Lepaskan Dengan Senyuman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 November 2016

“Apa? Kamu akan pindah sekolah ke New Zealand? Keren!” teriakku pada Mia. “Haha.. iya sih.. dan ini juga pertamakalinya aku sekolah di luar negeri.” jawab Mia. “Gak papa kok, aku yakin kamu pasti bisa laaah!” kataku menyemangati mia. “Haha.. itu dia Linda-ku!”

KRIIIIIIIING!
“Wah, udah bel. Masuk kelas yuk!” “Ayuk laaah”
“Jam pelajaran kelima adalah Bahasa Inggris. Mia pasti akan menang kuis hari ini, gimana gak menang, mau sekolah di luar negeri itu Bahasa Inggrisnya harus bagus! Jadi bisa dibilang kalau Bahasa Inggris, Mia jagonya deh!” gumamku dalam hati

Eh tapi.. hari ini Mia pindah.. apa yang harus kulakukan? Apa harus memberikannya hadiah? Makanan kesukaannya? Mentraktir? Atau apa? Aku bingung.. yang pasti.. aku gak tahu harus bagaimana kalau Mia tidak ada.. apakah aku akan dikucilkan? Atau aku akan kesepian? Atau malah menemukan sahabat baru? Kini pikiranku penuh dengan semua pikiran itu. Tak terasa.. kini sudah waktunya pulang.

Setelah mengemasi barang-barangku, aku langsung pergi ke toko pernak-pernik dekat sekolahku. Aku membeli gantungan kunci yang polos lalu kuhias dengan manik-manik dan gliter. Tak lupa aku juga menaruhnya di kotak hadiah.

Setelah selesai aku langsung berlari menuju tempat Mia duduk di belakang gedung sekolah. “Hosh… hosh…” kataku ngos-ngosan. “Ya Allah.. selow aja kali akunya kan gak akan kemana-mana ini! Nanti kasian kamunya malah yang capek!” kata Mia tersenyum ke arahku. “Jih, tumben perhatian! Udah yuk pulang sekarang aja!” kataku sambil memegang tangan Mia.

Mia tak mengeluarkan sepatah kata pun di jalan. Tapi tiba-tiba.. “Haah.. sepertinya ini akan jadi momen terakhir kita jalan berdua ya?” tanya Mia padaku. “Semoga saja tidak.” balasku. “Oh iya, ini untukmu.” kataku sambil memberikan hadiah itu kepada Mia. “Aku harap.. kita masih bisa bersama, dengan gantungan kunci ini. Aku juga punya lho!” aku menunjukkan gantungan kunciku ke Mia. “Dan aku harap.. momen ini akan terus berlangsung.. selama.. lama… nya….” kataku sambil menangis.

“Aku tak tahu harus apa, awalnya aku sangat senang karena impianmu untuk sekolah di luar negeri tercapai. Namun.. aku juga sedih kamu meninggalkanku.” kataku sayup-sayup. “Aku tak meninggalkanmu, aku akan selalu ada disini untukmu, di lubuk hatimu yang paling dalam.” kata Mia sambil memelukku.

“Hei Linda, boleh aku minta satu permintaan?” tanya Mia. “Apa itu?” “Tolong lepaskan kepergianku dengan senyum hangatmu yang selalu kau pasang saat bertemu denganku, aku tak ingin sahabatku sedih. Apalagi kau memiliki senyum yang sangat hangat. Dan aku tak ingin kepergianku ini malah membuatmu menjadi pemurung. Tetap menjadi Linda yang ceria seperti sekarang oke?” kata Mia tersenyum kepadaku.

“Iya!”. Akhirnya aku melepaskannya dengan senyuman hangatku. Meski air mataku terus bercucuran.. aku tahu.. kalau sahabatku tidak pergi jauh. Ia berada di dalam lubuk hatiku yang terdalam.

END

Cerpen Karangan: Nirmala Savitri
Blog: ourcerphen.blogspot.co.id

Cerpen Lepaskan Dengan Senyuman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Kakak Bu

Oleh:
Terlihat 2 orang adik kakak yang sedang bercanda di kamarnya yang serba ungu itu. Dia bernama Alisha Nadia Desire (Adik Ashilla) yang masih berumur 15 tahun dan Ashilla Veronica

Kenangan Yang Tak Terlupakan

Oleh:
Namaku Nita ryaningsih. Aku mempunyai sahabat bernama Tania daniarti, sudah cukup lama aku bersahabat dengannya. Hari demi hari kami lewatkan bersama dengan penuh canda. Kami sangatlah akrab, bahkan kami

Sahabat Terindah

Oleh:
Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas empat. Di sekolah aku mempunyai dua orang teman yang menurutku berbeda dengan teman-temanku lainnya, ada yang nama nya

Benciku Menjadi Sahabatku

Oleh:
Sampai saat ini aku masih bingung, mengapa aku bisa akrab dengan temanku itu, yang dulunya dia sering banget ngejahilin aku, sampai-sampai aku menangis tersedu-sedu. Ya, memang aku seorang laki-laki

Satu Hari Olafpany

Oleh:
“Ayo Laf!! lebih cepet yaelah!” Seru Pany, perempuan seusia Olaf. “Gue capek, Pany. hosh hosh.” Olaf menghela nafas panjang. “Baru seperempat alun-alun tau!” Jitakan Pany tepat sasaran bung! tepat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *