Kisah ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 July 2014

Aku hanya lah seorang gadis remaja yang mempunyai banyak teman, sahabat dan aku adalah seorang remaja yang otaknya gak pintar-pintar juga, lumayan lah. Aku berusia 17 tahun dan aku lahir di keluarga yang sederhana, yang selalu menghargai waktu dan tidak suka menyombongkan diri kepada orang banyak. Aku mempunyai orangtua yang sangat sayang sekali kepadaku. Aku dibesarkan mereka hingga seperti ini, aku diajarkan bagaimana hidup dengan tegas, jujur, sopan santun, menghargai waktu, tidak sombong, dan selalu ramah kepada orang-orang, tapi sayang hanya satu yang aku susah buang aku itu orangnya pemalu.

Aku mempunyai adik laki-laki dan aku sangat sayang kepadanya, walaupun terkadang membuatku jengkel dengan setiap candaannya. Aku dan adikku tidak pernah akur, tapi ada saatnya sih aku dan dia akur. Nama adikku itu Jeriko, tepatnya sih namanya Jeriko Silaban. Adikku itu kecil, tubuhnya maksud ku. Aku selalu berkhayal, kapan ya adikku itu tinggi dan besar seperti adik teman-temanku dan sahabat-sahabatku. Ingin sekali melihat dia seperti adik-adik mereka yang tidak suka manja-manja lagi sama orangtua.

Aku mempunyai sahabat-sahabat yang sangat aku sayangi dan mereka orang keempat yang aku sayangi setelah Tuhan, orangtuaku, dan saudara laki-laki ku. Mereka itu penjagaku, pelangiku, pelengkap kehidupanku, dan seperti saudara bagiku. Tanpa mereka mungkin hari-hariku akan kelam tanpa penerang dan arah jalan dan tujuan. Sahabat-sahabat ku itu namanya Edet yang dipanggil Itot, Natalia yang dipanggil Nata atau natot, dan Ely yang dipanggil Elot. Mereka bertiga adalah sahabatku yang selalu ada buatku kapan pun aku merasa bersedih, kesepian, senang, dan kapan pun lah.
Aku selalu berpikir dan berkhayal jika kami berpisah, apa yang akan terjadi dengan persahabatan kami ini. Ingin sekali selalu bersama dengan mereka kapan pun dan dimanapun. Di antara mereka bertiga yang aku paling dekat itu Edet karena dia tempat ku mengadu perasaanku dan mengeluarkan isi hatiku. Aku berterima kasih selalu kepada Tuhan karena telah memberikan sahabat yang seperti mereka yang mengerti akan aku dan selalu setia bersama ku. Karena aku tidak ingin mempunyai sahabat yang hanya ingin memanfaatkan aku saja di mana dia butuh di situ aku diperlukan, di mana dia tidak butuh di situ aku di tinggalkan.

Tetapi tidak apa-apa, terkadang persahabatan itu selalu mendapat pencobaan dan masalah namun itulah yang membuat persahabatan terus berjalin semakin erat. Dalam sedih dan senang selalu bersama, dalam kesendirian pun sahabat ikut merasakannya karena itulah arti dari sebuah persahabatan.

Sekian kisah hidupku yang aku bagikan kepada kalian semua, harap maklum hanya sedikit karena baru kali ini aku menulis cerpen. Tidak bagus kan, tetapi itu lumayan bagiku karena ini karya pertama ku. Mudah-mudahan saja hasilnya bagus menurut kalian. Terima kasih.

Cerpen Karangan: Uli Lianna Bella. S
Facebook: ullie ‘cii’ Benbem Bella

Cerpen Kisah ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Kembalilah

Oleh:
Namaku Tara anatasya .aku tinggal bersama orang tuaku dan satu orang adik perempuanku.aku sekolah di SMP Kintan II kelas vIII.Ayahku bekerja sebagai dokter di rumah sakit Kasih Bunda.sedangkan mamaku

Dia.. Bintangku

Oleh:
Diantara banyak bintang bertaburan dilangit malam yang sunyi, gue nemuin satu bintang yang paling terang dari yang bersinar. Dia indah, gue seneng mandanginnya, gue seneng liat sinarnya, indahnya bikin

Filly Sahabatku

Oleh:
Namaku Ariana yuni syarofah yang biasa akrab disapa Riana. aku sekarang bersekolah di SMP N 4 BUNTA. kisahku ini tentang masa lalu ku bersama sahabatku yang bernama FILLIAWATI PRADIWI

Lukas

Oleh:
Aku pandangi anak itu penuh tanda tanya, sederhana, sekedar memakai kaos putih lusuh sampai warnanya kecoklatan, ada bolong dan sobek di beberapa bagiannya, krahnya molor ke satu sisi sehingga

Febis

Oleh:
Bumi tak pernah memandang orang lemah, kurang, bahkan buruk. Tapi bumi tersenyum bagi orang yang tersenyum pada alam. Ketika itu juga matahari dan seluruh alam tersenyum pada kita. Bersyukur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *