Liburan Bersama Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Liburan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 January 2016

Senyum mentari pagi datang menyapa, suara burung bertalu-talu bernyanyi menggambarkan kebahagiaan. “Jar sudah siang, mau kuliah gak kamu?” seru ayah membangunkanku di pagi itu. “iya yah bentar,” jawabku. Aku segera bangun dari tempat tidur, mandi, sarapan lalu berangkat ke kampus. Jarak tempuh dari rumahku ke kampus emang jauh, tapi aku selalu bersemangat untuk pergi, maklumlah ada seorang gadis yang membuatku semangat. Dia sahabatku di kampus namanya Intan. Aku emang suka sama dia, tapi ku tak berani menyatakannya, dia cantik, manis dan super cuek.

Sesampainya di kampus, aku diajak oleh Dina pergi ke kampung jambu untuk mengambil rambutan di kebun Rio.
“Bang mau ikut gak ke kebun rambutan Rio?” kata Dina.
“di mana?” jawabku.
“di kampung jambu” balas Dina.
“eeem, kamu ikut gak ka?” tanyaku kepada Nika.
“ikutlah bang, Intan gak ditanya bang, sahut Nika sambil tersenyum.
“iya ka.. Intan mau ikut gak ke kebun Rio?” tanyaku.
“gak tahu.” Setiap aku yang bertanya pasti jawaban Intan satu atau dua kata saja jawabannya, membuatku malas mau ngomong sama dia.

Hari itu kami pulang lebih awal, jam 10 pagi kelas sudah dibubarkan. Kami segera pergi ke kontrakan Yuda untuk menunggu teman-teman yang lain pulang dari kampus. Janjinya si jam 10.30 sudah pergi tapi ada yang pulang jam 11, ada yang ke bengkel, ada yang ngisi bensin dulu macam-macamlah.
“jadi ikut gak tan, kalau mau ikut sama bang Fajar aja,” kata Dina.
“tidak ikut kami, kalau pulang malam nanti kami kena marah” kata Intan. Jujur aku merasa ada yang kurang karena dia tidak ikut.

Kami pergi jam 11.30 menggunakan sepeda motor sebanyak 7 buah, walau panas terik dan jalan berbukit tak menghalangi langkah kami untuk menuju kampung jambu. Sungguh perjalanan yang menyenangkan, di dalam perjalanan kami bercanda gurau sehingga tak terasa sampai juga ke rumah Rio. Kami datang sudah siang, selesai salat dan makan kami segera berkemas dan pergi ke kebun Rio.

Namun sayang dalam perjalanan cuaca berubah drastis, matahari tak lagi mampu menembus awan, awan pun tak mampu menampung air. Walau hujan turun lebat tidak menghalangi langkah kami menuju kebun rambutan milik Rio. Sesampainya di kebun pakaian kami semua basah kuyup, Dino dan Riki langsung memanjat pohon rambutan, kami yang di bawah mengumpulkan dan memasukkannya ke dalam karung. Waktu berlalu begitu cepat, senja di ufuk barat mulai memerah, kami segera pulang dari kebun dan berkemas.

Selesai salat maghrib kami pulang dari rumah Rio, namun jalan yang kami lalui sangat lecet dan licin yang membuat Rizal sampai-sampai tumbang, motor Gugun dan Indra tidak dapat jalan dan motor kami yang lainnya harus didorong. Jadi kami pun harus memutar balik motor kami memilih jalan lain yang lebih aman. Kami datang ke kontrakan Yuda sudah larut malam. Tidak ada rasa kecewa, tidak ada penyesalan, yang tampak hanya kebahagiaan walau hati ini terasa hambar karena tidak ada Intan.

Cerpen Karangan: Bang Mazlan
Facebook: Bang Mazlan

Cerpen Liburan Bersama Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Harapan Untuk Nya

Oleh:
Seorang perempuan berambut sebahu mendorong pintu kayu bergaya minimalis itu. Melangkah masuk dengan langkahnya yang lunglai. “Sori, gue telat.” Semua pandangan mata menatap ke arahnya yang berdiri dengan tampang

Cinta Terlarang

Oleh:
ini kisah nyata yang di alami oleh sahabat terbaikku. cerita ini aku tulis 7 tahun yang lalu, Cerita ini bermula ketika gue baru sampai beberapa hari di Jakarta. Namanya

Welcome Back My Best Friend

Oleh:
Di suatu sekolah terdapat 4 orang sahabat, mereka bernama Angel, Keny, Shasa dan Lily. Mereka adalah sahabat yang sangat akrab. “Teman-teman besok Angel ulang tahun loh!” Kata Keny dengan

Crazy

Oleh:
“Apa?!,” sontak Felly kaget setelah mendengar keputusan rekan band yang lainnya. “Sorry, Fel. Tapi, mau bagaimana lagi kita sudah terlanjut menerima tawaran itu,” ucap Bram lirih. “Lagipula, kita tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *