Kita Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 January 2014

Teet.. Teet.. Teeet.. Bunyi bel sekolah tanda untuk masuk kelas. Vyo, vina dan yani memasuki kelas
“vyo, si udik kemana, kok gak keliatan dari tadi?” kata vina sambil melihat seisi kelas
“gak tau, tanya aja sama sahabatnya. Tuh.. Si yani.” kta vyo sambil menunjuk yani
“aku juga gak tau, sakit mungkin” sahut yani
“Ssst.. Mr. kasir dateng” kata vina

Semua siswa tenang mendengarkan Mr. kasir, selain vyo vina, iqbal dan rangga, yaa.. Mungkin kami sedikiit nakal
Selang beberapa menit kemudian ada suara yang memecah keheningan
“maaf mister, saya terlambat, saya bangun kesiangan” kata aisah memelas
“ya sudah.. Letakan tas kamu di meja lalu berdiri satu kaki di depan kelas sampai jam pelajaran saya habis” kata Mr. kasir seenaknya
“yaah.. Gak bisa dinego ya pak?” tanya aisah
“nego nego!” Hentak Mr. kasir
“iya iya pak!” aisah pun menyerah

“udah udik, alay, pemalas lagi. Aduh, pake hidup segala” celoteh vyo
“dasar udik” sahut rendra
“udik dipelihara” fernanda pun ikut menyaut
semua menertawakan aisah dan menyorakinya
“Sudah! Diam semua. Apa mau ikut dihukum?” Kata Mr. kasir

Detik demi detik berlalu jam Mr. kasir pun berakhir, Aisah langsung diserbu anak-anak sekelas menggunakan sampah yang dilemparkan ke mukanya, dan saat itu pula aisah berlari ke kamar mandi, mungkin dia menangis. Penyebabnya dia dimusuhi adalah karena dia merusak kelas saat semua anak di kelas menghias dan membersihkannya dengan susah payah, dia kotori dengan sepatunya yang kotor karena menginjak lumpur saat berangkat sekolah, dan akhirnya kelas IX B tidak jadi juara kelas
“yaah.. Beraninya lari, dasar pecundang!” Ejek vyo

Vyo dan vina pergi ke aula untuk mencari tau tugas yang diberikan pak sumardi guru bahasa Indonesia
“eh.. Ada si udik disini” kata vyo sambil menunjuk aisah
“iya, udik udiik.. Huh, udah kayak kuman kamu, bawa sial!” cemooh vina

Vyo dan vina pun kembali ke kelas karna guru yang seharusnya mengajar tidak ada, suasana kelas sangat ricuh dan ramai tapi disitu tidak ada aisah..

Keesokan harinya
Sebelum masuk kelas sudah kebiasaan anak satu kelas nongkrong di kantin, walau hanya sekedar ngerumpi. Bel kelas berbunyi kami semua memasuki kelas, tapi, ada sesuatu yang berbeda, saat kami sampai di dalam kelas. Sangat bersih dan indah.. Kami menemukan tulisan di board:

“kawan, maafkan aku.. Hari itu memang kesalahanku. Tapi, itu belum penilaian terakhir, hari inilah penilaian terakhir, aku sengaja sebelum pulang sekolah mempersiapkan ini semua.. Ku mohon kalian bisa memaafkan ku”

tertanda: aisah

Lantas kami pun tercengang melihat tulisan itu, kami sepakat untuk memaafkan aisah, saat aisah masuk kelas semua tersenyum padanya

“good job!” puji bowo
“elo nggak ngecewain kita!” tandas udin
“aisah! Loe emang nggak kuman!” kata vyo dan aisah

Saat pak. sumarno mengumumkan juara kelas, semua terdiam dan tenang
“juara kelas umum adalaah.. Sembilaan B”

“Yeee…” Semua bersorak sorai dan untuk merayakannya kami anak IX B makan makan di mall ternama di kota kami

End.

Cerpen Karangan: Oliivyo vebiola
Facebook: Oliivyo vebbiiolaa
twitter: @oliivyovebbiiolaa

Cerpen Kita Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hati Kecil yang Tertinggal

Oleh:
Ahsan menarik nafas sejenak, membuangnya seketika. Hatinya masih tampak labil meski ia sudah berusia kepala dua. Serta-merta ia masih teringat peristiwa tak terlupakan 5 tahun lalu saat ia diseret

Bidadari Dari Langit

Oleh:
Tom dan Andika sedang duduk di teras rumah kos Andika. Rumah kos Andika berada tepat di seberang rumah Ari, sehingga Tom dan andika dapat melihat aktifitas yang dilakukan di

Penghancur

Oleh:
“Ceklik… ceklik…” suara pintu Rira saat mengunci pintunya. Risa, Rira, Medi dan Selfi akan pergi ke sebuah toko untuk membeli kado buat Fani. “Temen-temen yuk silahkan masuk” Risa menyuruh

Maaf Karena Aku Terlalu Berharap

Oleh:
Hembusan angin dari jendela membangun kan ciara dari tidur nya. Ara melihat jam di meja belajar, “astagfirullah!!! Sudah jam 6 fix aku kesiangan!!!” Ujar ciara atau biasa dipanggil ara.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *