Kenangan Bersamanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 18 July 2014

Ketika sore tiba, aku selalu bergegas mengambil sepeda dan mengayuhnya dengan cepat. Lelah akan terasa ketika aku berhenti tepat di depan rumahnya. Aku tidak perlu mengetuk pintu atau memanggilnya untuk keluar. Karena dia selalu siap berada di depan pagar rumah dengan sepeda ungunya.

Biasanya jika aku sudah terlihat dari kejauhan, dia akan berteriak memanggil namaku dengan kencang sambil melambaikan tangan dengan ceria. Kemudian dia akan tertawa ketika melihatku berhenti dengan wajah lelah. Aku seringkali bertanya mengapa dia tertawa, dan dia selalu menjawab dengan alasan karena ekspresiku yang menurutnya terlihat lucu. Akhirnya aku pun juga ikut tertawa.

Setiap sore, aku memang selalu mengajaknya untuk bermain sepeda. Dia juga selalu senang jika aku mengajaknya. Kami berdua sering menghabiskan waktu untuk berkeliling di taman. Setelah itu kami akan duduk di kursi kayu di bawah pohon besar dekat kolam kecil yang tidak ada ikannya untuk sekedar istirahat dan melihat pemandangan taman yang begitu indah.

Di bawah pohon besar itu, dia selalu bercerita tentang dirinya saat masih tinggal di Kalimantan sebelum pindah ke Kota Bandung. Aku senang mendengarkan semua ceritanya. Dia akan meneruskan ceritanya dengan semangat jika aku sedikit menanggapi dengan penasaran. Jika dia selesai bercerita, selanjutnya dia akan memaksaku untuk bercerita apa saja. Biasanya aku akan menolak dengan alasan waktu sudah hampir senja dan saatnya kami untuk pulang.

Sebelum pulang, dia tidak pernah lupa untuk mengajak ku melihat sebuah tulisan yang pernah dia pahat di batang pohon besar tempat kami berteduh itu. “Dinda dan Dicky”, kemudian di bawahnya ada tulisan kecil “Sahabat Selamanya”. Pahatannya sangat rapi dan terlihat jelas. Aku selalu memperhatikan tulisan itu dengan kagum walaupun hampir setiap hari aku melihatnya. Kemudian, kami akan saling bertatapan dan akhirnya tersenyum.

Begitulah kenangan semasa kecil bersama sahabat sejatiku saat kami selalu bersama, hingga takdir memisahkan kami berdua. Aku selalu mengingatnya ketika aku merasa rindu pada sosok Dinda yang selalu ceria. Aku merasa senang jika berada di dekatnya. Sejak kehadirannya di masa kecilku hingga kami dewasa, hidupku terasa selalu bahagia.

Walaupun Dinda sekarang tidak lagi di sisiku, kenangan bersamanya cukup membuatku bisa tersenyum lagi di masa tua seperti senyumku dulu bersamanya. Karangan bunga yang indah ini kuletakkan di atas makamnya dengan do’a dan harapan agar Dinda tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa melupakan dirinya sampai kami dipertemukan lagi untuk bisa bersama di tempat yang indah seperti tempat kami bermain dulu.

Cerpen Karangan: Melinda Rahmasari
Facebook: Melinda Rahmasari
Nama saya melinda rahmasari, lahir pada 6 Desember 1997 di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Sekolah di SMAN 1 Kuala Pembuang, kelas XI. Saya sedang menekuni hobby baru saya menulis cerpen, dan ini adalah karangan pertama saya. Semoga menikmati 🙂 Maaf kalo masih amatir hehee

Cerpen Kenangan Bersamanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Hari Ini Esok Dan Selamanya

Oleh:
Waktu seakan cepat berlalu, langkah kaki kini tak lagi sama. Aku selalu bingung dan selalu ingin bertanya pada tuhan. Apa arti dari sebuah persahabtan yang indah dan abadi? Adakah

Sahabat Yang Mengkhianati

Oleh:
Tesa duduk di bangku sekolah SMP yang tak jauh dari rumahnya. Tesa juga memiliki sahabat yang baik dan bisa dibilang sahabat karib, ke mana-mana selalu bersama. Sahabatnya bernama Sari.

Dua Bintang yang Berpendar

Oleh:
Aku sudah cukup lama menunggu sahabatku, ia berjanji akan datang menemuiku di bawah pohon yang kami tanam beberapa tahun yang lalu, disebuah taman kota dekat dengan rumahku. Sesekali kutengok

Keheningan Putih

Oleh:
Pagi itu, semuanya putih berbalut keheningan pagi. Aku seakan tak berdaya dibuatnya. Hembusan angin pagi tak bisa kurasakan karena tak tertembus oleh jendela yang tertutup. Tepat di sebelah tempat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *