Liburan Berharga Bersama Chocho

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Liburan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 16 September 2018

Ramadan kali ini Blue hanya merenung di rumah, ayah dan ibunya ditugaskan masih harus bekerja meski banyak orang di luar sana yang sudah berlibur bersama sekeluarga.

“Menyebalkan” Gumam Blue
Kali ini ia menatap keluar jendela kamarnya, mengamati jalan depan rumahnya yang nampak sepi

“Nona muda, ada teman anda yang sedang menunggu di luar”
“Sudah berapa kali aku bilang. Panggil aku Blue! Aku tidak mau kau memanggilku seperti itu!”
“Tapi nona, tuan yang menyuruh saya. Saya hanya menjalankan perintahnya saja”
“ARRGGH… Ya sudah, siapa teman yang sedang menungguku?”

Tak lama kemudian ada sebuah suara teriakan “BLUEE!! Kau ada di rumah?”
Blue berlari menuju pintu rumahnya, lantas berlari lagi ke pagar rumahnya
“CHOCHO?”
“Apakah kau tak sadar bahwa aku juga puasa hm?”
“Ah iya, maafkan aku. Mari masuk”
“Aku ke sini bukan untuk masuk ke rumahmu teman”
“Lantas?”
“Kemari kemari”

Mereka berdiskusi sebentar, tampak raut muka senang pada kedua bocah itu. Blue masuk kembali ke dalam rumah, menelepon singkat kepada papanya dan kembali berlari ke arah Chocho.
“Ayo!”
“Sudah diperbolehkan?”
“Sudah!”

Blue naik ke sepeda Chocho, lantas melaju ke rumah Chocho. Ibu Chocho nampak senang dengan tambahnya anggota ke dalam perjalanan kecil mereka. Blue sudah dianggap seperti anggota keluarga sendiri oleh ayah dan ibu Chocho.

Mereka semua telah sampai, yang paling senang adalah Blue dan Chocho
“WAAAHHH tempat apa ini?!” Kata Blue takjub
“Ini adalah kolam pancing milik pamanku, dan di sana ada kolam berenang jika kamu mau berenang Blue.” Terang Chocho
“Pamanmu… Pamanku juga?”
“Iya aku juga pamanmu gadis manis”
Suara itu mengejutkan mereka berdua, membuat mereka spontan menoleh ke belakang.
“Mari anak anak berpelukan bersama paman”
“Paman Edyyyy…” Chocho dan Blue berlari ke pelukan paman Edy
“Gadis manis, siapa namamu?”
“Namanya Blue paman” Jawab Chocho spontan
“Hei nak, apakah kau gadis manis? Aku bertanya pada gadis manis, kenapa kau malah menjawabnya hah?” Kata paman Edy yang berlagak memarahi Chocho
Blue, ayah dan ibu Chocho tertawa sedangkan Chocho nyengir malu

“Namaku Blue paman” Jawab Blue susah payah seraya menghentikan tawanya
“Oke Blue, aku paman Edy. Biasa dipanggil Paman Ed, Paman Dy, Paman Edy terserah kau saja. Asal jangan memanggilku tante ok” terang paman Edy sambil mengerling ala banci yang suka mangkal di depan taman perumahan
Blue dan Chocho kembali tertawa
“Sudahlah Ed, kau jangan membuat anak anakku sakit perut” Sela ibu Chocho
“Hanya sedik tawa saja kan tidak apa apa” Bela paman Edy pada dirinya sendiri

Ayah dan Ibu sudah mulai asyik memancing sedangkan Blue dan Chocho kejar kejaran di sawah warga.
“Chocho berhentiiii!!”
“Ayo sini kejar” Ejek Chocho

Sore harinya Blue dan Chocho berenang sedangkan Ayah dan Ibu memasak hasil pancingan mereka tadi siang. Hampir mendekati adzan maghrib Blue dan Chocho membantu pekerjaan yang belum beres.
Malam harinya Blue pulang ke rumah dengan perasaan bahagia “Meski tanpa papa sama mama, liburan tadi asik kok. Terimakasih Chocho!” batin Blue.

Cerpen Karangan: Chocho Blue

Cerpen Liburan Berharga Bersama Chocho merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Kedua

Oleh:
Pagi yang cerah, ku duduk di teras rumahku sambil memandang taman kecil di samping rumah. Daun-daun mawar masih basah, ku pikir mungkin karena hujan deras semalam yang mengguyur bumi

Hujan Membawa Cerita

Oleh:
Langit tertutup gerombolan awan abu-abu, pertanda hujan deras akan tiba. Tet.. tet.. bel pulang berbunyi. Namun aku dan 3 orang temanku masih ada tugas sekolah yang harus diselesaikan hari

Sawah Sahabat

Oleh:
Nino adalah anak dari seorang petani, walaupun kehidupannya jauh dari harta yang melimpah, Nino tetap bahagia. Setiap sore hari, Nino selalu membantu ayahnya di sawah, Nino membantu segala pekerjaan

Salah Sangka

Oleh:
“Bian, temenin gue dong, beli baju… Pliss…”. Ya ampun. Anak ini ya… Nyusahin orang aja kerjanya. Aku mendengus kesal. Mau beli baju buat apa lagi sih? Kan kemaren udah

Antara Icha dan Chacha

Oleh:
“Icca bangun matahari telah terbit” ujar mamaku sambil membuka tirai. Sinar mentari mengenai wajahku. Silau, kuangkat selimutku untuk menutupi tubuhku. Mamaku menarik selimutku dan membangunkanku. “Bangun Cha, udah jam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *