Kenangan Bersama Sahabatku Airyn


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 26 July 2013

Hai! Namaku Amanda, aku mempunyai 1 sahabat yaitu Airyn. Airyn adalah sahabatku dari kecil. Dia baik, pintar, ramah dan tidak sombong. Aku selalu 1 Kelas dengan Airyn.

Di sekolah…
Hari ini, Airyn tidak masuk. Pak guru bilang: “Airyn masuk rumah sakit”. Akupun terkejut dan menanyakan: “Rumah sakit mana pak?” Tanyaku serius. “Mitra kesehatan.” Jawab pak guru. Aku pun bertekad untuk menjenguk Airyn. Akhirnya, pulang sekolah tiba. Aku langsung pergi ke rumah sakit.

Di rumah sakit…
“Airyn!” Panggilku kepadannya. Ia langsung menjawab: “Kenapa?” Tanyanya. “Kamu kenapa di rumah sakit?” Tanyaku kembali. “Aku mengalami sakit Kanker darah”. jawabnya serius. “Apa?!” Tanyaku kaget. “Iya! Pasti kamu gak mau temenan sama aku lagi kan? Karena aju penyakitan”. bentaknya “Kok kamu ngomong gitu sih?” Tanyaku. Diapun tiba-tiba pingsan. Aku kaget dan memanggil dokter.

Akhirnya dokter keluar dari ruangan rawat inap. katanya, Airyn mengalami Kanker darah stadium 4 yang bisa merengut nyawanya. Akupun tak ingin membuatnya sedih, sampai sampai tak memberitahu stadium berapakah penyakitnya ini.

Aku sangat murung, murung dan murung. Mengapa Airyn dapat mengalami penyakit separah ini. Aku berharap Airyn dapat di sembuhkan. Ternyata, Airyn tidak dapat di sembuhkan.

Kata-kata terakhir dari Airyn untukku, dia memberikan aku 4 surat yang Airyn tuliskan untukku. Aku pun menangis tersedu-sedu. Dan… Airyn menutupkan matanya untuk selama-lamanya, dan aku pun berteriak “Airyn!!!” Seruku menangis tersedu-sedu.

Setelah Airyn dimakamkan, Aku membuka surat pertama darinya:

“Amanda… Sekarang memang sudah waktunya diriku untuk pergi… Aku tak akan meninggalkanmu. Nanti, pasti kita akan bertemu secepatnya. Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang penyakit kankerku yang sudah masuk stadium 4? Tapi aku yakin, aku dan kamu pasti akan bertemu secepatnya”.

Salam,
Airyn

Tak terasa, air mataku jatuh ke pipiku dan membasahi pipiku. Ku lewati hari hari dengan Murung.

Hari ke 2
Aku membuka surat kedua darinya yang bertuliskan:

Amanda… Sudah 2 hari aku dan kamu berpisah. Kamu tidak murung kan? Aku sarankan kamu jangan murung. Karena aku akan sedih apabila kamu murung
Kamu harus menghadapinya. Sama seperti aku menghadapinya”.

Salam,
Airyn

Lagi-lagi aku meneteskan air mataku yang jatuh ke pipiku dan membasahi pipiku.

Aku langsung tidur dan berjalanlah ke hari ke 3

Aku membuka surat ke 3 dari Airyn yang bertuliskan:

“Amanda… Ingat persahabatan kita? A & A itulah lambang persahabatan kita yang artinya Airyn & Amanda. Kamu pasti sedih kan aku pergi? Janganlah kamu sedih. Hadapilah semua rintangan:) ikuti lah semua jalan TUHAN O:)”

Salam,
Airyn

Kali ini aku Pasrah, tak menangis walaupun matanya berkaca-kaca. Ia kembali tidur, seperti kemarin.

Berjalanlah waktu sampai ke hari ke 4. Akupun membuka surat ke 4 dari Airyn:

“Amanda… Ini adalah surat Terakhirku. Janganlah kamu menangis membaca surat ini. Kamu akan tetap menjadi sahabatku. Kenangan ku, haruslah kamu ingat. Tapi jangan sambil menangis. Dan jenguklah aku di makamku”.

Aku langsung ke toko bunga dan menulis kartu ucapan untuk Airyn. Dan… Saat aku menuju ke makam Airyn… Bruk…! Aku tertabrak truk dan kondisiku kritis. Pandanganku buram saat ku lihat tulisan di batu itu Amanda Amadea! Itulah namaku. Papa mama ku menangis tersedu-sedu di makamku, sebelah makam Airyn. Ternyata benar, kata Airyn. Aku akan bertemu dengannya. Malah, 4 hari setelah ia pergi.

- TAMAT -

Cerpen Karangan: Giselle Iona Rachel Tuelah
Facebook: Giselle Tuelah

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Persahabatan Cerpen Sedih

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply