Longing to See You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 March 2014

Awan di atas sana seperti kapas yang menghiasi pandanganku, lalu bunga bunga itu seperti teman ku, serta burung yang beterbangan adalah alasan dari hidup ku ini masih berlanjut. Dunia ini benar-benar bukan tempat yang adil untuk ku singgahi, lagi lagi aku harus menanggung derita tiada habis dan mengoyahkan nalar yang membuat pusing tujuh keliling. Maafkan aku Tuhan, Aku belum bisa mensyukuri Keadaan ku sekarang.

14 Maret 2012, Langit Mulai Menguning
Dear Diary,
Hari ini aku bertemu lagi dengan pacar barunya, rasa kesal terus menghantuiku dan kenapa harus perempuan itu yang jadi penggantiku?, aku bukan orang munafik dan aku jujur bahwa aku masih mencintai dia. sekarang aku harus berusaha melupakannya! Semoga hati ini tak terluka lebih dalam lagi.

Belum sempat ku beranjak dari meja setelah kututup Diary, Ponsel ku berdering, panggilan masuk dari Novandre, lho dari Novandre? tertegun aku tercengang melihat kenyataan pahit ini lagi, dia adalah sosok yang ku tulis hari ini. untuk apa dia menghubungi ku lagi, sudah jelas satu bulan ini aku putus dengannya. Ku tatap ponsel ku dengan nanar dan jelas saja aku tolak saja panggilan itu. dia sepertinya pantang menyerah mungkin ingin menyampaikan sesuatu, malas aku harus memperdulikannya lagi, Lantas saja ku tekan tombol non-aktif di ponsel ku, rasa kalut langsung menghadangku

Kamu berani lagi menggangguku di saat aku sedang berusaha membenci dan melupakanmu. Aku benci kamu, mengapa kamu harus pacari temanku. memangnya wanita di dunia ini tidak ada lagi sampai-sampai kamu harus memilih temanku. Dia adalah teman yang selama ini selalu menjadi tempat keluh kesah ku yang paling ku percayai. Kamu seolah membuatku tak berguna di hadapanmu. Bahkan saat Puisi ku dimuat di sebuah majalah, kamu malah menyepelekan itu dengan mengomentari bahwa sebenarnya Puisi ku kurang bagus, malam ini rasa sakit itu semakin jelas, mataku tak kuasa menahan air mata yang memaksa keluar dan dengan begitu saja air mata ku mengalir deras.

Halo matahari pagi, sinari aku dengan sedikit harapan untukku yang bisa ku gapai tolonglah bantu aku melupakan dia. Mataku bengkak mengingat malam tadi aku menangis. Pagi ini aku malu bersekolah dengan mata bengkak ini. kenapa aku harus menangis padahal dia tak penting untukku lagi. tapi aku juga tak bisa mengelak bahwa aku masih mencintaimu dan tak sadar aku berharap kau kembali padaku, tapi sepertinya hanya harapan kosong yang ku lempar untuknya. Ku berjalan menyusuri hiruk pikuk kota ini dengan menggenggam terlalu banyak harapan. tak ku sangka sampai juga di gerbang sekolah setelah lumayan berat ku langkahkan kaki ini, padahal jarak rumah dekat dengan sekolah, mungkin itu efek galau. dengan mata bengkak aku berusaha tersenyum pada teman-teman ku, aku harus mengingat bahwa hidup adalah tergantung dengan apa yang kita lakukan hari ini, dengan itu aku harus menyembunyikan rasa sedih ini agar aku bisa tersenyum di kemudian hari.

Sampai sekarang aku masih bingung, memangnya orang pacaran kalau putus harus bermusuhan ya?, aku menyesali itu, walau aku harus putus dengan Novan tapi setidaknya aku ingin menjadi sahabatnya saja. Sederhana saja yang aku inginkan. Sarah menghampiriku dengan senyum khas lesung pipit di kedua sudut bibirnya, cukup mengobatiku ternyata masih ada teman yang setia untuk ku. dia sepertinya membawa kabar gembira.
“Nika!!!” teriaknya menghampiriku dan langsung memelukku. terlalu berlebihan untukku yang saat itu sedang kalut, aku memaksa melepas pelukannya,
“kok gitu sih?” Sarah heran.
Dia ternyata tak kapok ku marahi dia malah mengulangi lagi untuk memelukku, aku pasrah saja. setelah agak lama dia lalu melepas pelukannya yang sangat erat itu, lalu menyampaikan kabar untukku.
“Nika, Selamat ya” Sarah mengulurkan tangan memberi selamat, tentu aku sambut saja ucapannya itu,
“memangnya selamat untuk apa?”
“kamu terpilih untuk mewakili sekolah kita di lomba Karya Tulis SMA tingkat Provinsi bareng sama Novandre!”
“hah! Novandre? aku sama Novandre?” aku heran betul dengan kabar itu, bukan senang dan bukan sedih tapi aku malah malu, aku harus bekerja sama dengannya yang sudah jelas aku membencinya, dunia ternyata tak memihak untukku, Sarah hanya mengangguk angguk saja meng iya kan pertanyaannku.
“Nggak adil!” aku teriak keras sambil menjambak rambutku sendiri. semua orang disana melihat ke arah ku, sambil sedikit heran mereka lalu menertawaiku.

Sarah yang malu bukan kepalang langsung membawa ku melihat mading pengumuman yang saat itu sudah terlihat tidak ramai lagi. tercengang melihat kebenaran kabar dari Sarah.
“ini serius nih?” aku masih tak mempercayai itu
“udah terima aja Nik!” Sarah mendukungku, tapi bagaimana bisa aku bekerja sama dengannya.
“aku pikir-pikir dulu!” aku lemas tak berdaya, pilihan ada dua, tolak atau terima
Sarah sepertinya baru sadar dengan mata bengkak ku ini, aku diintrogasi dengan banyak pertanyaan.
“ngomong-ngomong mata kamu kenapa Nik? um aku tau nih, pasti diputusin pacar ya? atau nggak dikasih uang jajan ya? atau abis lihat film drama?”
“pacar apaan kamu juga tau sendiri aku masih jomblo, ah kamu mau tau aja!”
“ye nggak papa dong, ini bermanfaat lho!” ucap Sarah membenarkan keingin tahuannya.
“bermanfaat apanya?” aku bersungut sungut
“udah jangan cemberut nanti cowok-cowok pada kabur lho!”
Dia menggodai ku lagi, tapi tak apa yang penting aku kembali tersenyum namun terpaksa. Mereka yang berada di Kelas menyambut kedatanganku, ada yang memberi selamat dan ada juga yang iri, sudah biasa untukku.

Setelah tau ternyata aku harus membuat karya tulis dengannya, aku terfikir lagi tadi malam dia menghubungi Ponsel ku, mungkin ini yang akan dia kabarkan untukku, Sampai siang ini aku belum juga bertemu dengannya, hari ini bahkan untuk sekedar melihatnya saja mustahil.

Harus ku akui saat ini aku senang, mungkin dengan ini aku bisa dekat dengannya lagi dan aku ingin menjalin persahabatan dengannya. Ku putuskan untuk menerima tantangan itu, Tapi bagaimana bisa aku membuat karya tulis ini, padahal daadlinenya sebentar lagi sedangkan tadi Ibu Rosa telah menagih hasil karya yang seharusnya sudah terselesaikan. aku hanya melamun saja di depan layar Laptop ku karena bingung harus menulis apa, temanya tentang Lingkungan dan Kebersihan, aku bimbang hubungi Novan atau tidak. lama aku melamuni Ponsel ku. dan tak disangka-sangka SMS masuk dari Novan.
“Nika! kamu udah tau tentang kabar itu?”
Aku jawab saja SMS itu dengan jawaban singkat
“udah!”
Tak biasanya jantungku berdebar-debar membalas SMS darinya. Apa aku jatuh cinta lagi. jangan sampai itu terjadi, Tidak Bisa! dia memberi balasan lagi. cowok memang lebih suka to the point dari pada basa-basi tak jelas
“maaf ya! tadi aku nggak bisa temenin kamu dengerin bimbingan cara membuat karya tulis dari Ibu Rosa, Aku nggak sekolah hari ini, besok kita ketemu saja pulang sekolah di perpustakaan, kita selesaikan karya tulis itu, biar cepet selesai, OK?”
Melihat SMS nya, rasanya senang sekali, aku bisa dekat dengannya lagi. aku tersenyum singkat dan kebingungan mau membalas apa. ku tulis saja semauku
“ya!” jawabanku ku sengaja singkat padat dan menyebalkan biarlah saja dia bukan orang yang pantas ku takuti. setelah itu aku tersenyum-senyum seperti layaknya manusia yang sedang bahagia.

Tak terlupakan untuk kejadian mustahil ini, ku buka Diary ku dan aku mulai menulis kata-kata di sana
15 Maret 2012, Hari Begitu Cerah
Dear Diary
Hari ini, aku menemukan hal yang sulit ku percayai. aku menemukan jalan untuk dapat berteman dengan Novandre, aku tak mau hanya karena masa lalu, aku menjadi orang jahat yang memutuskan tali pertemanan dengannya, bukan kah itu dosa. aku berharap aku bisa melupakan kesalahannya dan aku harus berusaha memaafkan Nabila temanku yang sekarang berpacaran dengan Novandre, tapi tak secepat itu aku juga manusia yang sulit memaafkan, perlahan tapi pasti aku berusaha untuk itu. 🙂

Seolah seperti kepompong yang akhirnya keluar menjadi kupu-kupu, aku berusaha menjadi yang terbaik untuk semuanya. Sepertinya Sarah begitu senang saat ku bilang aku menerima tantangan itu. dan akhirnya aku bertemu dengan Nabila lagi hari ini, aku melempar senyuman memberi kode aku telah memaafkan mu Nabila, dia juga sumringah membalas senyum padaku. Perlahan tapi pasti kita akan dekat lagi, mungkin sekarang kita saling malu untuk mendekat.

Tak terasa berjubal ilmu telah didapat hari ini. akhirnya waktunya pulang sekolah. Saatnya menepati janji Novandre. Ku langkahkan kaki ini menuju Perpustakaan Sekolah sendirian saja. Novandre menunggu ku di depan pintu, dia menyambut ku dengan tatapan ramah dan mengajakku duduk bersama Nabila, di sana rupanya ada Nabila, tenang jangan sampai aku cemburu, aku sudah bertekad untuk menjadikan mereka temanku. kacau sekali perasaan ini, dan aku hanya bisa menatap seluruh penjuru ruangan tanpa sedikit pun melihat wajah mereka.
“Nika! maafin kita ya” kata maaf terlontar dari Novan yang seolah masih merasa tak enak dengan ku. Aku dengan cepat mengalihkan pandanganku ke arah mereka
“kenapa harus minta maaf?” aku berlaga bijak dengan memperlihatkan diriku yang tegar telah melupakan kejadian itu.
Mereka hanya terdiam saja, Nabila bahkan tak bisa berdecit sama sekali
“aku udah maafin kalian kok!” aku memaksa untuk tersenyum dengan menatap mereka meyakinkan jawabanku. aku harus melupakan Novandre dan aku ingin jadi temanmu. dan juga Nabila.
“kamu serius Nik? makasih banyak Nik” ucap Novandre, dan Nabila pun tersenyum semangat sambil meraih tangan ku. aku hanya bisa tersenyum saja.
“makasih banyak untuk ini Nik.” akhirnya Nabila berbicara dan melemaskan kekakuan di antara kami.

Rasa lega sekali muncul menyapa ku. Kami saling tersenyum dan aku tak merasakan ternyata air mata haru mengalir begitu saja, Nabila pun begitu, aku menghapus air mata Nabila dan Nabila menghapus air mata ku, kami pun tersenyum dan lalu tertawa bersama, lama sekali kita tidak mengobrol akhirnya kami bertiga menghilangkan rasa canggung sampai tak ada air mata lagi. Tapi sepertinya Nabila tak enak dengan kami yang harus cepat menyelesaikan tugas. Dia pamitan untuk pulang dan mengizinkan pacarnya bersama dengan mantan pacarnya yaitu aku, berdua mengerjakan tugas. Nabila pun berlalu setelah berpamitan.

Nah di sini lah aku sekarang bersama Novandre mantan pacar ku yang sekarang menjadi teman ku.
“mulai dari mana kita Nik?” ucap Novandre membuka diskusi
“kita mulai dari bahasan mengenai Lingkungan dulu, baru masuk bahasan pokoknya Kesehatan!”
Kami serius sekali dengan proyek Karya tulis ini, agar kami bisa memenangkan piala dan membanggakan nama Sekolah. Novandre semangat bersama ku menggapai harapan itu.

16 Maret 2012, Keajaiban yang Datang dengan Cepat
Dear Diary,
Aku senang bisa berteman dengan mereka yang dahulu ku anggap musuh. aku kangen dekat dengan mereka. begitulah kurang lebihnya perasaan ku saat ini. 🙂

-Selesai-

Cerpen Karangan: Audhina Novia Silfi
Blog: http://theizuzeus.wordpress.com/

Cerpen Longing to See You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Detektif Love

Oleh:
Keheningan menjadi penguasa ruangan, semuanya sibuk mengotak-atik ponsel masing-masing, maklum lah anak-anak kos. sore ini aku ada janji untuk pergi jogging bersama pacarku, jam sudah menunjukkan angka 15:00. tapi

Hubungan Yang Tak Disangka

Oleh:
Nama gue Septi. Gue punya sahabat terbaik, namanya Puja. Gue sama Puja udah terkenal banget di sekolah karena kekompakkan kami. Gue sama Puja baru kelas 2 SMP. Pada hari

Pengalaman Cinta

Oleh:
Rasa sayang yang dihancurkan begitu saja memang rasanya tidak enak sekali, pahit sekali seperti meminum kopi pahit tanpa gula sedikit pun. Rasanya seperti mimpi, di saat hari kemarin masih

Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
Namaku Tiara, panggil saja ara. Sekarang usiaku menginjak 14 tahun aku bersekolah di SMP N 6 SIPIROK kelas VIII di sekolah aku dikenal sebagai cewek yang cantik, ramah dan

Katakan Padaku, Apa Itu Cinta

Oleh:
Saat aku lupa tentangmu yang tidak mencintaiku, aku hidup dengan melakukan segala sesuatu yang ingin ku lakukan. Apa kau tahu apa tujuanku melakukan itu? Supaya aku bisa menghapusmu dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *