sangat berharap supaya banyak orang yang membaca dan menyukai cerpen saya ini dan mohon sarannya supaya saya dapat membuat karya cerpen yang lebih baik lagi dari ini. saya ucapkan terima kasih bagi yang telah senantiasa mau membaca dan memberi masukan terhadap karya saya ini.

Cerpen Kehilangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senyum Viona

Oleh:
Namaku Intan Zavila, panggil saja Intan. Aku duduk di bangku kelas 6 SD. Pagi itu aku berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai Bunda. Aku tiba di

Perjumpaan Yang Menyenangkan

Oleh:
Tak terasa tiga bulan sudah berlalu bagiku mengenakan seragam putih abu-abu di sekolah baruku, SMA Katolik pancasila. Kebebasan lepas dari seragam putih biru masih kurasakan. Di sini aku telah

Cinta Yang Tertunda (Part 3)

Oleh:
Hari ini kami akan berangkat liburan Vino menjemputku, kami kumpul di rumah Darko. Kami akan pergi ke villa milik keluarga Jesi. Semua sudah hadir kami lalu berangkat dengan mobil

Hari Sahabat

Oleh:
Namaku Nisa Mariam Desvita. Aku sering disapa Maria. Usiaku menginjak 11 tahun. Hari ini, hari pertamaku bersekolah di the school girls. Kata Mom, di sana banyak anak yang baik

Lomba Membuat Kue

Oleh:
Saat itu Laila sedang memikirkan kue yang akan dibuatnya dalam acara yang diadakan di sekolahnya tiap bulan, yaitu “Lomba Membuat Kue”. Akhirnya muncul ide di otak Laila, Laila ingin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *