Kejahilan sahabat Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 December 2015

Namaku Hana Putri Devia, aku biasa dipanggil Via, aku orangnya agak sedikit aneh, baik, aku selalu memakai kacamata berwarna biru dan aku mempunyai sahabat akrab yaitu Aya, Anna, Dwi, dan Andy. Pada siang itu aku dan Aya bertengkar hebat gara-gara aku menyukai teman sebangkunya yaitu Yisma. “vi, kamu kok gitu, masa kamu menyukai teman sekelas kita, tapi kok gak bilang-bilang sih! Kita kan udah janji gak ada namanya rahasia-rahasiaan di antara kita! Iya gak teman-teman” marah Aya.

“tapi, kan kita punya privasi masing-masing, gak mungkin dong aku kasih tahu semuanya!? Kayak kamu Aya kalau aku kasih tahu rahasiaku pasti kamu selalu ejekin aku!?” jawab Via.
“tapi tetap dong Via, tetap harus kasih tahu dong!” ujur Anna.
“iya Via, kita ka sahabat masa kamu gak beri tahu kita sih” tambah Dwi.
“sudah kalian jangan ribut-ribut karena hal sepele ini. Aya kamu tahu Via suka dengan Yisma kenapa kamu yang marah?” ujur Andy.
“hey! Andy kamu kira ini masalah sepele apa!? Kamu tuh gak tahu apa-apa, jadi gak usah ikut campur deh! Biar masalah ini kita yang cewek aja yang urusi!?! Kamu pergi sana!!” pinta Aya.

“Oke.. Oke.. Aku jawab jujur di depan kalian semua, aku menyukai Yisma sejak awal masuk sekolah ini, tapi dengan berjalannya waktu rasa sukaku pun menghilang, tapi pada saat aku duduk di bangku depan Aya dan Yisma ada rasa yang berbeda ketika kita kerja sama dan mengobrol bersama-sama. Tapi maaf kalau aku tidak tahu kalau Aya suka dengan Yisma, aku sangat menyesal karena aku telah meyukai Yisma, aku minta maaf Aya, please maafkan aku!?” ungkap Via panjang lebar sambil menangis dan menutup matanya, tapi ketika ia membuka matanya ia tidak melihat siapa-siapa di depannya, dan ia tekejut saat ia melihat ke belakangnya.

“what, Yisma sejak kapan kamu ada di sini? Dan di mana Aya, Andy, Dwi, dan Anna? Buat apa kamu di sini? Dan… dan..” kaget Via dan sebelum selesai berbicara Yisma langsung memotong pembicaraannya.
“stop! tanya satu-satu dong Via, jadi susah nih jawabnya! barusan, Aya dan yang lain pergi, aku di sini lagi jalan-jalan” jawab Yisma.
“oh, kamu tadi dengar apa yang aku omongin?” tanya Via.
“nggak kok” jawab Yisma.
“ya.. Udah aku pulang dulu ya.. Bye!” pergi Via, dalam hati Via, “syukur Yisma gak dengar! Mana Aya, Anna, Andy, dan Dwi mereka marah-marah dan sekarang malah tinggalin aku, padahal aku sudah berusaha jelasin, tunggu mereka! Udah bikin malu aku lagi!”

Di lain tempat Aya, Andy, Anna, dan Dwi, “eh kalian lihat gak tadi muka Via tadi, lucu ya! haha….” ujar Dwi.
“iya, iya lucu banget” tambah Aya.
“tapi… Tapi apa ya… Yang Via kasih tahu tadi pas kita pergi ya? aku jadi penasaran! Apa benar Via suka dengan Yisma?” kata Anna.
“mana ku tahu! tapi apa Via marah sama kita?” ujur Dwi.
“gak tahu tuh! Tapi bukan kita tapi kalian bertiga tuh!” seru Andy.
“terserahlah… tapi kita harus minta maaf sama Via besok! Oke!” pintah Anna.
“oke,” jawab semuanya.

Keesokkan harinya mereka meminta maaf kepada Via, “Via, maafin kita ya.. Kemarin! Kita hanya lagi latihan drama aja!” ujur Aya meminta maaf.
“iya deh… aku maafin!” jawab Via dengan muka masam.
“jangan muka masam begitu dong! Kamu masih marah?” ujur Andy.
“kalau jujur sih, iya… Kalian tahu gak aku malu besar kemarin. Setelah aku buka mata ternyata kalian sudah tidak ada dan ditambah lagi dan ternyata Yisma ada di belakang aku, tapi untungnya Yisma gak dengar pengakuanku itu!!” ujur Via.

“jadi, kamu benaran suka sama Yisma?” kaget Dwi.
“hehe… Ya enggaklah, masa aku suka sama Yisma yang agak aneh” tambah Via.
“sudah.. sudah bel masuk tuh! Yuk kita masuk kelas!” ajak Andy.
“oke… Bos,” jawab mereka kompak.

Cerpen Karangan: Hana Calista Aprilia Az Zahra
Facebook: Aprilia Az Zahra
Gak ada kelebihanku dan maaf kalau ceritanya jelek, soalnya aku baru pemula.

Cerpen Kejahilan sahabat Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Our Friendship (Part 3)

Oleh:
Bel istirahat pun tiba. Diva dan Rieta berjalan menuju kantin. Alvin lagi berlatih basket dengan teman temannya sedang Rey lagi dipanggil sama Mrs. Mira ke ruangannya. Sesampainya di kantin,

Aku Pasti Bisa!

Oleh:
Di meja sebelah ranjang kamarnya. Yang menurut dika adalah meja belajar. Walaupun butut dan kaki kakinya sedikit keropos. Dika menulis. Menuangkan ide brillian. Yang ada di otak jeniusnya. Tangannya

Cerita Cinta Diakhir Putih Biru

Oleh:
“Wuahh… sebentar lagi bakalan ada acara perpisahan. Pasti kita semua pada beda sekolah. Aku terkadang benci itu” kata Cila malas. “Setiap ada pertemuankan pasti ada perpisahannya La. Kalo kamu

Bintang

Oleh:
Hizul membanting badannya pada rumput hijau di bawah temaram lampu alun-alun. Tangannya dilipat di bawah kepala, dijadikan bantal. Kaki kanannya ditumpangkan di kaki kiri yang ditekuk. “hmmm…” Dia menghirup

Perjuangan Menuju Jadian (Part 3)

Oleh:
Di jalan, ku dapati Rio tengah duduk seorang diri, ku hampiri ia. “Rio, kok sendirian sih, teman-teman kamu mana?” tanyaku, aku dan Rio memang cukup akrab karena sama-sama taekwondoin.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *