Ketika Mimpi Bukan Sekedar Tidur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 February 2016

Saat aku berjalan-jalan dengan anak dan suamiku di sebuah taman aku melihat 3 orang wanita sedang mengais-ngais tong sampah yang ada di seberang jalan, ku perhatikan 3 wanita itu wajahnya seperti tak asing bagiku, hingga membuatku teringat kepada beberapa wanita yang sering menertawakanku di masa lalu tepatnya 10 tahun yangg lalu. “Eh lihat tuh si kampungan lagi jalan, ih jijik aku lihatnya.” ucap Rina menghinaku dari jauh, “Iya, mana ada yang mau sama dia udah la gendut.” sambut Ira. “Hahaha iya bener banget kalian, eh eh dia ke sini kita pura-pura baik aja.” ujar Mimi.

Aku yang begitu polosnya tetap bergabung dengan mereka sering rasanya hatiku sakit dengan perkataan mereka tapi tak berlangsung lama karena aku tipikal orang yang mudah lupa dengan sesuatu. Sampai pada suatu hari saat aku sedang bercanda dengan mereka, “Eh malam minggu ini nanti malam kita sama pacar kita ke mana ya, oh iya ada yang Jones di sini maaf ya.” ujar Ira meledekku. “Iya nih perusak aja padahal semuanya udah punya pacar tinggal dia sendiri nih.” sahut Mimi. Aku hanya terpaku terdiam dan membisu hingga aku sadar aku tak diharapkan dalam pertemanan ini terkadang ucapanku sering tak didengar apalagi digubris dengan mereka mungkin kehadiranku tidak terlalu diharapkan. Hingga membuatku bangkit dan tidak bergantung kepada mereka.

Tapi mereka menganggapku sebagai orang yang lemah yang tak bisa berdiri sendiri, impianku pun dianggap sebagai lelucon untuk mereka. Akan ku buktikan kepada mereka bahwa aku bisa, perlahan dan pasti namaku pun semakin bersinar di SMA karena prestasi yang aku raih untuk sekolah. Tiga temanku itu pun semakin giat untuk mengurusi hidupku. Tapi aku tak terlalu ambil pusing karena menurutku apa pun yang kita lakukan entah itu baik ataupun buruk pasti menuai kritikan. Ibaratnya kita ini bagaikan pengguna Facebook saat menulis status pasti ada yang berkomentar baik itu tersirat maupun tersurat. Dan kini waktunya aku dan teman-temanku lulus dari SMA kami.

Kami pun terpisah dan tak ku dengar kabar tentang mereka tapi di benakku pasti mereka kuliah di kampus ternama sedangkan aku hanya menjadi cleaning service. Tapi beruntungnya aku karena bosku melihat kreatifitasanku, hingga membuatnya tertarik dan mengangkatku menjadi sekretarisnya. Bosku adalah seorang pengusaha muda, ganteng, tajir, saleh, dan baik hati sampai Suatu hari dia ingin mempersuntingku menjadi istrinya awalnya aku ragu sekarang aku yakin bahwa ia benar-benar mencintaiku. Kami pun melangsungkan pernikahan dengan sakral dan meriah tak terlihat orang-orang yang menghinaku dulu di hari pernikahan kami tapi kini aku seperti melihat mereka lagi entah itu benar entah itu hanya halusinasiku saja.

Tak lama salah satu dari mereka menghampiriku untuk meminta sedikit rupiah milikku, begitu terkejutnya aku ternyata dia adalah Ira sahabatku. Isak tangis pun pecah membasahi pipinya ia segera meminta maaf kepadaku karena ulahnya dulu ternyata pacar Ira meninggalkannya dan menikah dengan sahabatnya Rina. Mimi dan Rina yang melihat kejadian itu segera menghampiriku dan meminta maaf kepadaku. Ternyata mereka menjadi seorang gelandangan karena dulu setelah tamat kuliah mereka gengsi untuk melamar kerja di perusahaan kecil hingga membuat lapangan kerja semakin sempit dan mereka tak punya pekerjaan sekarang.

“Aku sudah memaafkan kalian.” ucapku. Aku pun memberikan modal kepada mereka karena di kantor sedang tidak membutuhkan pegawai baru. Dulu aku yang di bawah mereka, sekarang dunia sudah terbalik. Allah menunjukkan kebesaran-Nya bahwa tak ada yang kekal di alam ini kecuali kehidupan di akhirat. Aku dan keluargaku hidup rukun, aman, dan tenteram selamanya dalam cinta yang abadi. InsyaAllah.

Cerpen Karangan: Risma Rani
Blog: Kharismaposting.blogspot.com
Facebook: Risma Rani

Cerpen Ketika Mimpi Bukan Sekedar Tidur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku dan Penelitian Ayahku (Part 2)

Oleh:
Dan, disinilah aku, di tempat aku mengawali semua kekacauan ini. Tempat aku melihat ribuan koloni kecoak berkembang biak tanpa bisa dihentikan. Tempat aku melihat guru-guru, dan teman-temanku bertemu ajal

Surat Dari Gunung

Oleh:
Untukmu Sahabatku… Bagaimana kabarmu kawan? Semoga baik-baik saja. Tak seperti kami yang di sini. Berjalan dalam kepanikan, dan bersembunyi dalam ketakutan. Desas-desus kemerdekaan yang dicetuskan oleh sekelompok orang membuat

I’m lost!

Oleh:
“I miss you so!!! here around me, so many people, but yet so alone.” Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya Di tempat ini, tempat dimana kita pertama bertemu Kau dan

Tetap Sahabat

Oleh:
Namaku Elsa aku adalah gadis dari keluarga biasa yang baru berusia 16 tahun. Aku bersekolah di salah satu SMA favorit yang berada di kotaku. Aku mempunyai sahabat bernama Rindu.

Dilema Cinta

Oleh:
Namaku vina, aku, anisa, novia, dyta, fida dan dwima sahabatan dari kelas satu. Sekarang sudah kelas tiga. Kami sedang berlari menuju sekolah. SMAN TCK, karena terlambat “sudah datangnya terlambat,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *