Long Last

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 January 2016

Aku Icha, saat ini menjadi siswi salah satu MTs favorit di Indonesia. Sahabatku bernama Assa, entah dia mengganggapku sahabat atau tidak. Aku menganggapnya sahabat sejak kami mulai dekat di awal semester dua kelas tujuh. Assa sangat cantik, tinggi, manis, dan pintar. Kami sering pulang naik bus bersama. Ada murid baru saat kelas delapan. Namanya Veren, tetapi kami satu kelas lebih suka memanggilnya Vete. Veren juga tinggi, cantik, dan pintar, wajar saja karena dia pindahan dari sekolah yang juga favorit. Awalnya dia selalu ikut ke mana pun aku dan Assa pergi, hal ini membuat kami sedikit terganggu dengan Veren.

Suatu hari ada seleksi untuk pasukan pengibar bendera. Aku, Assa, dan Verren lolos seleksi tahap satu. Namun, saat seleksi tahap berikutnya hanya Assa yang lolos. Aku sangat kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku tidak bisa ikut? Aku ingin ikut. Namun, karena ketidaklolosanku dan Veren mengikuti seleksi paskibralah yang membuat kami semakin dekat. Waktu Assa di sekolah hanya digunakan untuk latihan berbaris. Oleh karena itu, aku dan Veren lebih sering bersama. Sejak saat itu aku menganggap Veren sebagai sahabatku.

Pada 17 Agustus, Assa menjadi pasukan pengibar bendera di sekolah. Sedangkan aku dan Veren diminta ntuk mengikuti upacara di lapangan sepak bola kota. Di sana kami bisa melihat para paskibra kota yang tinggi-tinggi dan berfoto bersama tentara. Aku sangat senang atas hal ini. Setelah tanggal 17, Assa mulai bersamaku lagi. Veren juga bersamaku, soo.. aku memilki dua orang sahabat. Ke mana pun kami selalu bersama, ke kantin, kamar mandi, masjid, dan tempat-tempat lainnya. Aku yakin, persahabatan ini akan lama.

Suatu hari kami bertiga bertengkar dan memilih tidak bersama. Kala itu aku sangat sedih dan tidak tahu harus bagaimana. Aku takut persahabatan ini akan berakhir. Aku tidak ingin semua yang telah aku upayakan berakhir begitu saja. Saat pulang sekolah aku, Assa, dan Veren berkumpul di belakang kelas.
“Maaf,” ucap kami bersamaan. Tiba-tiba semua menjadi hening.
“Nggak!” ucap kami bersamaan.
“Maaf,” ucap kami lagi.
“Hahaha….” kami tertawa bersama.

“Jangan berantem lagi,” ucap Veren dengan nada lucunya.
“Jangan marahan lagi,” ucap Ass dengan nada tegasnya.
“Jangan sampai kayak hari ini lagi,” ucapku seperti anak kecil.
“Hahaha..” kami tertawa puas di belakang kelas.

“Ya udah, ayo pulang, sudah sore,” ucapku menghentikan tawa kami.
“Ayo, aku sudah ditunggu mas Tege (penjemput),” ucap Veren.
“Iya, nanti bus US-nya keburu pergi, hehe,” ucap Assa ngelawak.

Kami berjalan meninggalkan belakang kelas dengan tertawa gembira. Tangga demi tangga mulai kami turuni dengan berbaris. Aku sangat bahagia, aku harap persahabatan ini akan utuh selamanya. Sampai maut yang memisahkan.

Cerpen Karangan: Zianna Fasichalisna
Facebook: Zianna Fasichalisna
Umur 13 tahun. Cerpen dipersembahkan kepada para sahabtaku, Assa dan Verren.

Cerpen Long Last merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hati Mu Hati Ku (Part 2)

Oleh:
Malam harinya. Pukul 19.00 WIB Alvin, Clara dan teman-temannya sudah sampai di kafe ‘Beauty”. “Ra, coba lo telepon si Satria.” Kata Tiara. Clara pun menelepon Satria. “Halo, Ra. Ada

Hujan Mempertemukanku Dengannya

Oleh:
Gemercik-gemercik air mulai membangunkanku dari mimpi tentangmu, sesaat kupandangi jendela yang dipenuhi embun di pagi ini. Musim hujan tahun ini mengingatkanku tentang dirinya. Kembali teringat 1 tahun yang lalu

Azfan, Aku Cinta Kamu!

Oleh:
Aku terpaku melihat cowok itu. Yah, namanya Azfan. Oh iya, perkenalkan, namaku Refania. Kalian bisa memanggilku Refania atau Refa. Lho, lho…? Kok tadi kayaknya ada yang nyenggol bahuku, yah?

Sahabat Sosmed

Oleh:
Berkali-kali kulihat handphone seluler yang ada di tanganku. Salah satu teman dari akun pribadiku di Sosmed memintaku untuk bertemu dengannya. Berulang kali kupandang foto yang ada pada akun pribadinya

R.I.P

Oleh:
Kau terbang menghampiriku. “Sendiri?” tanyamu. Aku menggelengkan kepala, tidak mau menjawab, maksudku. Tetapi sepertinya kau salah mengerti. “Ooo. Di mana sahabat-sahabatmu?” Sebenarnya kamu siapa? Untuk apa menanyakan sahabat-sahabatku? Pergilah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *