Ketika Sahabatku Datang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 18 December 2018

Hai! Namaku adalah Alveirna Uniadsti Hayajaka atau sebut saja Veirna (baca: Feirna). Jadi aku mau menceritakan pengalamanku!

Jadi, pada saat itu, mama aku, papa aku, sama Kak Tyas (kakak aku), dan aku, sedang memesan makanan di restoran terkenal bernama “The Vlassy”. Orangtuaku memesan Mozarella Chicken, sedangkan kami, Kak Tyas dan aku memesan Tomachil Noodle. Oh iya, kami berempat memesan Teashake Bobbalicious untuk minuman kami.

Setelah makanan dan minuman kita semua datang, kami pun berdoa, lalu kami pun langsung memakannya dengan lahap. Tapi, tiba tiba,” Hey!” “Eh! Tunggu! Itu suara siapa? Sepertinya aku mengenal suaranya!”, gumamku. “Hello, apakah sudah melupakan sahabat kecilmu ini?”, tanyanya. Sontak, aku langsung memeluknya. Ternyata, dia adalah Niya, sahabat karibku sebelum aku pindah ke Medan. Sebelumnya, aku akui, aku pindah ke Medan tiga tahun yang lalu karena papa aku membangun usahanya di sini. “Niya Diani Erylin, kapan kamu ke sini?”, tanyaku kepada Niya. “Ehm, baru dua hari yang lalu!”, kata Niya. Belum sempat aku bertanya alasan dia ke sini, dia sudah mengatakannya duluan. Ia berkata seperti ini, “Aku ke sini karena pekerjaan ayahku, ehmm, maksudku, nanti ayahku kerja di sini 3 bulan lagi, yang lebih tepatnya bulan Juni. Jadi, aku dan keluargaku ingin melihat tempat kerja ayahku di sini, sekalian lihat kamu!” “Yay! Asik! Jadi kamu kapan pulang ke Lampung?”, tanyaku. Oh iya! Dulu aku dibesarkan di Lampung semenjak aku lahir sampai aku kelas tiga. Lalu, baru deh aku pindah ke Medan! Kita ke ceritanya lagi ya! “Ehmmmm, lusa aku udah pulang sih! Sebenarnya, besok, aku akan ke rumahmu! Oh iya! Alamat kamu di mana?”, Tanya Niya. “Oh! Aku tinggal di kompleks Kisillya no. 15!”, kataku. “Oh, ya sudah! Pamit dulu ya! Sampai Jumpa!”, kata Niya! “Sampai Jumpa juga Niya!”, ujarku. Setelah itu kita berdua pun pulang.

Keesokan harinya…
“Ting Tong!”, suara bel di rumah ku berbunyi. Aku pun membuka pintu nya! “Eh! Niya! Masuk yuk!”, kataku. “Ok!”, katanya. Kami pun langsung naik ke atas (Karena kamar aku berada di atas). Sesampai di kamarku, kami pun langsung bermain boneka barbie, congklak, dll. Tak lupa, aku meminta ID Linenya (Biar bisa chattingan).

Tak terasa, sewaktu Niya datang itu sekitar jam 9 pagi, eh sekarang udah jam 5. “Om, tante, Kak Tyas dan Veirna, aku pulang dulu ya! Dah!”, ujar Niya. “Iya! Dah Niya!”, ujar kami serempak. Aku pun langsung ke kamarku lagi. Aku pun bergumam, “Hmmmm, 3 bulan lagi Niya bakal datang lagi! Asik! Nanti aku mau buat rencana apa ya? Aha! Aku akan menjemputnya di bandara, lalu aku akan memberi sebuah hadiah. Hmmmm, bagaimana jika aku memberinya kalung persahabatan ya? Mumpung masih lama dia ke sini, aku nabung dulu ah!”

Sehari sebelum Niya datang, rupanya, orangtua Niya dan Orangtuaku setuju sama ideku. Sekarang, tinggal aku bergegas untuk membeli hadiahnya Niya di “Unicorn Shoppy”. Di situ, emang jagonya untuk aksesories yang imut imut. Aku pun langsung membeli kalungnya. Oh iya, liontin nya itu bertuliskan “BFF” dengan glitter yang berwarna warni. Aku pun membeli dua kalung itu. “Yang satunya aku kasih ke Niya, satunya lagi aku pakai!,” gumamku. Lalu, aku pun bergegas untuk membayarnya. “Totalnya 200 ribu rupiah dek!”, ucap kasirnya. Aku pun membayar nya. Rupanya, masih ada sisa 150 ribu rupiah. Jadi, aku pun membeli kue cheesecake blueberry yang dia suka di toko kue bernama “Amelia’s Cake”. Dan ya, aku merupakan langganan disitu. Lalu, aku ker kasir untuk membayar. “Harganya 120 ribu rupiah!”, kata kasirnya. Aku pun membayarnya. “Sipppppp, semua sudah kubeli! Oh iya, uang masih ada sisa 30 ribu rupiah! Kutabung ahhhhh!”, kataku kepada diriku sendiri. Aku pun pulang.

Keesokan Harinya…
“Ve, bangun Ve! Mau jemput Niya gak?”, teriak Kak Tyas. “Iya, aku bangun nih!”, kataku. Aku pun bergegas mandi. Setelah mandi aku pun langsung ke bawah. Aku memakai dress di bawah lutut berwarna pink dan ada tulisan Bestie is da Best! Oke, ke ceritanya lagi yah! “Pagi Pa, Ma, sama Kak Tyas!”, kataku. “Pagi!”, kata mereka serempak. “Nih, makan dulu Ve, pancake strawberry sama jus jeruknya!”, kata mama ku. Aku pun langsung melahapnya. Hmmmmmm, yummy!, gumamku. Setelah selesai makan, “Ayo Pa! Nanti gagal loh rencana kita!”, kataku. “Ok!”, kata papaku. Kita pun langsung menaiki mobil.

Sesampai di bandara…
“Niya! Hai!”, ujarku! “Veirnaaaaaa! Gak nyangka kamu yang jemput!”, Niya berteriak. “Hushhh, jangan teriak! Ini kan tempat umum! Eh, hai Om, tante.”, ujar ku. “Hai juga!”, kata mereka berdua. Kami pun segera menaiki mobilku. Lalu, aku pun bertanya, “Niya, nanti kamu sekolah di mana? Kamu juga nanti tinggal dimana? Oh iya! Ini ada kue sama hadiah untuk kamu!” “Ohhh! Makasih Ve! You are the best from the best! Oh! Nanti aku bakal sekolah di sekolah kamu, yaitu di Medan Plus School! Aku juga bakal tinggal sekompleks kamu! Hanya saja aku bakal tinggal di No 21!”, katanya. Aku pun senangnya minta ampun, sampai sampai aku nangis. Niya pun langsung membuka hadiah nya dan memakan kue nya. “Mmmmm, enak! Makasih ya! Aku suka!”, katanya. “Eh! Aku juga punya sama kalung sama punya kamu, soalnya ini kalung Persahabatan kita. Oh iya, hehehe, lupa ngomong, sama sama Niya!”, kataku. “Eh kita udah sampai nih!”, kata papa aku. “Makasih ya semuanya! Oh iya Ve, aku punya kabar bagus nih! Aku.. bakal tinggal disini permanen!”, kata Niya. “Yeay!”, kataku. Kami pun pamit untuk pulang.

Seiringnya waktu, kami pun semakin akrab. Hampir setiap hari aku mampir ke rumah nya, dan sebaliknya. Sekarang pun kita menjadi BFF yang makin sayang satu sama lain. P.S: Bahkan, ada yang iri lho sama persahabatan kita (hehe pstttt, ini rahasia hanya kalian yang tau).

Cerpen Karangan: Squishylol
Blog / Facebook: Resi Gustiana
hai! Jangan lupa follow Instagram ku ya!
Instagram: @Squishysspamsacc
@Destiwang

Cerpen Ketika Sahabatku Datang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salah Paham Berakhir Pahit

Oleh:
Lenna, Gio, Kevin, dan Farel adalah sahabat dari kecil. Sekolah bersama, bermain bersama, dan tumbuh bersama hingga sekarang. Mereka terlihat tak terpisahkan. Wajar, rumah mereka saja bersebelahan. Sedih dan

Masalah Di Persahabatan

Oleh:
Waktu shubuh telah tiba. Jam wekerku berbunyi keras hingga membangunkanku. Saat itulah aku langsung menuju kamar mandi, setelah itu, barulah aku shalat shubuh. Setelah selesai sholat, aku pun kembali

Tea Party

Oleh:
Hai, namaku Kania Azzahra Syafiana. Panggil saja aku Kania. Aku mempunyai dua sahabat yang baik yang bernama Lala dan Gea. Pagi ini di sekolah… “Halo, Kania!” kata Gea. “Oh,

Relationships Goal

Oleh:
Hai, Namaku adalah Adelia Stevany (Adel), oh iya.. aku memiliki dua sahabat loh, kita sudah berteman sejak kecil. Yang pertama namanya adalah Pamella Fransiska (Pamella), dia orangnya cantik dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *