Kuberi Kado Terakhir Untukmu Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 16 May 2016

Namaku Nazwa Shopie Nur Salsabila panggil aja aku Nazwa. Aku mempunyai sahabat yang baik sekali namanya Alya. Sudah 4 tahun aku bersahabat dengannya. Di pagi hari yang cerah. Aku segera siap-siap ke sekolah karena hari ini hmm gak ada apa-apa sih tapi aku ingin berangkat sekolah pagi-pagi. Ku lihat tanggal hari ini. “Gak terasa sekarang sudah tanggal 13 Maret.” Kataku. Aku teringat bahwa tinggal 7 hari lagi sahabatku ulang tahun. Segera aku turun ke bawa karena Bunda memanggilku.

“Bunda ada apa sih?” tanyaku.
“Enggak. Kamu ngapain aja di kamar? Bukannya cepat! Mau sekolah gak sih?” kata Bundaku.
“Enggak Bun. Aku gak apa-apa kok di kamar. Ya sudah aku sarapan makanan Bunda tercintaku dulu.” kataku sembari senyum. Bunda membalas senyumanku dan segera ke dapur lagi. Setelah siap aku pergi ke sekolah.

Di kelas. Biasanya Alya sudah datang? Tapi ke mana dia sekarang?
“Assalamualaikum Kesyha,” Sapaku.
“Waalaikum salam Nazwa,” Jawabnya.
“Kes kamu udah lihat Alya belum?” Tanyaku.
“Ampun deh kamu datangnya kepagian sekarang baru jam 06:10 Alya datangnya jam set 7. Makanya datang jangan hampir masuk dong,” katanya.
“Iya Iya.” Kataku.

“Met pagi semua,” Sapa Angel.
“Selamat pagi juga Ngel,” Sapa yang ada di kelas. Tiba-tiba Alya datang dengan lesu.
“Hai Alya,” Sapaku riang.
“Hai juga Naz,” sapanya.
“Kamu sakit? kalau sakit kamu gak usah sekolah dulu.” Kataku khawatir.
“Aku gak apa-apa cantik.” Katanya.

5 Hari ini Alya gak masuk. Guru guru tak ada yang memberitahuku.
Tiba-tiba Kesyha datang dengan terengah-engah. “Nazwa. Aku dengar. Alya. Dirawat. Di. Rumah sakit.” Kata Kesyha sambil terengah-engah. Aku kaget bahkan sangat kaget. “Apa?! Dia sakit apa Kes?” Tanyaku panik.
“Dia sakit jantung sampai sekarang.” Katanya sambil menahan tangis.
“Se-Sekarang kenapa Kes? Ku mohon jawab,” Kataku.
“Kalau kau mau nanti ku antarkan ke rumah sakit Naz.” katanya. Aku hanya diam kaku. Sungguh aku gak ingin kehilangan sahabatku. Dari kecil aku selalu ada bersamanya dalam suka maupun duka. Tapi sekarang?

Setelah sampai di rumah sakit. Aku menunggu di luar kamar pasien. “Tante. Gimana keadaan Alya Tan!!” Tanyaku terisak. “Sabar Nak. Berdoalah.” Kata Bunda Alya. Tiba-Tiba dokter datang.
“Maafkan kami Bu. Kami tidak bisa menolong anak Ibu kecuali dengan pendonoran jantung Bu kalau sampai besok tidak ada yang mau mendonorkan jantung kepada anak Ibu mohon maaf. Kami tidak bisa melakukan apa pun.” kata dokter itu. Hari ini nekadku sudah bulat. Aku akan mendonorkan jantungku kepadanya sebelum itu. Aku ingin memberikan sebuah surat kepadanya. Besok adalah ulang tahun Alya aku ingin memberi jantung ini padanya.

Keesokan harinya. Alya pun sadar.
“Bu. Di mana aku?” Tanya Alya
“Kamu di rumah sakit Nak. Ada seseorang yang sangat baik padamu. Selamat ulang tahun Nak,” Kata Ibu Alya sambil menangis. “Ini. Ada sepucuk surat dari orang yang sangat baik hati padamu.” kata dokter. Alya pun membuka surat itu.

“Untuk sahabatku tercinta, Alya. Gimana kabarnya Al? Pasti sangat baik kan? Maaf aku tidak menemuimu saat hari yang spesial untukmu Al. Ku harap kau jangan Nangis ya. Tersenyumlah selalu Sahabatku Alya. Aku memberi kado terakhirku untukmu Al. Jantungku. Ku harap kau tak bersedih. Ingat pesanku yaa tetap tersenyum walau hari-harimu sekarang tanpaku ya Al. Masih ada teman yang lain kok jaga kado terakhirku ya. Rawat jantungku yaa. Nanti kita pasti bertemu lagi kok. Tenang aku di sini baik-baik saja kok jaga dirimu yaa. Sampai jumpa Sahabatku Alya. Salam, Sahabatmu Nazwa.”

Alya menahan tangis. “Bu. Di mana Nazwa? Aku mau ke sana.” Tanyanya. Ibunya pun mengantarkan ke kuburan Nazwa.
“Nazwa. Aku janji padamu Naz. Aku akan selalu merawat jantungmu. Jaga dirimu di sana yaa. Aku tidak akan melupakanmu Naz.” Kata Alya dengan sedih. Sekarang hidup Alya berubah tetapi ia tidak akan melupakan sahabatnya.

Cerpen Karangan: Nadila Maulida
Facebook: Nadila Maulida Sanusi

Cerpen Kuberi Kado Terakhir Untukmu Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Kamu dan Kita

Oleh:
Aku duduk di sebuah taman dekat sekolah, menulis cerita tentang sebuah kisah persahabatan. Aku Hera, gadis SMP sama seperti kalian, menyukai musik, membaca novel dan dance. Aku mempunyai sahabat

Rena Dan Qilla

Oleh:
Namaku Saffi. Aku bersekolah di SMPN Pelita dan duduk di kelas 7. Pagi ini adalah hari ketujuhku bersekolah. Ku hirup udara segar di pagi hari. Burung berkicau merdu, langit

Love In Heart (Part 2)

Oleh:
“Kak Iriye apa itu kau?” “Naoki? kenapa kau..” Naoki langsung memeluk sosok Iriye yang sangat dia rindukan, Naoki takut akan kehilangan Iriye lagi untuk kedua kalinya walaupun sebenarnya mereka

Salah (Part 2)

Oleh:
Sepulang sekolah, aku mengayuh sepedaku dengan hati-hati karena memang tangan dan kakiku masih lumayan sakit. Sesampainya di rumah aku ganti baju, dan seperti biasa aku membawa bekal roti keju

Ruang Tunggu Pelabuhan

Oleh:
Pelabuhan Soekarno – Hatta, begitulah namanya. Salah satu pelabuhan yang berada di kawasan Indonesia Timur. Walaupun nama yang digunkan untuk menunjuk pada pelabuhan ini adalah dua tokoh proklamator Indonesia,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *