Kepergiannya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 8 December 2015

Namaku Nina Syarini aku biasa dipanggil Nina. Aku lahir di Jakarta tanggal 11 Januari 2004. Kini, aku 10 tahun dan aku tinggal di Tasik. Aku sangat suka tinggal di sini karena orang-orang di sini ramah dan baik. Aku sekolah di SD Sukagempol 1, kelas 6-b. Di kelasku ada 25 murid 11 perempuan dan 14 laki laki. Hari ini di kelasku ada murid baru namanya Fadilla Nur Azizah. Dia sangat cantik, kelihatannya dia seseorang yang anggun dan pemalu. Kebetulan bangku di kananku kosong jadi, Fadilla duduk di sampingku.

Saat Istirahat.
“Hai Fadil, perkenalkan namaku Nani Syarini! senang bertemu denganmu!” Ucapku.
“Oh…. umm… Ha.. Hai juga, Aku Fadilla aku biasa dipanggil Dila tapi, jika kamu tidak nyaman dengan nama itu, kamu boleh memanggilku Fadil atau apapun.” Jawab Fadil.
“Oke! aku panggil kamu Fadil saja ya! Oh iya, kamu boleh memanggilku Nani. Umm… kamu mau gak jadi temanku?” Tanyaku pada Fadil.
“Boleh!” Jawab Fadil singkat. Setelah cukup dekat dengan Fadil, aku memperkenalkannya dengan temanku yang lain.
Kriiiiing… Bel masuk berbunyi. Sekarang pelajaran IPA tapi, karena Bu Khaisa tidak masuk jadi, Pak Demmylah yang mengajar.

“Fadil, kamu rumahnya di mana?” Tanyaku ketika pulang sekolah.
“Di Perum Tamansari Indah blok F5, memangnya kenapa?” Jawab Fadil.
“Wah… kalau begitu, kita rumahnya dekat! Aku di blok F1, mau pulang bereng?” Tanyaku lagi.
“memangnya kamu gak dijemput?” Fadil balik bertanya.
“nggak, kalau kamu?” Jawabku.
“Sama kayak kamu, kalau begitu ayo!” Fadil menggenggam tanganku lalu lari.
Di perjalanan pulang ke rumah, Fadil menceritakanku sebagian tentang dirinya dan keluarganya. Sesampainya di rumahku, aku langsung mengganti bajuku, mandi, lalu makan siang, dan menonton TV. Setelah itu aku pergi les.

2 minggu kemudian…

Seperti biasa, aku mandi, sarapan, pakai baju seragam lalu pergi sekolah. Di sekolah, suasananya masih sepi karena aku suka datang pagi jadi, belum banyak murid yang datang. Tapi, saat aku memasuki ruang kelasku, aku melihat seseorang di sana dan sepertinya itu perempuan.
“Halo, apa ada orang?” Aku memastikan bahwa di sana ada orang.
“Hai Nina! selamat pagi, apa kabar?!” Tanya Fadil.

“oh Fadil, aku baik-baik saja, kamu suka datang pagi ya?” jawabku.
“Iya, memangnya kenapa?” Tanya Fadil lagi.
“Ya… Biasanya aku yang datang duluan begitu” Jawabku lagi.
“Oh gitu… ya sudah besok aku datang setelah kamu, atau… mau bareng?” Tanya Fadil.
“Bareng aja!” Jawabku, Fadil hanya mengacungkan jempolnya.

Lalu, kami mengobrol bersama hingga bel ikrar berbunyi. Kriiiingg… Ketika belajar jam pertama…
“Halo, Ketua murid silahkan persiapkan!” Ucap Bu Menur.
“Bersiap!” Ucap Rendi di depan kelas. “Hap!” Semua murid duduk dengan rapi.
“Oke anak-anak, hari ini kita akan mengulang tentang sirkulasi air dan bla bla bla…”

Istirahat… Seperti biasanya, aku dan Fadil pergi ke kantin bersama-sama. Kami suka membeli makanan yang sama.
“Hahaha… terus-terus si Nenek Neneknya gimana?” Tanyaku pada Rasty.
“Si Nenek Nenekya mati ketabrak mobil” Kata Rasty melanjutkan ceritanya.
“Kamu cocok Ras, jadi pelawak” Ucap Fadil. “Eh, Nani nanti pulangnya ke taman ya!” lanjut Fadil.
Aku hanya mengacungkan jempol. Beberapa menit kemudian bel berbunyi. Sejak saat Fadil menyuruhku ke taman, Fadil terlihat murung dan tidak bersemangat.

Pulang sekolah di taman…
“Ada apa Fadil?” Tanyaku.
“umm…. begini, Besok aku tidak akan sekolah karena aku akan siap-siap pergi lagi ke Bandung jadi ini untukmu, terima kasih ya sudah mau jadi teman dekatku!” Ucap Fadil sambil memberikanku sebuah kotak yang dibungkus kertas kado.
“Ta… tapi persahabatan kita kan belum lama…” Aku menerima kado dari Fadil. Air mata Fadil mulai menetes.
“Maafkan aku Nina… ini sangat mendadak, tapi… aku tidak akan melupakanmu! Aku janji!” Fadil memelukku erat.

Air mataku ikut menetes, semakin lama semakin deras. Bagaimana tidak menangis? kami telah mengalami semua hal di sekolah bersama-sama dan tiba-tiba Fadil akan pergi. Petualangan kami bersama-sama teringat kembali. “Ya sudah, jaga dirimu baik-baik ya! selamat tinggal!” Fadil meninggalkanku sendiri di taman sekolah dan melambaikan tangannya lalu, aku membalasnya dengan lambaian tangan lagi.

The End

Cerpen Karangan: Syifani Abdillah Alghifari

Cerpen Kepergiannya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Indahnya Persahabatan

Oleh:
“Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita” Samsi

Jangan Khianati Aku

Oleh:
Namaku Nadine. Aku tinggal di Komplek Aster, bersama orangtuaku. Aku punya tetangga, sekaligus sahabat terbaikku sejak kami masih TK. Nama sahabatku itu Mila. Mila ini sekelas denganku. Kami masih

45 Derajat Senyummu Merubah Arah Kompasku

Oleh:
Pada saat itu hari sabtu Sepulang sekolah, aku merencanakan mengajak sacna, andika untuk berkemah di gunung manglayang, jelas mereka pun mau karena kami bertiga memiliki hobi yang sama, kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *