Kenapa Kau Pergi Ayu?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 March 2015

Tersenyum hanya hal yang bisa aku rasakan dengan waktu sangat singkat.. Menangis, adalah hal yang sangat sering aku rasakan, hampir setiap hari aku menangis, duduk di pojok kamar, merenung, menyendiri. Terkadang aku berfikir ‘kenapa hidupku penuh dengan cobaan berat?’ padahal aku sudah tau kalau hidup itu banyak rintangan dan cobaan, tapi menurutku cobaan ini adalah hal yang paling terberat dalam hidupku.
Dan terkadang, aku selalu menganggap bahwa tuhan itu berlaku tidak adil pada ku, dan terkadang setiap ku beranggapan gitu, temanku selalu menyalahkanku.

Aku punya teman namanya ayu. Dia orang yang selama ini ngertiin aku, mau dengar curhatanku, keluhanku, tawaku, sedihku. Setiap ku sedih dia pasti menghiburku dengan berbagai cara, kami berdua 1 kelas, makannya setiap hari aku semakin dekat dan semakin akrab dengannya. Dia adalah teman pertamaku semenjak aku sekolah di sekolah baruku, di smp.

Setiap hari, ku jalani hari dengan penuh senyuman semenjak bergaul dengannya, tapi kesenanganku itu berakhir semenjak dia masuk di kehidupan hubungan kami berdua. Namanya yani, dia pun sama, 1 kelas dengan kami, aku dan ayu.
1 semester ku jalani hari hari bersama dengan ayu, dan pada saat libur semester, aku tetap akrab dengannya, sering ngasi kabar, bagi bagi rahasia dan lain lain.

Saat mulai sekolah, setelah libur semester, aku berencana duduk bareng dengannya, tetapi yani mengajakku duduk bareng dengannya, dengan yani.
“na.. Duduk ma aku yuk!” ajak yani.
“maaf yan, aku udah duduk sama ayu”
“ya udah na, kamu duduk sama yani aja, aku gak papa kok duduk sendiri” lanjut ayu.
“tu na, dengerin omongannya ayu, dia kan gak papa duduk sendiri. Duduk ma aku yuk!” lanjut yani
“iya, iya deh! Kamu duduk sama aku, yani” jawabku dengan nada yang agak kesal
“ok!”
Aku gak tau apakah perasaan kesal ayu sama seperti ku, tapi aku gak yakin.

Seminggu berlalu, selama seminggu penuh aku duduk bareng yani. Tapi tiba-tiba aja yani minta pindah duduk dan mau bareng duduk sama ayu. Apa coba maksud yani? Kenapa dia pertamanuya mau duduk sama aku? Dan sekarang pindah sama ayu?
Kemudian aku pindah tempat duduk bareng putri.

2 bulan aku jalani, dengan duduk bareng sama putri.
Setelah seminggu ayu duduk sama yani, aku bisa melihat perubahan-perubahan sikap ayu ke aku, dia malah cuek sama aku, jutek sama aku, gak peduli curhatan ku, pokoknya dia berubah 180 derajat dari aku. Malah, dia lebih akrab sama yani, lebih solmate sama yani.
“aku gak terima kenyataan ini, tuhan!!!” keluhku. Aku gak tau apakah tuhan mendengar keluhanku atau tidak, aku mengaggap semua kenyataan ini tak adil.
Sampai sampai aku tak kuat dengan prilakunya ayu, aku selalu memikirkan apa yang bikin ayu berubah, apakah dia sudah dipengaruhi sama yani? Atau ada kata kata atau sikap dariku yang bikin dia tersinggung, sampai aku memikirkan cara agar ayu bisa berubah, cara yang aku pikirkan adalah mencoba jutek sama dia, dingin sama dia.
Setelah ku coba, ternyata dia malah cuek sama aku, cobaan apa ini, tuhan?

Kemudian aku mengirimkan pesan singkat ke dia.

“untuk kamu, ayu. Sahabat yang aku nkenal pertama di smp.
Maaf kalau selama ini aku ada buat salah sama kamu, dan kata kata yang bikin kamu tersinggung, yang sengaja maupun tidak sengaja.”

Kemudian hpku bergetar “zzz”, lalu kubuka sms itu ternyata dari ayu.
“maksud kamu apa na?”
“aku gak bermaksud apa apa, aku hanya mau minta maaf sama kamu kalau misalnya selama ini aku ada salah sama kamu, soalnya aku gak tau kapan hidupku ini akan berakhir. Makanya aku mau minta maaf sekarang, biar gak keburu terlambat”
“jangan nae bilang gitu, na.. Aku gak mau kamu pergi”
“kalau kamu gak mau aku pergi, kenapa kamu berubah gini sama aku? Kamu sekarang itu beda tau! Gak kayak ayu yang dulu. Sikap kamu sekarang ke aku itu cuek kali, udah kayak gak peduli lagi sama aku.”
“aku gak berubah kok na, kamunya aja yang gak mau nyari aku!”
“eh! Baca sms aku nie baik baik ya! Aku gimanain nyari kamu dah! Kamu itu selalu sama yani, setiap aku mau ngajakin kamu, selalu dihalangin sama yani!”
“iya.. Jangan je marah marah gitu na..”
“eh! Aku gimanain gak marah sama kamu dah! Kelakuan kamu itu berubah tau!”
“nana! Emangnya aku aja yang berubah? Sikap kamu ke aku berubah juga dah! Sikapmu ke aku sekarang itu lebih dingin. Apa kamu udah gak nyadar?”
“ayu! Aku sadar apa yang aku perbuat sama kamu. Malah aku sengaja ngelakuin ini semua agar kamu itu sadar dah!”

Sesaat, air mataku mengalir, rasanya rasa sayang aku ke dia sebagai sahabat itu cuma sia sia…
Mulai sekarang, ayu bukan sahabatku lagi! Aku sudah salah memilih orang yang tepat yang ku jadikan sebagai sahabat
“tunjukkanlah keadilanmu tuhan”

End

Cerpen Karangan: Nana Diana
Facebook: Nhana Dhyana

nama: nana diana putri
asal: kota singaraja, kabupaten buleleng, bali
hobby: baca novel, denger lagu, dan buat cerpen (terinspirasi dari mantan sahabat)

Cerpen Kenapa Kau Pergi Ayu? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terjebak Di Dalam Api

Oleh:
“Satu, dua, tiga, satu, dua, tiga,” Aku menggerakan tubuhku dengan lincah mengikuti irama musik. Walaupun peluh mengucur deras di keningku, aku tetap semangat menggerakkan kakiku, yang hampir tidak kuat

Gengsi

Oleh:
“Tiap hari aku membayangkan kamu, Nadin Dinda Syafitri. Senyuman bibir merah itu, tatap manja itu, desah nafas saat kamu kedinginan, wajah memelasmu menahan ngantuk, hangat genggaman tanganmu, semuanya. Semakin

Antara Cinta dan Persahabatan

Oleh:
Cinta adalah hal yang lumrah di kalangan manusia, bahkan karena cintalah kita berada di dunia. cinta itu adalah lima huruf yang bergandeng indah, tetapi ia tak selalu indah. banyak

Luwak Patah Hati

Oleh:
Sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang remaja yang menjadi Luwak karena patah hati, haha jangan diangggap serius luwaknya itu hanya filosofi saja, katakan nama gue Rey, gue adalah seorang

Move On

Oleh:
“Serius amat lihat ke bawah. Ada apaan sih di bawah?” Tanya Cerryl kepada Luna yang konsentrasi menatap lapangan basket. “Bukan apa-apa kok.” Balas Luna, matanya tidak lepas dari lapangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *