Kesekianku Bercerita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 April 2017

Pagi itu diharuskan untuk berbaris dengan menggunakan pakaian seragam SMP, di pagi hari itu semua murid baru berbaris dengan kelompoknya masing-masing. Membuka mata, membuka telinga bahwa saat itu adalah seorang siswa dan siswi yang akan mengenakan seragam SMA.

Di lapangan tersebut aku berkenalan dengan teman baru yang bernama Mutia. Keakraban kami mengalir dengan apa adanya, karena kebetulan juga arah rumah kami pulang melewati jalan yang sama. Tentu saja Mutia duluan yang sampai, dengan jarak rumah dengan sekolah kami yang sedikit jauh dan membutuhkan kendaraan agar sampai. Semakin hari, kami semakin saling tahu. Banyak teman SMP ku yang juga diterima di sekolah itu. Tidak asing menurutku jika aku akan resmi menjadi anak SMA di sekolah tersebut. Aku, Nikki.

Beberapa minggu kemudian, sekolah kami terkena masalah internal. Ada demo di sana yang menyebabkan sistem pengajaran para guru dan penerimaan ilmu untuk para siswa dan siswi terganggu. Masalah internal tersebut menyudutkan kepala sekolah di sekolah itu. Tentang adanya demo tersebut, kami semakin banyak kenal dengan teman-teman baru.

Saat jam istirahat, Miraliana. Teman baru yang sangat menyenangkan, kami bertiga pun akrab dengan sendirinya. Selera humor kami sama, namun kami tidak serupa. Tentu ada saja sedikit karakter yang membuat perbedaan kami bermakna. Kami bertiga berteman semakin dekat. Mencoba untuk menjadi teman yang lebih dari teman lainnya. Kedekatan kami tidak sama dibandingkan kedekatan kami dengan teman lainnya.

Disaat mata pelajaran kimia, Aldo. Meminjam catatanku untuk melihat perbandingan kelengkapan di antara catatannya. Saat itu kami saling mengejek, hanya bergurau tentunya. Saat itu posisi bangkuku nomor 2 dari belakang. Semakin ramai keakraban aku dengan teman-teman kelasku, tentu aku dan yang lainnya saling tahu satu sama lain. Termasuk Teja dan Galih.

Di sepanjang perjalanan pertemanan kami berenam, ada bentuk organisasi baru di sekolah kami yang dinamakan dengan GSC (Green Student Community). Pada saat itu, membutuhkan para siswa dan siswi yang berminat untuk mengikuti organisasi yang bersifat peduli terhadap lingkungan alam serta penghijauannya. Kami berenam sepakat untuk mengikuti organisasi tersebut. Para siswa dan siswi baru, tentu saja boleh mengikuti organisasi tersebut sembari mengikuti organisasi sekolah yang lain. Persetujuan pihak sekolah memperbolehkan siswa dan siswi memilih lebih dari satu organisasi tanpa membiarkan waktu belajar terganggu.

Kami tidak pernah menyadari betapa mudahnya kami semakin dekat dan akrab, bukan tentang seberapa banyak kami saling bercerita, atau seberapa keras kami untuk saling dekat. Tapi tentang seberapa sering kami bersama, mengikuti organisasi bersama, dan saling tahu satu sama lain dengan mengalir sewajarnya. Banyak hal-hal baru yang telah kami lewati, tentang sesering kami tertawa, tentang sesering kami berdiskusi mengenai seni, musik, film, tempat wisata, kekeliruan perasaan dan keluarga. Kami tidak memandang tentang siapa yang paling besar materi yang dipunya di antara kami. Tidak pula memandang seberapa buruk karakter kami. Yang kami jalani adalah seberapa besar kami untuk saling mengerti. Bermain bersama sampai merasakan kemerdekaan masa muda yang tak bisa dilupakan.

Di suatu hari, kami seperti tidak saling mengenal. Seperti ada yang mengasingkan diri. Untuk beberapa di antara kami terpecah dalam konflik dingin yang saling diam tanpa menyelesaikannya dengan paham. Saat itu aku tidak bisa saling memihak antara siapa kepada siapa. Tapi disaat itu, konflik membuatku tahu bahwa komunikasi adalah hal terpenting dalam pencapaian kerukunan.

Saat konflik itu mulai mereda, kami bersama saling tahu bahwa ada karakter yang tidak bisa dihindari di antara kami. Bukan tentang keegoisan, namun tentang pemahaman kami dalam penyampaian. Senyum, canda, amarah tak dapat dihindari dalam kurun waktu kami bersama. Tuhan membuat cerita persahabatan kami penuh cerita, tentang sekian kalinya saling bercerita. Tentang memendam perasaan cinta, tentang memendam rasa suka. Tentu ada di antara kami. Tetapi kami memilih jalan kami masing-masing untuk bersemangat menjadi dewasa.

Ketika keakraban kami berjalan sangat harmonis, aku meninggalkan mereka dengan keadaan yang menuntut untuk harus berpisah. Semenjak perpisahan kami. Aku meyakini semua sudah tidak sama lagi, tidak ada yang saling mengeluh di antara kami. Hanya pengungkapan haru yang saling mengingatkan untuk tidak saling lupa, seperti:

“Kalau mungkin hari ini, terakhir kita bertemu atau 10 tahun lagi, tetap ingat kami.”
“Semoga-moga kita ketemu lagi ya… SAMPAI JUMPA.”
“Semoga masih bisa dipertemukan..”
“Mandi pantai yuk, Main ban yuk”

Kini sudah bertahun lamanya kami berenam tidak bersama. Perjalanan persahabatan kami penuh cerita romantikal yang tidak bisa dihindari. Satu persatu kami telah melewati twenty-something dalam perjalanan kami masing-masing untuk mencari jati diri kami. Kami meyakini bahwa kesuksesan akan menghampiri kami. Untuk menjadikan masa muda kami sebagai masa yang mengantarkan kami pada kemakmuran. Kami memiliki jalan kami masing-masing dalam pencapaian itu. Kami mengiringi setiap perjalanan kami untuk terus berusaha dalam hal yang belum kami jumpai. Dan kami percaya bahwa kami adalah orang dapat dipercaya dalam keteguhan, dalam ketangguhan, dalam kemandirian, dalam kesetiaan, serta dalam kesuksesan di kehidupan kami.

Cerpen Karangan: Nikki Ditaharyanti
Blog: nikkiditaharyanti.blogspot.co.id

Cerpen Kesekianku Bercerita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nightmarish

Oleh:
Suara tetesan air. Itu pasti dari kamar mandiku. aku tak akan menaruh curiga pada sesuatu yang ingin menakutiku. Aku beranjak dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi untuk mematikan

Kursi Merah Dan Bunga Sepatu

Oleh:
Persahabatan antara Arka dan Loly sudah sangat lama, sekitar enam tahunan. Dalam persahabatan pasti terdapat kisah senang, sedih, canda tawa, dan sebagainya. Tapi, yang paling membuat mereka berjarak hanya

Salah Faham

Oleh:
Apa yang harus Aku lakukan ketika Sahabatku membenciku hanya karena hal sepele? Haruskah penjelasan itu Ia abaikan? Setidak pentingkah suatu penjelasan itu? Hingga akhirnya suatu kesalah pahaman pun muncul

Time Ghost (Part 1)

Oleh:
Beberapa hari yang lalu aku dan teman-teman seangkatan berhasil berperang di atas selembar kertas putih dengan bersenjatakan sebatang pensil runcing. Ujian Nasional telah kami lewati. Semua berjalan lancar. Rencana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *