Keluarkan Aku Dari Kesepian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 March 2019

Aku duduk di bangku taman yang masih basah setelah terkena rintikan air hujan. Untuk beberapa saat, aku terdiam. Lalu aku memindahkan tas punggungku ke depan. Memeluknya erat.

Aku melirik jam tanganku dengan serius. Jam setengah tujuh. Sepertinya sebentar lagi aku harus beranjak dari taman ini dan berangkat ke tempat yang paling aku benci, sekolah.
Kenapa aku membenci sekolah? Sekolah merupakan tempat dimana aku merasa dibenci. Enggak ada satupun orang yang mau bergaul denganku. Sekolah merupakan tempat dimana aku selalu merasa kesepian. Bahkan aku tidak punya teman sebangku sejak kelas satu.

“Hei, sedang apa kamu?” terdengar suara seseorang.
Aku mendongak ke arah suara itu. Ternyata suara itu milik Rysha, anak yang cukup populer di sekolahku.
“A … aku … hanya … se … sedang …” aku tergagap. Aku sangat jarang dan bahkan kurasa tidak pernah bicara dengan teman-temanku di sekolah. Ah, salah, maksudku bukan teman, aku kan, tidak punya teman, tapi murid lainnya di sekolah.

“Kamu Reyna, ‘kan? Kalau kamu terus di sini, kamu bisa terlambat ke sekolah! Ayo berangkat bersama!” ajaknya.
APA?! Aku sangat sangat tidak percaya dengan apa yang kudengar. Rysha mengajakku pergi ke sekolah bersama?!
“Ehm … ba … baiklah” akhirnya aku menyetujuinya. Aku bangkit dari bangku taman dan kembali menyandang tasku.

Tik … Tik … Tik …
Hujan kembali menetes. Rysha terlihat mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Rupanya itu sebuah jaket jeans.
“Nah, pakailah ini. nanti kamu bisa masuk angin, lho” Rysha menyodorkan jaket yang ternyata bukan untuk dia pakai, melainkan untukku.
“Te … terus …, kamu?” aku bertanya sebelum mengambil jaket itu dari tangannya.
“Aku bawa satu jaket lagi, yang punya Vianna. Kemarin dia ke rumahku, tapi jaketnya tertinggal” jelas Rysha enteng.
“Serius, aku boleh memakainya?” tanyaku.
“Tentu” Rysha tersenyum.

Kami berdua berlari menuju sekolah di tengah hujan. Rintik-rintik hujan sesekali mengenai pipiku. Karena jaket itu tidak sepenuhnya melindungi tubuhku.

“Ah, akhirnya sampai!” Rysha menarik tanganku memasuki gerbang. Setelah itu, Rysha melepas jaket milik Vianna dan mengikatkannya di pinggang.

Sekarang kami sudah berada di depan kelas.
“Via! Jaketmu kemarin tertinggal di rumahku!” Rysha melepas jaket itu dari pinggangnya, melemparnya ke meja Vianna.
“Terimakasih” Vianna melipat dan memasukkan jaketnya ke dalam tas.
“Ah iya, aku tadi ke sini bersama Reyna lho!” Rysha kembali menarik tanganku ke arah meja yang dipenuhi oleh teman-teman Rysha. Vianna, Ivory, Marsha, Yasmine. Mereka semua kan merupakan anak-anak popuer di sekolah ini!

“Hai, Rey!” sapa Ivory.
“Ha … Hai” balasku agak gugup.
“Wah, wah, wah! Kamu enggak perlu gugup kali, Rey” komentar Yasmine.
Aku hanya diam. Tidak tahu harus berkata apa.
Mereka sibuk mengobrol. Sesekali tertawa. Tapi begitu Vianna sadar kalau aku tidak berkata apapun, dia berhenti mengobrol.

“Reyna, kenapa kamu diam saja?”
“Ehm … eh … aku ingin bertanya pada kalian” ucapku tanpa sadar.
“Bertanya? Apa?” Marsha menaikkan sebelah alisnya.
“A … apa, ka … kalian” aku menghentikan pertanyaanku sejenak.
Mereka semua memandangiku dengan heran.
“Apa kalian menganggapku sebagai teman?” tanyaku serius.

“HAHAHAHA ….” tawa mereka.
“Reyna, Reyna … kamu ada-ada saja. Tentu kami menganggapmu sebagai teman! Justru sejak dulu kami ingin kenal lebih dekat denganmu. Tapi kamu selalu menghindar!” Ivory lanjut tertawa.
“Iya, Ivory benar” Rysha mengangguk.

“Jadi … kalian, menganggapku sebagai teman?” aku hampir tidak percaya.
“Tentu” mereka tersenyum.
Aku sangat senang.

Sejak saat itu, aku selalu berangkat ke sekolah dengan perasaan gembira. Karena sekarang, definisi sekolah bukanlah tempat di mana aku selalu merasa kesepian, melainkan selalu diisi dengan kebahagiaan. Akhirnya aku benar-benar keluar dari kesepian yang selama ini kualami.

Cerpen Karangan: Fitri Aidina Ilhamy

Cerpen Keluarkan Aku Dari Kesepian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secarik Surat Untuk Billy

Oleh:
“Billy sahabatku teman terbaikku. Aku ingin minta maaf padamu, atas semua kesalahanku dulu kepadamu. Aku tahu kau pasti sakit hati atas semua itu. Billy aku yang sekarang bukan aku

Perantara

Oleh:
27 Desember 2016 “Ga mau ah. Kenapa sih kita harus pindah-pindah rumaaaaah terus?” Hahhhhh, aku menghembuskan nafas keras. Memang sudah menjadi kewajiban ayahku memenuhi tugas dari atasannya, jadi ini

Ada Tapi Tak Terlihat

Oleh:
“Aku tidak percaya hantu” Doni berkata dalam hatinya sendiri. “Hantu itu hanyalah kebohongan yang diberitahukan kepada anak-anak agar mereka tidak berbuat nakal” sambungnya. Seketika dia membuyarkan lamunannya, bel sekolah

Sayur Mayur Mengantarku Ke Istana

Oleh:
Sintia adalah anak tunggal yang tinggal dengan keluarga dengan kehidupan yang sederhana, kegiatan sintia kalau pagi hari jam 05.00 membantu kedua orangtuanya berjualan sayur mayur di pasar di dekat

My Destiny

Oleh:
Sekolah, tempat dimana kita menuntut ilmu. Tapi banyak juga yang dipakai untuk mencari teman atau sebaliknya. Dila, siswi kelas 9 semester 2 dan tinggal menghitung beberapa bulan, ia pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *