Kisah Persahabatan Putri Duyung Dan Manusia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 2 September 2017

Di dasar laut, hiduplah kerajaan duyung, makhluk setengah ikan dan manusia. Kerajaan itu bernama kerajaan Nethuna. Rakyat hidup makmur dan damai berkat kepimpinan Raja Nerandra. Raja Nerandra memiliki permaisuri bernama Ratu Malissyia. Mereka dikaruniai sepasang anak kembar perempuan, namanya Shovia dan Shavia.

Shovia dan Shavia adalah anak kembar identik. Rambutnya yang hitam legam sepunggung, alis yang tebal, matanya biru bak air laut, pipinya yang agak chubby, lesung pipit di pipi kanan-pipi kiri, kulit yang putih, tubuh yang lentur, dan warna ekor yang sama, yaitu merah-ungu dengan sedikit warna emas.

Cara membedakan mereka hanya 1, yaitu dari mahkotanya. Jika mahkota itu berwarna emas bertaburan mutiara ungu maka itu Shovia, sedangkan mahkotanya perak bertaburan permata pink maka itu Shavia. Pintar, imut, cantik, agak tomboy, tidak sombong, mudah bergaul, senang menolong, suka berpetualang, bersih dan rapi adalah kepribadian mereka. Selain kembar dari segi fisik maupun sifat, barang mereka juga sama. Mulai dari baju, rok, aksesoris, perlengkapan sekolah, cermin, sisir, dan sebagainya. Mereka juga tidak pernah bertengkar.

Pagi mulai menyapa makhluk di darat maupun di air. Si kembar terbangun dari alam mimpinya yang indah.
“Pagi Shav!”
“Pagi Shov!”
Mereka segera memilih baju atasan. “Eh Shavia! gimana kalau pakai ini,” usul Shovia seraya mengangkat dua baju. Baju berwarna merah dan berhias payet-payet emas. Tali lengannya hanya satu dan terbuat dari mutiara pink muda. “Hmm… Boleh, aku suka!” seraya mengambil salah satu baju dari genggaman Shovia. Mereka mengenakan baju itu. Mereka melepas mahkotanya masing-masing, lalu diletakkan di kotak merah. “Aksesorisnya yang ini saja ya..” Shavia menangkat 2 kalung mutiara asli dan berbandul karung berbentuk hati. Di bandul tersebut terukir nama ‘Shovia Syandra & Shavia Nerisya’, 2 Gelang terbuat dari kerang-kerangan, 2 cincin berbandul hati, dan 2 cincin mutiara. Shovia mengiyakan dan mengambil dari tangan Shavia.

Usai berdandan, mereka menata rambutnya. Rambut mereka sama-sama digerai indah dan diberi bandana. Shavia menggendong tas ranselnya di pundak, sedangkan Shovia mengenakan tas selempang. Mereka berlomba-lomba berenang menuju meja makan. “Pagi Ayahanda, Ibunda!” sapa Shovia dan Shavia. Mereka duduk di kursi makan. “Pagi sayang!” jawab Ratu Malissyia dan Raja Nerandra. Mereka menyantap menu sarapannya.

“Malissyia, aku segera berangkat!” pamit Raja Nerandra seraya ke luar istana. “Ibunda, Ayahanda mau ke mana?” tanya Shavia, lalu menyantap sarapannya. “Ayah mau ke kerajaan Glowie, ada urusan sama Raja Carald, selama seminggu Ayahanda tak akan pulang,” jelas Ratu Malissyia. Mereka sedikit murung. “Seminggu tanpa Ayahanda,” gumam Shovia seraya mengaduk-aduk sarapannya. “Yeah,” tanggap Shavia.

“Ibunda, kami berangkat dulu!” pamit Si kembar. “Iya sayang!” jawab Ratu Malissyia seraya tersenyum. Si kembar segera masuk ke kereta kencana. Mereka menuju “The School Princess & Prince Mermaid”. Khusus sekolah anak bangsawan.

Sesampainya, mereka berenang menuju kelas. Di kelas, mereka menghampiri sahabat mereka yaitu Ovilia, Claista, dan Syerla-Syerli. Syerla dan Syerli sahabat si kembar yang kembar, namun tidak identik. Rambut Syerla panjang agak keriting sepunggung warna emas, sedangkan rambut Syerli warna hitam lurus sebahu. Sifat Syerla feminin sedangkan Syerli tomboy (sangat!). “Hai semua,” sapa Shovia dan Shavia kompak. “Pagi Shav, Shov!!” sapa balik mereka. “Kamu sudah mengerjakan tugas rumah dari Mrs. Loyd??” tanya Claista. “Sudah!” jawab Sikembar kompak. “Eh jangan dandan truss dong La?!” tegur Ovilia. Syerla sedang mempolesi wajahnya dengan make up. Sstt… Kadang satu hari Syerla melapisi wajahnya dengan 20 lapisan make up! bahkan pernah 50 lapisan… Weleh Weleh…. “Biar! kan make up akyu yuntur,” ucap Syerla centil. “Risih aku melihat Syerla make-up an,” gumam Syerli.

Teeeeeettttt…
Bunyi bel masuk. Seluruh siswa masuk ke kelas. Si kembar bersama sahabat mengambil kelas TDM (Tentang Dunia Manusia).

Shavia menghempaskan tubuhnya ke kasurnya. Ekornya melambai-lambai dengan lambat. Shovia mengenakan mahkotanya dan memakainkan Shavia mahkotanya. “Trims,” jawab Shavia. “Hmm… Shav!aku penasaran sekali dengan dunia manusia, gimana sih?” celetuk Shovia seraya menyisir rambutnya yang kusut. “Hmm… Gimana kalau tanya Ibunda?” usul Shavia. Ia yang tadi tidur sekarang duduk di kasur. “Ayo.” Mereka berenang menghampiri Ibunda. “Manusia itu sangat jahat! ia pernah membunuh salah seorang putri duyung. Kalian jangan pernah ke dunia manusia,” jawab Ratu Malissyia dengan nada bentak saat Shovia bertanya tentang dunia manusia. Mereka segera berenang ke kamar. Mereka berpandang, seakan punya ide yang sama. Mereka berenang ke luar istana secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan pengawal dan Ibundanya. Mereka ternyata berenang ke atas permukaan air!

“Lihat! ada kapal, ke sana yuk!” usul Shavia seraya menunjuk kapal di pinggir pantai. Mereka berenang mendekati kapal yang besar dan megah. “Shov! Tolongin aku!!!” teriak Shavia. Ekor Shavia terperangkap jaring nelayan. Padahal jaraknya dengan kapal tak sampai 5 cm. “Ekorku terjebak juga Shav!!” teriak Shovia. “Tetap di situ! aku akan menolong kalian,” ucap seseorang. Mereka menoleh, ternyata seorang perempuan dari kapal. Rambutnya yang emas berkilauan dan mengenakan gaun berwarna aqua. Ia membuka sepatunya dan menolong Si kembar. Lalu gadis itu menyeret mereka untuk duduk di pinggir kapalnya.

“Kalian putri duyung?” tanya gadis itu. “Iya. Aku Shavia, ini kembaranku Shovia!” ucap Shavia. “Kami anak Raja Nerandra, kerajaan Nethuna,” sambung Shovia. “Owh.. Aku Vialin. Aku anak raja Eglynd kerajaan Royald,” jawab gadis itu bernana Vialin. Mereka mengobrol.

“Vialin! Vialin!” ada seseorang memanggil Vialin. “Kami harus ke istana dulu, daah Lin!!” seru Shavia seraya berenang ke dalam laut, disusul Shovia.

Sejak saat itu, mereka sudah bersahabat dengan Vialin selama seminggu, namun persahabatan mereka sungguh rahasia… Vialin menceritakan persahabatannya dengan putri duyung, awalnya mereka tak percaya apalagi Lutivah, kakaknya. Namun mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Vialin berteman dengan Putri duyung.

Suatu hari, Shavia dan Shovia bertemu dengan Vialin di pinggir pantai. Nasib buruk menimpa Shovia dan Shavia. Mereka tertangkap basah saat mengobrol dengan Vialin oleh penasihat kerajaan. Penasihat kerajaan memberi tahu kabar tersebut, akhirnya Si kembar diomeli habis-habisan.

Suatu hari, Shavia berenang mengelilingi laut, Maju tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Shavia ditangkap oleh seseorang manusia. Ternyata ia penyihir bernama Goody (baca: godi). Ia ingin mencuri permata mahkota Shavia yang diyakinin mempunyai kekuatan sihir. Seluruh pembesar kerajaan khawatir karena Shavia tidak pulang-pulang. Vialin memberi tahu kabar ini ke keluarganya. Mereka menolong Shavia. Berhasil! Mereka mengembalikan Shavia ke keluarganya.

Raja dan Ratu bingung. Mereka berprasangka jika mereka ingin menyakiti puterinya. Shovia menjelaskan semua tentang persahabatan mereka. “Ayahanda, manusia itu ada yang jahat, ada yang baik. Makanya jangan berprasangka buruk!” tutup Shovia. Mereka meminta maaf pada keluarga Royald. Sejak saat itu, keluarga kerajaan Nethuna dan kerajaan Royald bersahabat baik.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
Maaf nggak nyambung. Ini ide dari pengalamanku, temenku mau dibuatkan cerpen judulnya ‘Putri Duyung’.

Cerpen Kisah Persahabatan Putri Duyung Dan Manusia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Sahabat

Oleh:
“rara” panggil gadis berjilbab putih itu di koridor sekolah SMA PELITA ke gadis yang berjarak 10 meter darinya. “hmmm…” gumam gadis yang tak lain bernama rara itu sambil menoleh

Liburan Seru Ke Pantai

Oleh:
Ting Tung Tang… Bunyi alarm di kamar Renatha/Ren. Ren segera terbangun. Ren mematikan alarm seraya melihat jam di alarm. Ren segera mandi. Hari ini adalah hari pertama liburan semesteran.

Kembalinya Seorang Sahabat

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 06:00 wib pagi, alhamdulillah selesai juga. Kataku sambil merenggangkan tubuhku, setelah selesai belajar diniyah pagi. Aku adalah seorang santri di sebuah pondok pesantren di daerah jawa

Bad Luck Keynes

Oleh:
Keynes adalah seorang anak dari keluarga kaya. Ia berusia 13 tahun. Keynes adalah satu murid SEOUL INTERNATIONAL SCHOOL. Disekolahnya kaynes adalah salah satu murid yang terkenal karena kepintarannya. 3

Demi Sahabat

Oleh:
“Din tau gak kamu?” “Gak!!” “Ihhh kamu nih, ada anak baru lo, dia di kelas 2 IPA 3” “Emang knapa?” “Ihh kamu ini, dia ganteng banget” Namaku Dina, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *