Kenangan Bersama Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 June 2016

Ketika kau berusaha menjadi seorang yang terbaik, kau akan merasakan rasanya dijatuhkan, diremehkan, dan dicemooh namun jika tekadmu masih berkobaran kau akan menemukan titik terang ketika kau berada di kegelapan. Namaku Fitha Reskia, aku anak tunggal dari sepasang suami istri yang berdarah Bali. Aku lahir dan dibesarkan di pulau ini tepatnya di kota Singaraja, aku mencintai kota ini sama seperti aku mencintai orangtuaku. Aku bersekolah di SMPN 2 Singaraja boleh disingkat SPENDA, di sini aku belajar namanya kedisiplinan dan tanggung jawab. Aku seorang siswi kelas IX yang biasa-biasa saja, aku memiliki seorang sahabat yang bernama Puteri Ayu seorang wanita belasteran yang bertolak belakang denganku, dia cenderung tomboi dan susah diatur, dia suka musik, “Music is my blood,” katanya.

Hari ini hari Senin, aku sangat menyukainya karena ada pelajaran favoritku yaitu bahasa Indonesia, pelajarannya sih biasa-biasa saja hanya aku menyukai cara mengajar gurunya, iya dia adalah Bu Nila seorang guru yang telah lulus dengan gelar master pendidikan (M.pd). Berbeda dengan Puteri dia benci hari senin karena jauh dari akhir pekan, well dia adalah anak berandal so sudah biasa dia membolos, lalu pergi ke kantin. “Tha kamu udah buat tugas matematika belum? Boleh pinjem gak, cepet, sebelum bel nih,” kata Puteri dengan wajah lugunya, hadeh dia seperti tidak pernah melakukan dosa. Ekspresi wajahnya yang datar tak berdosa selalu menjadi alasan mengapa aku membiarkannya mencontek semua tugasku. Kring! bel berbunyi tandanya upacara. Pak kepala sekolah sedang menjelaskan tentang ujian nasional yang akan dilakukan pada bulan Mei, seperti biasanya Puteri sibuk dengan kuncirannya, well dia selalu begitu.

“Tha bisa benerin kunciranku gak?” pintanya.
“Aduh Uput lagi upacara nih nanti aja,” jawabku.
“Sumpah keburu lepas nih,” balasnya, well lagi lagi aku membantunya.

Kami sudah mengenal satu sama lain ketika kami SD jadi tidak ada rasa canggung di antara aku dengan Puteri. “Put pulang sekolah main ke rumah yuk buat tugas,” pintaku, ia langsung mengiyakan dengan semangat dan senyuman lebar. Di tengah jalan handphone puteri berdering itu dari Arum, dia adalah anak popular di SPENDA dia nakal, dan selalu mengenakan rok pendek dan selalu melanggar peraturan.

“Kenapa Arum Put?” tanyaku.
“Gak apa-apa kok Tha, oh ya aku balik aja ya aku gak jadi ke rumahmu, mungkin lain waktu maaf ya Tha, bye take care ya,” kata Uput, ku balas dengan senyuman. Sebenarnya aku tidak merelakannya aku khawatir jika terjadi apa apa dengannya tapi aku tahu Uput selalu bisa menjaga dirinya. Hari ini Uput tidak masuk sekolah aku sangat khawatir, jadi ku tanyakan kepada seluruh siswa dan siswi di kelas tak seorang pun tahu dia ke mana, dan dia alpha, aku benar-benar khawatir, ketika itu Arum lewat di depan kelasku.

“Rum, Puteri ke mana? Kamu mengatakan apa kepadanya? Aku tahu ini pasti gara gara kamu,”
“Hellaawww, hari gini masih main tuduh tuduhan? Udah gak jaman kale,” sahutnya dengan nada khasnya yang sinis.
“Aku tahu kok ini pasti ulahmu Rum, aku tahu Puteri, dia selalu mudah percaya kepada orang lain tapi gak gini caranya Rum, sekarang dia di mana?!” bentak aku.

Arum pergi tanpa mengatakan apa pun, aku benci itu. Ketika seseorang yang sangat penting bagimu tiba tiba menghilang Dari hadapanmu saat itu juga kau akan merasakan bagaimana rasanya kesepian. “Halo Uput kamu di mana? Tadi kok gak sekolah? Sumpah aku panik dan khawatir,” kataku lewat telepon.
“Hehe iya Tha, aku tadi bangun kesiangan, jadi gak masuk deh hehe,” sahutnya dengan santai.
“Syukurlah kamu gak apa-apa,” ku matikan handphone-ku dan mulai membuat tugas IPA yang belum selesai.

Hari ini Puteri agak terlambat dan ku lihat dia dengan lip-gloss pink mencolok melapisi bibirnya dengan rambut umbre -hitam abu-abu- dan baju yang super ketat, aku tidak percaya kalau itu sahabatku, aku menghampirinya dengan agak marah. “Put kamu udah gila, kamu bakal kena razia kenapa pake kayak gitu?!”
“Hehe, iya biar kelihatan cewek Tha,” sahutnya. Kemudian Arum memanggil Puteri dan mereka sekarang menjadi sahabat.

Satu bulan telah berlalu kini Puteri yang dulunya sahabatku menjadi sahabatnya Arum, dia yang dulu seperti pria dengan rok panjang dan wajah natural berubah menjadi wanita super feminim yang sangat genit, aku benci dirinya sekarang. Dia selalu kena razia dan memutuskan untuk berhenti sekolah. Bagaimanapun juga aku harus merebutnya kembali. Dengan seketika ide itu pun muncul dari benakku, ku tulis surat yang isinya.

“Put inget gak waktu kita pertama kali ketemu saat itu kamu culun banget, mata yang berbinar-binar itu masih ku ingat dan ku simpan di benakku, ketika kau ingin menjadi yang rangking satu namun kamu menjadi rangking 12 dan saat itu kamu berlalu dengan air mata. Inget gak waktu aku ngajarin kamu, dan setelah itu kamu jadi yang ranking 2 dan aku tetap menjadi ranking 1 dan mulai saat itu kita selalu bersama sampai sebuah ikatan yang tak dapat diputuskan itu kita buat, kita mencoret-coret pohon dengan nama kita, oh iya.”

“Kalung persahabatan yang kita beli di sebuah toko waktu hari natal aku masih menyimpannya Put dengan rapi di sebuah kotak dan semua kenangan yang kita lewati selama 8 tahun ini, dan semua itu mulai pudar seiring berjalannya waktu, itu tidak pudar dalam memoriku namun itu pudar di dalam memorimu, ketika kau bersama Arum kau seperti angin yang ku coba tangkap namun pergi perlahan lahan menuju sebuah arah dan tak akan kembali, semakin aku coba untuk genggam semakin aku akan kehilangan. Maaf aku gak bisa menjadi sahabat yang baik bagimu, aku bukanlah tipe yang suka melanggar peraturan.”

“Aku tahu aku tidak populer tapi Put aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, ketika kau tidak mengerjakan tugas sekolah apa Arum membantumu? Ketika kau tidak bisa kunciran apa Arum yang membenarkannya untukmu, ketika kau tidak masuk apa Arum menghawatirkanmu? Tidak Put tapi aku, aku yang membantumu, yang mengkhawatirkanmu dan membenarkannya untukmu, aku hanya selalu ingin berada di sampingmu, merangkulmu seperti dulu, saling tertawa bersama, dihukum bersama itu yang kita lakukan selama ini namun semua itu hancur. Aku tidak meminta apa pun kepadamu aku hanya ingin kau kembali bersekolah dan menempuh ujian bersama. Dari Sahabat mu Fitha,”

Keesokan harinya ku lihat mobil putih berhenti di depan sekolah seorang anak perempuan menggunakan sepatu hitam, kaos SPENDA dan rok di bawah lutut dengan baju yang agak longgar, kunciran yang rapi dan rambut hitam polos tersenyum kepadaku, iya dia adalah sahabatku Puteri Ayu. Setelah itu terjadi kami pun lulus dengan nilai yang bagus dan kami menempuh perjalanan selanjutnya bersama. Dear my best friend tetaplah di sisiku akan ku genggam tanganmu agar ketika kau jatuh nanti akan ku tangkap dirimu.

Cerpen Karangan: Aqilla Listunisa
Facebook: Aqila Listu
Aqilla Listunisa, bisa disapa Aqilla, lahir di Singaraja Bali, berumur 13 tahun dan masih duduk di bangku SMP lahir tanggal 11 agustus 2002. Thanks for reading.

Cerpen Kenangan Bersama Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Because Of You (Part 3)

Oleh:
Setiba di rumah besar itu, Fino langsung mengantarku ke kamar Jonathan. “Ini kamarnya, Tita juga ada di dalam, kamu masuk aja,” ucapnya. “Kamu gak ikut masuk,” tanyaku pada Fino

Salam Perpisahan Untuk Sahabat

Oleh:
“Mulai sekarang kita bukan teman lagi…” “Tapi vin…” “Nggak ada tapi-tapian, kamu tahu kan haru harusnya aku yang berdiri di sana bukan kamu” kata vina dengan angkuhnya, padahal selama

Cinderschool (Part 2)

Oleh:
Well, aku semakin tidak terima mendengar kalimat bernada menghina itu. Kasih diam tak berkutik, masih fokus. Bahaya kalau sampai ada kata-kata yang menyinggung, biasanya kasih langsung labrak tanpa tedeng

Pembunuhan Berantai

Oleh:
Perkenalkan namaku Farah ainun nissa biasa di panggil Rara hari ini adalah hari pertamaku di Perguruan tinggi Sunny Hiill. Aku mempunyai empat teman yang akrab denganku sejak kelas 1

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *