Kesempatan Itu Masih Ada

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 May 2016

Namaku puteri Anggiana, semua orang memanggilku Anggi. Hari ini adalah hari pertama aku menjadi siswi SMA Tunas Bangsa, salah-satu sekolah favorit di jakarta. Deg-degan itu yang aku rasakan, aku juga merasa cemas, karena aku sangat sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Dan ini yang paling aku takutkan susah mendapatkan teman seperti waktu di SMP. Gak, kalau kejadian waktu SMP gak mau terulang lagi aku harus sedikit berubah. Tapi, tetap aku tidak sudi menghilangkan sifat introvertku.

“Hai,” aku memberanikan diri untuk menyapa seorang gadis yang ada di depanku, baiklah ini sangat jarang aku lakukan, menyapa seseorang duluan itu hal yang sangat sukar bagiku mungkin lebih tepatnya bagi seorang introvert sepertiku.
“Eh hai,” gadis itu tersenyum ramah ke arahku, rambutnya yang panjang menambah kecantikannya.
“Namaku Anggi,” aku mengulurkan tanganku mengajak dia kenalan.
“Aku Cleo,” dia menjabat tanganku masih dengan senyuman manis di bibir mungilnya, aku membalas senyumannya itu disertai dengan anggukan kecil.

Perkenalan singkat itu membawa kami ke dalam ikatan persahabatan. Hari, bulan, tahun telah kita lewati dan tak terasa pengumuman kelulusan hanya tinggal menghitung hari saja.

“Nggi tunggu,” aku menghentikan langkahku mendengar panggilan seseorang yang sangat familiar bagiku.
“Nggi aku mau ngomong sama kamu,” ucapnya dengan raut wajah yang tak seperti biasanya.
“Mau ngomong apa sih, serius banget?” tanyaku penasaran.
“Tapi bukan di sini, ayo ikut aku!” tak sempat ku balas perkataannya dia sudah menarikku ke arah taman.

“Kamu kenapa sih, kenapa bawa aku ke taman biasanya kita ke kantin kan?”
“Aku mau ngomong sama kamu,” ucapnya dengan wajah serius.
Aku terdiam menunggu ucapan selanjutnya, tapi dia tak kunjung membuka suara.
“Emm.. Ta..Tapi kamu jangan marah,” ucapnya terbata-bata dengan wajah gugup.
“Ya ya, ada apa sih, kok kamu jadi gugup gitu? Kayak orang mau menyatakan cinta aja tahu gak! Pfftt,” ucapku menahan tawa.
“Aku serius, aku suka sama kamu Anggi!”

Aku terdiam mematung mendengar perkataannya, sempat terlintas pikiran negatif di kepalaku. Tapi, segera ku tepiskan. Itu gak mungkin!
“Kamu suka sama aku? Ck, aku tahu kamu suka bercanda. Tapi candaan kamu itu bukannya lucu malah aneh. Haha belajar ngelawak dulu gih ke bang sule. Tapi, barusan aku ketawa ya? Hahaha. Aku aneh juga sih,” ucapku mencairkan suasana dengan wajah setenang mungkin tapi tak bertahan lama, suasana kembali menjadi tegang saat dia memegang tanganku.

“Nggi, aku gak sedang bercanda aku serius, mungkin kamu gak percaya dengan semua ini tapi ini faktanya, aku suka sama kamu saat pertama kali kita kenalan. Kamu harus percaya semua ini Nggi!”
“Cleo, kam… Kamu,”
“Ya Nggi, sahabat kamu selama ini adalah seorang l*sbi!” ucapnya lirih. Aku menggeleng masih tak percaya.
“Gak, gak. Itu gak mungkin, aku gak percaya. Kamu pasti bohong kan?” tanyaku dengan wajah curiga.
“Itu bener Nggi, I swear. Kamu harus percaya itu!” aku menatap mata Cleo lekat-lekat.

Mata itu sama sekali tak melihatkan sebuah kebohongan. Tapi kejujuran. Ku tarik kasar tanganku dari genggamannya. Lalu pergi meninggalkan dia sendiri yang masih mematung di taman. Air mata yang tak mampu ku bendung akhirnya meluncur bebas di pipi tembemku, sungguh aku tak percaya ini, Cleo gadis cantik dengan rambut panjangnya ternyata seorang penyuka sesama jenis dan tragisnya gadis yang disukainya itu adalah sahabatnya sendiri, yaa orang itu adalah aku puteri Anggiana yang selama 3 tahun ini selalu bersamanya. Cleo Farantiana idola para kaum adam di SMA tunas bangsa, adalah seorang penyuka sesama jenis. Itu sangat sulit dipercaya terutama bagiku.

Matahari menyelinap memasuki kamarku. Aku terdiam sejenak di tempat tidurku, berharap kejadian kemarin hanya sebuah mimpi. “Hufft, ini bukan mimpi, tapi nyata!” aku menggeleng frustasi mengingat kejadian kemarin. Gara-gara memikirkan hal itu, aku hanya tidur 3 jam malam ini. Dan berhasil membuat mataku berkantung seperti panda.

“Anggi, kamu harus lihat apa yang ada di mading sekarang!” ucap Alina salah-satu teman sekelasku.
“Kenapa sih?” tanyaku penasaran.
“Semua penghuni sekolah ini sudah tahu kalau Cleo l*sbi,” ucap Alina dengan suara lirih.
“Apa?” segera aku ke luar dari kelas menuju mading, ku lihat di sana sudah banyak siswa dan siswi mengerumuni tempat itu. Mereka melihatku dengan tatapan miris, ada juga yang melihatku dengan tatapan jijik.

Terlihat di sana foto Cleo sedang memegang tanganku bersama sebuah artikel tentang aku dan Cleo. Ku tarik foto dan artikel itu dengan kasar. Dengan wajah penuh emosi, ku tatap mereka tajam. Lalu, aku pergi meninggalkan tempat ini. Sekarang tujuanku hanya satu yaitu taman, aku yakin Cleo pasti ada di sana. Dugaanku benar Cleo memang ada disana dengan tatapan lurus ke depan.

“Cle,” panggilku dengan suara lirih.
“Kenapa Nggi, kenapa aku harus menjadi penyuka sesama jenis? Dan kenapa aku bisa suka sama kamu, sahabatku sendiri?” tanyanya parau dengan tatapan masih lurus ke depan.
“Maafin aku Nggi, gara-gara aku nama kamu jadi tercoreng di sekolah ini,” ucapnya lagi, sambil mengalihkan pandangannya ke arahku.
“Kamu gak salah Cle, gak ada orang yang mau menjadi penyuka sesama jenis. Ini sudah takdir Tuhan. Tapi, selama masih ada keinginan di hati kamu untuk berubah, tidak ada yang terlambat Cle, kesempatan itu masih ada,” ucapku meyakininya, karena aku yakin Cleo seperti ini pasti karena ada sebab. Dan tak mungkin aku membalas perasaannya karena aku masih normal dan dia pun tahu kalau selama ini aku menyukai kak Dimas.

“Ya pasti, aku sangat ingin berubah. Bantu aku Nggi,” aku tersenyum haru mendengar ucapannya. Aku yakin sahabatku ini akan kembali seperti dulu lagi, dia akan sama dengan gadis-gadis lain. Dia akan kembali normal. “Tapi mereka sudah tahu Nggi,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Kamu tenang saja. Sebentar lagi kita akan ke luar dari sekolah ini, dan aku akan membantu menjelaskan semuanya kepada teman-teman, agar tidak terjadi kesalah pahaman. Dan kita akan menjadi sahabat selamanya,” ucapku dengan penuh semangat.
“Yaa kita adalah sahabat selamanya. Makasih ya Nggi,” balasnya dengan senyuman tulus.
“Sama-sama Cleo.” ucapku membalas senyumannya.

Semua orang bisa berubah menjadi lebih baik lagi, tak ada kata terlambat untuk berubah. Selama masih ada keinginan, keyakinan dan usaha, tidak ada yang mustahil. Dan kesempatan untuk berubah itu masih ada. Sahabatku Cleo Farantiana telah membuktikannya. Sekarang dia telah dikaruniai satu anak lelaki yang sangat tampan, bersama seorang suami yang mencintainya tulus tanpa memandang masa lalunya. Lelaki itu adalah kakakku sendiri, Karel Aryangga. Sekarang Cleo Farantiana, sahabatku sekaligus kakak iparku itu telah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Lalu, bagaimana denganku? Beberapa bulan lagi aku akan menyusul sahabat dan kakakku itu, bersama seorang lelaki yang aku kagumi dari sejak SMA. Dimas Putera Alkara. Dia adalah kakak kelasku.

The end

Cerpen Karangan: Imamiatul Azizah
Facebook: ImamiatulAzizah

Cerpen Kesempatan Itu Masih Ada merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Emerald Story (Awal Dari Segalanya)

Oleh:
Di sebuah desa bernama Cilebak, Bandung. Ada anak yang bernama Anggia Hanafi Pratama murid SD kelas 2B di SDN Rancamanyar 2 memulai kehidupannya. “Anggi! Bangun! Sekolah!” ibuku berteriak “Huh…!?

Lupa Cara Menangis (Part 2)

Oleh:
Langkah kaki menggeser waktu lebih cepat dari perpaduan putaran jarum pengarah waktu yang melingkar di tanganku. Balok beroda empat ku tancap melaju begitu cepat tak peduli apa yang menghalangiku.

Sahabat Sejati

Oleh:
Pagi itu di sekolah bersama 7 orang sahabatku yaitu Najla, Dian, zahawwa, Nadiya, Nisrina, Fevi dan Alfiyah sedang baris di lapangan upacara bendera 17 Agustus, Kami selalu bersama-sama kemanapun.

Aku Tidak Punya Teman

Oleh:
Jam menunjukan pukul 06.55. Seorang gadis muda tampak berlari-lari dari arah barat. Hampir saja ia terjatuh ketika tersandung sebuah batu kecil. Ia terus berlari walau ia tahu bahwa jalanan

Aku Dan Kenangan LKO A.1 304

Oleh:
18 juni 2013 Hari dimana aku “rizky dwi utami (ririn)” dan ketua osis sma negri 9 palembang mendatangi tempat yang akan di adakan kepelatihan tersebut. Awalnya tak pernah menyangka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *